Apa yang Menyebabkan Ketuban Pecah Sebelum Waktunya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/01/2020 . 11 menit baca
Bagikan sekarang

Kantung ketuban biasanya akan pecah di detik-detik menjelang kelahiran. Pecahnya air ketuban menjadi sinyal bahwa tubuh bahwa Anda sudah menunjukkan tanda-tanda mau melahirkan. Namun, beberapa ibu justru mengalami pecah ketuban pecah dini jauh sebelum waktunya. Dalam dunia medis, ketuban pecah dini (KPD) adalah kondisi yang disebut preterm premature rupture of membranes (PPROM). Kira-kira, apa yang dapat menyebabkan ketuban pecah dini?

Apa fungsi kantung ketuban?

Kantung ketuban adalah kantung yang berisi cairan dan berfungsi sebagai “rumah” bagi janin di dalam rahim. Cairan ketuban berfungsi untuk melindungi bayi, baik dari benturan luar maupun berbagai risiko infeksi yang bisa masuk melalui vagina. Air ketuban juga memungkinkan bayi Anda untuk bisa bergerak di dalam rahim.

Kantung ketuban terdiri dari dua selaput, yaitu chorion (lapisan terluar) dan amnion (lapisan dalam). Kedua lapisan ini bertekstur sangat kuat dan elastis. Oleh karenanya, akan butuh banyak tekanan atau penyebab lain yang bisa membuat kantung ketuban pecah dini sebelum waktunya melahirkan.

Kantung ketuban pecah tanda mau melahirkan

Tubuh Anda sebenarnya tahu dan bisa memprediksi kapan waktu yang tepat ketuban seharusnya pecah untuk menghindari ketuban pecah dini. Hal ini biasanya disebabkan oleh bayi yang secara alami bergerak menuju jalan lahir atau serviks.

Tekanan yang dihasilkan oleh gerakan bayi kemudian dapat menyebabkan kantung ketuban pecah. Selain itu, ketuban pecah dini juga bisa terjadi karena dipicu oleh reaksi alami tubuh ibu sendiri ketika telah terjadi kontraksi rahim.

Jika sudah tiba waktunya, tubuh akan memicu selaput ketuban untuk robek dengan sendirinya. Prosesnya dimulai dari berkurangnya kadar kolagen dalam lapisan chorion seiring waktu.

Akibatnya, chorion melemah saat sudah memasuki waktu kelahiran. Pada gilirannya, cairan ketuban akan keluar dan proses kelahiran bisa segera dimulai.

Jika persalinan Anda dibantu dengan induksi, dokter mungkin akan merobek kantung ketuban Anda secara manual untuk memulai proses persalinan.

Apa itu kantung ketuban pecah dini (KPD)?

Kantung ketuban ibu terbilang normal apabila pecah saat atau setelah proses persalinan dimulai. Namun, kantung ketuban pecah dini bisa terjadi di minggu ke-37 atau lebih sebelum proses persalinan. 

Ketuban pecah dini atau KPD adalah kondisi yang terjadi pada sekitar 10 persen kehamilan. Ketika ketuban sudah pecah tapi bayi tidak segera dilahirkan, dikhawatirkan akan terjadi infeksi yang juga membahayakan ibu dan bayi. 

KPD adalah kondisi yang tidak terlalu berbahaya karena bayi yang lahir di usia kehamilan 37 minggu atau lebih sudah siap untuk “hidup sendiri” sehingga tidak bermasalah jika segera dilahirkan.

Statistik menunjukkan bahwa pada 90 persen ibu hamil yang mengalami ketuban pecah dini persalinannya akan terjadi dalam 24 jam.

Namun selain ketuban pecah dini atau yang disebut premature rupture of membrane (PROM), ada kondisi lain yang terjadi jauh sebelum minggu ke-37.

Pecahnya ketuban terlalu dini di bawah minggu ke-37 disebut dengan preterm premature rupture of membrane (PPROM). Di Indonesia, kondisi ini memiliki sebutan yang sama yaitu ketuban pecah dini (KPD).

KPD adalah komplikasi kehamilan yang berpotensi membahayakan. Ketuban pecah dini bisa menyebabkan ibu melahirkan bayi dalam kondisi prematur.

Apa penyebab ketuban pecah dini (KPD)?

Kebanyakan kasus ketuban pecah dini penyebabnya tidak diketahui. Namun, faktor-faktor di bawah ini adalah yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami KPD:

  • Peradangan atau infeksi pada selaput ketuban
  • Aktivasi dini enzim pada membran
  • Hamil kembar dengan satu kantung ketuban
  • Infeksi pada leher rahim, vagina, atau rahim
  • Leher rahim (serviks) terluka atau melemah
  • Pernah menjalani biopsi pada leher rahim
  • Riwayat kelahiran prematur
  • Rendahnya kadar kolagen dalam jaringan kantung ketuban
  • Terjadi perdarahan vagina selama lebih dari satu trimester
  • Volume cairan ketuban terlalu banyak
  • Bayi dalam posisi sungsang
  • Pernah melakukan amniocentesis di awal kehamilan
  • Melakukan olahraga berat atau menempatkan terlalu banyak tekanan pada tubuh
  • Merokok
  • Pola makan dan gizi yang buruk
  • Kekurangan asupan tembaga, vitamin C, atau seng
  • Kondisi sosial ekonomi yang rendah cenderung membuat ibu menerima perawatan prenatal yang kurang baik

Apa saja tanda dan gejala kantung ketuban pecah dini (KPD)?

Gejala KPD adalah sama seperti ketuban pecah tanda melahirkan, yaitu kebocoran cairan dari vagina. Air ketuban bisa keluar menetes bocor, mengalir, meleler, atau menyembur kuat seperti air kencing.

Semakin besar robekan pada kantungnya, semakin banyak air ketuban yang keluar dari vagina. Menurut dokter kandungan Yvonne Bohn, MD, cairan ketuban akan terus mengalir keluar hingga 600-800 mililiter (sekitar 2-3 gelas) dari robekan awal.

Namun, tanda khas KPD adalah waktu kejadiannya. Ketuban yang pecah terlalu dini di bawah minggu ke-37 termasuk komplikasi preterm premature rupture of membrane (PPROM).

Jika usia kehamilan Anda masih terlalu muda, misalnya di pertengahan trimester 2 dan ketuban sudah pecah, ini tidak normal dan harus segera ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Membedakan air ketuban, air kencing, dan keputihan

Banyak orang sulit membedakan cairan ketuban, air kencing, dan keputihan karena semuanya dinilai punya bentuk yang sama.

Jika Anda melihat cairan keluar dari vagina, gunakan pembalut untuk menampung sementara. Setelah itu, sentuh, lihat, dan cium baunya untuk bisa membedakannya.

Cairan ketuban biasanya terasa hangat, tidak berwarna (bening pucat), dan tidak berbau kuat. Aroma baunya jauh lebih manis dan tidak pesing. Di sisi lain, air ketuban juga bisa mengandung sedikit darah sebagai pertanda bahwa waktu bersalin Anda sudah dekat.

Jika cairan yang keluar seperti lendir dan berwarna putih susu, bisa jadi itu adalah cairan keputihan. Sementara cairan yang keluar berwarna kekuningan dan bau pesing adalah air kencing, bukan karena KPD.

Tes di dokter adalah cara diagnosis KPD paling akurat

Dokter dapat mendiagnosis ketuban pecah dini atau KPD adalah ketuban pecah dini menggunakan dua metode berikut:

Menaruh spekulum ke dalam vagina

Menempatkan spekulum ke dalam vagina dilakukan untuk memeriksa genangan air ketuban. Dokter juga dapat mengumpulkan sampel dan memeriksa apakah ada infeksi atau tidak.

Menggunakan tes amnicator

Nantinya, dokter akan membasahi sampel air ketuban dengan pewarna pendeteksi pH nitrazine kuning. Warna nitrazine berubah dari kuning menjadi biru-kuning atau biru tua jika cairan tersebut memang air ketuban. Jika bukan air ketuban, nitrazine tidak akan berubah warna.

Jika kedua tes di atas tidak berhasil, Anda perlu menunggu lebih banyak cairan yang keluar untuk diuji sampelnya.

Apa yang harus dilakukan saat ketuban pecah dini (KPD)?

Segera setelah air ketuban pecah dini, periksakan diri ke dokter kandungan. KPD adalah kondisi yang bisa jadi menandakan proses persalinan.

Jika hasil tes benar menandakan preterm premature rupture of membrane, dokter akan mempertimbangkan langkah selanjutnya. Dokter dapat lebih dulu mengecek kandungan Anda untuk memastikan tidak ada infeksi pada rahim.

Jika kantung ketuban Anda pecah dini lebih dari 3 minggu sebelum hari persalinan, mungkin dokter akan langsung menginduksi atau justru segera melakukan operasi caesar. Langkah ini memang akan membuat bayi lahir prematur, tapi butuh dilakukan agar bayi terhindar dari risiko infeksi lebih lanjut.

Jika kantung ketuban Anda pecah dini dalam waktu 3 minggu sebelum kelahiran, dokter akan menunggu tubuh ibu berkontraksi untuk memicu persalinan sendiri. Dokter mungkin juga dapat menyarankan induksi untuk mempercepat prosesnya.

Apabila persalinan masih dapat ditunda, dokter mungkin akan memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi dan membantu memperpanjang kehamilan Anda. Tentunya, selama hal ini dinilai aman untuk Anda dan calon bayi.

Risiko komplikasi dan bahaya KPD bagi janin

Pada janin, ketuban pecah dini bisa menimbulkan berbagai risiko kesehatan seperti:

Rentan terkena infeksi

Risiko terbesar dari kondisi kantung ketuban pecah dini adalah infeksi pada janin. Kantung dan cairan ketuban berfungsi sebagai pelindung untuk mencegah bakteri dan kuman lain masuk menginfeksi janin di dalam kandungan.

Ketika selaput ketuban robek dan pecah sebelum waktunya, perlindungan tersebut akan musnah. Oleh karena itu, kondisi ini umumnya membuat janin jadi lebih rentan terkena penyakit selama dalam kandungan dan ketika lahir nanti.

Kantung ketuban yang rusak akan menjadi pertimbangan dokter mengenai langkah selanjutnya yang akan dilakukan. Pasalya, semakin lama kantung ketuban dibiarkan pecah, semakin besar risiko bayi terkena infeksi.

Maka dari itu, dokter biasanya akan segera menganjurkan pasien untuk menjalani pemeriksaan yang wajib dilakukan di rumah sakit. Setelahnya, baru diputuskan apakah bayi harus dilahirkan segera atau tidak.

Namun, apabila ketuban mengalami pecah dini sementara sobekannya kecil dan sisa cairannya masih cukup, kemungkinan Anda tidak perlu bersalin lebih awal. Ini karena tubuh akan terus memproduksi cairan ketuban untuk melindungi dirinya.

Rentan mengalami masalah paru saat lahir

Sebelum usia kehamilan 23 minggu, bayi membutuhkan air ketuban agar paru-paru mereka dapat berkembang secara normal.

Apabila ketuban pecah dini, janin akan kehilangan air ketuban yang cukup banyak sehingga menghambat perkembangan paru-parunya. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit paru pada bayi, salah satunya hipoplasia paru.

Paru-paru bayi yang lahir prematur akibat ketuban pecah dini atau KPD adalah kondisi yang umumnya membuat bayi memiliki lebih sedikit sel paru-paru, saluran udara, dan alveoli.

Ini membuat bayi Anda harus langsung dirawat di ruangan khusus atau NICU (Neonatal Intensive Care Unit) segera setelah ia lahir.

Bagaimana cara mencegah ketuban pecah dini?

Untuk mencegah ketuban pecah dini saat hamil, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan, yaitu:

Mengonsumsi vitamin C

Dalam beberapa laporan yang diterbitkan dalam Iranian Red Crescent Medical Journal pada tahun 2013, konsumsi vitamin C dapat mencegah ketuban pecah dini. Artinya, mengonsumsi cukup vitamin C juga bisa mengurangi risiko kelahiran prematur akibat kantung ketuban yang pecah sebelum waktunya.

Dalam penelitian ini disebutkan bahwa salah satu faktor risiko ketuban pecah dini atau KPD adalah metabolisme kolagen. Peneliti menemukan konsumsi vitamin C selama kehamilan dapat mengubah metabolisme kolagen yang menguatkan selaput amnion dan chorion ketuban ibu hamil.

Hasil penelitian lain juga menunjukkan selain mencegah ketuban pecah dini dan kelahiran prematur, rajin mengonsumsi vitamin C juga meningkatkan hasil skor Apgar bayi dan meningkatkan berat bayi.

Penelitian lain dalam publikasi tersebut juga melaporkan bahwa asupan vitamin C sebanyak 100 mg setelah usia kehamilan 20 minggu dapat sangat mengurangi risiko ketuban pecah dini. 

Temuan-temuan ini masih perlu diteliti lebih lanjut hubungannya antara vitamin C dan manfaatnya untuk mencegah ketuban pecah dini atau KPD.

Menghindari rokok

Beberapa kasus ketuban pecah dini atau KPD sebenarnya tidak diketahui penyebabnya. Namun, tidak ada salahnya untuk menjaga kehamilan dengan menerapkan pola hidup sehat. 

Salah satu hal yang perlu dihindari agar kehamilan Anda terhindar dari komplikasi adalah asap rokok. Hindari merokok atau pun menghirup asap rokok karena dapat membahayakan janin di dalam kandungan dan memicu ketuban pecah dini.

Rutin cek ke dokter

Selain itu, untuk mencegah ketuban pecah dini, jangan lupa untuk selalu periksa ke dokter kandungan rutin setiap bulannya. Periksa kandungan dapat memberikan tanda-tanda peringatan bahaya kehamilan, termasuk masalah pada kantung ketuban.

Jika dokter mencurigai adanya masalah, mereka juga dapat untuk merencanakan perawatan serta penanganan. Dokter dapat meresepkan Anda beberapa vitamin prenatal yang dapat menjaga kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . 5 menit baca

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . 4 menit baca

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020 . 4 menit baca

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12/05/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca
tanda istri hamil

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 6 menit baca