Ketuban Pecah Dini, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Pecahnya air ketuban menjadi sinyal bahwa tubuh bahwa ibu hamil sudah menunjukkan tanda-tanda mau melahirkan. Namun, beberapa ibu justru mengalami pecah ketuban pecah dini jauh sebelum waktunya. Dalam dunia medis, ketuban pecah dini (KPD) adalah kondisi yang disebut preterm premature rupture of membranes (PPROM). Kira-kira, apa yang dapat menyebabkan kondisi ini?

Apa itu kantung ketuban pecah dini (KPD)?

air ketuban pecah

Ketuban pecah dini (KPD) adalah kondisi ketuban pecah sebelum waktunya. Mengutip dari Children Hospital of Philadelphia (CHOP), ketuban pecah dini dibagi menjadi dua kondisi. 

Pertama, ketuban pecah dini cukup bulan atau premature rupture of membrane (PROM) setelah usia kehamilan 37 minggu. Sementara itu ketuban pecah dini kurang bulan atau preterm premature rupture of membrane (PPROM) terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu. 

Kondisi ini terjadi pada sekitar 10 persen kehamilan. Ketika ketuban sudah pecah tapi bayi tidak segera dilahirkan, dikhawatirkan akan terjadi infeksi yang juga membahayakan ibu dan bayi. 

Ketuban pecah saat usia kehamilah cukup bulan tidak terlalu berbahaya karena bayi yang lahir di usia kehamilan 37 minggu atau lebih sudah siap untuk “hidup sendiri” sehingga tidak bermasalah jika segera dilahirkan.

Statistik dari Medscape menunjukkan bahwa pada 90 persen ibu hamil yang mengalami ketuban pecah dini persalinannya akan terjadi dalam 24 jam.

Berdasarkan data dari The PPROM Foundation, KPD yang terjadi kurang dari 37 minggu terjadi pada 2-4 persen hamil tunggal dan 7-20 persen terjadi pada kehamilan kembar. 

KPD adalah komplikasi kehamilan yang berpotensi membahayakan. Ketuban pecah dini bisa menyebabkan ibu melahirkan bayi dalam kondisi prematur.

Fungsi kantung ketuban adalah menahan, melindungi dari kerusakan, dan membantu mengatur suhu tubuh bayi. Cairan ketuban mengandung air, hormon, antibodi, dan nutrisi untuk janin.

Tidak hanya itu, cairan ketuban juga memiliki sifat bakteriostatik yang membantu mencegah infeksi ketuban.

Apa penyebab ketuban pecah dini (KPD)?

penyebab ketuban pecah lebih awal

Pecah ketuban jelang kelahiran (cukup bulan) bisa disebabkan oleh melemahnya selaput dari kontraksi. Pada ketuban pecah dini kurang bulan, disebabkan oleh infeksi pada rahim. 

Berikut penyebab ketuban pecah dini yang perlu diperhatikan:

Kondisi ketuban pecah sebelum waktunya menjadi faktor komplikasi pada sepertiga kelahiran bayi prematur.

Apa saja tanda dan gejala KPD?

ketuban pecah dini harus caesar

Gejala KPD sama seperti ketuban pecah sebagai tanda melahirkan, yaitu kebocoran cairan dari vagina. Air ketuban bisa keluar menetes bocor, mengalir, atau menyembur kuat seperti air kencing.

Semakin besar robekan pada kantungnya, semakin banyak air ketuban yang keluar dari vagina. Cairan ketuban akan terus mengalir keluar sebanyak 600-800 mililiter (sekitar 2-3 gelas) dari robekan awal.

Namun, tanda khas KPD adalah waktu kejadiannya. Ketuban yang pecah dini kurang bulan (di bawah minggu ke-37) termasuk komplikasi preterm premature rupture of membrane (PPROM).

Jika usia kehamilan masih terlalu muda, misalnya di pertengahan trimester dua kehamilan dan ketuban sudah pecah, ini tidak normal dan harus segera ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Membedakan air ketuban, air kencing, dan keputihan

emboli air ketuban emboli cairan amnion

Banyak orang sulit membedakan cairan ketuban, air kencing, dan keputihan karena semuanya dinilai punya bentuk yang sama.

Jika melihat cairan keluar dari vagina, gunakan pembalut untuk menampung sementara. Setelah itu, sentuh, lihat, dan cium baunya untuk bisa membedakannya.

Cairan ketuban biasanya terasa hangat, tidak berwarna (bening pucat), dan tidak berbau kuat. Aroma baunya jauh lebih manis dan tidak pesing. Biasa cairan ketuban ketika keluar tidak dapat ditahan, berbeda dengan air kencing yang masih bisa ditahan.

Di sisi lain, air ketuban juga bisa mengandung sedikit darah sebagai pertanda bahwa waktu bersalin sudah dekat.

Jika cairan yang keluar seperti lendir dan berwarna putih susu, bisa jadi itu adalah cairan keputihan. Sementara cairan yang keluar berwarna kekuningan dan bau pesing adalah air kencing, bukan karena KPD.

Bagaimana cara diagnosis ketuban pecah dini?

diagnosis ketuban pecah dini

Tes di dokter adalah cara diagnosis KPD paling akurat. Dokter dapat mendiagnosis ketuban pecah dini menggunakan dua metode berikut:

Menaruh spekulum ke dalam vagina

Menempatkan spekulum (cocor bebek) ke dalam vagina dilakukan untuk memeriksa genangan air ketuban. Dokter juga dapat mengumpulkan sampel dan memeriksa apakah ada infeksi atau tidak.

Menggunakan tes amnicator

Nantinya, dokter akan membasahi sampel air ketuban dengan pewarna pendeteksi pH nitrazine kuning.

Warna nitrazine berubah dari kuning menjadi biru-kuning atau biru tua jika cairan tersebut memang air ketuban. Jika bukan air ketuban, nitrazine tidak akan berubah warna.

Jika kedua tes di atas tidak berhasil, ibu hamil perlu menunggu lebih banyak cairan yang keluar untuk diuji sampelnya.

Apa yang harus dilakukan saat ketuban pecah dini?

ketuban ibu hamil

Segera setelah air ketuban pecah dini, periksakan diri ke dokter kandungan. KPD adalah kondisi yang bisa jadi menandakan proses persalinan.

Jika hasil tes benar menandakan preterm premature rupture of membrane (ketuban pecah dini kurang bulan), dokter akan mempertimbangkan langkah selanjutnya. Salah satunya, jika usia masih kurang bulan maka akan dilakukan pematangan paru terlebih dahulu. Dokter dapat lebih dulu mengecek kandungan untuk memastikan tidak ada infeksi pada rahim dan pemberian antibiotik. 

Jika kantung ketuban pecah lebih dari 3 minggu sebelum hari persalinan, mungkin dokter akan langsung menginduksi atau justru segera melakukan operasi caesar.

Langkah ini memang akan membuat bayi lahir prematur, tapi butuh dilakukan agar bayi terhindar dari risiko infeksi lebih lanjut.

Jika kantung ketuban pecah dalam waktu 3 minggu sebelum kelahiran, dokter akan menunggu tubuh ibu berkontraksi untuk memicu persalinan sendiri. Dokter mungkin juga dapat menyarankan proses induksi untuk mempercepat kelahiran.

Apabila persalinan masih dapat ditunda, dokter mungkin akan memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi dan membantu memperpanjang kehamilan. Tentunya, selama hal ini dinilai aman untuk ibu hamil dan calon bayi.

Risiko komplikasi dan bahaya ketuban pecah dini bagi janin

KPD ibu hamil

Pada janin, ketuban pecah sebelum waktunya bisa menimbulkan berbagai risiko kesehatan seperti:

Rentan terkena infeksi

Risiko terbesar dari kondisi kantung ketuban pecah dini adalah infeksi pada janin. Kantung dan cairan ketuban berfungsi sebagai pelindung untuk mencegah bakteri dan kuman lain masuk menginfeksi janin di dalam kandungan.

Ketika selaput ketuban robek dan pecah sebelum waktunya, perlindungan tersebut akan musnah. Oleh karena itu, kondisi ini umumnya membuat janin jadi lebih rentan terkena penyakit selama dalam kandungan dan ketika lahir nanti.

Kantung ketuban yang rusak akan menjadi pertimbangan dokter mengenai langkah selanjutnya yang akan dilakukan. Pasalya, semakin lama kantung ketuban dibiarkan pecah, semakin besar risiko bayi terkena infeksi.

Maka dari itu, dokter biasanya akan segera menganjurkan pasien untuk menjalani pemeriksaan yang wajib dilakukan di rumah sakit. Setelahnya, baru diputuskan apakah bayi harus dilahirkan segera atau tidak.

Namun, apabila ketuban mengalami pecah dini sementara sobekannya kecil dan sisa cairannya masih cukup, kemungkinan Anda tidak perlu bersalin lebih awal. Ini karena tubuh akan terus memproduksi cairan ketuban untuk melindungi dirinya.

Rentan mengalami masalah paru saat lahir

Sebelum usia kehamilan 23 minggu, bayi membutuhkan air ketuban agar paru-paru mereka dapat berkembang secara normal.

Apabila ketuban pecah sebelum waktunya, janin akan kehilangan air ketuban yang cukup banyak sehingga menghambat perkembangan paru-parunya.

Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit paru pada bayi, salah satunya hipoplasia paru.

Paru-paru bayi yang lahir prematur akibat ketuban pecah dini atau KPD adalah kondisi yang umumnya membuat bayi memiliki lebih sedikit sel paru-paru, saluran udara, dan alveoli.

Ini membuat bayi harus langsung dirawat di ruangan khusus atau NICU (Neonatal Intensive Care Unit) segera setelah ia lahir.

Bagaimana cara mencegah ketuban pecah dini?

KPD pada ibu hamil

Untuk mencegah ketuban pecah sebelum waktunya, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan, yaitu:

Mengonsumsi vitamin C

Dalam beberapa laporan yang diterbitkan dalam Iranian Red Crescent Medical Journal pada tahun 2013, konsumsi vitamin C dapat mencegah ketuban pecah dini.

Artinya, mengonsumsi cukup vitamin C juga bisa mengurangi risiko kelahiran prematur akibat kantung ketuban yang pecah sebelum waktunya.

Dalam penelitian ini disebutkan bahwa salah satu faktor risiko KPD adalah metabolisme kolagen.

Peneliti menemukan konsumsi vitamin C selama kehamilan dapat mengubah metabolisme kolagen yang menguatkan selaput amnion dan chorion ketuban ibu hamil.

Rajin mengonsumsi vitamin C juga meningkatkan hasil skor Apgar bayi dan meningkatkan berat bayi. Asupan vitamin C sebanyak 100 mg setelah usia kehamilan 20 minggu dapat sangat mengurangi risiko ketuban pecah sebelum waktunya. 

Temuan-temuan ini masih perlu diteliti lebih lanjut hubungannya antara vitamin C dan manfaatnya untuk mencegah KPD.

Menghindari rokok

Beberapa kasus ketuban pecah sebelum waktunya tidak diketahui penyebab pasti. Namun, tidak ada salahnya untuk menjaga kehamilan dengan menerapkan pola hidup sehat.

Salah satu hal yang perlu dihindari agar kehamilan terhindar dari komplikasi adalah asap rokok. Hindari merokok atau menghirup asap rokok saat hamil karena dapat membahayakan janin di dalam kandungan dan memicu ketuban pecah dini.

Rutin cek ke dokter

Selain itu, tidak lupa untuk selalu periksa ke dokter kandungan rutin setiap bulannya. Periksa kandungan dapat memberikan tanda-tanda peringatan bahaya kehamilan, termasuk masalah pada air ketuban.

Jika dokter mencurigai adanya masalah, mereka juga dapat untuk merencanakan perawatan serta penanganan. Dokter dapat meresepkan beberapa vitamin prenatal yang dapat menjaga kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Memasuki minggu ke-16, janin akan semakin aktif bergerak. Namun, menjelang persalinan, gerakan bayi akan berkurang. Apa sebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Trimester 3, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Fungsi hormon FSH dan LH berperan penting pada sistem reproduksi pria dan wanita. Ketahui apa saja fungsi kedua hormon tersebut lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Detak jantung janin mulai berdegup di sekitar minggu keenam kehamilan, tapi kadang suaranya masih terlalu lemah untuk Anda bisa dengar. Kapan waktunya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

demam tanda hamil

Apakah Demam Dapat Berarti Salah Satu Tanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
perkembangan jantung janin

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit