Selain Diare, Ini 5 Penyakit Infeksi yang Sering Menyerang Anak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/05/2020
Bagikan sekarang

Diare merupakan salah satu penyakit infeksi yang umum diderita anak, meski juga sering dialami oleh orang dewasa. Penyakit ini bahkan kadang tidak dianggap serius lagi. Padahal, diare yang berkepanjangan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang cukup serius. Oleh karena itu, diare pada anak harus diatasi dengan cepat dan tepat. Lalu, apalagi penyakit infeksi pada anak yang sering terjadi?

Berbagai penyakit infeksi pada anak

Sistem kekebalan tubuh pada anak yang belum sekuat orang dewasa membuat anak rentan mengalami penyakit infeksi. Ditambah lagi dengan kebiasaan anak yang masih suka memasukkan apa pun ke dalam mulutnya, tidak rajin cuci tangan, dan main di tempat yang kotor.

Penyakit infeksi ini bisa disebabkan oleh virus atau bakteri yang ada di sekitar anak. Berikut ini beberapa penyakit infeksi yang sering diderita anak, selain diare.

1. Cacingan

cacingan pada anak

Jika Anda perhatikan anak Anda sering menggaruk bokongnya, mungkin si kecil mengalami cacingan. Anak rentan sekali mengalami cacingan karena memang anak lebih sering bermain di luar ruangan dibandingkan orang dewasa. Belum lagi kesadaran anak untuk menjaga kebersihan masih kurang.

Misalnya saja, setelah bermain di luar, anak langsung memegang makanan dan makan tanpa cuci tangan terlebih dahulu. Hal ini memungkinkan cacing atau telur cacing yang menempel di tanah atau di air bisa masuk ke dalam tubuh anak dan kemudian berkembang biak di usus.

Untuk mencegah hal ini, disarankan agar anak selalu rajin cuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah keluar dari toilet. Rutin minum obat cacing setiap 6 bulan sekali juga disarankan untuk mencegah cacingan.

2. RSV

batuk dan pilek pada anak

Respiratory syncytial virus (RSV) adalah penyakit infeksi pada saluran pernapasan. Penyakit infeksi pada anak ini biasanya tidak serius. Namun, jika anak Anda masih berusia di bawah 2 tahun atau mempunyai penyakit jantung atau paru-paru, atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, infeksi ini dapat menyerang paru-paru dan menyebabkan pneumonia.

Jika buah hati Anda menunjukkan gejala seperti pilek, hidung meler, batuk, hidung mampet, masalah pernapasan, dan mudah rewel, hati-hati mungkin anak mengalami RSV. Segera periksakan gejala ini ke dokter.

3. Cacar air

anak cacar air

Cacar air merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Gejala pertama yang muncul biasanya berupa bintik-bintik merah kecil di tubuh anak, diikuti dengan demam dan badan lemas. Penyakit ini bisa menular dari seorang anak ke anak lainnya, melalui kontak langsung dengan bintik-bintik cacar air, bersin, maupun batuk.

Oleh karena itu, jika anak mengalami cacar air, sebaiknya istirahat di rumah saja agar tidak menular ke teman-temannya atau orang sekitarnya. Penularan cacar air mungkin tidak langsung terlihat. Biasanya, cacar air akan menular pada anak yang belum pernah cacar air dan muncul 10-21 hari setelah paparan atau setelah anak berinteraksi dengan anak lain yang sedang cacar air.

4. Kutu kepala

kutu rambut

Nah, selain penyakit-penyakit tersebut di atas, penyakit kutu kepala juga termasuk penyakit pada anak yang harus diwaspadai. Kutu kepala biasanya menular dari anak lain, bisa karena main bersama, tidur bersama, saling pinjam bando atau topi, dan lain sebagainya.

Biasanya anak dengan kutu kepala akan menunjukkan gejala seperti suka menggaruk kepala, kulit kepala gatal (lebih parah saat malam hari), dan ruam merah di kepala karena terlalu sering menggaruk. Anda bisa menyisir rambut anak dalam keadaan kering atau basah dengan sisir kutu untuk mengetahui anak terserang kutu kepala atau tidak.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan ...

Artikel dari ahli Arinda Veratamala, S.Gz

Zat Besi Sangat Penting Bagi Bayi, Berapa Banyak yang Dibutuhkannya?

Saat bayi menginjak usia 6 bulan, ASI saja sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan zat besi bayi. Nah, jika terjadi kekurangan zat besi, apa sih dampaknya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
kebutuhan zat besi bayi

Makanan Padat Bayi Sebaiknya yang Seperti Apa?

Bayi yang tadinya biasa menerima makanan dalam bentuk cair (ASI), harus belajar menerima makanan padat. Nah, makanan padat bayi sebaiknya yang seperti apa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
makanan padat untuk aanak

Bayi Baru Belajar Makan, Berapa Banyak Porsi yang Harus Diberikan?

Memberi makanan pertama bayi merupakan tantangan khusus bagi ibu. Salah-salah, asupan gizi bayi bisa kurang. Nah, berapa banyak sebaiknya bayi diberi makan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
makanan pertama bayi
READ MORE FROM Arinda Veratamala, S.Gz

Yang juga perlu Anda baca

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

5 Obat Tradisional yang Membantu Penyembuhan Cacar Air Secara Alami

Selain pengobatan medis, obat tradisional yang berasal dari beberapa bahan alami turut membantu proses pemulihan cacar air. Bagaimana cara membuatnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Apa Saja Perbedaan Cacar Air dan Campak?

Cacar air dan campak sama-sama menimbulkan ruam merah di kulit. Meski tampak mirip, keduanya berbeda. Apa saja perbedaan cacar air dan campak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Mengenal Marasmus, Masalah Gizi Penyebab Kematian Anak

WHO mencatat marasmus adalah penyebab kematian pada 500 ribu anak di negara berkembang. Apa itu marasmus dan apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan ...

Direkomendasikan untuk Anda

Infeksi menyebabkan autoimun

Bisakah Penyakit Infeksi Menyebabkan Terjadinya Autoimun?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
Vaksin cacar air

Memahami Cara Kerja dan Kegunaan Vaksin Cacar Air

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
Salep untuk cacar air

Salep Apa yang Baik untuk Mengatasi Gatal Cacar Air?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
Jenis cacar

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020