home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cacar Air Pada Anak? Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Penyebab|Ciri & Gejala|Diagnosis|Komplikasi|Pengobatan|Pencegahan
Cacar Air Pada Anak? Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Cacar air merupakan salah satu penyakit menular dan biasanya mulai terjadi saat anak masih kecil. Nah, anak yang terjangkit cacar air perlu beristirahat di rumah agar lebih cepat pulih dan tidak menularkan penyakitnya pada orang lain. Lantas, apa saja penyebab, ciri-ciri atau gejalanya hingga cara mengatasi cacar air pada anak? Simak penjelasannya di bawah ini!

Penyebab

Penyebab cacar air pada anak

Penyebab cacar air yang bisa terjadi pada anak adalah paparan virus herpes varicella-zoster karena menular lewat droplet dari mulut penderita saat batuk atau bersin.

Dikutip dari Healthy Children, ini merupakan penyakit yang paling umum terjadi dan memengaruhi anak dengan usia di bawah 10 tahun.

Selain dari air liur, virus juga dapat menular dan berpindah melalui cairan yang ada di dalam bintik cacar.

Bahkan, ketika seseorang menghirup udara di sekitar penderita setelah bintik air baru pecah.

Tidak hanya itu saja, virus akan tetap menular sampai semua lepuhan pada kulit penderita mengering.

Ciri & Gejala

Apa ciri dan gejala cacar air pada anak?

Nah, gejala cacar air biasanya baru akan muncul 4-5 hari setelah anak mengalami demam.

Namun, berbeda dengan campak, ruam serta bintik air pada cacar muncul dalam 10-21 hari setelah anak pertama kali terpapar virus

Beberapa ciri-ciri dan gejala cacar air pada anak yang harus Anda perhatikan, yaitu:

  • Ruam kulit merah akan berubah menjadi bintik-bintik kecil melepuh dan terisi cairan atau disebut juga lenting cacar.
  • Kumpulan cacar baru akan muncul setelah 4-5 hari setelahnya.
  • Ruam kemerahan biasanya dimulai dari area sekitar kepala dan punggung, kemudian menyebar ke seluruh tubuh setelah 1-2 hari
  • Ruam atau lenting cacar juga umum terjadi dalam mulut, kelopak mata, dan kelamin
  • Demam. Semakin banyak lenting cacar yang mucul, semakin tinggi demam.
  • Rasa lelah dan tidak enak badan
  • Kehilangan nafsu makan

Diameter bintik atau lenting yang menjadi ciri-ciri cacar air pada anak biasanya tidak lebih dari 0.5 cm.

Lalu, perlu diketahui pula bahwa lentingan bisa menyebar lebih luas dan cepat pada anak dengan kondisi sistem imun yang lemah.

Setelah beberapa hari atau minggu, lenting akan mengering, mengelupas, dan menjadi keropeng.

Demam sebagai gejala cacar air biasanya akan memuncak (38,8º Celsius) di hari ketiga atau keempat.

Setelah bintik atau lenting cacar perlahan mengering, demam akan mulai menurun.

Namun, ada kemungkinan anak Anda tidak akan mengalami demam pada hari pertama cacar atau jika bintik tidak terlalu parah.

Diagnosis

Kapan harus membawa anak ke dokter?

Penyakit cacar air pada anak memang tidak memerlukan pengobatan medis secara khusus.

Akan tetapi, penyakit ini membuat kondisi kesehatan anak jadi sangat menurun.

Beberapa kondisi lainnya yang mengharuskan Anda segera membawa si kecil untuk berkonsultasi dengan dokter adalah:

  • Anak mengalami demam tinggi lebih dari 4 hari.
  • Anak kesulitan bernapas dan batuk secara menerus.
  • Lenting menyebabkan bagian kulit yang terdampak menjadi bengkak, merah, hangat, dan terasa perih.
  • Lenting mengeluarkan nanah atau cairan kekuningan.
  • Anak mengalami sakit kepala yang parah dan leher terasa kaku.
  • Anak sangat gelisah dan kselitan untuk bangu tidur.
  • Anak kesulitan untuk melihat dalam ruangan terang.
  • Anak mengalami muntah-muntah.

Umumnya diagnosis cacar air terbilang mudah. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi gejala cacar air.

Selanjutnya, dokter akan memberikan obat cacar air yang membantu meringangkan gejala dan mempersingkat fase perkembangan penyakit.

Komplikasi

Apakah cacar air pada anak bisa terjadi komplikasi?

Perlu diketahui oleh orangtua bahwa cacar air bisa menjadi penyakit yang cukup serius untuk siapa pun.

Begitu juga pada bayi, remaja, orang dewasa, wanita hamil, dan orang dengan kondisi sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Berikut beberapa komplikasi yang bisa terjadi, seperti:

  • Infeksi bakteri pada kulit, jaringan lunak, tulang, hingga sendi
  • Mengalami dehidrasi
  • Pneumonia
  • Radang otak (ensefalitis)
  • Sindrom Reye pada anak yang mengonsumsi aspirin
  • Kematian

Pengobatan

Bagaimana pengobatan dan cara mengatasi cacar air pada anak?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi serta mengobati cacar air.

Hal pertama, sebaiknya Anda memeriksakan si kecil ke dokter untuk mendapatkan obat cacar air untuk anak.

Meskipun penyakit ini bisa mereda dengan sendirinya, tetapi anak bisa merasa amat terganggu dan tidak nyaman dengan gejala cacar air tersebut.

Selain itu, apabila orang tua membiarkan cacar air berkembang begitu saja, justru bisa menyebabkan terjadinya risiko komplikasi seperti infeksi bakteri di kulit.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan di rumah untuk mengobati cacar air pada anak:

1. Pemberian obat acyclovir

Acyclovir adalah obat antivirus oral yang biasanya diberikan dalam waktu 24 jam setelah gejala pertama cacar air tampak.

Menurut penelitian dalam New England Journal of Medicine, acyclovir dapat mengurangi jumlah lenting cacar dan mempersingkat waktu sakit. Namun, tingkat komplikasi cacar air tidak dapat dikurangi.

Selain itu, Acyclovir harus digunakan rutin selama lima hari berturut-turut. Akan tetapi, obat ini dilaporkan memiliki sedikit efek samping.

Acyclovir juga bisa digunakan pada anak yang memiliki defisiensi sistem imun, mengonsumsi steroid, penyakit kulit atau paru krondisi yang lemah.

2. Redakan demam

Berikan acetaminophen sebagai obat cacar air pada anak untuk beberapa hari pertama jika ia menunjukkan gejala demam.

Namun, jangan berikan ibuprofen karena dikhawatirkan menyebabkan risiko efek samping infeksi strep parah.

Jangan pula berikan aspirin pada balita dan anak kecil yang terjangkit cacar air karena efek sampingnya berupa kerusakan otak.

3. Cegah anak agar tidak menggaruk

Lenting atau bintik cacar air dapat menimbulkan rasa gatal, sehingga ia akan sering menggaruk bagian kulit tertentu.

Padahal, terdapat risiko komplikasi akibat terus-menerus menggaruk bagian kulit yang terkena cacar air, yaitu infeksi kulit oleh bakteri.

Oleh karena itu, menghentikan kebiasaan menggaruk menjadi langkah awal untuk mengobati cacar air pada anak, yaitu:

  • Rutin menggunting kuku anak agar tetap pendek.
  • Pastikan anak selalu mencuci tangan dengan sabun secara teratur agar terhindari dari kuman penyakit yang mungkin menginfeksi kulitnya.
  • Jangan biarkan anak menggaruk dan mengorek bintil cacar, terutama pada wajah.
  • Di malam hari, coba untuk memakaikan sarung tangan, baju panjang, kaos kaki yang menutupi bagian kulit yang terdampak cacar air.
  • Anak perlu mengenakan pakaian longgar dan lembut agar kulit anak bisa bernapas dan tidak mudah tergores.

4. Meredakan gatal

Air dingin bertindak sebagai kompres yang meringankan rasa gatal dan kemerahan akibat cacar.

Ajak anak untuk berendam air dingin setidaknya selama 10 menit setiap empat jam sekali pada beberapa hari pertama ia terkena cacar air.

Berendam aman dilakukan sebagai terapi rumahan cacar air pada anak karena cacar menular hanya melalui udara, bukan air.

Untuk melindungi lenting cacar agar tidak pecah, jangan gosok dengan handuk saat mengeringkan badan. Tepuk-tepuk perlahan tubuh sampai air menyerap kering.

Setelah mandi, Anda bisa aplikasikan bedak dingin (calamine) untuk meringankan gatal.

Jika anak mengeluhkan gatal yang amat sangat sehingga mengganggu tidur, berikan obat antihistamin yang dijual bebas di apotek.

5. Memperhatikan asupan makanan

Suhu tubuh yang panas, rasa nyeri, dan tidak nyaman juga akan menyebabkan anak jadi sulit makan.

Apalagi saat lenting atau bintik cacar air juga muncul di dalam mulut dan tenggorokan. Si kecil tentunya akan kesulitan untuk menelan makanan.

Oleh karena itu, sebagai obat cacar air pada anak penuhi kebutuhan cairannya dengan banyak minum air untuk menghindari dehidrasi.

Jika Anda memiliki bayi yang masih aktif menyusui, terus beri mereka ASI secara teratur.

Hindari memberikan makanan yang memiliki rasa kuat, asin, asam, atau pedas pada anak karena bisa membuat mulut terasa sakit.

Makanan yang lembut, halus, dan dingin (seperti sup, es krim bebas lemak, puding, agar-agar, kentang tumbuk, dan bubur) bisa jadi pilihan terbaik ketika anak cacar air.

6. Istirahat yang cukup

Selain tercukupi kebutuhan cairan dan nutrisi tubuhnya, pastikan juga anak mendapatkan istirahat yang cukup.

Istirahat dapat membentuk proses regenerasi sel-sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh untuk memberantas infeksi.

Selain itu, mengistirahatkan anak di rumah selama seminggu juga dapat menjadi langkah mencegahnya penularan penyakit cacar air.

Sebagian besar kasus cacar air pada anak terjadi setelah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.

7. Mengatasi nyeri pada kelamin

Nyeri akibat cacar air umum terjadi pada organ intim dan dapat sangat menyakitkan bagi anak Anda.

Jika anak perempuan mengeluhkan rasa sakit yang tidak tertahankan hingga menahan buang air kecil, ada yang bisa dilakukan orangtua.

Anda bisa melakukan anestesi lokal melalui salep yang mengandung xylocaine 2.5% yang dijual bebas di apotek.

Oleskan salep ini di vagina sesering mungkin, setiap 2-3 jam sekali, untuk meringankan rasa nyeri. Berendam air dingin juga akan sangat membantu.

Bisakah lenting cacar hilang?

Cacar air biasanya tidak meninggalkan bekas permanen pada kulit.

Kecuali jika anak terus menggaruk lentingnya sampai menimbulkan luka dan terinfeksi dengan bakteri penyebab impetigo.

Perlu diketahui pula bahwa menghilangkan bekas cacar membutuhkan waktu cukup lama, hingga setidaknya 6 – 12 bulan.

Pencegahan

Bisakah mencegah cacar air pada anak?

Pencegahan penyakit ini bisa dilakukan dengan imunisasi vaksin cacar air. Dokter merekomendasikan agar anak segera memperoleh vaksin jenis ini ketika:

  • Suntikan pertama pada umur 12-15 bulan.
  • Vaksin lanjutan ketika berumur 4-6 tahun.

Vaksin juga dapat diberikan untuk meringankan tingkat keparahan cacar air pada anak, terutama saat gejala sampai mengganggu aktivitas si kecil.

Pastikan anak Anda mendapatkan vaksin selambat-lambatnya lima hari setelah kontak pertama dengan virus.

Cara mendapatkan vaksin, hubungi dokter anak Anda atau datang ke pusat layanan ke sehatan terdekat.

Selain melalui vaksin, pencegahan cacar air juga bisa dilakukan dengan menghindari orang yang mengalami penyakit ini.

Cacar air biasanya hanya terjadi sekali. Setelahnya, tubuh anak akan membangun imunitas terhadap virus cacar di dalam tubuh seumur hidup.

Hingga saat ini, sangat jarang kasus cacar air yang kambuh saat dewasa. Kecuali apabila belum pernah mengalaminya sama sekali.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Chickenpox | About | Varicella | CDC. (2020). Retrieved 10 November 2020, from https://www.cdc.gov/chickenpox/about/index.html

Varicella (Chickenpox). (2020). Retrieved 10 November 2020, from https://www.healthychildren.org/English/health-issues/vaccine-preventable-diseases/Pages/Varicella-ChickenPox.aspx

Chickenpox (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 10 November 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/chicken-pox.html

Chickenpox – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 10 November 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chickenpox/symptoms-causes/syc-20351282

Chickenpox in Children. (2020). Retrieved 10 November 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/chickenpox-in-children

Kids, C. (2020). Chickenpox – Caring for Kids. Retrieved 10 November 2020, from https://www.caringforkids.cps.ca/handouts/chickenpox

How to care for children with chickenpox. (2020). Retrieved 10 November 2020, from https://www.aad.org/public/parents-kids/childhood-conditions/chicken-pox

Dunkle, L., Arvin, A., Whitley, R., Rotbart, H., Feder, H., & Feldman, S. et al. (1991). A Controlled Trial of Acyclovir for Chickenpox in Normal Children. New England Journal Of Medicine, 325(22), 1539-1544. doi: 10.1056/nejm199111283252203

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 26/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x