5 Gejala Umum Gangguan Pencernaan dan Kemungkinan Penyebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Gangguan pada perut biasanya tidak berbahaya. Namun, gejala ini juga bisa menandakan gangguan serius pada sistem pencernaan. Sayangnya, gejala pada perut sangatlah umum sehingga tidak mudah untuk menentukan penyebabnya.

Selain mual dan sakit perut, masih ada gejala lain seperti perut kembung dan gangguan ketika buang air besar (BAB). Mengenali gejala-gejala ini akan membantu Anda dalam mendapatkan penanganan sehingga Anda bisa pulih lebih cepat.

Mengenal berbagai gejala gangguan pencernaan

komplikasi lupus

Setiap penyakit pada sistem pencernaan dapat menimbulkan gejala yang beragam. Namun, berikut beberapa gejala yang paling umum dari gangguan pencernaan dan kemungkinan penyebabnya.

1. Sakit perut

Banyak orang menggunakan istilah sakit perut untuk menggambarkan nyeri, melilit, kram, atau sensasi apa pun yang terasa tidak nyaman pada perutnya. Pada sebagian besar kasus, rasa tidak nyaman seperti ini sebetulnya tidaklah berbahaya.

Tingkat keparahan sakit pada perut juga tidak menentukan seberapa serius penyakit yang Anda alami.

Contohnya, gastroenteritis (muntaber) bisa menyebabkan nyeri hebat walaupun tidak berbahaya. Di sisi lain, penyakit serius seperti radang usus buntu mungkin hanya menyebabkan nyeri ringan.

Rongga perut merupakan tempat bagi banyak organ pencernaan penting seperti lambung, usus halus, pankreas, dan sebagainya. Ini sebabnya sakit perut bisa menjadi gejala umum dari banyak sekali gangguan pencernaan.

Agar dokter dapat mendiagnosis dengan tepat, Anda perlu menjelaskan dengan rinci di mana nyeri terasa paling kuat. Menurut National Library of Medicine AS, berikut beberapa cara untuk menggambarkan rasa sakit pada perut Anda.

  • Nyeri secara umum: nyeri terasa pada lebih dari setengah area perut. Penyebabnya mungkin infeksi virus, gas yang terperangkap, atau pada kasus yang serius, penyumbatan usus.
  • Nyeri lokal: nyeri hanya terasa pada satu bagian perut yang spesifik. Hal ini mungkin disebabkan oleh masalah pada organ yang dekat dengan area nyeri.
  • Nyeri seperti kram: nyeri seperti ini biasanya disebabkan oleh gas dan diare, tapi jangan biarkan nyeri yang disertai demam atau berlangsung lebih dari 24 jam.
  • Nyeri kolik: nyeri seperti gelombang yang muncul dan hilang secara tiba-tiba. Pada nyeri yang parah, penyebabnya mungkin serius seperti batu empedu.

Saat Anda mengalami sakit perut, coba perhatikan lamanya nyeri dan gejala apa lagi yang menyertainya. Sakit perut biasa akan membaik dengan sendirinya. Sebaliknya, sakit perut akibat gangguan pencernaan tertentu biasanya disertai dengan gejala lain.

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

2. Perut kembung

Perut menjadi kembung apabila terdapat banyak gas yang terperangkap dalam lambung atau usus. Perut yang kembung biasanya tampak membesar serta menimbulkan rasa begah dan tidak nyaman.

Penumpukan gas dalam perut sering kali disebabkan oleh faktor yang sepele, yaitu makan. Anda menelan banyak udara ketika makan. Proses pencernaan makanan juga menghasilkan gas, apalagi bila makanan yang dicerna memiliki kandungan gas yang tinggi.

Selain itu, perut Anda pun bisa menjadi kembung akibat kesulitan mencerna makanan tinggi zat pati. Pada beberapa orang, kondisi ini justru disebabkan oleh pertumbuhan bakteri usus yang berlebihan. Bakteri-bakteri ini menghasilkan banyak sekali gas.

Meski demikian, perut kembung juga dapat menjadi gejala dari gangguan pencernaan tertentu. Berikut di antaranya.

  • Irritable bowel syndrome: berbagai gejala meliputi kembung, sembelit, sakit perut, dan kram yang berlangsung selama tiga bulan atau lebih.
  • Inflammatory bowel disease: peradangan pada lapisan dalam saluran cerna. Kondisi ini juga meliputi penyakit Crohn dan kolitis ulseratif.
  • Gastroparesis: lambatnya proses pengosongan lambung.
  • Sembelit (konstipasi): kurangnya gerakan usus sehingga feses menjadi kering dan keras. Akibatnya, penderita sulit buang air besar dan mengalami kembung.
  • Kanker pada perut, pankreas, dan usus besar.

3. Mual atau muntah

mual setelah berhubungan intim

Mual yang disertai muntah sering dianggap penyakit, padahal keduanya merupakan gejala gangguan pencernaan. Mual yaitu rasa tak nyaman pada perut yang disertai dengan keinginan untuk muntah, tapi tidak semua orang yang merasa mual pasti muntah.

Sementara itu, muntah diartikan sebagai keluarnya makanan yang sedang dicerna dalam lambung melalui mulut. Seseorang biasanya muntah setelah mengalami mual selama beberapa waktu dan terkena suatu pemicu.

Mual dan muntah dapat menandakan berbagai kondisi, seperti flu perut, keracunan makanan, mabuk darat, dan infeksi usus. Pada sejumlah kasus, mual dan muntah juga bisa menjadi ciri dari radang usus buntu, serangan jantung, hingga cedera otak.

Sebagian besar kasus mual dan muntah disebabkan oleh gangguan pencernaan yang muncul dalam waktu cepat. Akan tetapi, gejala mual dan muntah yang sering muncul atau berlangsung lama biasanya disebabkan oleh gangguan pencernaan kronis.

Masalah pencernaan yang dimaksud antara lain diare, intoleransi makanan, penyakit Crohn, serta penyakit celiac. Ada pula kumpulan gejala yang disebut penyakit IBS dengan ciri utama berupa mual, muntah, dan heartburn.

Baik mual ataupun muntah sebetulnya tidak berbahaya. Anda pun bisa mengatasinya dengan menghindari pemicu rasa mual dan mengonsumsi secangkir teh jahe. Meski begitu, jangan abaikan mual dan muntah yang disertai dengan gejala berikut.

  • Sakit kepala dan leher kaku.
  • Demam melebihi 39 derajat celsius.
  • Badan lesu.
  • Menurunnya kesadaran.
  • Sakit perut yang sangat hebat.
  • Muntah disertai darah.
  • Peningkatan detak jantung dan pernapasan.

9 Hal Paling Umum yang Jadi Penyebab Mual

4. Buang air besar berdarah

Buang air besar berdarah dapat menandakan berbagai macam kondisi, dari gangguan pencernaan ringan hingga masalah yang lebih parah seperti kanker usus besar. Jadi, orang yang mengalami gejala ini perlu mencermati kondisi darah yang keluar saat BAB.

Warna feses atau darah yang keluar bersama feses dapat menunjukkan dari mana darah berasal. Berikut gambarannya.

  • Darah berwarna merah segar menunjukkan bahwa perdarahan terjadi pada usus besar atau rektum.
  • Darah berwarna merah gelap menunjukkan bahwa perdarahan terjadi pada usus halus atau usus besar.
  • Darah berwarna hitam (melena) menunjukkan bahwa perdarahan terjadi pada lambung, biasanya akibat pembentukan luka.

BAB berdarah tak selalu tampak kasatmata. Feses yang dihasilkan bisa saja tampak sehat, tapi darah mungkin baru terdeteksi saat diamati dengan mikroskop. Selain itu, BAB berdarah juga dapat ditandai dengan kondisi berikut.

  • Terdapat darah pada tisu toilet.
  • Air pada kloset tampak berwarna merah muda.
  • Mengalami diare yang berwarna kemerahan.
  • Tampak warna merah di sekitar feses.
  • Feses berwarna gelap dan sangat bau.

Pada banyak kasus, BAB berdarah sebetulnya bukanlah gejala gangguan pencernaan yang berbahaya. BAB berdarah akibat wasir misalnya, bisa diatasi dengan mencegah sembelit dan mengonsumsi obat-obatan untuk wasir.

Namun, perdarahan akibat kanker usus besar atau luka pada saluran cerna tentu perlu diatasi dengan lebih serius. Ini sebabnya jika Anda mengalami BAB berdarah, Anda perlu mencermati seberapa sering frekuensinya dan banyaknya darah yang keluar.

5. Mencret

ilustrasi masalah dan penyakit diare atau mencret

Mencret merupakan istilah awam untuk buang air besar dengan tekstur yang lebih encer dari biasanya. Pada beberapa kasus, BAB bisa menjadi sangat encer dengan tekstur menyerupai air dan bau yang lebih menyengat.

BAB berair merupakan gejala yang sangat umum dari penyakit diare sehingga banyak yang menganggap mencret itu diare. Namun demikian, kondisi ini juga dapat menandakan gangguan pencernaan lain.

BAB encer yang terjadi berulang kali atau berlangsung lama bahkan bisa menjadi tanda dari penyakit pencernaan kronis. Beberapa gangguan pencernaan yang kerap ditandai dengan mencret yakni:

  • penyakit celiac,
  • penyakit Crohn,
  • radang usus besar,
  • irritable bowel syndrome,
  • keracunan makanan, dan
  • infeksi saluran pencernaan.

BAB encer biasanya dapat membaik dengan sendirinya tanpa perlu diobati. Namun, kondisi ini juga bisa menandakan masalah pencernaan yang lebih serius. Sebaiknya periksakan diri Anda kepada dokter bila mencret disertai gejala di bawah ini.

  • Penurunan berat badan secara drastis.
  • Mencret tidak kunjung membaik.
  • Diare disertai darah.
  • Demam tinggi lebih dari 39 derajat celsius.
  • Peningkatan detak jantung atau pernapasan.
  • Feses tampak hitam atau seperti tar.
  • Pusing, kebingungan, atau pingsan.
  • Sakit perut yang sangat parah atau berlangsung lama.

Banyak gangguan pencernaan memiliki gejala yang mirip antara satu sama lain. Contohnya, radang usus buntu dan keracunan makanan sama-sama ditandai dengan sakit perut, tapi keduanya membutuhkan penanganan yang berbeda.

Maka dari itu, cermati tanda-tanda lain yang menyertai gejala utama yang Anda alami. Hal ini akan membantu dokter dalam mendiagnosis penyakit dan menentukan penanganan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Infeksi Bakteri E. coli

Infeksi bakteri E. coli adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang biasanya hidup di dalam usus manusia dan hewan. Apa obatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Infeksi Melalui Makanan 3 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

9 Cara Sederhana untuk Memelihara Kesehatan Lambung

Ada beragam cara untuk memelihara kesehatan lambung, dari mengontrol jam makan hingga mengelola stres. Apa saja cara yang lainnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Pencernaan, Gastritis dan Maag 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Sakit perut merupakan gejala dari masalah pencernaan yang sering muncul. Namun, apa bedanya sakit perut karena gas dan karena penyakit lain?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Kesehatan Pencernaan 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kapan Waktu yang Tepat Minum Obat Cacing?

Cara terbaik untuk mencegah dan mengobati cacingan ini adalah dengan minum obat cacing. Namun, kapan tahu waktu yang tepat minum obat cacing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Infeksi Melalui Makanan 28 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

panduan memilih makanan untuk gastroparesis

7 Panduan Memilih Makanan untuk Penderita Gastroparesis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit perut setelah bab

Perut Malah Sakit Setelah Buang Air Besar (BAB), Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Tes Medis yang Digunakan Dalam Evaluasi Stroke

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
keracunan makanan

Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 11 menit