backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

7

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Mual

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Shylma Na'imah · Tanggal diperbarui 29/11/2023

Mual

Mual merupakan kondisi umum yang merupakan salah satu gejala karena suatu penyakit. Kondisi ini bisa diredakan dengan cara alami maupun secara medis.

Apa itu mual?

Mual (nausea) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan rasa tidak nyaman pada perut atau belakang kerongkongan. Sensasi tersebut sering kali menyebabkan adanya dorongan untuk muntah.

Kondisi ini dapat memberikan efek yang berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang merasa sedikit tidak nyaman pada perut, tetapi ada pula yang mengalami gejala lain seperti nyeri pada beberapa bagian tubuh.

Rasa mual adalah gejala umum yang ditimbulkan oleh berbagai kondisi kesehatan, terutama gangguan pencernaan. Selain itu, beberapa jenis obat-obatan atau prosedur medis dapat memicu sensasi yang satu ini.

Seberapa umum kondisi ini?

Mual merupakan keluhan yang sangat umum. Hampir semua orang pernah mengalami kondisi ini. Kasus kejadiannya pun bisa ditemukan pada segala kelompok usia, tetapi perempuan dan wanita hamil cenderung lebih rentan mengalaminya.

Apa yang harus dilakukan jika merasa mual?

  • Minum air putih.
  • Istirahat.
  • Konsumsi makanan ringan.
  • Hindari bau yang mengganggu.
  • Mengonsumsi jahe.

Tanda dan gejala mual

wanita mual ingin muntah

Mual sebenarnya bukanlah penyakit, melainkan gejala dari gangguan kesehatan yang beragam. Tergantung apa penyebabnya, rasa ingin muntah ini dapat muncul sendiri atau diiringi dengan keluhan lainnya.

Tanda dan gejala yang paling umum menyertai rasa mual adalah muntah. Selain muntah, kumpulan gejala lain yang juga sering muncul adalah:

  • demam,
  • sakit kepala,
  • perut kembung,
  • pusing,
  • mulut kering,
  • berkurangnya produksi urine,
  • rasa lemas,
  • sakit perut, dan
  • rasa tidak nyaman pada perut.

Dalam kasus yang lebih parah, rasa ingin muntah mungkin muncul bersama sejumlah gejala yang lebih serius. Gejala yang dimaksud yakni dada terasa nyeri, kesulitan bernapas dengan normal, produksi keringat berlebih, atau bahkan pingsan.

Kapan harus periksa ke dokter?

Pada sebagian besar kasus, rasa mual bersifat ringan dan dapat dikendalikan dengan beberapa cara sederhana. Anda pun bisa mengurangi rasa ingin muntah dengan menggunakan obat alami seperti jahe atau banyak minum air putih.

Namun, bila masalah kian memburuk, Anda harus segera menghubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Tanda-tanda yang perlu Anda waspadai antara lain:

  • muntah-muntah berlangsung selama lebih dari 24 jam,
  • muntah disertai darah,
  • muntah berwarna cokelat,
  • terdapat tanda-tanda dehidrasi,
  • sakit kepala parah,
  • rasa nyeri parah pada dada,
  • nyeri pada rahang,
  • berkeringat secara berlebihan, dan
  • rasa sakit pada lengan kiri.

Penyebab mual

Mual merupakan respons alami tubuh ketika mendeteksi suatu gangguan. Gangguan ini mungkin berasal dari penyakit, kondisi medis, reaksi makanan, efek samping obat, dan masih banyak lagi.

Di antara sekian banyak faktor yang menimbulkan rasa ingin muntah, berikut beragam penyebab yang paling umum.

1. Naiknya asam lambung

Gangguan pencernaan yang menyebabkan naiknya asam lambung ke kerongkongan bisa menjadi pemicu rasa mual. Kondisi yang paling umum terjadi adalah dispepsia (maag) atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

Gejala lain yang umumnya muncul yaitu sensasi terbakar pada dada (heartburn), rasa panas, sendawa, dan batuk.

2. Infeksi pada saluran pencernaan

Gangguan pencernaan yang disebabkan oleh infeksi, seperti muntaber dan keracunan makanan, umumnya ditandai dengan mual. Infeksi (bakteri, jamur, virus, maupun parasit) menyerang dinding lambung dan usus.

Kombinasi infeksi, racun, dan produksi cairan yang berlebih merangsang saraf-saraf di sekitar perut untuk memunculkan rasa mual dan respons muntah. Seluruh mekanisme ini adalah upaya tubuh Anda untuk mengeluarkan zat yang merugikan.

3. Efek samping obat-obatan

Mengutip Harvard Education, efek samping beberapa obat juga bisa menjadi penyebab rasa mual, misalnya obat penghilang rasa sakit golongan non-steroid. Obat ini dapat mengiritasi lapisan lambung sehingga menimbulkan gejala berupa mual dan muntah.

Pada kasus lainnya, mual bisa jadi disebabkan oleh sistem pencernaan yang tidak mampu menyerap obat. Obat yang sudah diminum akhirnya tertinggal lebih lama di dalam usus sehingga memicu iritasi.

4. Mabuk kendaraan

Mual dan muntah sering dialami oleh orang yang bepergian dengan kendaraan seperti mobil, pesawat, atau kapal laut. Kondisi ini ternyata disebabkan oleh sinyal campur aduk yang dikirimkan mata dan telinga bagian dalam menuju otak.

Bagian otak yang bernama thalamus merespons ‘keanehan’ ini dengan mengirimkan sinyal ke seluruh tubuh, yang kemudian dianggap sebagai ‘bahaya’. Thalamus lalu memunculkan reaksi mual dan muntah sebagai cara menghentikan ‘bahaya’ tersebut.

5. Penyebab mual lainnya

Penyakit atau kondisi kesehatan lain yang dapat membuat Anda merasa ingin muntah yakni:

  • benign paroxysmal positional vertigo (BPPV),
  • infeksi telinga,
  • serangan jantung,
  • penyumbatan pada usus,
  • gagal hati atau kanker hati,
  • meningitis, dan
  • migrain.

Faktor risiko mual

Ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini. Berikut adalah faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami mual:

  • jenis kelamin
  • sering mengonsumsi makanan pedas, berlemak, atau keras,
  • sedang menjalani pengobatan tertentu, dan
  • mengalami tekanan psikis.

Diagnosis mual

Bagi orang-orang yang tidak menderita penyakit apa pun, sebenarnya tidak ada cara khusus yang perlu dilakukan untuk mendiagnosis mual.

Maka dari itu, Anda mungkin tidak akan mengetahui penyebab mual sebelum mengalami gejala yang lain.

Apabila rasa mual mulai mengkhawatirkan, berlangsung lama, atau disertai gejala lain, dokter kemungkinan akan menyarankan Anda untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Jenis pemeriksaan dapat bervariasi, seperti tes darah, endoskopi, dan sebagainya.

Pengobatan mual

Pengobatan untuk mual tergantung pada kondisi yang menjadi penyebabnya.

Apabila Anda ingin muntah karena mabuk kendaraan, obat yang dapat diberikan di antaranya dimenhydrinate, antihistamin, atau plester scopolamine.

Selain obat yang menarget respons mual, Anda juga bisa mengonsumsi obat-obatan yang fokus mengatasi penyebabnya.

Sebagai contoh, Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri, obat sakit kepala, atau penurun asam lambung.

Perawatan rumahan mual

Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi nausea tanpa obat.

1. Mengonsumsi makanan dan minuman jahe

Dikutip dari salah satu penelitian dari Integrative Medicine Insights, jahe mengandung bahan aktif gingerol dan shogaol yang dapat memengaruhi pencernaan sehingga meredakan mual.

2. Minum teh kamomil

Teh kamomil merupakan salah satu herbal andalan untuk mengatasi nausea, mabuk perjalanan, dan diare.

Teh dari bunga ini bisa membantu menghilangkan gas, menenangkan perut, dan merelaksasi otot-otot yang memindahkan makanan melalui usus.

3. Minum atau menghirup bau lemon

Lemon dengan wanginya yang khas dan tajam bisa membantu meredakan mual. Anda bisa mengonsumsi lemon dengan memasukkannya ke dalam air hangat dan teh, atau dihirup langsung seperti uap minyak esensial.

4. Mengatur pernapasan sembari menghirup aromaterapi

Bernapas perlahan sambil menghirup aromaterapi bisa mengurangi rasa ingin muntah.

Caranya, coba tarik napas dalam-dalam hingga tiga hitungan sambil menghirup uap aromaterapi. Setelah itu, buang napas Anda dan ulangi langkah yang sama.

Nausea adalah keluhan pada perut yang biasanya dilanjutkan dengan muntah. Meskipun tidak berbahaya, rasa ingin muntah mungkin merupakan gejala adanya gangguan pada sistem pencernaan.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Shylma Na'imah · Tanggal diperbarui 29/11/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan