backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

3

Tanya Dokter
Simpan

8 Cara Jitu Mengobati Cacar Air pada Anak

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 22/02/2023

8 Cara Jitu Mengobati Cacar Air pada Anak

Cacar air merupakan penyakit menular akibat infeksi virus Varicella Zoster yang lebih sering menyerang anak-anak. Tidak ada cara atau obat khusus untuk menyembuhkan cacar pada anak. Namun. ada cara perawatan yang tepat untuk mengobati gejala cacar air pada anak dan membantunya cepat sembuh.

Cara mengobati cacar air pada anak

Saat merawat anak yang mengalami cacar air, Anda perlu mewaspadai setiap gangguan kesehatan yang mungkin muncul.

Mulai dari gejala cacar air yang menyebabkan deman hingga ruam kulit merah yang menyebabkan rasa gatal.

Nah, meskipun penyakit cacar air bisa mereda dengan sendirinya, tetapi anak bisa merasa amat terganggu dan tidak nyaman dengan gejala cacar air tersebut.

Selain itu, apabila gejala yang mengganggu ini dibiarkan, komplikasi bisa terjadi. Salah satunya, yaitu infeksi bakteri di kulit.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan di rumah untuk mengobati atau mengatasi cacar air pada anak.

1. Memberikan obat penghilang rasa sakit

hufagripp anak

Sebelum memunculkan bentol yang berisi cairan (lenting), cacar air umumnya lebih dulu menimbulkan gejala demam pada anak dan nyeri di seluruh badan.

Nah, untuk mengatasi gejala awal cacar pada anak ini, si Kecil bisa mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen khusus anak.

Meski obat-obat ini bisa diberi bebas di apotek, Anda sebaiknya konsultasi dulu ke dokter untuk menentukan dosis yang tepat sesuai dengan kebutuhan si Kecil.

Namun, jangan mencoba memberikan obat pereda nyeri aspirin. Pasalnya, penggunaan aspirin untuk anak dapat menyebabkan komplikasi serius yang disebut dengan sindrom Reye.

2. Memperhatikan asupan makanan

Nyeri dan rasa tidak nyaman pada tubuh sering membuat anak kesulitan makan. Apalagi, jika bintik cacar juga timbul di area mulut.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari makanan yang membuat rasa sakit di mulut, seperti makanan yang asin, asam, atau pedas.

Makanan yang lembut, halus, dan dingin (seperti sup, es loli bebas gula, atau bubur) bisa jadi pilihan terbaik ketika anak cacar air.

3. Jaga asupan cairan

anak minum air putih

Dalam mengobati cacar air, pastikan Anda memenuhi kebutuhan cairan pada anak dengan banyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi.

Jika cacar air terjadi pada bayi yang masih aktif menyusui, terus beri mereka ASI secara teratur.

Selain memberi air putih, Anda juga bisa memberikan es batu untuk anak. Selain untuk menjaga cairan tubuh, mengemut es batu juga bisa menenangkan mulut anak yang sakit karena cacar air.

4.  Beristirahat yang cukup

Selain memperhatikan asupan, pastikan juga anak beristirahat dan tidur yang cukup. Tidur yang cukup dapat membantu memperkuat sistem imun si Kecil untuk melawan infeksi.

Mengistirahatkan anak di rumah juga dapat mencegah penularan penyakit cacar air. Sebagian besar kasus cacar air terjadi setelah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.

Jadi, jika anak Anda terkena cacar air, jangan membiarkannya kembali bersekolah sampai ruam cacar mengering, biasanya sekitar 10–14 hari setelah kemunculan gejala pertama.

5. Gunting kuku dan gunakan sarung tangan 

cara memotong kuku anak

Rasa gatal di kulit akibat cacar air memang tidak tertahankan sehingga anak cenderung ingin menggaruknya. Padahal, menggaruk bukanlah cara mengatasi cacar air yang tepat pada anak.

Menggaruk dapat menyebabkan lenting cacar air menjadi pecah, menimbulkan luka terbuka, sehingga rentan infeksi. Cacar air pun menjadi lebih lama sembuh.

Untuk menghindari garukan, pastikan kuku anak Anda pendek atau bila perlu gunakan sarung tangan pada anak, terutama saat ia tidur.

Pastikan juga anak menerapkan kebiasaan sehat, seperti mencuci tangan secara teratur, agar tangannya selalu bersih dari kuman penyakit yang mungkin menginfeksi kulitnya.

6. Meredakan gatal

Kebiasaan menggaruk bisa berhenti dengan sendirinya dengan cara menghilangkan atau setidaknya mengurangi rasa gatal itu sendiri.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan rasa gatal akibat lenting cacar air. Beberapa cara mengobati rasa gatal akibat cacar air pada anak di antaranya sebagai berikut.

  • Mengoleskan krim pelembab atau losion calamine.
  • Mengompres bagian kulit yang gatal dengan kompres dingin.
  • Mengonsumsi obat antihistamin. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan dosis dan aturan pakai yang tepat.

7. Gunakan pakaian yang nyaman

pakaian nyaman untuk mengatasi cacar air pada anak

Demam serta lenting yang muncul sering membuat anak Anda tidak nyaman atau bahkan kesakitan.

Untuk mengatasinya, anak perlu mengenakan pakaian yang nyaman yang tidak terlalu membuatnya panas atau kedinginan.

Melansir NHS Inform, kain katun yang longgar dan halus adalah yang terbaik dan akan membantu mencegah kulit menjadi sakit dan iritasi.

8. Pergi ke dokter saat gejala bertambah parah

Pada kasus dengan gejala parah atau anak Anda memiliki kondisi medis lain, terkadang cara perawatan seperti yang telah disebutkan di atas tidak cukup untuk mengobati cacar air pada anak.

Pada kondisi yang parah, sebaiknya Anda membawa anak ke dokter untuk mendapatkan pengobatan atau obat cacar air yang tepat.

Dokter mungkin akan memberikan pengobatan antivirus dengan acyclovir untuk menghentikan infeksi virus.

Untuk mengobati cacar air pada anak yang memiliki kondisi sistem imun yang lemah, dokter juga bisa menyuntikan immunoglobulin untuk menguatkan kerja sistem imun dalam melawan infeksi.

Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui cara mengobati atau menyembuhkan cacar air yang tepat pada anak Anda.

Gejala cacar air yang parah

Jika anak Anda memiliki gejala cacar air di bawah ini, sebaiknya bawa anak Anda ke dokter.
  • Demam yang berlangsung lebih dari 4 hari dengan suhu yang bisa mencapai lebih dari 38,9 derajat Celsius.
  • Area ruam mengeluarkan nanah atau menjadi merah, hangat, bengkak, atau sakit (tanda infeksi kulit).
  • Anak batuk atau sulit bernapas.
  • Muntah.
  • Leher anak kaku.
  • Kesulitan berjalan.
  • Anak sakit kepala.
  • Anak merasa sangat mengantu dan sulit bangun.
  • Tampak bingung.
  • Tampak sangat kesakitan.
  • Sakit perut yang parah.
  • Ruam dengan perdarahan atau memar.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 22/02/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan