home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Saya Sakit Kepala Saat Kena Gangguan Pencernaan?

Kenapa Saya Sakit Kepala Saat Kena Gangguan Pencernaan?

Pernahkah Anda merasa migrain saat pencernaan terganggu? Ya, perut mual, muntah, diare, atau sembelit yang parah bisa menandai adanya masalah pada sistem pencernaan. Gangguan pencernaan tersebut ternyata bisa memicu migrain, menurut penelitian. Mengapa kondisi tersebut bisa terjadi? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Orang dengan gangguan pencernaan berisiko migrain

Sebagian besar orang sering mengeluhkan gejala migrain saat pencernaannya terganggu. Migrain adalah jenis sakit kepala yang menimbulkan rasa berdenyut hebat pada satu sisi kepala. Rasa sakitnya muncul di sebelah sisi kanan atau sisi kiri kepala Anda.

Dr. Jerry W. Swanson, seorang ahli saraf di Mayo Clinic menyebutkan bahwa studi yang diterbitkan pada Current Pain dan Headache Report tahun 2012 menunjukkan adanya hubungan antara migrain dengan gangguan pencernaan. Orang yang sering mengalami gangguan pada sistem pencernaan berisiko tinggi mengalami migrain daripada yang tidak. Kondisi tersebut mengarah pada sindrom iritasi usus besar (IBS) dan penyakit Celiac (intoleransi terhadap gluten).

Selain itu, anak dengan sindrom tertentu dan mengalami gejala muntah, pusing, dan sakit perut juga bisa terkena migrain di kemudian hari. Kondisi ini dikenal dengan sindrom periodik masa kanak-kanak (childhood periodic syndromes).

Kenapa orang dengan gangguan pencernaan berisiko mengalami migrain?

bangun tidur siang pusing sakit kepala

Dilansir dari Everyday Health, Carol Steven, seorang wanita dengan IBS sering merasakan migrain selama berhari-hari bahkan bertahan hingga 2 minggu. Padahal, migrain tidak termasuk dalam gejala IBS. Gejala umum IBS meliputi sakit atau kram pada perut, perut kembung dan bergas, serta sembelit atau diare.

Mengapa kondisi tersebut bisa terjadi? Peneliti memberikan kemungkinan bahwa menurunnya kadar serotonin adalah faktor penyebabnya. Serotonin adalah hormon yang membawa sinyal antarjaringan saraf dan memiliki peran penting dalam membangun suasana hati. Hormon tersebut diproduksi dalam jumlah banyak pada usus dan sebagian kecil pada otak.

Saat seseorang mengalami gangguan pencernaan, kemungkinan produksi serotonin akan terganggu. Apalagi, stres juga sering dialami oleh orang yang mengalami kondisi tersebut. Kurangnya kadar serotonin dan stres yang meningkat menjadi kombinasi penyebab migrain. Itulah sebabnya banyak orang mengalami gejala migrain saat sistem pencernaannya tidak dapat berfungsi dengan baik.

Mencegah migrain bagi orang dengan gangguan pencernaan

Walaupun risiko migrain lebih besar terjadi pada orang dengan gangguan sistem pencernaan, gejala ini masih bisa dicegah. Berikut tips untuk mencegah terjadinya migrain bila Anda memiliki sindrom IBS atau penyakit celiac.

1. Hindari stres

tidur nyenyak setiap malam
Sumber: Prevention

Stres dan kecemasan bisa meningkat karena masalah keluarga, pekerjaan, dan keuangan. Agar stres berkurang, pastikan Anda cukup tidur, minum banyak air, atau olahraga yang teratur. Luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai, seperti membaca buku atau komik, mendengarkan musik, atau berlibur. Selain itu, hindari minum alkohol dan berhenti merokok.

2. Berobat ke dokter

jenis obat

Penyebab migrain pada orang dengan sindrom IBS atau penyakit Celiac adalah menurunnya kadar serotonin. Biasanya dokter akan memberikan obat tegaserod (Zelnorm), agonis reseptor serotonin, digunakan pada orang dengan sembelit pada pasien IBS.

Jika tidak ampuh, pengobatan akan diganti menjadi alosetron. Jika migrain muncul, obat golongan triptan mungkin akan ditambahkan untuk mempertahankan kadar serotonin di otak.

3. Perhatikan menu makanan

roti gandum atau roti tawar putih

Untuk orang dengan penyakit Celiac, hindari makanan dengan kandungan gluten seperti gandum. Sementara untuk orang dengan sindrom IBS, sebaiknya hindari produk susu, makanan berlemak, dan minuman berkafein. Jika menu harian Anda sudah sesuai dengan kondisi tubuh, gejala akan menjadi berkurang dan sakit kepala sebelah tentu bisa diatasi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Relationship Between IBS and Migraines. https://www.everydayhealth.com/ibs/the-relationship-between-ibs-and-migraines.aspx. Diakses pada 18 Juli 2018.

Migraine Associated with Gastrointestinal Disorders: Review of the Literature and Clinical Implications. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4240046/. Diakses pada 18 Juli 2018.

The Gut-Brain Link: How Your Headaches Might Stem From Your Digestion. https://www.huffingtonpost.com/trupti-gokani-md/the-gutbrain-link-how-you_b_6097774.html. Diakses pada 18 Juli 2018.

Migraines and gastrointestinal problems: Is there a link? https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/migraine-headache/expert-answers/migraines/faq-20058268. Diakses pada 18 Juli 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji pada 14/08/2018
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x