9 Hal yang Paling Sering Menyebabkan Jerawat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 November 2019 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Jerawat adalah masalah kulit yang umum terjadi pada banyak orang. Ada banyak hal yang dapat menjadi penyebab jerawat muncul mengganggu hidup. Tidak hanya wajah, jerawat juga bisa muncul di sekujur badan. Nah, agar Anda tahu persis bagaimana cara mengatasinya supaya tidak kembali lagi, cari tahu lebih dalam tentang penyebab jerawat sekaligus faktor risikonya berikut ini. Mungkin salah satunya diam-diam adalah biang kerok dari masalah kulit Anda.

Berbagai penyebab jerawat yang perlu Anda tahu

Jerawat sebetulnya dapat mudah diatasi dengan perawatan kulit sederhana. Namun, benjolan merah yang terasa perih menyakitkan ini bisa kembali muncul sewaktu-waktu, bahkan di tempat yang sama berulang kali.

Jika jerawat sudah sampai menjadi masalah langganan Anda, Anda perlu tahu apa penyebab utamanya. Perawatan untuk mengobati masalah ini beragam, tergantung jenis jerawat dan apa pemicunya.

Secara umum, penyebab utama dari kemunculan jerawat adalah pori-pori kulit yang tersumbat dan terinfeksi. Berikut adalah tiga dalangnya:

1. Bakteri

Bakteri adalah salah satu penyebab utama dari kemunculan jerawat di kulit. Beberapa jenis bakteri yang bisa menyebabkan jerawat di antaranya:

  • Cutibacterium acnes (C. acnes) atau biasa disebut Propionibacterium acnes (P. acnes)
  • Corynebacterium granulosum dikenal juga dengan Propionibacterium granulosum
  • Staphylococcus epidermidis disebut juga dengan coagulase-negative staphylococcus

Di antara ketiganya, P. acnes adalah yang paling sering menyebabkan jerawat. Jerawat pada umumnya muncul diawali oleh penyumbatan pori oleh zat-zat asing, yang kemudian memicu bakteri untuk menginfeksi. Akibatnya, kulit jadi membengkak dan bernanah.

Jumlah dan aktivitas bakteri penyebab jerawat yang ada di kulit sangat dipengaruhi oleh keseimbangan hormon, serta pada suplai oksigen, nutrisi, dan tingkat pH (keasaman) kulit.

2. Penumpukan sel kulit mati

jerawat

Setiap sel tubuh yang rusak akan berganti dengan sel baru yang sehat. Proses pergantian sel kulit ini melibatkan semua lapisan kulit. Awalnya, stratum germinativum (lapisan kulit terdalam) memproduksi sel kulit baru. Kemudian, sel ini akan naik secara perlahan hingga mencapai lapisan stratum korneum (lapisan kulit terluar). Begitu sel baru ini sampai, sel yang ada di atasnya akan mati.

Namun, pada orang yang mudah berjerawat, proses ini tidak berjalan dengan benar. Orang yang jenis kulitnya berminyak dan mudah berjerawat ternyata menghasilkan lebih banyak sel kulit mati daripada seharusnya. Sel kulit yang mati dapat terus menumpuk jika tidak dibersihkan. Hal ini memungkinkan adanya penyumbatan di pori-pori.

Bila kulit wajah dan tubuh tidak dibersihkan dengan benar, sel kulit mati yang tersisa akan menumpuk dan menjadi penyebab jerawat.

3. Produksi minyak berlebih

obat jerawat di apotik

Kulit Anda memiliki kelenjar sebaceous yang menghasilkan minyak (sebum). Sebum ini cenderung naik ke permukaan melalui pori-pori di sekitar folikel rambut Anda. Tujuannya untuk membantu melindungi dan melembapkan kulit.

Sebum sangat dibutuhkan. Namun, produksi sebum dapat tidak seimbang; terlalu sedikit atau terlalu banyak. Jika sebum terlalu banyak diproduksi, kelebihannya bisa menyumbat pori-pori sehingga menjadi penyebab terbentuknya jerawat.

Faktor yang membuat seseorang rentan berjerawat

Selain memahami penyebab jerawat, Anda juga perlu mengetahui faktor risikonya. Pasalnya, faktor risiko ini membuat seseorang jadi rentan mengalami jerawat berulang kali.

Untuk lebih jelasnya, mari bahas satu per satu faktor risiko kulit berjerawat, di antaranya:

1. Hormon

proses kehamilan

Produksi minyak (sebum) berlebihan umumnya disebabkan oleh peningkatan aktivitas hormon androgen. Meningkatnya aktivitas hormon androgen dapat merangsang kerja kelenjar sebaceous di kulit sehingga memicu penyumbatan pori oleh minyak dan tumbuhnya jerawat.

Perempuan diketahui cenderung lebih mudah berjerawat dibanding laki-laki. Kemungkinan besar ini terjadi karena perubahan hormon androgen pada wanita yang dibutuhkan dalam jumlah kecil, malah diproduksi secara berlebihan pada waktu-waktu tertentu, yakni:

Menstruasi

Menstruasi mengubah hormon tubuh sehingga memicu munculnya jerawat. Biasanya jerawat akan muncul lebih banyak beberapa hari sebelum menstruasi terjadi.

Kehamilan

Kehamilan juga mengubah kadar hormon di tubuh untuk mendukung perkembangan bayi di dalam perut. Kondisi membuat wanita hamil mudah berjerawat, umumnya terjadi pada 3 bulan pertama kehamilan.

Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

PCOS adalah gangguan hormon pada wanita yang menimbulkan gejala kulit berjerawat. Selain itu, kondisi ini juga membuat menstruasi tidak teratur, berat badan naik dengan mudah, dan pembentukan kista kecil di dalam ovarium.

Masa pubertas

Jerawat cenderung mulai muncul saat seseorang memasuki usia pubertas.

Memasuki usia pubertas, organ reproduksi akan jadi lebih matang. Hal ini merangsang kelenjar sebaceous memproduksi sebum lebih banyak. Sebum yang berlebih, sel kulit mati yang menumpuk, dan kotoran dapat menyumbat pori dan menimbulkan jerawat.

2. Obat-obatan

obat atarax

Selain hormon, penggunaan obat-obatan tertentu juga bisa menjadi penyebab kemunculan jerawat. Beberapa jenis obat yang meningkatkan risiko munculnya jerawat, antara lain:

  • Obat kortikosteroid. Kandungannya dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri di folikel kulit.
  • Obat kontrasepsi. Kandungannya dapat mengurangi sirkulasi hormon pengikat globulin (SHBG) sehingga memperburuk jerawat pada beberapa wanita.
  • Obat untuk meningkatkan massa otot. Atlet yang menggunakan obat ini rentan mengalami kulit berjerawat.
  • Obat lainnya. Antidepresan (lithium, amoxapine), vitamin B (vitamin B6 dan B12), obat epilepsi dapat memperburuk jerawat.

Bila Anda mencurigai obat-obatan ini menjadi penyebab munculnya jerawat di wajah atau tubuh, konsultasi pada dokter untuk mengganti obat lain yang khasiatnya sama.

3. Riwayat keluarga

perbedaan pendapat dalam keluarga

Riwayat keluarga dapat berperan dalam menempatkan seseorang pada risiko kulit berjerawat lebih besar. Jadi, ayah atau ibu yang berjerawat memungkinkan sang anak juga memiliki kondisi yang sama.

Namun, munculnya jerawat tidak hanya disebabkan faktor ini saja. Perubahan hormon, gaya hidup yang tidak sehat, dan kurang menjaga kebersihan kulit juga menjadi faktor pendukung munculnya jerawat di wajah. Orang yang berjerawat akibat faktor keturunan perlu perawatan ekstra dalam merawat wajah.

4. Memakai kosmetik dan produk perawatan tertentu

alergi kosmetik

Beberapa produk riasan wajah mengandung minyak, seperti losion, krim, atau foundation. Bila digunakan dengan cara yang tidak benar, dapat menyebabkan penyumbatan di folikel kulit dan menimbulkan jerawat di kulit.

Penggunaan riasan yang tidak benar, contohnya tidak membersihkan wajah setelah seharian menggunakan riasan, pakai riasan saat berolahraga, atau salah memilih kosmetik untuk kulit yang berminyak.

Selain itu, menggunakan produk perawatan rambut juga bisa memindahkan kuman di rambut ke kulit sehingga meningkatkan risiko kulit di sekitar rambut berjerawat.

5. Stres

menghilangkan stres dan sakit kepala

Setiap hari, Anda berhadapan dengan stres. Mulai dari stres ringan yang mudah dihadapi, maupun stres berat yang perlu lebih lama untuk diatasi. Saat Anda merasa stres, produksi hormon kortisol dan androgen akan meningkat. Akibatnya, kondisi ini bisa merangsang produksi minyak berlebihan.

Wajah dengan kondisi minyak berlebihan inilah yang bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya jerawat. Selain memicu munculnya jerawat, stres juga bisa memperburuk jerawat yang ada di wajah.

6. Lingkungan

minum air dingin saat cuaca panas

Lingkungan bisa menjadi faktor pemicu munculnya jerawat sekaligus memperburuk kondisinya. Ini meliputi cuaca panas dan berdebu atau di lingkungan yang membuat wajah rentan berminyak, seperti bekerja di dapur atau pabrik pembuatan minyak.

Udara panas membuat tubuh berkeringat lebih banyak. Jika ditambah dengan debu yang menempel di kulit, penyumbatan rentan terjadi. Begitu juga dengan kondisi kulit yang berminyak. Keduanya bisa membuat kulit jadi mudah berjerawat.

7. Tekanan atau gesekan pada kulit

cara memakai tas ransel yang benar

Adanya tekanan dan gesekan kulit juga meningkatkan risiko terjadinya jerawat, terutama di kulit bahu dan sekitar dada. Tekanan dan gesekan berlebihan ini bisa ditimbulkan dari penggunaan bra yang ketat atau tas punggung.

Sementara di area wajah, gesekan dan tekanan yang berlebihan kemungkinan disebabkan oleh penggunaan helm yang sempit dan kotor, dan keseringan memainkan biola.

Adanya tekanan bisa menghambat aliran darah yang membawa oksigen ke kulit. Akibatnya, risiko penyumbatan di kulit akan semakin besar terjadi dan menyebabkan munculnya jerawat. Bila kulit Anda sudah berjerawat, tekanan berlebihan dan gesekan dapat memperparah kondisi jerawat, bahkan menimbulkan adanya lecet.

8. Merokok

rokok dan asam lambung

Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang sebaiknya dihentikan karena merugikan kesehatan. Asap rokok yang mengandung berbagai zat kimia bisa mengganggu kesehatan tubuh, mulai dari jantung, paru-paru, hingga kulit Anda.

Melansir dari laman National Health Service, studi pada British Journal of Dermatology mengamati kebiasaan merokok dengan kondisi kulit berjerawat. Hasilnya menunjukkan bahwa 18,5% dari total 1000 wanita dewasa memiliki jerawat. Setelah dikelompokkan, 41,5% di antaranya adalah perokok.

Setelah diamati lebih dalam, periset menyimpulkan bahwa peserta yang memiliki kulit berjerawat saat remaja dan punya kebiasaan merokok, empat kali lebih mungkin memiliki banyak jerawat saat dewasa.

Kondisi ini terjadi akibat nikotin dan bahan kimia yang ada pada rokok dapat memengaruhi kulit dengan berbagai cara, seperti:

  • Merangsang pergantian sel kulit lebih cepat sehingga dapat menyebabkan penumpukkan sel kulit mati.
  • Mempersempit pembuluh darah sehingga area kulit sekitar wajah kekurangan oksigen dan rentan mengalami penyumbatan.
  • Menyebabkan reaksi oksidasi yang dapat memicu produksi sebum di kulit.

9. Pilihan makanan

makanan cepat saji

Gaya hidup yang buruk menjadi penyebab jerawat, salah satunya pilihan makanan yang kurang tepat. Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat olahan, seperti makanan bertepung, makanan cepat saji, soda, dan makanan dengan tambahan gula.

Karbohidrat olahan ini diketahui dapat diserap dengan cepat ke dalam aliran darah sehingga membuat kadar gula darah melonjak naik. Kondisi ini menyebabkan kadar insulin ikut naik.

Insulin adalah hormon yang bertugas untuk menjaga kadar gula darah tetap seimbang dengan memindahkan gula darah dari aliran darah ke sel-sel tubuh. Nah, kadar insulin yang meningkat ini merangsang androgen jadi lebih aktif.

Akibat, kulit akan memproduksi minyak lebih banyak dan sel kulit mati berganti lebih cepat sehingga jerawat dapat terbentuk. Selain jenis makanan tersebut, produk susu juga memberikan efek yang serupa sehingga dapat memperburuk kondisi kulit Anda yang berjerawat.

Ingat, makanan bukanlah faktor penyebab jerawat yang utama. Maka, mengonsumsi makanan yang disebutkan di atas sebenarnya tidak masalah asal porsi dan frekuensi makannya tidak berlebihan. Bila Anda sedang getol-getolnya merawat kulit, sebaiknya batasi makanan tersebut agar jerawat tidak muncul mengganggu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Fototerapi, Terapi Cahaya untuk Penyakit Kulit dengan Sinar UV

Pengobatan penyakit kulit dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya dengan fototerapi atau terapi cahaya. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Kulit 9 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Ragam Penyebab Eksim Beserta Faktor Pemicu Kekambuhannya

Eksim membuat kulit memerah, kasar, pecah-pecah, terasa amat gatal, dan sangat kering. Apa sebenarnya penyebab eksim alias dermatitis atopik?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Ciri Kulit Sensitif dan 8 Cara Jitu Mengatasinya

Ciri kulit sensitif termasuk ruam kemerahan dan gatal-gatal setelah memakai produk perawatan kulit atau produk wewangian. Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Kecantikan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Beragam Manfaat Air Mawar untuk Kecantikan Kulit dan Rambut

Air mawar telah digunakan selama ribuan tahun sebagai ramuan tradisional untuk produk kecantikan. Lantas, apa saja manfaat air mawar?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 5 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat ampas teh bagi kecantikan

7 Cara Memanfaatkan Ampas Teh untuk Kecantikan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
komplikasi dermatitis

Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
dermatitis numularis

Dermatitis Numularis (Eksim Diskoid)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
garis hitam di perut

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit