home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Berbagai Enzim pada Pencernaan Manusia Serta Fungsinya

Mengenal Berbagai Enzim pada Pencernaan Manusia Serta Fungsinya

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana makanan dicerna di dalam tubuh setelah Anda kenyang? Proses pencernaan dalam tubuh melibatkan sederet organ yang dikendalikan sistem saraf dan dibantu oleh sekelompok enzim pencernaan.

Pencernaan dengan bantuan enzim (enzimatik) sebenarnya sudah terjadi pada mulut. Makanan yang telah halus dicerna kembali di dalam lambung dan hasilnya dikirimkan ke usus.

Selama proses, enzim membantu mengubah bentuk makanan menjadi lebih kecil agar bisa diserap dan diedarkan oleh darah. Apa saja enzim yang dimaksud dan fungsinya dalam pencernaan?

Mengenal enzim pencernaan dan cara kerjanya secara umum

bahagia mencegah masalah pencernaan

Setiap makanan yang Anda makan perlu dicerna menjadi zat gizi dasar seperti lemak, protein, karbohidrat, serta vitamin dan mineral. Tujuannya agar zat gizi tersebut mudah diserap dan dialirkan lewat aliran darah untuk mendukung berbagai fungsi tubuh.

Sebagian besar proses pencernaan dibantu oleh enzim yang dihasilkan dari berbagai titik pada saluran cerna. Tanpa enzim, makanan hanya akan menumpuk di dalam perut. Tubuh Anda pun tidak akan bisa mendapatkan nutrisi dan energi dari makanan.

Ada sejumlah tempat produksi enzim dalam sistem pencernaan Anda. Tempat-tempat itu adalah kelenjar air liur, hati atau liver, kantung empedu, bagian dalam dinding lambung, pankreas, serta bagian dalam dinding usus halus dan usus besar.

Jumlah dan jenis enzim yang terbentuk tergantung dari jenis dan banyaknya makanan yang Anda konsumsi. Meski begitu, cara kerja enzim pencernaan sebenarnya serupa dengan enzim lainnya pada tubuh Anda.

Semua enzim pencernaan merupakan bagian dari kelompok besar enzim yang disebut hidrolase. Kelompok enzim ini menggunakan molekul air untuk memutus ikatan kimia yang menyusun zat gizi suatu bahan makanan atau cairan.

Enzim pencernaan bekerja sebagai katalis, yaitu suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia. Pada sistem pencernaan, enzim-enzim ini mempercepat reaksi kimia untuk menguraikan karbohidrat, protein, dan lemak menjadi bentuk yang paling kecil.

Setelah itu, barulah usus bisa menyerap zat gizi dan mengirimkannya ke sistem peredaran darah. Darah kemudian akan mengedarkan zat gizi ke seluruh sel tubuh untuk membentuk energi atau melakukan fungsi lainnya.

Ada banyak sekali enzim dalam sistem pencernaan Anda. Secara umum, beragam enzim ini digolongkan menjadi empat kelompok, yaitu sebagai berikut.

  • Enzim proteolitik yang memecah protein menjadi asam amino.
  • Enzim lipolitik yang memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
  • Enzim amilolitik yang memecah karbohidrat dan pati (zat tepung) menjadi gula sederhana.
  • Enzim nukleolitik yang memecah asam nukleat menjadi nukleotida.

Beragam enzim pencernaan dan fungsinya

lidah sakit

Sistem pencernaan memecah zat gizi yang Anda dapatkan dari makanan, kemudian mengubahnya menjadi bentuk yang paling kecil. Hasil dari penguraian itu adalah gula sederhana, asam lemak, gliserol, dan asam amino.

Berikut adalah macam-macam enzim yang berperan penting dalam proses penguraian zat gizi menurut tempat produksinya.

1. Mulut

Selain melewati proses pencernaan mekanik oleh gigi dan lidah, makanan pun dicerna secara kimiawi oleh enzim lisozim, betain, bromelain, dan amilase. Beragam enzim tersebut bercampur dalam air liur yang dihasilkan oleh kelenjar ludah.

Enzim amilase terbagi menjadi amilase ptialin yang dihasilkan kelenjar ludah dan amilase yang dihasilkan pankreas. Fungsinya sama-sama memecah pati (zat tepung) pada makanan menjadi gula sederhana seperti glukosa.

Gula sederhana tersebut nantinya menjadi sumber energi bagi tubuh Anda.

Ketika makanan bertepung seperti nasi atau kentang mulai diuraikan, Anda mungkin mendeteksi rasa manis dari maltosa yang dihasilkan. Ini adalah tanda bahwa enzim amilase sudah mulai bekerja di dalam mulut Anda.

Sementara itu, enzim lisozim memiliki sifat antibakteri yang dapat melindungi tubuh dari mikroba pada makanan. Enzim betain berfungsi dalam menjaga keseimbangan cairan sel, sedangkan enzim bromelain memiliki sifat antiradang.

2. Lambung

anatomi lambung

Dinding lambung mengeluarkan asam klorida (HCl) yang berfungsi membunuh bakteri dan membuat kondisi lambung cukup asam untuk mendukung fungsi enzim protease. Ini adalah jenis enzim yang memecah protein menjadi molekul yang lebih kecil.

Saluran pencernaan menghasilkan beberapa enzim protease, tapi yang paling utama adalah pepsin, tripsin, dan kimotripsin. Di antara ketiga enzim pencernaan tersebut, yang terdapat pada lambung adalah enzim pepsin.

Pepsin awalnya memiliki bentuk tidak aktif yang disebut pepsinogen. Begitu bertemu asam lambung, pepsinogen berubah menjadi pepsin dan bisa melakukan fungsinya. Enzim ini mengubah protein menjadi molekul lebih kecil yang disebut peptida.

Selain pepsin, ada pula enzim renin, gelatinase, serta lipase pada lambung Anda. Renin adalah enzim yang khusus mencerna protein dalam susu, lalu memecahnya menjadi peptida agar bisa diuraikan oleh pepsin.

Gelatinase memecah protein besar pada daging menjadi molekul berukuran sedang. Molekul ini lalu dipecah lebih lanjut oleh enzim pepsin pada lambung serta tripsin pada usus hingga menjadi asam amino. Sementara itu, lipase menguraikan lemak dari makanan.

3. Pankreas dan dinding usus halus

Makanan yang telah dihaluskan di dalam lambung Anda masih harus melewati proses pemecahan lebih lanjut di dalam usus halus. Proses tersebut dibantu oleh berbagai macam enzim yang dihasilkan oleh pankreas.

Berikut berbagai enzim pankreas di usus halus dan fungsinya.

Lipase

Organ pankreas menghasilkan berbagai enzim pencernaan yang dikirimkan ke usus halus, salah satunya lipase. Fungsi enzim lipase adalah memecah lemak menjadi molekul lebih kecil yang disebut asam lemak dan gliserol.

Pencernaan lemak melibatkan beberapa organ sekaligus. Awalnya, hati menghasilkan cairan empedu dan mengalirkannya ke usus halus. Empedu mengubah lemak menjadi banyak gumpalan kecil. Gumpalan ini lalu diuraikan menjadi asam lemak dan gliserol.

Amilase dan enzim-enzim lain pemecah karbohidrat

Pada saat yang sama, pankreas juga menghasilkan enzim amilase pankreas. Enzim ini dialirkan ke usus untuk memecah karbohidrat menjadi glukosa. Glukosa adalah bentuk gula paling sederhana yang akan diserap darah dan dibawa ke seluruh tubuh.

Dinding usus halus Anda sebenarnya juga menghasilkan enzim untuk menguraikan karbohidrat menjadi molekul sederhana lain selain glukosa. Berikut masing-masing enzim pada usus halus dan hasil pemecahannya.

  • Sukrase: memecah sukrosa menjadi disakarida dan monosakarida.
  • Maltase: memecah maltosa menjadi glukosa.
  • Laktase: memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.

Tripsin

Sementara terjadi pemecahan lemak dan karbohidrat, ada pula enzim pencernaan yang turut bekerja memecah protein. Enzim yang berperan dalam proses ini adalah tripsin dan kimotripsin. Keduanya juga dilepaskan dari pankreas menuju usus halus.

Fungsi tripsin dan kimotripsin adalah memecah protein menjadi asam amino. Asam amino adalah unit terkecil yang menyusun tubuh Anda maupun makanan yang Anda konsumsi. Tubuh Anda hanya bisa menyerap protein dalam bentuk asam amino.

Enzim lainnya

Selain enzim-enzim utama sebelumnya, pankreas juga menghasilkan sejumlah enzim lain sebagai berikut.

  • Phospholipase: menguraikan fosfolipid (ikatan fosfor dan lemak) menjadi asam lemak.
  • Carboxypeptidase: memecah protein menjadi asam amino.
  • Elastase: memecah protein elastin.
  • Nuklease: memecah asam nukleat menjadi nukleotida dan nukleosida.

Setelah melewati usus halus, makanan yang sudah dicerna akan bergerak menuju usus besar. Tidak ada enzim pada usus besar karena saluran ini hanya berfungsi menyerap air. Sisa makanan kemudian menjadi ampas yang siap diubah menjadi feses dan dikeluarkan dari tubuh.

Beberapa organ pencernaan Anda menghasilkan enzim pencernaan untuk memecah zat gizi menjadi bentuk yang paling sederhana.

Tugas enzim pencernaan tentu agar sel-sel tubuh Anda dapat menyerap zat gizi sehingga mampu membentuk energi dan menjalankan fungsinya dengan baik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Digestive enzymes. (2011). Retrieved 24 November 2020, from https://www.sciencelearn.org.nz/resources/1840-digestive-enzymes

Digestive Enzymes. (2017). Retrieved 24 November 2020, from https://www.clinicaleducation.org/news/digestive-enzymes/

What You Need to Know About Pancreatic Enzymes. (n.d). Retrieved 24 November 2020, from https://columbiasurgery.org/news/2013/12/20/what-you-need-know-about-pancreatic-enzymes

Peyrot des Gachons, C., & Breslin, P. A. (2016). Salivary Amylase: Digestion and Metabolic Syndrome. Current diabetes reports, 16(10), 102.

Rompianesi, G., Hann, A., Komolafe, O., Pereira, S. P., Davidson, B. R., & Gurusamy, K. S. Serum amylase and lipase and urinary trypsinogen and amylase for diagnosis of acute pancreatitis. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2017, Issue 4.

Mótyán, J. A., Tóth, F., & Tőzsér, J. (2013). Research Applications of Proteolytic Enzymes in Molecular Biology. Biomolecules, 3(4), pp. 923-942.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Andisa Shabrina
Tanggal diperbarui 04/02/2021
x