Gangguan Sistem Pencernaan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Juli 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu gangguan sistem pencernaan (masalah pencernaan)?

Gangguan sistem pencernaan adalah berbagai jenis masalah yang terjadi pada sistem pencernaan tubuh. Meski sering dianggap sebagai hal sepele, gangguan pada sistem pencernaan ringan yang tidak diatasi dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius dan kronis.

Sistem pencernaan merupakan bagian tubuh yang rumit dan luas, yang dimulai dari mulut hingga anus. Sistem ini berperan dalam mengeluarkan kotoran dan membantu tubuh menyerap nutrisi yang penting. 

Munculnya masalah pada sistem pencernaan ini bukan hanya mengganggu aktivitas saja. Dampak buruknya bisa memengaruhi pertumbuhan karena tubuh mengalami gangguan dalam memperoleh nutrisi dari makanan maupun minuman.

Seberapa umumkah kondisi tersebut?

Gangguan sistem pencernaan sangat umum terjadi dan dapat menyerang segala usia, baik itu bayi yang baru lahir hingga lansia. Menurut Stanford Children’s Health, bayi paling sering mengalami masalah pencernaan berupa muntah-muntah, diare, dan  refluks asam lambung

Sementara orang dewasa, cenderung lebih sering mengalami gangguan pencernaan berupa asam refluks, ambeien, dan sembelit. Untungnya, gangguan sistem pencernaan ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko dan pengobatan dari dokter. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala masalah pencernaan?

Beragamnya masalah dan penyakit yang menyerang sistem pencernaan menyebabkan, gejala yang ditimbulkan juga beraneka ragam.

Berikut ini ada beberapa gejala dari gangguan sistem pencernaan yang disesuaikan dengan penyakit atau kondisi yang mendasari.

Sakit perut dan kram perut

Terganggunya sistem pencernaan umumnya menimbulkan sakit perut yang digambarkan dengan sensasi perut ditusuk-tusuk benda tajam. Kemudian, bisa juga menimbulkan kram perut, yakni menegang dan kakunya otot di sekitar perut.

Munculnya gejala gangguan sistem pencernaan ini bisa di area kanan bawah perut, tepat di bawah dada, maupun secara menyeluruh.

Berbedanya letak munculnya rasa sakit bisa membantu dokter mendiagnosis masalah kesehatan yang mendasarinya. Contohnya, masalah pencernaan berupa gastritis atau GERD umumnya menyebabkan perut mulas tepat di bawah dada.

Kembung, mual, dan muntah

Penyakit yang menyerang sistem pencernaan umumnya membuat perut jadi kembung atau penuh gas. Sensasi perut terasa penuh ini tentunya membuat Anda jadi mual dan ingin mengeluarkan isi perutnya supaya terasa lega.

Kondisi ini sering kali membuat seseorang jadi enggan untuk makan atau minum. Lambat laun, gejala ini dapat menyebabkan berat badan jadi menurun.

Diare atau sembelit

Berbagai masalah pencernaan dapat mengganggu kinerja usus sehingga menimbulkan gejala diare atau sembelit. Diare menandakan kondisi Anda yang terus buang air dengan feses cair.

Sementara sembelit menandakan kondisi sebaliknya, Anda jadi susah buang air besar bahkan memungkinkan keluarnya darah saat BAB.

Gejala lain yang menyertai

Gejala lain yang biasanya terjadi ketika Anda mengalami gangguan sistem pencernaan antara sakit kepala, tubuh kelelahan, kesulitan menelan, sakit tenggorokan, heartburn (sensasi panas di dada hingga tenggorokan), demam, atau rasa gatal atau perih pada anus.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Perawatan dokter dibutuhkan untuk meredakan gejala gangguan sistem pencernaan sekaligus mencegah terjadinya komplikasi. Terutama jika kondisinya tidak juga membaik setelah Anda melakukan perawatan di rumah atau ketika gejala mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penyebab

Apa penyebab gangguan sistem pencernaan?

Penyebab gangguan sistem pencernaan sangat beragam, bergantung dengan penyakit yang mendasari. Umumnya, berbagai hal yang bisa menyebabkan gangguan sistem pencernaan, meliputi:

Asam lambung berlebihan

Asam lambung diperlukan untuk mencerna makanan sekaligus mencegah terjadinya infeksi. Namun jika produksinya berlebihan, asam lambung bisa mengiritasi lambung dan lapisan perut yang akhirnya menimbulkan masalah pencernaan.

Infeksi

Penyebab masalah pencernaan yang umum bisa disebabkan oleh infeksi pada usus dan lambung.

Beberapa bakteri yang sering kali menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan antara H. pylori, E. coli, dan Salmonella. Selain bakteri, infeksi juga bisa disebabkan oleh virus, seperti rotavirus atau parasit.

Pola makan yang buruk

Sembelit dan diare adalah contoh gangguan pencernaan yang umum terjadi. Keduanya bisa menjadi kondisi maupun gejala dari suatu masalah kesehatan tertentu yang sistem pencernaan yang berhubungan dengan pola makan.

Ini meliputi kurangnya konsumsi makanan berserat, terlalu banyak makanan pedas dan tinggi lemak, tidak mengunyah makanan dengan baik, atau tidak menjaga kebersihan makanan.

Kelainan pada sistem pencernaan

Selain faktor di luar tubuh, gangguan sistem pencernaan juga bisa terjadi akibat adanya kelainan. Entah itu tubuh yang tidak bisa menghasilkan enzim yang membantu mencerna makanan, ketidaksempurnaan organ, maupun sistem imun yang tidak bekerja semestinya.

Penyebab tidak diketahui

Hingga kini, banyak masalah pencernaan yang tidak diketahui secara pasti penyebabnya, contohnya IBS (sindrom iritasi usus besar) atau usus buntu (apendisitis).

Namun, sebagian besar pakar kesehatan berpendapat kemungkinan besar ada kontribusi berbagai faktor lain yang meningkatkan risiko seseorang mengalami masalah pencernaan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kondisi tersebut?

Selain penyebab, ada beberapa hal yang membuat seseorang jadi lebih rentan terkena gangguan sistem pencernaan, yakni:

  • Usia. Semakin tua usia seseorang, semakin rendah kesehatan  maupun fungsi dari organ pencernaan yang dimiliki.
  • Genetik. Seseorang dengan keluarga yang memiliki gangguan sistem pencernaan serupa.
  • Stres dan masalah kejiwaan. Stres dan kesehatan mental sangat berkaitan erat dengan hormon tubuh yang mengatur sistem pencernaan.
  • Gaya hidup buruk. Keseringan merokok, minum alkohol, pola makan buruk, dan tidak menjaga kebersihan memperbesar risiko terjadinya peradangan dan infeksi.
  • Memiliki masalah kesehatan atau kondisi tertentu. Seseorang yang mengonsumsi obat NSAID atau hamil rentan mengalami gangguan sistem pencernaan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk masalah pencernaan?

Untuk menegakkan diagnosis gangguan sistem pencernaan apa yang Anda miliki, dokter akan lebih dahulu menanyakan gejala yang dialami.

Selanjutnya, dokter akan mengamati riwayat kesehatan Anda dan keluarga karena beberapa masalah pencernaan ada yang bersifat genetik atau diturunkan dari keluarga.

Untuk memastikan adanya luka, peradangan, infeksi, penyumbatan, maupun kinerja organ pencernaan yang terganggu, dokter akan meminta Anda melakukan tes kesehatan lebih lanjut, seperti:

  • Tes pencitraan, seperti CT scan, USG, atau rontgen dengan sinar X
  • Tes darah untuk melihat peningkatan jumlah sel darah putih pertanda infeksi
  • Tes feses untuk melihat adanya bakteri penyebab infeksi di feses
  • Tes kolonoskopi untuk melihat kondisi usus Anda menggunakan tabung tipis dan fleksibel yang dilengkapi kamera kecil

Beberapa di antaranya mungkin perlu menjalani tes kesehatan lain untuk membantu dokter dalam menegakan diagnosis sekaligus mengetahui penyebabnya.

Apa saja pilihan obat untuk masalah pencernaan?

Gangguan pencernaan yang menimbulkan gejala mengganggu bisa diredakan dengan berbagai obat yang tersedia di apotik maupun toko obat. Beberapa obat tersebut bisa didapat dengan atau tanpa resep dokter.

Beberapa obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi gangguan sistem pencernaan, meliputi:

Selain minum obat, beberapa gangguan sistem pencernaan mungkin butuh proses pembedahan. Contohnya, kasus radang usus buntu yang sebagian besar harus melewati operasi pengangkatan usus buntu yang bermasalah.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah pencernaan?

Selain pengobatan dokter, Anda yang memiliki gangguan sistem pencernaan perlu juga melakukan perawatan di rumah, meliputi:

  • Makan sedikit tapi sering, memilih makanan yang aman untuk lambung, cukup serat dan makan tepat waktu.
  • Minum cukup air agar tubuh tidak dehidrasi saat diare dan mencegah terjadinya sembelit.
  • Olahraga dengan rutin agar sistem pencernaan dan mental tetap sehat.
  • Tidak tidur setelah makan dan posisikan kepala lebih tinggi saat tidur.
  • Makan dengan tenang dan tidak terlalu minum banyak air.
  • Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol atau minuman berkafein.
  • Memilih pakaian atau aktivitas yang tidak menekan perut.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Manfaat Bahan-bahan Herbal untuk Pengobatan Gangguan Lambung

Tak jarang orang memilih obat alami untuk bantu atasi maag. Apakah sajakah obat herbal yang bisa membantu atasi sakit maag? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Gastritis, Health Centers 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Beda Gangguan Lambung Biasa dengan Maag?

Gangguan lambung biasa tentu memiliki gejala yang berbeda dengan maag. Keduanya memiliki gejala yang menganggu dan perlu segera diatasi.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
gangguan lambung
Gangguan Pencernaan, Health Centers 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Beda Sakit Maag, Dispepsia, dan GERD?

Ada beberapa macam sakit lambung yang masing-masingnya memiliki gejala tertentu. Maka itu, ketahui perbedaan antara maag, dispepsia, dan GERD.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
perbedaan maag dan gerd
Gangguan Pencernaan, Health Centers 18 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makan kekenyangan

Perut Begah Akibat Makan Kekenyangan? Ini Cara Cepat Mengatasinya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 3 menit
makan tidak teratur

6 Dampak Buruk Akibat Makan Tidak Teratur

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 3 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
tanda cacingan

Perlu Tahu! Segudang Tanda Cacingan yang Sering Diabaikan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 10 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
bahan kimia alat masak celiac

Bahan Kimia pada Alat Masak Antilengket Tingkatkan Risiko Penyakit Celiac

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit