Anus Gatal (Pruritus Ani)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Definisi

Apa itu anus gatal (pruritus ani)?

Anus gatal (dikenal juga dengan pruritus ani) adalah sensasi gatal di sekitar anus atau lubang di mana feses keluar dari tubuh. Anus gatal merupakan sebuah gejala, bukan penyakit, dan memiliki banyak penyebab. 

Dikutip dari Harvard Health Publishing, kebanyakan orang dengan anus gatal tidak memiliki penyakit pada dubur. Sebaliknya, sensasi gatal adalah tanda bahwa satu atau lebih kondisi mengiritasi kulit.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Kondisi ini termasuk umum terjadi pada orang-orang. Semuanya bisa mengalami anus gatal, baik wanita maupun lelaki, tua maupun muda. 

Tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala anus gatal?

Beberapa gejala pruritus ani yaitu:

  • kulit kemerahan di sekitar anus,
  • kulit lecet, bila digaruk terlalu keras,
  • gatal-gatal semakin sering dan semakin buruk saat malam, serta
  • kulit mengalami penebalan.

Pada beberapa kasus, peradangan seperti membengkaknya kulit di sekitar anus juga bisa terjadi. Bila sudah demikian, Anda harus berhati-hati akan risiko terkena infeksi bakteri.

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda khawatir tentang gejalanya, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan sebaiknya periksa ke dokter?

Anda sebaiknya menghubungi dokter jika Anda mengalami:

Selain itu, tubuh setiap orang bereaksi berbeda pada suatu penyakit. Selalu lebih baik diskusikan dengan dokter Anda mengenai solusi yang terbaik untuk situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab anus gatal?

Seringkali, penyebabnya tidak diketahui dan memang kemungkinan penyebab anus gatal sangat banyak. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Infeksi jamur, virus herpes, human papilomavirus (HPV, yang menyebabkan kutil pada kelamin), cacing kremi, tungau (yang menyebabkan kudis), dan kutu.
  • Penyakit kulit seperti kontak dermatitis, psoriasis, dan dermatitis seboroik.
  • Kontak dengan bahan di sekitar seperti sabun, jeli dan busa kontrasepsi, kertas toilet wangi, semprotan deodoran, atau semprotan air.
  • Memiliki diare kronis.
  • Memiliki penyakit dubur seperti ambeien, fisura, fistula, dan prolaps dubur.
  • Wanita, sebelum atau setelah menopause, dipicu oleh keputihan atau tingkat estrogen yang rendah.
  • Tidak membersihkan anus sampai bersih setelah buang air besar.
  • Menyeka atau mengusap bagian anus terlalu keras dan kasar.

Apa yang meningkatkan risiko terkena kondisi ini?

Anda akan berisiko mengalami gatal-gatal bila kulit Anda sensitif dengan permukaan yang kasar atau beberapa bahan kimia yang ditemukan dalam sabun, parfum, dan tisu.

Selain itu, beberapa penyakit seperti diare kronis, wasir, masalah kulit seperti psoriasis dan dermatitis kontak, atau penyakit kronis lain seperti diabetes dan kanker anus juga dapat meningkatkan risiko gatal-gatal.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana pemeriksaan dilakukan untuk kondisi ini?

Untuk membantu menemukan penyebab anus gatal, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat keadaan kulit di sekitar area yang gatal.

Dokter juga akan meminta Anda menjelaskan makanan dan obat-obatan yang Anda konsumsi, kebiasaan buang air besar, dan cara Anda membersihkan area anus Anda.

Anda mungkin akan ditanyakan riwayat kesehatan, misalnya bila pernah terkena masalah anus, seperti wasir dan fisura, atau masalah kulit seperti psoriasis, eksim, atau seborea.

Studi lab kadang-kadang memerlukan identifikasi jamur. Pemeriksaan dengan mikroskop mungkin diperlukan untuk memeriksa telur cacing kremi atau tungau di kulit.

Bila diperlukan, dokter akan merujuk Anda untuk melakukan pemeriksaan lanjutan seperti tes sampel feses guna mendeteksi adanya infeksi cacing atau parasit.

Dalam kasus langka, dokter mungkin perlu memeriksa daerah tersebut dengan memasukkan alat pengamat khusus ke dalam anus Anda. Sebab, gatal juga bisa disebabkan oleh masalah di dalam rektum.

Apa saja pilihan pengobatan untuk anus gatal?

Kunci pengobatan ini adalah perawatan diri dan menghindari hal-hal yang menyebabkan gatal-gatal. Jaga area yang gatal tetap bersih, sejuk, dan kering.

Salep dan krim hidrokortison dapat mengontrol gatal pada kasus non-infeksi. Oleskan tiga kali sehari, gosok dengan lembut sampai menghilang. Hidrokortison tidak boleh digunakan selama lebih dari 5 hari, karena dapat menyebabkan iritasi dan merusak kulit.

Jika obat tidak menolong, dokter dapat memberikan resep kortison oral atau obat lain yang lebih kuat.

Lain lagi jika ternyata penyebabnya adalah jamur, virus herpes, kutil kelamin, dan infeksi cacing kremi dengan kutu. Anda harus segera ke dokter untuk mendapatkan obat yang tepat.

Berapa lama rasa gatal pada anal bertahan tergantung pada penyebabnya. Jika gatal disebabkan oleh iritasi kulit yang sederhana, masalah biasanya hilang dengan cepat setelah Anda menemukan sumber iritasi dan menghindarinya. 

Dalam kebanyakan kasus, tindakan pengobatan sederhana dapat mengurangi rasa tidak nyaman dalam satu minggu dan menyembuhkan masalah secara total dalam waktu satu bulan.

Pengobatan di rumah

Apa pengobatan rumahan untuk mengatasi anus gatal?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut dapat membantu Anda mengatasi pruritus ani.

  • Jaga area yang gatal tetap bersih, sejuk, dan kering. Melakukan kebiasaan bersih yang baik dapat membantu mencegah gatal. Ini termasuk menahan diri untuk menggaruk. 
  • Gunakan sabun biasa yang tidak beraroma. Hindari penggunaan sabun dan deterjen dengan pewarna dan parfum untuk mencegah iritasi kulit.
  • Bersihkan area dengan tisu tanpa aroma yang dibasahkan, atau 1 gumpalan kapas setelah buang air besar.
  • Turunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan.
  • Pakai pakaian longgar dan celana dalam katun. Cara ini dapat mengurangi risiko iritasi dan kelembapan. 
  • Hubungi dokter jika area Anda terasa terinfeksi. 

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter Anda untuk mengetahui solusi terbaik bagi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Botulisme

Botulisme adalah kondisi penyakit infeksi bakteri yang menyerang perut. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatan di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 6 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Divertikulitis

DefinisiApa itu divertikulitis? Divertikulitis (diverticulitis) adalah gangguan ketika kantong-kantong pada usus besar meradang dan terinfeksi. Penyakit ini dapat menjadi peradangan ringan hingga infeksi serius.  Bila ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 5 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Labirinitis

DefinisiApa itu labirinitis? Labirinitis (infeksi telinga dalam) adalah radang telinga bagian dalam yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan. Kondisi ini dapat disebut juga dengan neuritis vestibular. Peradangan ...

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Zoonosis, Penyakit Infeksi dari Hewan yang Menular pada Manusia

Zoonosis adalah penyakit infeksi yang berasal dari hewan yang kemudian ditularkan pada manusia. Kenali jenis-jenisnya untuk mencegah penularan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Infeksi 4 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gastritis adalah radang lambung

Gastritis (Radang Lambung)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit
meningioma adalah

Meningioma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kanker anus

Kanker Anus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
penyakit pes

Penyakit Pes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit