Normalkah Jika Keluar Keputihan Selama Masa Kehamilan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Anda pernah mengalami keputihan saat hamil? Akan ada banyak perubahan yang terjadi pada tubuh wanita sepanjang masa kehamilan. Satu di antaranya yang mungkin juga bikin waswas adalah keluarnya keputihan tiba-tiba. Apakah keputihan saat hamil itu normal atau harus segera diobati? Berikut penjelasan lengkapnya.

Keluar keputihan saat hamil, normal atau tidak?

keputihan setelah berhubungan

Keputihan merupakan hal yang normal terjadi pada tubuh wanita selayaknya berkeringat atau buang air kecil. Pada wanita yang tidak hamil, keluarnya keputihan menandakan vagina mereka sedang membersihkan dirinya sendiri sekaligus melindungi dari risiko infeksi.

Lantas, bagaimana jika mengalami keputihan saat hamil? Tidak usah khawatir. Keluarnya keputihan sebelum dan saat hamil pada dasarnya menggambarkan fungsi pembersihan vagina yang tetap berjalan baik.

Kondisi keputihan saat hamil yang normal

Dikutip dari Healthline, keputihan saat hamil adalah kondisi yang normal bila teksturnya tipis, bening atau putih susu, dan aromanya ringan (tidak terlalu pekat).

Keputihan juga termasuk sebagai salah satu tanda awal kehamilan. Cairan keputihan saat hamil disebut dengan leukorrhea. Keputihan dapat mulai muncul sedini dua minggu setelah pembuahan, bahkan sebelum Anda sadar sudah telat menstruasi.

Kondisi keputihan saat hamil juga umumnya tetap tergolong wajar jika masih terus berlanjut sepanjang kehamilan. Cairan keputihan biasanya cenderung keluar paling banyak pada trimester akhir kehamilan.

Di minggu terakhir kehamilan, ibu hamil akan melihat bahwa cairan keputihan saat hamil memiliki garis lendir kental yang bersatu dengan darah. Ini merupakan tanda awal persalinan dan ibu hamil tidak perlu panik.

Meski begitu, tidak semua wanita hamil akan selalu mengalami keputihan. Ada beberapa ibu hamil yang mengalami keputihan dalam jumlah lebih banyak dibandingkan sebelum dirinya hamil, ada pula yang tidak.

Apa penyebab keputihan saat hamil?

pembalut bikin susah hamil

Seperti penjelasan di atas, keluarnya keputihan saat hamil adalah tanda vagina masih berfungsi baik untuk membersihkan dan melindungi dirinya sendiri secara rutin. Keputihan tidak selalu menjadi tanda bahaya atau komplikasi kehamilan yang harus diwaspadai.

Semasa kehamilan, leher rahim (serviks) dan dinding vagina akan semakin melunak akibat meningkatnya produksi hormon estrogen.

Peningkatan hormon hamil juga akan memengaruhi aliran darah yang menuju area vagina sehingga jadi lebih banyak dan lancar dari biasanya. Kondisi inilah yang kemudian memicu keluarnya keputihan saat hamil.

Selama hamil, leher rahim dan dinding vagina menjadi lebih lembut dan lebih banyak menghasilkan lendir atau disebut keputihan. Hal ini karena tubuh lebih banyak menghasilkan hormon estrogen dan lebih banyak darah mengalir ke daerah leher rahim selama kehamilan.

Keputihan saat hamil sebenarnya berfungsi untuk melindungi leher rahim atau vagina dari bakteri atau kuman dari luar. Dengan begitu, keputihan saat hamil bantu mencegah adanya infeksi vagina yang bisa berpindah ke rahim dan membahayakan janin.

Menjelang akhir kehamilan, kepala bayi yang menekan leher rahim juga bisa menyebabkan keputihan saat hamil muncul lebih banyak, seperti dikutip dari NHS.

Terkadang, Anda mungkin tidak bisa membedakan keputihan saat hamil dengan air kencing ketika teksturnya cukup cair. 

Kondisi keputihan saat hamil yang membuat Anda perlu ke dokter

Keputihan saat hamil memang normal terjadi, tetapi penting bagi Anda untuk tetap memantaunya. Jadi, jika sewaktu-waktu ada yang aneh dari keputihan Anda, segera periksakan ke dokter.

Jika Anda mengalami keputihan saat hamil dan terjadi perubahan seperti di bawah ini, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Pasalnya, keputihan ini bisa jadi tanda dari infeksi vagina. Berikut ciri-cirinya:

  • Keputihan berubah warna, misal menjadi lebih kuning atau kehijauan
  • Mengeluarkan bau tidak sedap
  • Anda merasa gatal atau nyeri di vagina

Normalnya, keputihan saat hamil muncul ketika memiliki ciri-ciri seperti berwarna putih (seperti susu) dan jernih serta tidak mengeluarkan bau tak sedap.

Namun, jika seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa keputihan saat hamil bisa menandakan infeksi. Bila Anda mengalami infeksi jamur selama kehamilan, dokter akan merekomendasikan krim supositoria untuk menghindari infeksi jamur.

Cara membedakan keputihan saat hamil yang normal dan tidak

keputihan saat hamil

Meski keputihan saat hamil tergolong wajar, Anda tetap harus jeli melihat penampilannya, apakah normal atau tidak.

Cairan keputihan normal seharusnya berupa lendir agak kental dan lengket berwarna bening atau putih susu jernih dan tidak berbau menyengat.

Jumlah cairan yang keluar biasanya sedikit, tidak sampai membasahi celana dalam. Namun semakin tua usia kehamilan Anda, lambat laun volume keputihan juga cenderung makin banyak. Ini bertujuan untuk mempersiapkan tubuh, terutama vagina dalam menghadapi proses melahirkan

Di sisi lain, ada beberapa kondisi kesehatan tertentu yang bisa menyebabkan keputihan saat hamil jadi tidak normal. Berikut sejumlah masalah kesehatan selama kehamilan yang memengaruhi kesehatan vagina:

1. Keputihan tanda infeksi jamur (candidiasis)

Keputihan saat hamil bisa jadi tanda Anda terkena infeksi jamur vagina (candidiasis) apabila teksturnya berbongkah-bongkah disertai cairan kental berbusa dan berbau menyengat. Infeksi jamur candidiasis juga menyebabkan vagina terasa gatal atau panas karena terirititasi.

Dikutip dari Mom Junction, dokter spesialis kandung dr. Eric Grossman mengatakan sekitar satu dari empat wanita akan mengalami infeksi jamur vagina. Akan tetapi tenang saja karena kebanyakan kondisi ini tidak membahayakan bayi.

Meski infeksi jamur bisa mudah diobati dengan obat-obatan di apotek, ibu hamil tidak disarankan untuk asal beli dan pakai. Sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter mengenai rekomendasi untuk mengatasi keputihan saat hamil.

Untuk menghindari infeksi jamur, Anda bisa melakukan upaya pencegahan, yaitu:

  • Memakai pakaian longgar agar kulit bisa bernapas
  • Mengeringkan vagina setelah mandi, berenang, dan olahraga agar tidak lembap
  • Mengonsumsi makanan fermentasi untuk memelihara bakteri baik di dalam tubuh.

Keputihan saat hamil yang tidak normal juga menandakan komplikasi kehamilan. Segera hubungi dokter untuk konsultasi lebih lanjut karena bisa menjadi tanda palsenta previa atau plasenta abruptio.

2. Keputihan tanda infeksi bakteri (bacterial vaginosis)

Keputihan saat hamil yang menandakan bacterial vaginosis biasanya berupa lendir berwarna putih keruh, abu-abu, atau kuning pekat dengan aroma yang amis atau asam. Kadang kondisi ini juga disertai vagina yang terasa gatal dan kemerahan.

Sekitar 10-40 persen wanita hamil yang terinfeksi bacterial vaginosis berisiko mengalami persalinan prematur dan infeksi berupa cairan ketuban. Oleh karena itu, jangan abaikan keputihan yang Anda alami saat hamil jika warna dan teksturnya tak seperti biasanya.

3. Keputihan tanda keguguran

Keputihan saat hamil yang keluar dapat menandakan gejala keguguran atau kehamilan ektopik jika berupa lendir berwarna kecoklatan atau disertai bercak darah. Dua komplikasi kehamilan ini berpotensi bahaya bagi ibu dan bayi.

Meski bercak darah bisa jadi ciri hamil, keputihan saat sedang mengandung yang disertai dengan kondisi tersebut juga mungkin menandakan serviks yang terluka dari hubungan seksual saat hamil.

Kemungkinan lainnya bisa juga akibat pemeriksaan panggul, seperti pap smear saat hamil. Jika disebabkan oleh dua hal ini, keputihan saat hamil yang disertai bercak darah masih bisa dikatakan normal. Bercak darah ini akan perlahan menghilang seiring waktu.

4. Keputihan tanda penyakit menular seksual

Cairan keputihan saat hamil yang berwarna kuning atau kehijauan dengan bau tidak sedap mungkin menandakan gejala trikomoniasis.

Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan berat bayi rendah saat baru lahir. Sementara itu, keputihan saat hamil dengan warna kuning keruh berawan menandakan gonore.

Bagaimana cara mengatasi keputihan saat hamil?

tips menjaga kesehatan ibu hamil dengan pola hidup sehat

Keputihan saat hamil sering membuat risih dan mengganggu aktivitas. Bagaimana cara mengatasinya? Pertama, pastikan dulu keputihan saat hamil masih tergolong normal.

Agar bisa mengenalinya, Anda perlu tahu betul ciri-cirinya seperti yang telah disebutkan. Bila ragu, Anda bisa membicarakannya dengan dokter kandungan guna memastikan kondisi keputihan yang dialami memang tidak berbahaya.

Pakailah pantyliner jika Anda mengalami keputihan saat hamil tetapi ingin tetap nyaman beraktivitas. Anda juga tetap disarankan untuk senantiasa menjaga kebersihan diri dan area kewanitaan dengan:

  • Membiasakan mencuci tangan terlebih dulu sebelum menyentuh area vagina.
  • Membilas vagina dengan air bersih (tidak usah pakai pembersih vagina) dari depan ke belakang setiap kali habis kencing.
  • Hindari penggunaan tisu pembersih vagina (feminine wipes) dan vaginal douche karena justru dapat mengiritasi kulit vagina yang cenderung sensitif. Selain itu, hindari juga pembersih vagina berbahan kimia.
  • Hindari pakai baju terlalu ketat saat hamil. Sebaliknya, kenakan pakaian yang longgar dan berbahan adem. Hal ini juga berlaku ketika memilih pakaian dalam selama kehamilan agar area intim tetap bisa “bernapas”.
  • Rutin ganti celana dalam dan pantyliner saat keputihan yang keluar ketika hamil cukup banyak.
  • Mengeringkan daerah intim Anda usai mandi, berenang, buang air, dan berolahraga agar tidak terus-terusan lembap.

Bagaimana cara mencegah keputihan saat hamil?

Mencegah keputihan saat hamil tidak mungkin dilakukan karena keputihan merupakan hal yang normal. Namun, Anda bisa melakukan sesuatu untuk mencegah kemunculan infeksi vagina. 

Berikut ini hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah infeksi vagina karena keputihan saat hamil:

  • Tidak menggunakan pantyliner setiap hari selama keputihan karena bisa mengiritasi area vagina.
  • Tidak menggunakan tampon karena bisa memasukkan kuman baru ke dalam vagina.
  • Gunakan deterjen tanpa pewangi untuk mencuci pakaian dalam Anda. Bilas cucian sampai benar-benar bersih.
  • Hindari menggunakan sabun wangi atau cairan antiseptik yang ditambahkan ke dalam bak mandi.
  • Cuci tangan sebelum maupun sesudah menyentuh kemaluan Anda.
  • Pastikan vagina dilumasi dengan baik sebelum melakukan hubungan seksual untuk mencegah iritasi.
  • Pilih celana dalam dari bahan katun sehingga mudah menyerap keringat.
  • Pilih juga celana panjang, celana pendek, atau rok yang longgar untuk dipakai sehingga keringat tidak menumpuk di area sekitar vagina.
  • Bersihkan vagina dari depan ke belakang sehingga kuman atau bakteri yang ada di sekitar anus tidak tersebar ke daerah vagina.
  • Berhenti merokok karena merokok membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi vagina.
  • Konsumsilah makanan tinggi probiotik, seperti yoghurt karena probiotik dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik dalam vagina.

Jangan anggap remeh ketika cairan keputihan saat hamil berwarna aneh dan berbau amis, menyengat, dan tidak sedap. Sebaiknya, segera periksakan ke dokter dan hindari menggunakan obat-obatan yang dijual bebas kecuali atas saran dokter.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 20, 2018 | Terakhir Diedit: Januari 28, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca