Apa yang Menyebabkan Ketuban Pecah Sebelum Waktunya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kantung ketuban biasanya akan pecah di detik-detik menjelang Anda melahirkan. Ini adalah sinyal bahwa tubuh Anda sudah menunjukkan tanda-tanda mau melahirkan. Namun, beberapa ibu justru mengalami pecah ketuban jauh sebelum waktunya. Dalam dunia medis, istilah ketuban pecah dini adalah KPD dan juga disebut preterm premature rupture of membranes (PPROM). Apa yang dapat menyebabkan ketuban pecah dini?

Apa fungsi kantung ketuban?

Kantung ketuban adalah kantung yang berisi cairan dan berfungsi sebagai “rumah” bagi janin di dalam rahim. Cairan ketuban berfungsi untuk melindungi bayi, baik dari benturan luar maupun berbagai risiko infeksi yang bisa masuk melalui vagina. Air ketuban juga memungkinkan bayi Anda untuk bisa bergerak di dalam rahim.

Kantung ketuban terdiri dari dua selaput, yaitu chorion (lapisan terluar) dan amnion (lapisan dalam). Kedua lapisan ini bertektur sangat kuat dan elastis. Maka, akan butuh banyak tekanan atau penyebab lain untuk dapat membuat kantung ketuban pecah sebelum waktunya melahirkan.

Kantung ketuban pecah tanda mau melahirkan

Tubuh Anda sebenarnya tahu dan bisa memprediksi kapan waktu yang tepat ketuban akan pecah. Hal ini biasanya disebabkan oleh bayi yang secara alami bergerak menuju jalan lahir atau serviks. Tekanan yang dihasilkan oleh gerakan bayi kemudian dapat menyebabkan kantung ketuban pecah. Selain itu, pecahnya kantung ketuban juga bisa karena dipicu oleh reaksi alami tubuh ibu sendiri ketika telah terjadi kontraksi rahim.

Jika sudah tiba waktunya, tubuh akan memicu selaput ketuban robek. Kolagen yang terkandung dalam lapisan chorion jumlahnya juga akan menurun seiring waktu sehingga menyebabkan chorion melemah saat sudah memasuki waktu kelahiran. Pada gilirannya, cairan ketuban akan keluar dan proses kelahiran bisa segera dimulai.

Jika persalinan Anda dibantu dengan induksi, dokter mungkin akan merobek kantung ketuban Anda secara manual untuk memulai proses persalinan.

Apa itu kantung ketuban pecah dini (preterm premature rupture of membranes/PROM)?

Kantung ketuban ibu terbilang normal apabila pecah saat atau setelah proses persalinan dimulai. Namun, kantung ketuban juga bisa pecah lebih cepat mulai di minggu ke-37 atau lebih sebelum proses persalinan. Kondisi ini disebut dengan premature rupture of membrane (PROM).

PROM terjadi pada sekitar 10% kehamilan. Ketika ketuban sudah pecah tapi bayi tidak segera dilahirkan, dikhawatirkan akan terjadi infeksi yang juga membahayakan ibu dan bayi. Kondisi PROM tidak terlalu berbahaya karena bayi yang lahir di usia kehamilan 37 minggu atau lebih sudah siap untuk “hidup sendiri” sehingga tidak bermasalah jika segera dilahirkan. Statistik menunjukkan bahwa pada 90% ibu hamil yang mengalami pecah ketuban lebih cepat, persalinan akan terjadi dalam 24 jam.

PROM termasuk pecah ketuban yang masih normal. Namun, ketuban dikatakan pecah terlalu dini jika terjadi jauh sebelum minggu ke-37. Pecahnya ketuban terlalu dini di bawah minggu ke-37 disebut dengan preterm premature rupture of membrane (PPROM). Dalam dunia medis Indonesia, istilah untuk ketuban pecah dini adalah KPD.

KPD adalah komplikasi kehamilan yang berpotensi membahayakan. Ketuban pecah terlalu dini bisa menyebabkan ibu melahirkan bayi dalam kondisi prematur.

Apa penyebab ketuban pecah dini (KPD)?

Kebanyakan kasus ketuban pecah dini penyebabnya tidak diketahui. Namun, faktor-faktor di bawah ini adalah yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami KPD:

  • Peradangan atau infeksi pada selaput ketuban
  • Aktivasi dini enzim pada membran
  • Hamil kembar dengan satu kantung ketuban
  • Infeksi pada leher rahim, vagina, atau rahim
  • Leher rahim (serviks) terluka atau melemah
  • Pernah menjalani biopsi pada leher rahim
  • Riwayat kelahiran prematur
  • Rendahnya kadar kolagen dalam jaringan kantung ketuban
  • Terjadi perdarahan vagina selama lebih dari satu trimester
  • Volume cairan ketuban terlalu banyak
  • Bayi dalam posisi sungsang
  • Pernah melakukan amniocentesis di awal kehamilan
  • Melakukan olahraga berat atau menempatkan terlalu banyak tekanan pada tubuh
  • Merokok
  • Pola makan dan gizi yang buruk
  • Kekurangan asupan tembaga, vitamin C, atau seng
  • Kondisi sosial ekonomi yang rendah cenderung membuat ibu menerima perawatan prenatal yang kurang baik

Apa saja tanda dan gejala kantung ketuban pecah dini?

Gejala KPD adalah sama seperti ketuban pecah tanda melahirkan, yaitu kebocoran cairan dari vagina. Air ketuban bisa keluar menetes bocor, mengalir meleler, atau menyembur kuat seperti air kencing.

Semakin besar sobekan pada kantungnya, semakin banyak air ketuban yang keluar dari vagina. Menurut dokter kandungan Yvonne Bohn, MD, cairan ketuban akan terus mengalir keluar hingga 600-800 mililiter (sekitar 2-3 gelas) dari mulanya sobek.

Namun, tanda khas KPD adalah dari waktu kejadiannya. Ketuban yang pecah terlalu dini di bawah minggu ke-37 termasuk komplikasi preterm premature rupture of membrane (PPROM).

Jika usia kehamilan Anda masih terlalu muda, misalnya di pertengahan trimester 2 dan ketuban sudah pecah, ini tidak normal dan harus segera ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Membedakan air ketuban, air kencing dan keputihan

Banyak orang sulit membedakan cairan ketuban, air kencing, dan keputihan karena semuanya dinilai punya bentuk yang sama.

Jika Anda melihat keluar cairan bocor dari vagina, gunakan pembalut untuk menampung sementara. Setelah itu, sentuh, lihat, dan cium baunya.

Cairan ketuban biasanya terasa hangat, tidak berwarna (bening pucat), dan tidak berbau kuat. Aroma baunya jauh lebih manis, tidak pesing. Di sisi lain, air ketuban juga bisa mengandung sedikit darah sebagai pertanda bahwa waktu bersalin Anda sudah dekat.

Jika cairan yang keluar seperti lendir dan berwarna putih susu, bisa jadi itu adalah cairan keputihan.

Sementara cairan yang keluar berwarna kekuningan dan bau pesing adalah air kencing, bukan karena KPD.

Tes di dokter adalah cara diagnosis KPD paling akurat

Dokter dapat mendiagnosis ketuban pecah dini menggunakan dua metode berikut:

  1. Menempatkan spekulum ke dalam vagina untuk memeriksa genangan air ketuban. Dokter juga dapat mengumpulkan sampel dan memeriksa apakah ada infeksi atau tidak.
  2. Menggunakan tes amnicator. Nantinya dokter akan membasahi sampel air ketuban dengan pewarna pendeteksi pH nitrazine kuning. Warna nitrizine berubah dari kuning menjadi biru-kuning atau biru tua jika cairan tersebut memang air ketuban. Jika bukan air ketuban, nitrizine tidak akan berubah warna.

Jika kedua tes di atas tidak berhasil, maka Anda perlu menunggu lebih banyak cairan yang keluar untuk diuji sampelnya.

Apa yang harus dilakukan saat ketuban pecah dini?

Segera setelah air ketuban pecah, periksakan diri ke dokter kandungan. KPD adalah tanda mau melahirkan sehingga biasanya Anda juga akan merasakan setelah ketuban pecah.

Jika hasil tes benar menandakan preterm premature rupture of membrane, dokter akan mempertimbangkan langkah selanjutnya. Dokter dapat lebih dulu cek kandungan Anda untuk memastikan tidak ada infeksi pada rahim.

Jika kantung ketuban Anda pecah lebih dari 3 minggu sebelum hari persalinan, mungkin dokter akan langsung menginduksi atau justru segera melakukan operasi caesar. Ini akan membuat bayi lahir prematur, tapi butuh dilakukan agar bayi terhindar dari risiko infeksi lebih lanjut.

Jika kantung ketuban Anda pecah dalam waktu 3 minggu sebelum kelahiran, dokter akan menunggu tubuh ibu berkontraksi untuk memicu persalinan sendiri. Dokter mungkin juga dapat menyarankan induksi untuk mempercepat prosesnya.

Apabila persalinan masih dapat ditunda, dokter mungkin akan memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi dan membantu memperpanjang kehamilan Anda. Tentunya selama hal ini dinilai aman untuk Anda dan calon bayi.

Risiko komplikasi dan bahaya KPD bagi janin

Rentan terkena infeksi

Risiko terbesar dari kondisi kantung ketuban pecah dini adalah infeksi pada janin. Kantung dan cairan ketuban berfungsi sebagai pelindung untuk mencegah bakteri dan kuman lain masuk menginfeksi janin di dalam kandungan.

Ketika selaput ketuban pecah, perlindungan tersebut akan musnah sehingga umumnya janin jadi lebih rentan terkena penyakit selama dalam kandungan dan ketika lahir nanti.

Kantung ketuban yang rusak akan menjadi pertimbangan pertama kali. Sebab, semakin lama kantung ketuban dibiarkan pecah, semakin besar kesempatan bayi terkena infeksi. Maka dari itu, dokter biasanya akan segera menganjurkan pasien untuk menjalani pemeriksaan yang wajib dilakukan di rumah sakit. Setelahnya, baru diputuskan apa bayi harus dilahirkan segera atau tidak.

Namun apabila ketuban pecah dini sementara sobekannya kecil dan sisa cairannya masih cukup, kemungkinan Anda tidak perlu bersalin lebih awal. Tubuh akan terus memproduksi cairan ketuban untuk melindungi dirinya

Rentan mengalami masalah paru saat lahir

Sebelum usia kehamilan 23 minggu, bayi membutuhkan air ketuban agar paru-paru mereka dapat berkembang secara normal.

Apabila ketuban pecah terlalu dini, janin akan kehilangan air ketuban yang cukup banyak sehingga menghambat perkembangan paru-parunya. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit paru pada bayi, salah satunya hipoplasia paru.

Paru-paru bayi yang lahir prematur akibat KPD umumnya memiliki lebih sedikit sel paru-paru, saluran udara, dan alveoli. Ini membuat bayi Anda harus langsung dirawat di ruangan khusus atau NICU (Neonatal Intensive Care Unit) segera setelah ia lahir.

Bagaimana cara mencegah ketuban pecah dini?

Mengonsumsi vitamin C

Menurut beberapa hasil laporan yang diterbitkan dalam Iranian Red Crescent Medical Journal pada tahun 2013, konsumsi vitamin C dapat mencegah kelahiran prematur akibat kantung ketuban yang pecah sebelum waktunya.

Dalam penelitian ini disebutkan bahwa fsalah satu faktor risiko KPD adalah metabolisme kolagen. Peneliti menemukan konsumsi vitamin C selama kehamilan dapat mengubah metabolisme kolagen yang menguatkan selaput amnion dan chorion ketuban ibu hamil.

Hasil penelitian lain juga menunjukkan selain mencegah kelahiran prematur, rajin mengonsumsi vitamin C juga meningkatkan hasil skor Apgar bayi dan meningkatkan berat bayi.

Penelitian lain dalam publikasi tersebut juga melaporkan bahwa asupan vitamin C sebanyak 100 mg setelah usia kehamilan 20 minggu dapat sangat mengurangi risiko ketuban pecah dini. Temuan-temuan ini masih perlu diteliti lebih lanjut hubungannya antara vitamin C dan manfaatnya untuk mencegah KPD.

Menghindari rokok

Beberapa kasus KPD tidak diketahui penyebabnya. Namun, tidak ada salahnya ibu menjaga kehamilan dengan menerapkan pola hidup sehat. Hindari merokok atau pun menghirup asap rokok dapat membahayakan janin di dalam kandungan.

Rutin cek ke dokter

Selain itu, jangan lupa untuk selalu periksa ke dokter kandungan rutin setiap bulannya. Periksa kandungan dapat memberikan tanda-tanda peringatan bahaya kehamilan, termasuk masalah pada kantung ketuban.

Jika dokter mencurigai adanya masalah, mereka juga dapat untuk merencanakan perawatan serta penanganan. Dokter dapat meresepkan Anda beberapa vitamin prenatal yang dapat menjaga kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca