Campak

Ditinjau secara medis oleh dr. S.T. Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A · Kesehatan anak · Rumah Sakit EMC Pekayon


Ditulis oleh Risky Candra Swari · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

Campak
Salah satu penyakit yang kerap dialami anak-anak adalah campak. Para orangtua sebaiknya waspada dan memahami gejala terkait penyakit ini agar segera bisa diobati. Agar lebih tahu, mari simak informasi lengkap seputar campak berikut ini.

Apa itu penyakit campak?

Campak adalah penyakit infeksi pada anak yang disebabkan oleh virus paramyxovirus. Biasanya, virus ditularkan lewat kontak langsung dan melalui udara.

Campak atau tampek menginfeksi saluran pernapasan lalu menyebar ke seluruh tubuh.

Penyakit infeksi ini sebelumnya cukup umum terjadi pada anak-anak. Namun kini, penyakit ini hampir selalu dapat dicegah dengan vaksin.

Meski anak lebih umum mengalaminya, campak pada orang dewasa juga dapat terjadi. Bahkan, orang dewasa lebih mungkin mengalami komplikasi bila terkena penyakit ini.

Apa ciri-ciri anak terkena campak?

penyakit campak jerman pada anak

Gejala campak pada anak seringnya muncul sekitar 10—14 hari setelah seseorang terinfeksi virus. Gejala campak yang awalnya muncul adalah sebagai berikut.

Dua atau tiga hari setelah tanda awal muncul, menyusul gejala selanjutnya yaitu bintik-bintik putih kebiruan di dalam mulut pada lapisan dalam pipi.

Setelah itu, muncul ruam berwarna merah kecokelatan yang diawali dari sekitar telinga, kepala, leher, dan menyebar ke seluruh tubuh.

Ruam kulit ini berlangsung selama 5—6 hari, kemudian memudar. Anak biasanya akan merasa membaik dua hari setelah kemunculan ruam.

Kapan harus periksa ke dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda berpikir anak Anda terkena tampek. Selain itu, Anda pun perlu menghubungi dokter jika anak yang terkena penyakit ini memiliki kondisi sebagai berikut.

  • Masih bayi.
  • Sedang mengonsumsi obat penekan sistem imun.
  • Memiliki tuberkulosis, kanker, atau penyakit lain yang memengaruhi sistem imun.
  • Demam tidak turun.
  • Adanya masalah saluran pernapasan yang disertai sesak.
  • Anak tidak mau makan dan minum.

Jika si Kecil memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas atau ada pertanyaan lainnya, konsultasikan dengan dokter.

Apa penyebab dari penyakit campak?

Penyakit ini disebabkan oleh virus paramyxovirus yang sangat menular. Penularan dapat terjadi jika menghirup percikan air di udara dari bersin, batuk, atau ludah yang mengandung virus dari penderita.

Selain itu, menyentuh barang yang terkontaminasi virus juga bisa menyebabkan Anda mengalami penyakit ini.

Virus penyebab penyakit ini dapat bertahan di udara dan permukaan hingga lebih dari 2 jam lamanya.

Itu sebabnya, jika anak Anda menyentuh barang yang terkena percikan virus penyakit ini, lalu tidak sengaja mengucek mata, menempelkan tangan ke hidung atau mulut, si Kecil bisa ikut terinfeksi.

Penyakit ini juga dapat ditularkan oleh orang yang terinfeksi dari empat hari sebelum timbulnya gejala sampai empat hari setelah gejala sudah mulai mereda.

Dalam banyak kasus, jika tidak ditangani dengan baik, campak dapat menjadi penyakit endemik yang menyebabkan banyak kematian, terutama di kalangan anak-anak yang kekurangan gizi.

Faktor risiko penyakit campak

Bayi atau anak yang tidak divaksin berisiko tinggi terkena campak dan komplikasi lainnya, bahkan sampai kematian. Berikut adalah anak atau bayi yang berisiko terkena campak.

  • Bayi di bawah usia 12 bulan yang tidak diimunisasi campak.
  • Anak yang tinggal di area padat penduduk.
  • Bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif.
  • Perjalanan ke negara dengan tingkat campak tinggi.
  • Kekurangan vitamin A.

Setiap orang yang tidak kebal, tidak divaksin, atau sudah divaksin tapi tidak mengembangkan kekebalan tubuh, bisa terinfeksi campak.

Meski vaksin sudah marak di beberapa negara, penyakit infeksi ini masih umum terjadi di banyak negara berkembang, terutama di sebagian Afrika dan Asia.

Wabah campak bisa sangat mematikan di negara yang mengalami bencana alam atau konflik.

Tahukah Anda?

Data dari WHO menunjukkan bahwa sebelum vaksin campak digalakkan, epidemi penyakit ini terjadi setiap 2—3 tahun dan menyebabkan 2,6 juta kematian tiap tahunnya.
Namun, percepatan kegiatan imunisasi berdampak pada penurunan tingkat kematian. Selama tahun 20002018, vaksinasi campak mencegah sekitar 23,2 juta kematian.
Tingkat kematiannya secara global pun menurun sebesar 73%. Pada 2018, sebanyak 142.000 orang yang meninggal akibat penyakit infeksi ini. Kebanyakan dari mereka adalah anak di bawah usia 5 tahun.

Komplikasi campak

Kematian karena tampek pada anak dan bayi sering disebabkan oleh komplikasi yang serius. Ini sering terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun atau orang dewasa di atas usia 30 tahun.

Secara umum, Anak akan berisiko mengalami komplikasi jika:

  • masih berusia di bawah satu tahun,
  • anak yang kekurangan gizi,
  • memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena HIV/AIDS atau penyakit lainnya.

Berikut adalah komplikasi yang mungkin terjadi akibat penyakit campak.

Diagnosis penyakit campak

campak jerman rubella

Dokter Anda akan mendiagnosis penyakit yang diderita si Kecil berdasarkan karakteristik ruam yang berbentuk bintik kecil putih kebiruan dengan dasar merah terang (bintik koplik) di lapisan dalam pipinya.

Jika diperlukan, pemeriksaan darah dapat mengonfirmasi apakah ruam tersebut memang benar-benar gejala penyakit ini atau tidak.

Bagaimana cara mengatasi campak?

Sebenarnya, tidak ada pengobatan khusus untuk campak, termasuk pada anak. Alasannya, tidak seperti infeksi bakteri, campak atau tampek disebabkan oleh virus yang tidak sensitif terhadap antibiotik.

Meski begitu, beberapa obat mungkin akan dokter berikan untuk mengurangi gejala atau kondisi lain yang mungkin menyertainya.

Berikut adalah obat-obatan yang umum dokter berikan.

  • Obat penurun demam, seperti parasetamol atau ibuprofen. Hindari obat aspirin untuk anak karena dapat menimbulkan sindrom Reye’s.
  • Antibiotik. Obat antibiotik umumnya akan dokter berikan bila anak Anda juga mengalami pneumonia atau infeksi telinga akibat bakteri.
  • Vitamin A. Jenis vitamin ini umumnya diberikan pada anak dengan kadar vitamin A rendah untuk mengurangi keparahan penyakit.

Konsultasikan ke dokter sebelum mengonsumsi obat atau suplemen tambahan. Dosis dan aturan pakai setiap obat atau suplemen mungkin berbeda.

Perawatan rumahan penyakit campak

Virus dan gejala penyakit ini bisa hilang dalam waktu sekitar dua sampai tiga minggu. Selama masa ini, orangtua bisa melakukan beberapa cara untuk membuat si Kecil tetap merasa nyaman.

Berikut adalah cara merawat anak yang terkena campak di rumah.

  • Perbanyak istirahat.
  • Minum banyak air putih.
  • Gunakan humidifier untuk membuat udara lebih lembap guna meredakan sakit tenggorokan dan batuk pada anak.
  • Perhatikan asupan makanan bergizi untuk anak.
  • Batasi kontak dengan lingkungan sekitar untuk mencegah penularan.
  • Mandi air hangat untuk meredakan gatal karena ruam.

Pencegahan penyakit campak

mencegah anak terserang flu

Berikut adalah cara mengatasi tampek pada anak dan bayi agar si Kecil tidak terinfeksi.

  • Mendapatkan vaksin campak. Sesuai anjuran IDAI, vaksin campak direkomendasikan pada bayi usia 9 bulan serta booster saat berusia 18 bulan.
  • Mengurangi bepergian ke luar negeri atau tempat yang ramai.
  • Berikan ASI untuk mencegah infeksi ini pada bayi.
  • Rutin mendisinfeksi benda dan permukaan di rumah.
  • Ajak anak untuk rutin mencuci tangan.
  • Meningkatkan kekebalan tubuh anak dengan memberinya asupan bergizi, mendapatkan tidur yang cukup, serta ajak si Kecil rutin berolahraga.

Tanyakan kepada dokter untuk informasi lebih lanjut terkait hal ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. S.T. Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A

Kesehatan anak · Rumah Sakit EMC Pekayon


Ditulis oleh Risky Candra Swari · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

Iklan
Iklan
Iklan