Ketahui Penyakit Infeksi yang Sering Menyerang Anak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/07/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Sistem kekebalan tubuh anak belum sekuat orang dewasa, sehingga membuatnya rentan mengalami penyakit infeksi. Kebiasaan anak juga berpengaruh pada kesehatan si kecil. Berikut penjelasan seputar penyakit infeksi pada anak yang perlu diperhatikan. 

Berbagai penyakit infeksi pada anak

Jenis penyakit infeksi bisa disebabkan oleh virus dan bakteri yang ada di sekitar anak. Berikut ini beberapa penyakit infeksi pada anak yang sering menyerang si kecil.

Cacingan

Jika Anda perhatikan anak Anda sering menggaruk bokongnya, mungkin si kecil mengalami cacingan. Anak rentan sekali mengalami cacingan karena memang anak lebih sering bermain di luar ruangan dibandingkan orang dewasa.

Belum lagi kesadaran anak untuk menjaga kebersihan masih kurang. Sebagai contoh, setelah bermain di luar, anak langsung memegang makanan dan makan tanpa cuci tangan terlebih dahulu.

Hal ini memungkinkan cacing atau telur cacing yang menempel di tanah atau di air bisa masuk ke dalam tubuh anak dan kemudian berkembang biak di usus.

Untuk mencegah penyakit infeksi pada anak ini, disarankan agar anak selalu rajin cuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah keluar dari toilet. Rutin minum obat cacing setiap 6 bulan sekali juga disarankan untuk mencegah cacingan.

RSV

Respiratory syncytial virus (RSV) adalah penyakit infeksi pada saluran pernapasan anak. Penyakit infeksi pada anak ini biasanya tidak serius. 

Namun, jika anak Anda masih berusia di bawah 2 tahun atau mempunyai penyakit jantung atau paru-paru, atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, infeksi ini dapat menyerang paru-paru dan menyebabkan pneumonia.

Jika buah hati Anda menunjukkan gejala seperti pilek, hidung meler, batuk, hidung mampet, masalah pernapasan, dan mudah rewel, hati-hati mungkin anak mengalami RSV. Segera periksakan gejala ini ke dokter.

Cacar air

Cacar air merupakan penyakit infeksi pada anak yang disebabkan oleh virus. Gejala pertama yang muncul biasanya berupa bintik-bintik merah kecil di tubuh anak, diikuti dengan demam dan badan lemas.

Penyakit ini bisa menular dari seorang anak ke anak lainnya, melalui kontak langsung dengan bintik-bintik cacar air, bersin, maupun batuk.

Oleh karena itu, jika anak mengalami cacar air, sebaiknya istirahat di rumah saja agar tidak menular ke teman-temannya atau orang sekitarnya.

Penularan cacar air mungkin tidak langsung terlihat. Biasanya, cacar air akan menular pada anak yang belum pernah cacar air dan muncul 10-21 hari setelah paparan atau setelah anak berinteraksi dengan anak lain yang sedang cacar air.

Kutu kepala

Nah, selain penyakit-penyakit tersebut di atas, penyakit kutu kepala juga termasuk penyakit infeksi pada anak yang harus diwaspadai.

Kutu kepala biasanya menular dari anak lain, bisa karena main bersama, tidur bersama, saling pinjam bando atau topi, dan lain sebagainya.

Biasanya anak dengan kutu kepala akan menunjukkan gejala seperti suka menggaruk kepala, kulit kepala gatal (lebih parah saat malam hari), dan ruam merah di kepala karena terlalu sering menggaruk. 

Anda bisa menyisir rambut anak dalam keadaan kering atau basah dengan sisir kutu untuk mengetahui anak terserang kutu kepala atau tidak.

Konjungtivitis

Mengutip dari Health Direct, konjungtivitis adalah kondisi mata meradang yang sangat menular dan sering disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, dan alergi. 

Tanda konjungtivitis karena alergi yaitu merasa gatal pada mata yang disebabkan bulu hewan atau debu di dalam rumah. 

Sementara pemicu konjungtivitis karena infeksi virus, mata akan bengkak dan kering. Ini membuat air mata anak mengalir. 

Untuk konjungtivitis akibat infeksi bakteri membuat anak merasa sakit, iritasi, mata merah, dan sakit dari dalam. Mata juga mengeluarkan banyak kotoran yang lengket.

Konjungtivitis yang salah satu penyakit infeksi pada anak, menyebar melalui kontak langsung dengan cairan yang keluar dari mata, hidung, atau tenggorokan seseorang yang terinfeksi.

Tidak hanya itu, penularan juga terjadi karena kontak dengan jari atau benda yang terkontaminasi. 

Hepatitis A

Penyakit hepatitis A termasuk ke dalam infeksi yang bisa dialami anak. Hepatitis A disebabkan oleh virus yang sangat menular, tumbuh di hati dan masuk ke dalam kotoran. 

Penyakit infeksi pada anak yang satu ini sangat mudah menular lewat makanan dan minuman yang terkontaminasi virus hepatitis A yang berasal dari feses penderita. 

Gejala hepatitis A yaitu: 

  • Sakit perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual
  • Demam
  • Kelelahan
  • Diikuti dengan kondisi mata dan kulit kuning

Kondisi di atas bisa berlangsung dari satu minggu sampai beberapa bulan. Namun anak kecil mungkin tidak menunjukkan gejala apapun. 

Di Indonesia, jumlah penderita penyakit hepatitis terus bertambah selama lima tahun terakhir.

Hasil dari Riset Kesehatan Data (Riskesdas), prevalensi penderita penyakit hepatitis yang berdasarkan diagnosis dokter meningkat sebanyak dua kali lipat, ke angka 0,4 persen sejak 2013-2018.

Impetigo

Mengutip dari Health, impetigo adalah penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri dan sering dialami oleh anak-anak.

Impetigo memiliki ciri bercak datar, berwarna kuning, berkerak, lembap, atau lepuh di kulit. Kondisi ini biasanya timbul di area yang terbuka, seperti wajah, lengan, dan kaki. 

Bakteri yang menyebabkan impetigo bisa menyebar lewat kontak dengan luka atau cairan yang terinfeksi. Luka yang terinfeksi ini sering membuat gatal sehingga anak menggaruknya dan menyebarkan infeksi lewat tangan dan ke bagian tubuh orang lain. 

Meski sangat menular, impetigo tidak berbahaya dan pengobatan bisa dilakukan di rumah, seperti:

  • Hindari untuk menggaruk atau menyentuh area yang luka
  • Tidak meminjamkan barang pribadi pada temannya
  • Jaga luka tetap bersih
  • Mencuci tangan pakai sabun setelah menggunakan toilet
  • Cuci barang yang sudah dipakai
  • Potong kuku agar anak tidak menggaruk dan membuat luka

Agar tidak menularkan impetigo pada orang lain, Anda bisa menghindari untuk menggunakan benda secara bergantian. Sebagai contoh, handuk, pakaian, seprai, dan benda lain yang disentuh.

Influenza

Penyakit infeksi yang satu ini sering dialami pada anak dan orang dewasa. Influenza adalah infeksi virus yang diawali dari tenggorokan dengan gejala:

  • Demam di atas 39 derajat celcius
  • Batuk
  • Kedinginan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot

Anak yang terinfeksi influenza biasa sembuh dalam dua sampai tujuh hari. Influenza adalah penyakit infeksi yang sangat menular dan bisa menyebar lewat udara dengan batuk dan bersin, sentuhan tangan, atau benda lain yang telah disentuh dengan orang yang terinfeksi.

Untuk mengurangi risiko tertular flu, vaksin influenza bisa diberikan pada bayi usia 6 bulan sampai anak usia 5 tahun.  

Namun influenza juga bisa memicu komplikasi atau flu berat, yaitu:

Pneumonia adalah komplikasi flu yang paling serius, sehingga perlu penanganan medis tertentu.

Campak, gondongan, rubella (MMR)

Campak adalah penyakit infeksi disebabkan oleh virus yang sangat menular pada anak dan orang dewasa. Mengutip dari Mayo Clinic gejala campak yang paling sering terjadi yaitu:

  • Demam tinggi sampai 40 derajat celcius
  • Mata merah dan berair
  • Pilek
  • Bersin-bersin
  • Batuk kering
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Kelelahan
  • Nafsu makan menurun

Selain itu, gejala penyakit infeksi pada anak yang paling sering muncul adalah ruam kulit kemerahan yang muncul 7-14 hari setelah paparan dan bisa bertahan selama 4-10 hari. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Artikel dari ahli Arinda Veratamala, S.Gz

Zat Besi Sangat Penting Bagi Bayi, Berapa Banyak yang Dibutuhkannya?

Saat bayi menginjak usia 6 bulan, ASI saja sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan zat besi bayi. Nah, jika terjadi kekurangan zat besi, apa sih dampaknya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
kebutuhan zat besi bayi

Makanan Padat Bayi Sebaiknya yang Seperti Apa?

Bayi yang tadinya biasa menerima makanan dalam bentuk cair (ASI), harus belajar menerima makanan padat. Nah, makanan padat bayi sebaiknya yang seperti apa?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
makanan padat untuk aanak

Bayi Baru Belajar Makan, Berapa Banyak Porsi yang Harus Diberikan?

Memberi makanan pertama bayi merupakan tantangan khusus bagi ibu. Salah-salah, asupan gizi bayi bisa kurang. Nah, berapa banyak sebaiknya bayi diberi makan?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
makanan pertama bayi

Yang juga perlu Anda baca

Salep Apa yang Baik untuk Mengatasi Gatal Cacar Air?

Obat oles seperti salep dapat digunakan untuk membantu mengatasi rasa gatal akibat cacar air. Bagaimana cara penggunaannya yang efektif?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 22/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Berbeda jenis cacar, maka berbeda pula cara mengobati gejalanya. Pastikan Anda mengenali setiap jenis cacar sehingga tidak salah melakukan penanganan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 21/05/2020 . Waktu baca 8 menit

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 20/05/2020 . Waktu baca 6 menit

5 Obat Tradisional yang Membantu Penyembuhan Cacar Air Secara Alami

Selain pengobatan medis, obat tradisional yang berasal dari beberapa bahan alami turut membantu proses pemulihan cacar air. Bagaimana cara membuatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 16/05/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
tanda cacingan

Perlu Tahu! Segudang Tanda Cacingan yang Sering Diabaikan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Infeksi menyebabkan autoimun

Bisakah Penyakit Infeksi Menyebabkan Terjadinya Autoimun?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Vaksin cacar air

Vaksin Cacar Air (Varisela), Ketahui Manfaat dan Jadwal Pemberiannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 8 menit