Kenali Berbagai Penyebab Jerawat Ini Agar Tidak Lagi Muncul

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kulit berjerawat adalah keluhan umum yang terjadi pada banyak orang. Kondisi ini menimbulkan pembengkakan kecil yang disertai kemerahan dan rasa perih. Agar jerawat mudah diatasi dan tidak timbul lagi, Anda perlu tahu apa saja penyebabnya. Memangnya, apa saja penyebab jerawat? Yuk, cari tahu lebih dalam berbagai penyebab sekaligus faktor risikonya berikut ini.

Berbagai penyebab jerawat yang perlu Anda tahu

Kulit Anda memiliki pori-pori, yakni area tumbuhnya rambut (folikel). Area ini sangat mudah tersumbat sehingga bisa menyebabkan jerawat. Tidak hanya wajah, jerawat juga bisa muncul di sekitar dada dan punggung.

Jerawat dapat sembuh dengan perawatan, namun bisa juga kembali muncul, bahkan di tempat yang sama berulang kali. Perawatan untuk mengobati masalah kulit ini beragam, tergantung dengan penyebab yang mendasarinya. Berikut ini ada berbagai penyebab munculnya kulit berjerawat, seperti:

1. Bakteri

Bakteri menjadi salah satu penyebab jerawat di kulit. Jerawat ini ada pada kulit dan meningkat jumlahnya saat seseorang memasuki usia pubertas. Beberapa jenis bakteri yang bisa menimbulkan jerawat di kulit, di antaranya:

  • Cutibacterium acnes (C. acnes) atau biasa disebut Propionibacterium acnes (P. acnes)
  • Corynebacterium granulosum dikenal juga dengan Propionibacterium granulosum
  • Staphylococcus epidermidis disebut juga dengan coagulase-negative staphylococcus

Selain karena pubertas, peningkatan jumlah dan aktivitas bakteri juga bergantung pada suplai oksigen, nutrisi, dan tingkat pH (keasaman) kulit. Di antara ketiganya, P. acnes adalah bakteri yang paling sangat sering menyebabkan jerawat.

Terbentuknya jerawat ini awalnya disebabkan oleh penyumbatan yang kemudian memicu bakteri untuk menginfeksi. Akibatnya, kulit jadi membengkak dan bernanah.

2. Penumpukan sel kulit mati

jerawat

Setiap sel tubuh yang rusak akan berganti dengan sel baru yang sehat. Mekanisme ini terjadi pada kulit Anda dan disebut deskuamasi. Proses pergantian sel kulit ini melibatkan beberapa lapisan kulit.

Awalnya, stratum germinativum (lapisan kulit terdalam) memproduksi sel kulit baru. Kemudian, sel ini akan bergerak secara perlahan mencapai lapisan stratum korneum (lapisan kulit terluar). Begitu sel baru in sampai, sel yang ada akan mati.

Sel kulit yang mati ini akan menumpuk sehingga harus dibersihkan. Namun, pada orang yang mudah berjerawat, proses ini tidak berjalan dengan benar. Orang dengan kondisi ini, ternyata menghasilkan lebih banyak sel kulit mati daripada seharusnya sehingga memungkinkan adanya penyumbatan di pori-pori.

Bila kulit wajah dan tubuh tidak dibersihkan dengan benar, sel kulit mati yang tersisa akan menumpuk dan menjadi penyebab jerawat.

3. Produksi minyak berlebih

obat jerawat di apotik

Kulit Anda memiliki kelenjar sebaceous yang menghasilkan minyak (sebum). Sebum ini cenderung naik ke permukaan melalui pori-pori di sekitar folikel rambut Anda. Tujuannya, membantu melumasi, melindungi, dan membuat kulit jadi anti air.

Kadar sebum yang normal dan sesuai kebutuhan, akan membuat kulit sehat mengilap. Namun, produksi sebum dapat tidak seimbang; terlalu sedikit atau terlalu banyak.

Jika sebum terlalu sedikit, kulit akan menjadi kering, pecah-pecah, dan mengelupas. Di sisi lain sebum terlalu banyak juga bisa menyumbat pori-pori sehingga menyebabkan terbentuknya jerawat.

Faktor yang membuat seseorang rentan berjerawat

Selain memahami penyebab jerawat, Anda juga perlu mengetahui faktor risikonya. Pasalnya, faktor risiko ini membuat seseorang jadi rentan mengalami jerawat berulang kali.

Untuk lebih jelasnya, mari bahas satu per satu faktor risiko kulit berjerawat, di antaranya:

1. Hormon

proses kehamilan

Produksi sebum yang berlebihan bisa disebabkan oleh meningkatnya aktivitas hormon androgen. Hormon yang disebut dengan ‘hormon laki-laki’ ini bertugas untuk mengatur organ reproduksi pria dan wanita. Hanya saja, kadarnya cenderung lebih rendah pada wanita.

Meningkatnya aktivitas hormon androgen ternyata bisa memicu tumbuhnya jerawat. Pasalnya, hormon ini dapat merangsang produksi kelenjar sebaceous di kulit.

Jika aktivitasnya meningkat, produksi sebum akan berlebihan dan menyumbat pori-pori. Penyumbatan inilah yang menjadi penyebab munculnya jerawat di kulit.

Perempuan diketahui cenderung lebih mudah berjerawat dibanding laki-laki. Kemungkinan besar ini terjadi karena perubahan hormon androgen pada wanita yang dibutuhkan dalam jumlah kecil, malah diproduksi secara berlebihan pada waktu-waktu tertentu, yakni:

Menstruasi

Menstruasi mengubah hormon tubuh sehingga memicu munculnya jerawat. Biasanya jerawat akan muncul lebih banyak beberapa hari sebelum menstruasi terjadi.

Kehamilan

Kehamilan juga mengubah kadar hormon di tubuh untuk mendukung perkembangan bayi di dalam perut. Kondisi membuat wanita hamil mudah berjerawat, umumnya terjadi pada 3 bulan pertama kehamilan.

Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

PCOS adalah gangguan hormon pada wanita yang menimbulkan gejala kulit berjerawat. Selain itu, kondisi ini juga membuat menstruasi tidak teratur, berat badan naik dengan mudah, dan pembentukan kista kecil di dalam ovarium.

Selama masa pubertas

Memasuki usia pubertas, organ reproduksi akan jadi lebih matang. Hal ini merangsang kelenjar sebaceous memproduksi sebum lebih banyak. Sebum yang berlebih, sel kulit mati yang menumpuk, dan kotoran dapat menyumbat pori dan menimbulkan jerawat.

2. Obat-obatan

obat atarax

Selain hormon, penggunaan obat-obatan tertentu juga bisa menjadi penyebab kulit jadi mudah berjerawat. Beberapa jenis obat yang meningkatkan risiko munculnya jerawat, antara lain:

  • Obat kortikosteroid. Kandungannya dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri di folikel kulit.
  • Obat kontrasepsi. Kandungannya dapat mengurangi sirkulasi hormon pengikat globulin (SHBG) sehingga memperburuk jerawat pada beberapa wanita.
  • Obat untuk meningkatkan massa otot. Atlet yang menggunakan obat ini rentan mengalami kulit berjerawat.
  • Obat lainnya. Antidepresan (lithium, amoxapine), vitamin B (vitamin B6 dan B12), obat epilepsi dapat memperburuk jerawat.

Bila Anda mencurigai obat-obatan ini menjadi penyebab munculnya jerawat di wajah atau tubuh, konsultasi pada dokter untuk mengganti obat lain yang khasiatnya sama.

3. Riwayat keluarga

perbedaan pendapat dalam keluarga

Riwayat keluarga dapat berperan dalam menempatkan seseorang pada risiko kulit berjerawat lebih besar. Jadi, ayah atau ibu yang berjerawat memungkinkan sang anak juga memiliki kondisi yang sama.

Namun, munculnya jerawat tidak hanya disebabkan faktor ini saja. Perubahan hormon, gaya hidup yang tidak sehat, dan kurang menjaga kebersihan kulit juga menjadi faktor pendukung munculnya jerawat di wajah. Orang yang berjerawat akibat faktor keturunan perlu perawatan ekstra dalam merawat wajah.

4. Memakai kosmetik dan produk perawatan tertentu

alergi kosmetik

Beberapa produk riasan wajah mengandung minyak, seperti losion, krim, atau foundation. Bila digunakan dengan cara yang tidak benar, dapat menyebabkan penyumbatan di folikel kulit dan menimbulkan jerawat di kulit.

Penggunaan riasan yang tidak benar, contohnya tidak membersihkan wajah setelah seharian menggunakan riasan, pakai riasan saat berolahraga, atau salah memilih kosmetik untuk kulit yang berminyak.

Selain itu, menggunakan produk perawatan rambut juga bisa memindahkan kuman di rambut ke kulit sehingga meningkatkan risiko kulit di sekitar rambut berjerawat.

5. Stres

menghilangkan stres dan sakit kepala

Setiap hari, Anda berhadapan dengan stres. Mulai dari stres ringan yang mudah dihadapi, maupun stres berat yang perlu lebih lama untuk diatasi. Saat Anda merasa stres, produksi hormon kortisol dan androgen akan meningkat. Akibatnya, kondisi ini bisa merangsang produksi minyak berlebihan.

Wajah dengan kondisi minyak berlebihan inilah yang bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya jerawat. Selain memicu munculnya jerawat, stres juga bisa memperburuk jerawat yang ada di wajah.

6. Lingkungan

minum air dingin saat cuaca panas

Lingkungan bisa menjadi faktor pemicu munculnya jerawat sekaligus memperburuk kondisinya. Ini meliputi cuaca panas dan berdebu atau di lingkungan yang membuat wajah rentan berminyak, seperti bekerja di dapur atau pabrik pembuatan minyak.

Udara panas membuat tubuh berkeringat lebih banyak. Jika ditambah dengan debu yang menempel di kulit, penyumbatan rentan terjadi. Begitu juga dengan kondisi kulit yang berminyak. Keduanya bisa membuat kulit jadi mudah berjerawat.

7. Tekanan atau gesekan pada kulit

cara memakai tas ransel yang benar

Adanya tekanan dan gesekan kulit juga meningkatkan risiko terjadinya jerawat, terutama di kulit bahu dan sekitar dada. Tekanan dan gesekan berlebihan ini bisa ditimbulkan dari penggunaan bra yang ketat atau tas punggung.

Sementara di area wajah, gesekan dan tekanan yang berlebihan kemungkinan disebabkan oleh penggunaan helm yang sempit dan kotor, dan keseringan memainkan biola.

Adanya tekanan bisa menghambat aliran darah yang membawa oksigen ke kulit. Akibatnya, risiko penyumbatan di kulit akan semakin besar terjadi dan menyebabkan munculnya jerawat. Bila kulit Anda sudah berjerawat, tekanan berlebihan dan gesekan dapat memperparah kondisi jerawat, bahkan menimbulkan adanya lecet.

8. Merokok

rokok dan asam lambung

Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang sebaiknya dihentikan karena merugikan kesehatan. Asap rokok yang mengandung berbagai zat kimia ini bisa mengganggu kesehatan tubuh, mulai dari jantung, paru-paru, hingga kulit Anda.

Melansir dari laman National Health Service, studi pada British Journal of Dermatology mengamati kebiasaan merokok dengan kondisi kulit berjerawat. Hasilnya menunjukkan bahwa 18,5% dari total 1000 wanita dewasa memiliki jerawat. Setelah dikelompokkan, 41,5% di antaranya adalah perokok.

Setelah diamati lebih dalam, periset menyimpulkan bahwa peserta yang memiliki kulit berjerawat saat remaja dan punya kebiasaan merokok, empat kali lebih mungkin memiliki banyak jerawat saat dewasa.

Kondisi ini terjadi akibat nikotin dan bahan kimia yang ada pada rokok dapat memengaruhi kulit dengan berbagai cara, seperti:

  • Merangsang pergantian sel kulit lebih cepat sehingga dapat menyebabkan penumpukkan sel kulit mati.
  • Mempersempit pembuluh darah sehingga area kulit sekitar wajah kekurangan oksigen dan rentan mengalami penyumbatan.
  • Menyebabkan reaksi oksidasi yang dapat memicu produksi sebum di kulit.

9. Pilihan makanan

makanan cepat saji

Gaya hidup yang buruk menjadi penyebab jerawat, salah satunya pilihan makanan yang kurang tepat. Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat olahan, seperti makanan bertepung, makanan cepat saji, soda, dan makanan dengan tambahan gula.

Karbohidrat olahan ini diketahui dapat diserap dengan cepat ke dalam aliran darah sehingga membuat kadar gula darah melonjak naik. Kondisi ini menyebabkan kadar insulin ikut naik.

Insulin adalah hormon yang bertugas untuk menjaga kadar gula darah tetap seimbang dengan memindahkan gula darah dari aliran darah ke sel-sel tubuh. Nah, kadar insulin yang meningkat ini merangsang androgen jadi lebih aktif.

Akibat, kulit akan memproduksi minyak lebih banyak dan sel kulit mati berganti lebih cepat sehingga jerawat dapat terbentuk. Selain jenis makanan tersebut, produk susu juga memberikan efek yang serupa sehingga dapat memperburuk kondisi kulit Anda yang berjerawat.

Sesekali mengonsumsi makanan yang disebutkan di atas sebenarnya tidak masalah, jika tidak berlebihan. Bila Anda sedang dalam masa perawatan kulit berjerawat sebaiknya hindari makanan tersebut agar hasil pengobatan jadi lebih maksimal.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca