Komplikasi Kehamilan yang Harus Anda Waspadai di Tiap Trimester

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/01/2020
Bagikan sekarang

Kehamilan merupakan kabar membahagiakan bagi semua pasangan. Namun, kehamilan juga tidak mudah untuk dijalani. Pasalnya dilansir dari laman National Institute of Health, tidak menutup kemungkinan ada komplikasi dan penyakit pada ibu hamil yang terjadi selama kehamilan. Beberapa di antaranya bahkan bisa berujung fatal. Berikut penjelasan lengkap seputar kompliaksi kehamilan di setiap trimester.

Komplikasi kehamilan di trimester pertama

Meski masih awal kehamilan, penyakit pada ibu hamil bisa saja terjadi bahkan sampai mengalami komplikasi kehamilan. Beberapa kondisi kesehatan yang perlu diwaspadai di antaranya:

1. Hiperemesis gravidarum

rahim sakit saat hamil

Morning sickness termasuk tanda hamil muda yang paling umum dan ini beda dengan hiperemesis gravidarum

Hiperemesis gravidarum adalah komplikasi kehamilan trimester pertama yang ditandai dengan muntah-muntah parah. Bahkan sampai dapat menyebabkan dehidrasi dan muntah darah jika tidak segera diobati.

Mual dan muntah gejala hamil muda biasanya dimulai sekitar minggu ke-6 kehamilan dan berhenti pada minggu 14-16.

Namun, mual dan muntah Anda mungkin pertanda hiperemesis gravidarum jika makin memuncak di minggu ke-20 dan terus berlanjut sepanjang kehamilan. Ini adalah salah satu jenis penyakit pada ibu hamil yang bisa menjadi komplikasi kehamilan.

Gejalanya:

Ketika mengalami salah satu penyakit pada ibu hamil ini, Anda mungkin akan lebih sering muntah ketimbang waktu hamil muda.

Volume cairan muntah khas hiperemesis gravidarum mungkin lebih banyak dari morning sickness biasa. Selain mual dan muntah parah, hiperemesis gravidarum juga ditandai dengan:

  • Penurunan berat badan drastis (sekitar 2,5 sampai 10 kilogram atau lebih)
  • Nafsu makan menurun
  • Merasa ingin pingsan 

Komplikasi kehamilan ini tentu mengkhawatirkan karena dapat menyebabkan diri ibu dan janin kekurangan nutrisi. Mengonsumsi makanan kering dan yang rasanya hambar mungkin dapat membantu Anda mengatasinya. 

2. Infeksi saluran kencing (ISK)

gejala endometriosis

Apakah selama kehamilan Anda sering menahan buang air kecil? Hati-hati, Anda berisiko tinggi terkena infeksi saluran kencing atau ISK. 

ISK adalah salah satu penyakit pada ibu hamil yang harus didiagnosis secepatnya. Sekitar 10 persen perempuan mengalami ISK saat hamil trimester pertama.

Ibu hamil rentan kena ISK karena hormon kehamilan mengubah jaringan saluran kencing dan membuat Anda lebih rentan untuk terkena infeksi.

ISK disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang saluran kemih dan kandung kemih. Jika tidak segera diatasi, ada sejumlah bahaya ISK pada ibu hamil.

Beberapa di antaranya seperti infeksi ginjal dan menyebabkan bayi lahir prematur. Ini adalah salah satu jenis penyakit pada ibu hamil yang bisa menjadi komplikasi kehamilan.

Gejalanya:

Ada beberapa gejala ISK sebagai penyakit ibu hamil yang bisa Anda kenali, yaitu:

  • Sakit atau merasa panas saat buang air kecil
  • Sering ingin buang air kecil
  • Urine berbau tidak sedap dan terlihat berwarna keruh
  • Perut bagian bawah terasa tertekan
  • Demam
  • Mual
  • Sakit punggung

Jika Anda mengalami salah satu gejala penyakit pada ibu hamil yang bisa menjadi komplikasi kehamilan, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. Jika Anda terbukti kena ISK, dokter akan memberikan antibiotik untuk mengobati infeksi. Beberapa ibu hamil mungkin mengalami ISK tanpa merasakan gejala yang pasti. 

3. Hamil ektopik

hamil anggur, hamil di luar kandungan, kehamilan ektopik, molar pregnancy

Kondisi komplikasi kehamilan berikutnya yang merupakan penyakit pada ibu hamil adalah kehamilan ektopik. Hal ini terjadi ketika sel telur yang berhasil dibuahi malah tertanam di luar rahim. Itu sebabnya kehamilan ektopik juga sering disebut sebagai “hamil di luar kandungan”.

Meski Anda memiliki kondisi penyakit pada ibu hamil ini, Anda juga masih tetap mungkin mengalami beberapa gejala kehamilan normal, seperti payudara yang sakit, kelelahan, dan mual. Jika Anda menggunakan test pack pun mungkin mendapatkan hasil yang positif.

Gejalanya:

Tanda dan gejala dari komplikasi kehamilan ini bermacam-macam, dan berbeda di setiap wanita. Akan tetapi, gejala hamil ektopik yang paling umum adalah:

  • Perdarahan vagina ringan
  • Mual dan muntah
  • Nyeri pada perut bawah
  • Kram perut
  • Nyeri pada satu sisi tubuh
  • Pusing atau lemas
  • Pingsan (jarang terjadi)

Namun, banyak wanita tidak memiliki gejala komplikasi kehamilan sama sekali. Maka, jika Anda merasa adanya kejanggalan selama kehamilan sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

4. Keguguran

stress akibat keguguran

Perdarahan vagina berupa 1-2 tetes flek darah merah muda biasanya pertanda proses implantasi embrio ke dinding rahim.

Namun, hati-hati jika volume darahnya banyak, berwarna merah terang layaknya darah segar, dan berlangsung lama. Ini dapat menjadi pertanda keguguran. Ini adalah salah satu jenis penyakit pada ibu hamil yang bisa menjadi komplikasi kehamilan.

Keguguran dini (early miscarriage) adalah komplikasi kehamilan yang sering terjadi di kehamilan trimester satu.

Berbagai laporan menunjukkan bahwa setelah test pack menunjukkan hasil positif, sekitar 10-20 persen kehamilan berakhir keguguran. Bahkan keguguran sering terjadi diam-diam sebelum Anda sadar sedang hamil.

Gejalanya:

  • Bercak darah dari vagina, ringan sampai berat
  • Punggung bawah terasa nyeri atau kram parah
  • Vagina mengeluarkan cairan atau jaringan
  • Sakit perut parah
  • Demam
  • Lesu

Namun, keguguran juga bisa terjadi di trimester kedua. Oleh karenanya, jangan sepelekan hal perdarahan yang terjadi selama kehamilan.

Komplikasi kehamilan di trimester kedua

Semakin besar kandungan Anda, besar juga kemungkinan untuk mengalami komplikasi kehamilan. Terutama bila asupan nutrisi dan gizi ibu hamil serta bayi tidak terkontrol dengan baik. Adapun beberapa penyakit pada ibu hamil yang sering terjadi di trimester kedua yaitu:

1. Anemia

takut hamil

Anemia adalah penyakit darah rendah yang cukup umum terjadi pada ibu hamil. Anemia menyebabkan jumlah sel darah merah Anda lebih sedikit dari normalnya.

Anemia juga bisa terjadi jika sel-sel darah merah tidak mengandung cukup hemoglobin, protein yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Bila dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi kehamilan yang serius.

Wanita adalah kelompok orang yang rentan mengalami anemia. Di masa kehamilan, kebutuhan pasokan darah Anda bertambah dua kali lipat sehingga risiko mengalami anemia jadi lebih tinggi karena harus lebih banyak menyuplai darah ke janin. Kenali berbagai gejala yang menandai komplikasi kehamilan berikut ini:

Gejalanya:

Anemia bisa menimbulkan gejala berikut:

  • Badan terasa lemas atau cepat lelah
  • Pusing dan sakit kepala
  • Napas pendek
  • Wajah terlihat pucat
  • Sesak napas, jantung berdebar, tangan dan kaki terasa dingin

Komplikasi kehamilan seperti penyakit darah rendah pada ibu hamil umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi dan folat.

Maka dari itu, Anda akan disarankan untuk menaikkan jumlah asupan makanan tinggi zat besi dan folat selama masa kehamilan hamil. Anda bisa memerolehnya dari kacang-kacangan, biji-bijian, telur yang dimasak matang, dan sayuran.

Ibu hamil mungkin juga perlu mengonsumsi suplemen zat besi dan asam folat saat hamil. Ini penting untuk menghindari komplikasi kehamilan yang berbahaya. Namun, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum meminumnya.

2. Inkompetensi serviks

efek samping jamu rumput fatimah

Inkompetensi serviks adalah salah satu komplikasi kehamilan yang dapat terjadi di akhir trimester kedua. Kondisi ini dapat terjadi di sekitar minggu ke-20 kehamilan.

Serviks adalah leher rahim yang menjadi penghubung antara vagina dan rahim. Inkompentesi serviks terjadi ketika serviks tidak mampu menahan tekanan dari rahim yang makin besar selama hamil. Peningkatan tekanan ini lama-lama menipiskan dan melemahkan serviks sehingga menyebabkannya terbuka sebelum bulan kesembilan.

Lemahnya serviks bisa menyebabkan ketuban pecah dini dan kelahiran prematur. Karena kondisi janin belum siap untuk bertahan hidup di luar rahim, umumnya janin yang lahir tidak dapat diselamatkan. Ini adalah efek paling parah dari komplikasi kehamilan.

Gejalanya:

Berikut gejala dan tanda inkompetensi serviks yang menjadi salah satu komplikasi kehamilan dan patut Anda waspadai:

  • Panggul terasa pegal yang disebabkan karena tekanan pada rahim
  • Sakit punggung bawah
  • Kram perut ringan
  • Warna cairan keputihan tidak wajar (warna putih, kuning, atau kecokelatan)
  • Bercak darah

Wanita berisiko lebih tinggi terhadap salah satu jenis komplikasi kehamilan ini jika mereka pernah:

  • Trauma serviks sebelumnya, seperti robekan saat pernah melahirkan sebelumnya
  • Biopsi kerucut serviks
  • Pernah melakukan operasi lain pada leher rahim

3. Ketuban pecah dini

ketuban pecah sebelum waktunya

Air ketuban baru akan pecah ketika Anda melahirkan. Jika terjadi terlalu cepat, komplikasi kehamilan ini dapat menyebabkan masalah serius bagi keselamatan bayi. Ketuban disebut pecah terlalu dini jika terjadi di bawah usia kehamilan 37 minggu.

Kantung ketuban pecah dini dapat menyebabkan kelahiran prematur. Bayi harus dilahirkan secepatnya karena ia tidak lagi memiliki perlindungan terhadap infeksi.

Diperkirakan sekitar ¼ dari semua kelahiran prematur diakibatkan ketuban pecah dini. Kondisi ini merupakan salah satu jenis komplikasi kehamilan yang sering dialami oleh ibu hamil.

Gejalanya:

  • Semburan cairan tiba-tiba dari vagina Anda.
  • Sensasi ngompol dengan volume yang banyak.
  • Perasaan basah di vagina atau pakaian dalam.
  • Kontraksi biasanya akan terasa setelah kantung ketuban pecah.

Komplikasi kehamilan di trimester ketiga

Beberapa komplikasi kehamilan terkadang tidak bisa dihindari di trimester tiga. Menurut Baby Center, berikut beberapa kondisi komplikasi kehamilan yang perlu diwaspadai:

1. Diabetes gestasional

insomnia di awal kehamilan

Diabetes gestasional adalah penyakit kencing manis (gula darah tinggi) yang terjadi pada ibu hamil dan menjadi salah satu komplikasi kehamilan yang cukup umum.

Seorang perempuan bisa saja terkena diabetes saat hamil meski sebelumnya tidak memiliki riwayat pradiabetes atau diabetes. 

Kondisi komplikasi kehamilan ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Diabetes gestasional bisa berdampak buruk bagi ibu dan bayi.

Ibu hamil dengan diabetes gestasional lebih berisiko untuk mengembangkan diabetes mellitus setelah hamil. Risiko Anda mengalami diabetes gestasional kembali pada kehamilan berikutnya juga lebih tinggi.

Gejalanya:

Diabetes gestasional yang menjadi komplikasi kehamilan biasanya tidak menunjukkan gejala. Namun kadang, penyakit pada ibu hamil ini menunjukkan tanda seperti:

  • Merasa lelah, lemas, dan lesu
  • Sering kelaparan dan ingin makan terus
  • Sering kehausan
  • Sering buang air kecil

Penyakit pada ibu hamil ini dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti preeklampsia, kelahiran prematur, penyakit kuning (jaundice) pada bayi, dan ukuran badan bayi besar (makrosomia) yang dapat menyulitkan persalinan.

Itu kenapa ibu hamil harus menjalani tes diabetes pada awal trimester ketiga (di antara minggu 24 dan 28) untuk menghindari kondisi komplikasi kehamilan.

2. Preeklampsia

preeklampsia adalah

Preeklampsia adalah kondisi tekanan darah tinggi dan adanya protein dalam urine Anda. Komplikasi kehamilan ini biasanya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu. Antara 5 sampai 8 persen ibu hamil berisiko mengalami komplikasi kehamilan ini.

Tekanan darah tinggi saat hamil dapat membuat aliran darah sulit mencapai plasenta. Ini menyebabkan janin dalam rahim mengalami kekurangan nutrisi dan oksigen yang dibawa oleh darah ibu sehingga terjadi komplikasi kehamilan.

Preeklampsia bisa mengganggu kehamilan dan meningkatkan risiko kelahiran prematur. Jika tidak diobati, preeklampsia dapat menyebabkan komplikasi kehamilan seperti eklampsia (kejang), gagal ginjal, dan, kadang-kadang bahkan kematian pada ibu dan janin. Ini adalah dampak paling buruk dari komplikasi kehamilan.

Penyakit darah tinggi ini rentan terjadi pada perempuan yang hamil di usia remaja, ibu hamil saat berusia 35 tahun keatas, dan wanita yang baru pertama kali hamil.

Gejalanya:

  • Tekanan darah tinggi
  • Tinggi protein dalam urine
  • Berat badan naik tiba-tiba
  • Pembengkakan pada tangan dan kaki
  • Sakit kepala yang tidak hilang dengan obat
  • Kehilangan penglihatan
  • Penglihatan ganda atau  berbayang
  • Sakit di sisi tubuh bagian kanan Anda atau di daerah perut Anda
  • Mudah memar
  • Jumlah urine menurun
  • Sesak napas

Cek kandungan di trimester akhir sangat penting karena skrining dapat mendeteksi gejala preeklampsia sedini mungkin. Ini penting untuk menghindari komplikasi kehamilan.

Wanita seharusnya tidak pernah mengabaikan gejala penyakit pada ibu hamil satu ini. Cari perawatan medis darurat jika Anda memiliki pembengkakan yang muncul mendadak di kaki dan kaki, tangan, atau wajah.

3. Plasenta previa

tanda preeklampsia ibu hamil gejala preeklampsia

Dilansir dari Mayo Clinicplasenta previa adalah komplikasi kehamilan sering didiagnosis di akhir trimester kehamilan. Kondisi ini terjadi ketika plasenta menutupi sebagian atau total serviks ibu.

Plasenta previa dapat menyebabkan perdarahan hebat selama hamil dan saat melahirkan yang termasuk dalam komplikasi kehamilan. Anda akan membutuhkan operasi caesar untuk melahirkan bayi Anda jika mengalami plasenta previa.

Pada ibu hamil yang didiagnosis plasenta previa di awal kehamilan, kemungkinan sembuhnya cukup tinggi jika diobati dengan cepat.

Gejalanya:

Perdarahan pada vagina tiba-tiba tanpa rasa nyeri atau sakit bisa menjadi gejala komplikasi kehamilan ini. Beberapa wanita juga ada yang mengalami kontraksi dan dilanjutkan dengan perdarahan vagina. Perdarahan dapat berhenti kemudian lanjut lagi selama beberapa hari atau minggu setelahnya.

Gejala plasenta previa lainnya adalah kram atau nyeri parah di perut.

Dokter biasanya akan merekomendasikan beberapa hal untuk menghindari ibu hamil kontraksi dan komplikasi kehamilan.

Beberapa hal tersebut termasuk berhubungan seks, douching, menggunakan tampon, atau terlibat dalam kegiatan yang dapat meningkatkan risiko pendarahan Anda, seperti berlari, berjongkok, dan melompat yang bisa memicu komplikasi kehamilan.

4. Kelahiran prematur

wasir saat hamil

Kelahiran prematur terjadi ketika Anda sudah mengalami kontraksi dan melahirkan sebelum kehamilan Anda berusia 37 minggu. Semakin dini usia kehamilan Anda saat melahirkan prematur, akan semakin banyak komplikasi kehamilan yang terjadi pada bayi.

Beberapa wanita berisiko lebih besar untuk mengalami komplikasi kehamilan dalam hal persalinan prematur, apabila punya kondisi berikut:

  • Hamil kembar atau lebih
  • Memiliki infeksi pada kantung ketuban (amnionitis)
  • Mengalami kondisi kelebihan cairan ketuban (polyhydramnios)
  • Punya riwayat kelahiran prematur sebelumnya

Gejalanya:

  • Ibu mengalami diare
  • Sering buang air kecil
  • Nyeri di punggung bawah
  • Sesak di perut bagian bawah
  • Keputihan
  • Adanya tekanan pada vagina
  • Kontraksi tanda melahirkan yang menyakitkan sebelum usia kehamilan 37 minggu (bukan kontraksi palsu)
  • Perdarahan vagina.

Tanda dan gejala melahirkan prematur sering tidak disangka. Ini karena pada tiap kehamilan gejala yang muncul bisa berbeda-beda.

Seorang ibu hamil juga berisiko meninggal dunia apabila melahirkan prematur karena komplikasi pada kehamilan yang dijalaninya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Faktor Risiko Diabetes Gestasional yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil

Diabetes gestasional merupakan jenis diabetes yang dialami ibu hamil. Anda perlu mengetahui faktor risiko diabetes gestasional agar lebih waspada.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Apakah Anemia pada Ibu Hamil Bisa Menyebabkan Keguguran?

Anemia saat hamil sebenarnya merupakan hal yang normal terjadi. Namun, Ibu tetap harus mengatasi anemia karena jika dibiarkan dapat menyebabkan keguguran.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Hati-Hati, Banjir Bisa Berdampak Buruk Terhadap Kesehatan Ibu Hamil

Untuk ibu hamil, banjir memiliki dampak yang tak bisa disepelekan. Agar tak sampai membahayakan janin, yuk ketahui dampak apa saja yang bisa muncul.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Hati-Hati, Mirror Syndrome Bisa Mengintai Kesehatan Ibu dan Janin

Mirror syndrome terjadi akibat penumpukan cairan pada janin dan preeklamsia pada ibu hamil. Sebelum terkambat, ada langkah antisipatif yang bisa ditempuh.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda

Direkomendasikan untuk Anda

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
infeksi saluran kemih saat hamil

5 Cara Efektif Mencegah Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020
dampak memelihara hewan selama hamil

Hati-hati, Ini Risiko Memelihara Hewan Selama Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020
penyebab janin tidak terlihat di USG

3 Kemungkinan Penyebab Janin Tidak Terlihat di USG

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 02/03/2020