Komplikasi Kehamilan yang Harus Anda Waspadai di Tiap Trimester

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kehamilan merupakan kabar membahagiakan bagi semua pasangan. Namun, kehamilan juga tidak mudah untuk dijalani. Sebab tidak menutup kemungkinan ada komplikasi dan penyakit pada ibu hamil yang terjadi selama kehamilan. Beberapa di antaranya bahkan bisa berujung fatal. 

Komplikasi kehamilan di trimester pertama

1. Hiperemesis gravidarum

rahim sakit saat hamil

Morning sickness termasuk tanda hamil muda yang paling umum. Beda dengan hiperemesis gravidarumHiperemesis gravidarum adalah komplikasi kehamilan trimester pertama yang ditandai dengan muntah-muntah parah. Bahkan sampai dapat menyebabkan dehidrasi dan muntah darah jika tidak segera diobati.

Mual dan muntah gejala hamil muda biasanya dimulai sekitar minggu ke-6 kehamilan dan berhenti pada minggu 14-16. Namun, mual dan muntah Anda mungkin pertanda hiperemesis gravidarum jika makin memuncak di minggu ke-20 dan terus berlanjut sepanjang kehamilan.

Gejalanya:

Anda mungkin akan lebih sering muntah ketimbang waktu hamil muda. Volume cairan muntah khas hiperemesis gravidarum mungkin lebih banyak dari morning sickness biasa. Selain mual dan muntah parah, hiperemesis gravidarum juga ditandai dengan:

  • Penurunan berat badan drastis (sekitar 2,5 sampai 10 kilogram atau lebih).
  • Nafsu makan menurun.
  • Merasa ingin pingsan. 

Komplikasi kehamilan ini tentu mengkhawatirkan karena dapat menyebabkan diri ibu dan janin kekurangan nutrisi. Mengonsumsi makanan kering dan yang rasanya hambar mungkin dapat membantu Anda mengatasinya.

2. Infeksi saluran kencing (ISK)

gejala endometriosis

Infeksi saluran kencing atau ISK adalah salah satu penyakit pada ibu hamil yang harus didiagnosis secepatnya. Sekitar 10 persen perempuan mengalami ISK saat hamil trimester pertama. Ibu hamil rentan kena ISK karena hormon kehamilan mengubah jaringan saluran kencing dan membuat Anda lebih rentan untuk terkena infeksi.

 ISK disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang saluran kemih dan kandung kemih. Jika tidak segera diatasi, infeksi ini dapat berisiko menyebabkan infeksi ginjal dan menyebabkan bayi lahir prematur.

Gejalanya:

Ada beberapa gejala ISK yang bisa Anda kenali, yaitu:

  • Sakit atau merasa panas saat buang air kecil
  • Sering ingin buang air kecil
  • Urin berbau tidak sedap dan terlihat berwarna keruh
  • Perut bagian bawah terasa tertekan
  • Demam
  • Mual
  • Sakit punggung

Jika Anda mengalami salah satu gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. Jika terbukti Anda kena ISK, dokter akan memberikan antibiotik untuk mengobati infeksi.

Beberapa ibu hamil mungkin mengalami ISK tanpa merasa gejala pasti. 

3. Hamil ektopik

hamil anggur, hamil di luar kandungan, kehamilan ektopik, molar pregnancy

Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang berhasil dibuahi malah tertanam di luar rahim. Itu sebabnya kehamilan ektopik juga sering disebut sebagai “hamil di luar kandungan”.

Meski Anda memiliki kondisi ini, Anda juga masih tetap mungkin mengalami beberapa gejala kehamilan normal, seperti payudara yang sakit, kelelahan, dan mual. Jika Anda menggunakan test pack pun mungkin mendapatkan hasil yang positif.

Gejalanya:

Tanda dan gejala dari komplikasi kehamilan ini bermacam-macam, dan berbeda di setiap wanita. Tetapi gejala hamil ektopik yang paling umum adalah:

  • Perdarahan vagina ringan.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri pada perut bawah.
  • Kram perut.
  • Nyeri pada satu sisi tubuh.
  • Pusing atau lemas
  • Pingsan (jarang terjadi).

Namun, banyak wanita tidak memiliki gejala sama sekali. Maka, jika Anda merasa adanya kejanggalan selama kehamilan sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

4. Keguguran

stress akibat keguguran

Perdarahan vagina berupa 1-2 tetes flek darah merah muda biasanya pertanda proses implantasi embrio ke dinding rahim. Namun, hati-hati jika volume darahnya banyak, berwarna merah terang layaknya darah segar, dan berlangsung lama. Ini dapat menjadi pertanda keguguran.

Keguguran dini (early miscarriage) adalah komplikasi yang sering terjadi di kehamilan trimester satu. Berbagai laporan menunjukkan bahwa setelah test pack menunjukkan hasil positif, sekitar 10-20% kehamilan berakhir keguguran. Bahkan keguguran sering terjadi diam-diam sebelum Anda sadar sedang hamil.

Gejalanya:

  • Bercak darah dari vagina, ringan sampai berat
  • Punggung bawah terasa nyeri atau kram parah
  • Vagina mengeluarkan cairan atau jaringan
  • Sakit perut parah
  • Demam
  • Lesu

Namun, keguguran juga bisa terjadi di trimester kedua.

Komplikasi kehamilan di trimester kedua

1. Anemia

takut hamil

Anemia adalah penyakit darah rendah yang cukup umum terjadi pada ibu hamil. Anemia menyebabkan jumlah sel darah merah Anda lebih sedikit dari normalnya. Anemia juga bisa terjadi jika sel-sel darah merah tidak mengandung cukup hemoglobin, protein yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Wanita adalah kelompok orang yang rentan mengalami anemia. Namun di masa kehamilan, kebutuhan pasokan darah Anda bertambah dua kali lipat sehingga risiko mengalami anemia jadi lebih tinggi karena harus lebih banyak menyuplai darah ke janin.

Gejalanya:

Anemia bisa menimbulkan gejala berikut:

  • Badan terasa lemas; cepat lelah.
  • Pusing dan sakit kepala
  • Napas pendek
  • Wajah terlihat pucat
  • Sesak napas, jantung berdebar, tangan dan kaki terasa dingin

Penyakit darah rendah pada ibu hamil umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi dan folat. Maka, Anda akan disarankan untuk menaikkan jumlah asupan makanan tinggi zat besi dan folat selama hamil. Misalnya kacang-kacangan, biji-bijian, telur yang dimasak matang, dan sayuran.

Ibu hamil mungkin juga perlu mengonsumsi suplemen zat besi dan asam folat saat hamil. 

2. Inkompetensi serviks

efek samping jamu rumput fatimah

Inkompetensi serviks adalah salah satu komplikasi kehamilan yang dapat terjadi di akhir trimester kedua. Kondisi ini dapat terjadi di sekitar minggu ke-20 kehamilan.

Serviks adalah leher rahim yang menjadi penghubung antara vagina dan rahim. Inkompentesi serviks terjadi ketika serviks tidak mampu menahan tekanan dari rahim yang makin besar selama hamil. Peningkatan tekanan ini lama-lama menipiskan dan melemahkan serviks sehingga menyebabkannya terbuka sebelum bulan kesembilan.

Kelemahan serviks bisa menyebabkan ketuban pecah dini dan kelahiran prematur. Karena kondisi janin belum siap untuk bertahan hidup di luar rahim, umumnya janin yang lahir tidak dapat diselamatkan.

Gejalanya:

Berikut gejala dan tanda inkompetensi serviks yang perlu Anda waspadai:

  • Panggul terasa pegal yang disebabkan karena tekanan pada rahim
  • Sakit punggung bawah
  • Kram perut ringan
  • Warna cairan keputihan tidak wajar (warna putih, kuning, atau kecokelatan)
  • Bercak darah

Wanita berisiko lebih tinggi terhadap inkompetensi serviks jika mereka pernah:

  • Trauma serviks sebelumnya, seperti robekan saat pernah melahirkan sebelumnya
  • Biopsi kerucut serviks
  • Pernah melakukan operasi lain pada leher rahim

3. Ketuban pecah dini

ketuban pecah sebelum waktunya

Air ketuban baru akan pecah ketika Anda melahirkan. Jika terjadi terlalu cepat, komplikasi kehamilan ini dapat menyebabkan masalah serius bagi keselamatan bayi. Ketuban disebut pecah terlalu dini jika terjadi di bawah usia kehamilan 37 minggu.

Kantung ketuban pecah dini dapat menyebabkan kelahiran prematur. Bayi harus dilahirkan secepatnya karena ia tidak lagi memiliki perlindungan terhadap infeksi. Diperkirakan sekitar ¼ dari semua kelahiran prematur diakibatkan ketuban pecah dini.

Gejalanya:

  • Semburan cairan tiba-tiba dari vagina Anda.
  • Sensasi ngompol dengan volume yang banyak.
  • Perasaan basah di vagina atau pakaian dalam.
  • Kontraksi biasanya akan terasa setelah kantung ketuban pecah.

Komplikasi kehamilan di trimester ketiga

1. Diabetes gestasional

insomnia di awal kehamilan

Diabetes gestasional adalah penyakit kencing manis (gula darah tinggi) yang terjadi pada ibu hamil. Seorang perempuan bisa saja terkena diabetes saat hamil meski sebelumnya tidak memiliki riwayat pradiabetes atau diabetes. 

Kondisi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Diabetes gestasional bisa dapat berdampak buruk bagi ibu dan bayi. Ibu hamil dengan diabetes gestasional lebih berisiko untuk mengembangkan diabetes mellitus setelah hamil. Risiko Anda mengalami diabetes gestasional kembali pada kehamilan berikutnya juga lebih tinggi.

Gejalanya:

Diabetes gestasional biasanya tidak menunjukkan gejala. Namun kadang, penyakit pada ibu hamil ini menunjukkan tanda seperti:

  • Merasa lelah, lemas, dan lesu
  • Sering kelaparan dan ingin makan terus
  • Sering kehausan
  • Sering buang air kecil

Penyakit pada ibu hamil ini dapat meningkatkan risiko preeklampsia, kelahiran prematur, penyakit kuning (jaundice) pada bayi, dan ukuran badan bayi besar (makrosomia) yang dapat menyulitkan persalinan.

Itu kenapa ibu hamil harus menjalani tes diabetes pada awal trimester ketiga (di antara minggu 24 dan 28).

2. Preeklampsia

preeklampsia adalah

Preeklampsia adalah kondisi tekanan darah tinggi dan adanya protein dalam urin Anda. Komplikasi kehamilan ini biasanya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu. Antara 5 sampai 8 persen ibu hamil berisiko mengalami komplikasi kehamilan ini.

Tekanan darah tinggi saat hamil dapat membuat aliran darah sulit mencapai plasenta. Ini menyebabkan janin dalam rahim mengalami kekurangan nutrisi dan oksigen yang dibawa oleh darah ibu.

Preeklampsia bisa mengganggu kehamilan dan meningkatkan risiko kelahiran prematur. Jika tidak diobati, preeklampsia dapat menyebabkan eklampsia (kejang), gagal ginjal, dan, kadang-kadang bahkan kematian pada ibu dan janin.

Penyakit darah tinggi ini rentan terjadi pada perempuan yang hamil di usia remaja, ibu hamil saat berusia 35 tahun keatas, dan wanita yang baru pertama kali hamil.

Gejalanya:

  • Tekanan darah tinggi
  • Tinggi protein dalam urin
  • Berat badan naik tiba-tiba
  • Pembengkakan pada tangan dan kaki
  • Sakit kepala yang tidak hilang dengan obat
  • Kehilangan penglihatan
  • Penglihatan ganda atau  berbayang
  • Sakit di sisi tubuh bagian kanan Anda atau di daerah perut Anda
  • Mudah memar
  • Jumlah urin menurun
  • Sesak napas

Cek kandungan di trimester akhir sangat penting karena skrining dapat mendeteksi gejala preeklampsia sedini mungkin.

Wanita seharusnya tidak pernah mengabaikan gejala penyakit pada ibu hamil satu ini. Cari perawatan medis darurat jika Anda memiliki pembengkakan yang muncul mendadak di kaki dan kaki, tangan, atau wajah.

3. Plasenta previa

tanda preeklampsia ibu hamil gejala preeklampsia

Plasenta previa adalah komplikasi kehamilan sering didiagnosis di akhir trimester kehamilan. Kondisi ini terjadi ketika plasenta menutupi sebagian atau total serviks ibu.

Plasenta previa dapat menyebabkan perdarahan hebat selama hamil dan saat melahirkan. Anda akan membutuhkan operasi caesar untuk melahirkan bayi Anda jika mengalami plasenta previa.

Pada ibu hamil yang didiagnosis plasenta previa di awal kehamilan, kemungkinan sembuhnya tinggi jika diobati dengan cepat.

Gejalanya:

Perdarahan pada vagina tiba-tiba tanpa rasa nyeri atau sakit bisa menjadi gejala komplikasi kehamilan ini. Beberapa wanita juga ada yang mengalami kontraksi dan dilanjutkan dengan perdarahan vagina. Perdarahan dapat berhenti kemudian lanjut lagi selama beberapa hari atau minggu setelahnya.

Gejala plasenta previa lainnya adalah kram atau nyeri parah di perut.

Dokter biasanya akan merekomendasikan beberapa hal untuk menghindari ibu hamil kontraksi. Beberapa hal termasuk berhubungan seks, douching, menggunakan tampon, atau terlibat dalam kegiatan yang dapat meningkatkan risiko pendarahan Anda, seperti berlari, berjongkok, dan melompat.

4. Kelahiran prematur

wasir saat hamil

Kelahiran prematur terjadi ketika Anda sudah mengalami kontraksi dan melahirkan sebelum kehamilan Anda berusia 37 minggu. Semakin dini usia kehamilan Anda saat melahirkan prematur, akan semakin banyak komplikasi kesehatan yang terjadi pada bayi.

Beberapa wanita berisiko lebih besar untuk persalinan prematur, apabila punya kondisi berikut:

  • Hamil kembar atau lebih
  • Memiliki infeksi pada kantung ketuban (amnionitis)
  • Mengalami kondisi kelebihan cairan ketuban (polyhydramnios)
  • Punya riwayat kelahiran prematur sebelumnya

Gejalanya:

  • Ibu mengalami diare
  • Sering buang air kecil
  • Nyeri di punggung bawah
  • Sesak di perut bagian bawah
  • Keputihan
  • Adanya tekanan pada vagina
  • Kontraksi tanda melahirkan yang menyakitkan sebelum usia kehamilan 37 minggu (bukan kontraksi palsu)
  • Perdarahan vagina.

Tanda dan gejala persalinan prematur sering tidak disangka. Tiap kehamilan, berbeda-beda gejalanya. Seorang ibu hamil juga berisiko meninggal dunia apabila mengalami kelahiran prematur.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca