home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Infeksi Rotavirus

Apa itu infeksi rotavirus?|Tanda-tanda dan gejala infeksi rotavirus|Penyebab infeksi rotavirus|Faktor-faktor risiko|Diagnosis|Pengobatan|Cara mencegah penularan
Infeksi Rotavirus

Apa itu infeksi rotavirus?

Infeksi rotavirus adalah penyebab paling umum dari diare yang dialami bayi dan anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Rotavirus adalah virus yang sangat mudah menular terutama di lingkungan yang kurang higienis.

Virus ini secara umum ditularkan melalui rute fecal-oral yaitu melalui partikel virus yang masuk ke dalam mulut orang sehat.

Selama terinfeksi virus ini, penderita bisa mengalami demam, mual, muntah-muntah dan diare berkali-kali dalam sehari. Oleh karena itu, infeksi rotavirus bisa berisiko menyebabkan dehidrasi berat.

Kondisi ini merupakan penyebab utama kematian pada anak-anak di negara berkembang.

Untungnya, Anda tetap bisa mengobati infeksi virus yang menyerang saluran pencernaan ini. Pemberian vaksin rotavirus yang dapat membantu mencegah infeksi virus ini pada bayi.

Seberapa umumkah infeksi virus ini?

Infeksi rotavirus paling sering terjadi pada anak-anak dibawah umur 5 tahun, tapi orang dewasa pun bisa mengalaminya.

Menurut WHO, kasusnya paling banyak ditemukan pada anak-anak yang tinggal di lingkungan kumuh yang kurang terjaga kebersihannya.

Rotavirus pada anak berusia 6-24 bulan saat terinfeksi memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala serius. Hal ini berkaitan dengan kondisi kesehatan anak di wilayah wabah yang kerap kekurangan nutrisi, sulitnya akses ke fasilitas kesehatan, dan minimnya bantuan medis.

Penyakit ini dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda dan gejala infeksi rotavirus

Gejala infeksi rotavirus biasanya mulai muncul 2 hari setelah tertular virus yang berupa gangguan pencernaan. Gejala yang dialami di antaranya adalah:

  • Diare
  • Demam
  • Muntah-muntah
  • Sakit perut

Pada gejala yang parah, diare bisa berlangsung selama 4-8 hari. Setelah hilang dan kondisi sudah membaik, diare bisa bisa kembali dialami. Pada sebagian kasus infeksi rotavirus, situasi ini dapat berlangsung selama beberapa minggu.

Kebanyakan orang yang terinfeksi rotavirus akan kehilangan sejumlah besar kandungan air pada tubuh.

Gejala diare yang disertai muntah akan dengan cepat menyebabkan dehidrasi. Jadi, Anda perlu hati-hati terhadap tanda-tanda dan gejala dehidrasi akibat infeksi rotavirus seperti:

  • Bekurangnya jumlah urine
  • Mulut dan tenggorokan kering
  • Mudah lelah atau ngantuk
  • Menggigil dan kesulitan berdiri
  • Kesadaran menurun

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter jika memiliki tanda-tanda dan gejala seperti:

  • Memburuknya diare atau diare berdarah
  • Muntah terus menerus selama lebih dari tiga jam
  • Demam lebih dari 39 derajat C
  • Kelelahan, rasa tidak nyaman atau nyeri
  • Ada tanda-tanda atau gejala dehidrasi seperti mulut kering, sedikit atau tidak buang air kecil sama sekali, dan rasa kantuk yang tidak biasa.

Jika Anda memiliki tanda-­tanda atau gejala-­gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing­-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab infeksi rotavirus

Rotavirus adalah kelompok virus penyebab diare yang umumnya terjadi pada anak-anak di bawah umur 5 tahun ini. Terdapat banyak jenis rotavirus sehingga Anda mungkin bisa terinfeksi lebih dari sekali selama hidup.

Vaksinasi dapat mencegah infeksi berbagai jenis rotavirus berkembang serius.

Virus ini bisa ditemukan pada feses orang yang terinfeksi. Oleh karena itu, penularan rotavirus paling sering terjadi ketika seseorang menyentuh benda atau permukaan terkontaminasi virus yang berasal dari feses.

Berikut adalah kondisi yang menjadi penyebab menularnya rotavirus:

  • Ketika Anda tidak mencuci tangan sebelum makan atau setelah pergi ke toilet, virus penyebab infeksi bisa masuk dari tangan ke dalam mulut.
  • Pada orang dewasa, penularan rotavirus kerap terjadi saat mengasuh anak. Penularan berlangsung ketika Anda tidak mencuci tangan setelah mengganti popok atau membantu anak buang air.
  • Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi virus akibat tidak mencuci tangan menyentuh makanan.

Rotavirus dapat hidup selama beberapa hari pada permukaan yang keras dan kering dan selama beberapa jam di tangan.

Faktor-faktor risiko

Anak-anak di bawah umur 5 tahun paling berisiko mengalami infeksi rotavirus. Namun beberapa faktor dapat meningkatkan risiko orang dewasa untuk terinfeksi, seperti:

  • Memiliki anak berusia di bawah 5 tahun, terutama saat anak rutin berkegiatan di tempat penitipan anak.
  • Tidak menerapkan perilaku hidup sehat seperti rajin cuci tangan setelah dan ketika akan beraktivitas.
  • Melakukan kontak dengan anak-anak yang terinfeksi.

Diagnosis

Dalam mendiagnosis dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan wawancara riwayat kesehatan. Dokter akan menanyakan tentang gejala yang dialami, mengamati tanda-tanda adanya gangguan kesehatan lain atau dehidrasi.

Pemeriksaan tambahan diperlukan untuk memastikan infeksi rotavirus, tes lanjutan yang perlu dilakukan adalah:

  • Tes darah: mengambil sampel darah untuk mendeteksi terjadi infeksi dan kadar elektrolit.
  • Pemeriksaan sampel feses: sampel dari kotoran akan dianalisis di laboratorium untuk melihat keberadaan virus penyebab infeksi.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Pengobatan dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengendalikan gejala agar tidak menyebabkan dehidrasi.

Sebenarnya tidak ada obat antivirus khusus untuk menghentikan infeksi ini. Namun, terdapat cara efektif mengobati infeksi rotavirus seperti

  • Meningkatkan asupan cairan dengan memperbanyak minum air putih.
  • Minum oralit untuk mengurangi dehidrasi akibat diare terus-menerus.
  • Menghindari minuman beralkohol atau berkarbonasi dan berkafein.
  • Mengonsumsi makanan padat dan bernutrisi tanpa gula seperti roti gandum, sayuran, buah, daging rendah lemak.
  • Memperbanyak istirahat.

Jika mengalami dehidrasi parah, Anda perlu segera mendapatkan pertolongan medis ke rumah sakit.

Untuk meningkatkan hidrasi tubuh dengan cepat, cairan akan diberikan melalui infus. Dokter juga akan memberikan obat pereda mual atau obat antidiare seperti loperamide untuk mempercepat penyembuhan.

Cara mencegah penularan

Orang dewasa memang tidak berisiko tinggi mengalami infeksi rotavirus. Akan tetapi beberapa cara pencegahan bisa ini sebaiknya tetap dilakukan.

Pasalnya, terdapat banyak jenis virus lain yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan serupa seperti norovirus dan ditularkan dengan cara yang sama.

Berikut adalah cara mencegah penularan infeksi norovirus:

  • Sering mencuci tangan dengan menggunakan air mengalir dan sabun atau cairan pembersih beralkohol.
  • Menggunakan masker dan sarung tangan saat merawat anak-anak yang terinfeksi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Crawford, S. E., Ramani, S., Tate, J. E., Parashar, U. D., Svensson, L., Hagbom, M., Franco, M. A., Greenberg, H. B., O’Ryan, M., Kang, G., Desselberger, U., & Estes, M. K. (2017). Rotavirus infection. Nature reviews. Disease primers, 3, 17083. https://doi.org/10.1038/nrdp.2017.83

LeClair, C., & Budh, D. (2020). Rotavirus. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK558951/

CDC. (2020). Rotavirus | Home | Gastroenteritis. Retrieved 4 December 2020, from https://www.cdc.gov/rotavirus/index.html

WHO. (2020). Rotavirus. Retrieved 4 December 2020, from https://www.who.int/immunization/diseases/rotavirus/en/

Mayo Clinic. (2020). Rotavirus – Symptoms and causes. Retrieved 4 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rotavirus/symptoms-causes/syc-20351300

Mayo Clinic. (2020). Rotavirus – Diagnosis and treatment. Retrieved 4 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rotavirus/diagnosis-treatment/drc-20351306

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 22/09/2016
x