home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jerawat Nodul

Definisi|Tanda-tanda & gejala|Penyebab|Faktor-faktor risiko|Diagnosis dan pengobatan|Pengobatan di rumah
Jerawat Nodul

Definisi

Apa itu jerawat nodul?

Jerawat nodul adalah jenis jerawat di bawah permukaan kulit yang terasa keras dan sakit. Tidak seperti jerawat biasa yang dapat sembuh dalam beberapa hari, jerawat ini dapat berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

Biasanya, jerawat ini berukuran cukup besar, sehingga terlihat jelas jika terjadi di wajah. Kondisi ini tentu mengurangi tampilan kulit dan membuat kebanyakan orang menjadi kurang percaya diri.

Jerawat yang termasuk jerawat parah ini akan terasa keras ketika disentuh dan tidak dapat diobati dengan obat tanpa resep.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Umumnya, jerawat ini dapat terjadi pada siapa saja, terutama remaja dalam masa pubertas. Namun, hal ini lebih sering menyerang remaja laki-laki ketimbang perempuan.

Meski begitu, orang dewasa juga dapat mengalami penyakit kulit tidak menular ini akibat berbagai faktor. Oleh sebab itu, hindari berbagai faktor risiko kemunculan jerawat agar kondisi ini tidak terjadi pada Anda, termasuk melakukan pola hidup sehat.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala jerawat nodul?

Agar Anda lebih mudah membedakan jerawat nodul dengan jerawat biasa, ada beberapa tanda dan gejala yang dapat diwaspadai yang di antaranya sebagai berikut.

  • Adanya benjolan di bawah kulit yang membuat bagian tersebut mengencang.
  • Area kulit yang mengencang tampak memerah akibat peradangan.
  • Terasa sakit saat disentuh.
  • Tidak memiliki “kepala” yang berisi nanah.
  • Sulit dihilangkan, alias jerawat dapat bertahan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Kemungkinan ada berbagai gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda merasa khawatir terkait gejala yang menyerupai jerawat, konsultasikan dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Perlu diingat bahwa pengobatan rumahan atau obat tanpa resep dokter tidak dapat menyembuhkan jerawat ini. Sebaiknya segera hubungi dokter jika Anda mencurigai masalah kulit yang dihadapi adalah jerawat nodul.

Semakin cepat mendapatkan pengobatan jerawat dari dokter, semakin mudah perawatan dan proses pemulihan kulit berjerawat.

Penyebab

Apa penyebab jerawat nodul?

Sama seperti penyebab jerawat lainnya, jerawat nodul disebabkan oleh penyumbatan pori akibat penumpukan sel kulit mati, minyak berlebih, dan bakteri.

Meski begitu, salah satu pemicu utama munculnya jerawat ini adalah hormon androgen. Jika kadar androgen meningkat, produksi minyak di kulit pun ikut meningkat.

Selain mendukung fungsi organ seksual, androgen juga dapat mengubah susunan kimiawi minyak kulit. Akibatnya, pori-pori lebih mudah tersumbat dan menjadi lingkungan yang mendukung bakteri penyebab jerawat untuk berkembang biak.

Tidak hanya itu, jerawat ini juga mengalami peradangan hingga menembus ke lapisan kulit lebih dalam, sehingga dikategorikan sebagai jerawat yang parah.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena kondisi ini?

Setidaknya ada dua faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena jerawat nodul sebagai berikut.

Ketidakseimbangan hormon androgen

Hormon androgen berlebih biasanya merangsang produksi minyak menjadi lebih banyak. Akibatnya, kulit menjadi lebih berminyak dan berisiko menyumbat pori-pori.

Kondisi ini biasanya terjadi pada saat menstruasi, hamil, masa pubertas, atau menggunakan obat-obatan tertentu, seperti salep kortikosteroid dan lithium.

Keturunan

Gen bawaan dari orangtua atau keluarga ternyata bisa meningkatkan risiko terjadinya jerawat.

Jadi, apabila ada anggota keluarga yang bermasalah dengan jerawat nodul, kemungkinan besar anggota keluarga yang lain juga mengalami kondisi serupa.

Diagnosis dan pengobatan

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk jerawat nodul?

Normalnya, diagnosis jerawat nodul dilakukan dengan memeriksa kulit yang berjerawat secara langsung. Kemudian, ia akan menentukan tingkat keparahan dan perawatan yang tepat untuk mengobati jerawat.

Jika jerawat Anda termasuk parah, dokter mungkin akan merekomendasikan pengobatan tambahan agar lebih efektif dan kulit lebih cepat pulih.

Apa saja pilihan pengobatan untuk jerawat nodul?

Biasanya, dokter akan merekomendasikan sejumlah perawatan untuk menghilangkan jerawat nodul. Hal ini dikarenakan pengobatan tanpa resep dokter cenderung tidak efektif dan dapat meninggalkan bekas jerawat permanen yang lebih besar.

Di bawah ini adalah beberapa pengobatan untuk jerawat nodul yang meradang.

Antibiotik

Jika jerawat nodul disebabkan oleh infeksi bakteri, pemberian antibiotik jerawat biasanya menjadi salah satu cara mengatasi masalah kulit ini. Antibiotik seperti tetracycline disebut ampuh membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri.

Walaupun demikian, antibiotik hanya dapat digunakan dalam jangka pendek agar tidak menyebabkan resistensi antibiotik. Pengobatan normalnya berjalan 7 – 10 hari dan dikombinasikan dengan penggunaan obat topikal dan oral lainnya, seperti:

Isotretinoin

Selain antibiotik, isotretinoin biasa dipakai dalam pengobatan jerawat nodul atau jenis jerawat parah lainnya, termasuk jerawat kistik. Namun, penggunaan obat ini harus di bawah pengawasan dokter karena dapat menimbulkan efek samping, seperti:

  • kulit, mata, bibir, dan tenggorokan menjadi kering,
  • kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari, serta
  • sakit kepala yang disertai dengan nyeri badan.

Selain itu, isotretinoin tidak dianjurkan untuk ibu hamil karena dapat mengganggu pertumbuhan janin. Jadi, pastikan dahulu apakah Anda sedang hamil atau tidak sebelum menggunakan obat ini.

Pil KB

Bagi wanita yang memiliki kulit berjerawat dan disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon androgen, pil KB untuk jerawat dapat menjadi pilihan cara mengatasi.

Pil KB adalah obat anti-androgen yang dapat menekan aktivitas kelenjar sebasea saat memproduksi sebum. Namun, penggunaan obat ini perlu dipertimbangkan mengingat efek samping yang ditimbulkan pun tidak sedikit.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi jerawat nodul?

Walaupun perawatan dari dokter diperlukan, pengobatan rumahan untuk jerawat pun dapat diterapkan. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan serta mencegah jerawat datang lagi.

Berikut ini ada beberapa cara alami yang dapat membantu menyembuhkan jerawat nodul.

  • Mencuci muka dengan sabun pembersih yang lembut setidaknya dua kali sehari.
  • Pilih produk perawatan berlabel non-comedogenic (tidak menyebabkan komedo), non-acnegenic (tidak menyebabkan jerawat), atau oil-free (bebas minyak).
  • Hindari menggunakan riasan yang terlalu tebal.
  • Selalu bersihkan riasan sebelum tidur di malam hari.
  • Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang kotor.
  • Oleskan tabir surya dengan SPF 30 agar paparan sinar matahari tidak memperburuk jerawat.
  • Kompres jerawat yang terasa nyeri dengan es atau kain air hangat.

Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Acne – symptoms & causes. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 7 November 2019, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acne/symptoms-causes/syc-20368047 

How to treat different types of acne. (n.a). American Academy of Dermatology. Retrieved 7 November 2019, from https://www.aad.org/public/diseases/acne/DIY/types-breakouts 

Zouboulis, C., & Bettoli, V. (2015). Management of severe acne. British Journal Of Dermatology, 172, 27-36. doi: 10.1111/bjd.13639. Retrieved 14 September 2020. 

Gibson, L.E. (2020). Birth control pills for acne? Mayo Clinic. Retrieved 14 September 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acne/expert-answers/birth-control-pills-for-acne/faq-20057892 

Acne: tips for managing. (n.a). American Academy of Dermatology. Retrieved 14 September 2020, from https://www.aad.org/public/diseases/acne/skin-care/tips#overview 

Thomas, L. (2019). Papules, Pustules, and Nodules. News Medical – Life Sciences. Retrieved 14 September 2020, from https://www.news-medical.net/health/Papules-Pustules-and-Nodules.aspx 

Tan, J., Humphrey, S., Vender, R., Barankin, B., Gooderham, M., & Kerrouche, N. et al. (2014). A treatment for severe nodular acne: a randomized investigator-blinded, controlled, noninferiority trial comparing fixed-dose adapalene/benzoyl peroxide plus doxycycline vs. oral isotretinoin. British Journal Of Dermatology, 171(6), 1508-1516. doi: 10.1111/bjd.13191. Retrieved 14 September 2020.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 20/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x