home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Infeksi Bakteri Helicobacter pylori

Definisi infeksi Helicobacter pylori (H. pylori)|Tanda dan gejala infeksi H. pylori|Penyebab dan faktor risiko infeksi H. pylori|Komplikasi infeksi H. pylori|Diagnosis dan pengobatan|Pengobatan di rumah
Infeksi Bakteri Helicobacter pylori

Definisi infeksi Helicobacter pylori (H. pylori)

Infeksi Helicobacter pylori (H. pylori) adalah kondisi ketika bakteri H. pylori menginfeksi perut Anda. H. pylori adalah bakteri yang dapat merusak jaringan perut dan bagian pertama dari usus kecil, alias duodenum.

Bila bakteri ini menginfeksi perut, peradangan bisa terjadi. Helicobacter pylori juga merupakan bakteri penyebab tukak lambung, gastritis, dan kanker perut.

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi bakteri ini karena tidak mengalami gejala yang serius. Bila infeksinya sudah semakin parah, bakteri ini dapat memicu gejala tukak lambung.

Hal ini dikarenakan H. pylori menyerang lapisan yang melindung perut. Lalu, bakteri memproduksi enzim yang disebut urease, yaitu enzim yang menetralkan asam lambung dan melemahkan lapisan perut.

Akibatnya, sel perut lebih berisiko terserang asam dan pepsin yang dapat menyebabkan luka atau borok pada perut atau usus.

Seberapa umum kondisi ini?

Infeksi Helicobacter pylori merupakan gangguan pencernaan yang umum. Lebih dari setengah populasi dunia mengalaminya dan cenderung terjadi di negara berkembang.

Infeksi bakteri ini juga lebih sering dijumpai pada anak-anak. Meski begitu, belum diketahui pasti apa penyebab dan kapan orang terinfeksi bakteri tersebut.

Tanda dan gejala infeksi H. pylori

Umumnya, orang yang terinfeksi Helicobacter pylori tidak menunjukkan gejala atau tanda apa pun. Belum diketahui pasti apa penyebabnya, tetapi beberapa orang mungkin memiliki sistem imun yang kuat terhadap efek dari H. pylori.

Meski begitu, ada sejumlah kondisi yang bisa menjadi gejala dari infeksi H. pylori, meliputi:

  • nyeri yang disertai sensasi terbakar pada perut,
  • sakit perut yang parah, terutama saat perut kosong,
  • mual,
  • kehilangan nafsu makan,
  • sering sendawa,
  • kembung, dan
  • berat badan turun drastis tiba-tiba.

Gejala-gejala yang disebutkan mungkin mirip dengan penyakit lainnya. Konsultasikan dengan dokter bila mengalami tanda-tanda di atas untuk memastikan kondisi Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

Bila Anda merasakan gejala yang mengkhawatirkan, segera temui dokter, terutama ketika mengalami kondisi berupa:

  • sakit perut berkepanjangan,
  • sulit menelan,
  • BAB berdarah, dan
  • muntah berdarah atau muntahan tampak seperti bubuk kopi.

Penyebab dan faktor risiko infeksi H. pylori

Apa penyebab infeksi Helicobacter pylori?

Sejauh ini belum diketahui pasti bagaimana bakteri Helicobacter pylori menginfeksi manusia. Akan tetapi, bakteri H. pylori dapat ditularkan melalui berbagai cara, yaitu:

  • air liur,
  • kontaminasi feses pada makanan atau air,
  • muntahan, dan
  • tingkat kebersihan lingkungan yang buruk

Bagaimana infeksi H. pylori dapat menyebar?

Pada saat Helicobacter pylori masuk ke tubuh melalui mulut, bakteri ini akan bergerak melalui sistem pencernaan, dan menyerang lambung atau duodenum.

Bakteri berbentuk spiral ini memanfaatkan flagela yang menyerupai ekornya untuk bergerak. Bagian ini juga memudahkan H. pylori bersembunyi pada lapisan perut yang akhirnya memicu peradangan.

Berbeda dengan bakteri lainnya, H. pylori dapat bertahan hidup di lingkungan asam lambung yang keras. Pasalnya, bakteri ini dapat memproduksi asam lambung, yaitu urease.

Urease bereaksi dengan urea dan membentuk amonia, yaitu zat yang beracun terhadap sel manusia. Bahkan, H. pylori dapat menyebabkan produksi asam lambung berlebihan tergantung di mana infeksi terjadi.

Apa faktor yang meningkatkan risiko terinfeksi?

Infeksi H. pylori umumnya sering dialami pada masa kanak-kanak. Ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terinfeksi bakteri Helicobacter pylori, antara lain:

  • tinggal di pemukiman yang padat,
  • hidup di lingkungan dengan sumber air yang kurang bersih,
  • hidup di negara berkembang dengan fasilitas sanitasi yang buruk, serta
  • tinggal bersama dengan penderita infeksi H. pylori.

Komplikasi infeksi H. pylori

Bila infeksi H. pylori tidak ditangani dengan baik, Anda berisiko mengalami komplikasi yang serius. Berikut ini beberapa komplikasi yang disebabkan oleh bakteri H. pylori.

Luka atau borok

Infeksi H. pylori dapat merusak lapisan pelindung organ lambung dan usus kecil. Kondisi ini memungkinkan asam lambung menyebabkan luka terbuka (maag).

Peradangan selaput perut

Selain perut yang terluka, infeksi bakteri ini juga dapat memicu iritasi dan menyebabkan peradangan (gastritis).

Kanker perut

Infeksi Helicobacter pylori merupakan salah satu faktor risiko yang dapat memicu beberapa jenis kanker pada perut, seperti kanker lambung.

Diagnosis dan pengobatan

Apa tes untuk mendiagnosis Helicobacter pylori?

Bila Anda mengalami dispepsia (maag) yang sering kambuh, tes untuk mendeteksi H. pylori biasanya akan direkomendasikan oleh dokter. Berikut ini sejumlah tes untuk mendeteksi bakteri Helicobacter pylori.

Tes antibodi darah

Tes darah dilakukan untuk melihat apakah tubuh telah menciptakan antibodi terhadap bakteri H. pylori.

Jika tubuh memiliki antibodi terhadap bakteri tersebut di dalam darah, artinya Anda tengah terinfeksi atau pernah mengalaminya.

Tes napas urea

Selain tes darah, tes napas urea juga dilakukan untuk melihat apakah Anda terinfeksi bakteri H. pylori atau tidak. Pemeriksaan ini juga digunakan untuk melihat keberhasilan pengobatan infeksi Helicobacter pylori.

Tes antigen feses

Tes antigen feses juga diperlukan untuk mendeteksi apakah zat yang memicu sistem imun melawan infeksi bakteri ada dalam feses.

Tes ini mungkin dilakukan untuk mendukung diagnosis penyakit atau mencari tahu apakah pengobatan infeksi ini sudah berhasil atau belum.

Biopsi perut

Sampel kecil diambil dari lapisan perut dan usus halus saat melakukan endoskopi. Beberapa tes yang berbeda dapat dilakukan pada sampel biopsi.

Bagaimana cara mengobati infeksi bakteri Helicobacter pylori?

Pengobatan infeksi H. pylori biasanya bergantung pada usia dan tingkat keparahan gejala yang dialami. Berikut ini sejumlah pilihan cara mengobati infeksi Helicobacter pylori yang biasa direkomendasikan oleh dokter.

Antibiotik

Infeksi H. pylori biasanya diatasi dengan minimal minum dua antibiotik berbeda sekaligus. Hal ini bertujuan untuk membantu mencegah bakteri mengembangkan resistensi terhadap satu antibiotik tertentu.

Obat penekan asam

Selain antibiotik, dokter mungkin juga akan meresepkan obat penekan asam guna membantu proses penyembuhan lapisan perut.

Ada pun jenis obat penekan asam yang digunakan untuk membantu mengatasi infeksi H. pylori antara lain:

Selalu diskusikan dengan dokter terkait perawatan yang terbaik untuk mengatasi infeksi H. pylori sesuai dengan kondisi Anda.

Pengobatan di rumah

Selain menjalani pengobatan dari dokter, Anda juga perlu mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat guna mempercepat proses penyembuhan, meliputi:

  • hindari makanan pedas dan asam,
  • berhenti konsumsi minuman beralkohol,
  • berhenti merokok, dan
  • menjalani pemeriksaan rutin.

Adakah cara mencegah penularan infeksi bakteri H. pylori?

Meski belum diketahui pasti bagaimana penularan bakteri H. pylori dari orang ke orang lain terjadi, tidak ada salahnya untuk menjalani kebiasaan sehat agar tetap aman. Kebiasaan sehat tersebut meliputi:

  • cuci tangan dengan sabun, terutama setelah dari toilet atau sebelum makan,
  • bersihkan makanan yang akan dimakan dan masak hingga matang, dan
  • pastikan air minum bersih dan aman.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kayali, S., Manfredi, M., Gaiani, F., Bianchi, L., Bizzarri, B., Leandro, G., Di Mario, F., & De’ Angelis, G. L. (2018). Helicobacter pylori, transmission routes and recurrence of infection: state of the art. Acta bio-medica : Atenei Parmensis, 89(8-S), 72–76. https://doi.org/10.23750/abm.v89i8-S.7947. Retrieved 21 January 2021. 

Knott, L. (2020). Helicobacter Pylori. Patient UK. Retrieved 21 January 2021, from https://patient.info/digestive-health/dyspepsia-indigestion/helicobacter-pylori 

Helicobacter Pylori (H. Pylori) Tests. (n.d). Medline Plus. Retrieved 21 January 2021, from https://medlineplus.gov/lab-tests/helicobacter-pylori-h-pylori-tests/ 

Helicobacter Pylori. (n.d). John Hopkins. Retrieved 21 January 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/helicobacter-pylori

Pylori Transmission and Spread of Infection. (n.d). The University of Arizona. Retrieved 21 January 2021, from https://publichealth.arizona.edu/outreach/health-literacy-awareness/hpylori/transmission

Helicobacter Pylori (H. Pylori) Infection – diagnosis & treatment. (2020). Mayo Clinic. Retrieved 21 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/h-pylori/diagnosis-treatment/drc-20356177

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 03/02/2021
x