backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Morning Sickness (Emesis Gravidarum)

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 21/06/2023

Morning Sickness (Emesis Gravidarum)

Selama kehamilan, ibu akan mengalami berbagai perubahan yang membuat badannya terasa tidak nyaman. Salah satu keluhan yang cukup sering dialami ibu hamil adalah mual pada pagi hari alias morning sickness.

Apa itu morning sickness?

Morning sickness atau emesis gravidarum adalah rasa mual dan muntah selama kehamilan.

Meski diberi nama morning, kondisi ini bisa terjadi kapan saja sepanjang hari, terutama pada trimester pertama kehamilan.

Banyak ibu hamil yang mulai sering merasa mual saat memasuki usia enam minggu kehamilan dan merasakan puncaknya pada minggu kesembilan.

Emesis gravidarum merupakan hal yang wajar dan ditemukan pada lebih dari 70% ibu hamil. Kondisi ini tidak akan membahayakan janin dan bisa membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia kehamilan.

Rasa mual dan muntah pada ibu hamil umumnya akan mulai menghilang saat memasuki trimester kedua kehamilan.

Tanda dan gejala morning sickness

permen anti mual untuk ibu hamil

Berikut adalah gejala umum emesis gravidarum.

  • Mual.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Muntah.
  • Efek psikologis seperti cemas hingga depresi.
  • Perasaan seperti ada yang tersangkut di tenggorokan.

Membedakan mual karena hamil dan maag memang cukup sulit. Pembeda utamanya adalah morning sickness disertai gejala kehamilan seperti payudara sakit dan berhentinya siklus menstruasi.

Kapan harus periksa ke dokter?

Meski morning sickness merupakan kondisi yang wajar terjadi pada ibu hamil, segera kunjungi dokter jika ibu mengalami gejala lain seperti berikut.

  • Urine berwarna gelap.
  • Susah buang air kecil.
  • Berat badan turun drastis.
  • Muntah lebih dari tiga kali sehari.
  • Dehidrasi.
  • Detak jantung tidak beraturan
  • Demam lebih dari 38°C.
  • Muntah darah.

Mual dan muntah berkepanjangan bisa mengakibatkan ibu hamil kurang gizi. Dengan begitu, janin berisiko mengalami malnutrisi sehingga terlahir dalam kondisi berat badan di bawah rata-rata.

Penyebab morning sickness

Tidak diketahui secara pasti apa penyebab mual saat hamil. Namun, diperkirakan bahwa kondisi ini berkaitan dengan perubahan hormonal selama kehamilan.

Berikut adalah beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab emesis gravidarum.

  • Peningkatan hormon progesteron yang memicu berbagai gejala yang mirip dengan sindrom pramenstruasi, termasuk mual-mual.
  • Gula darah rendah yang memicu pelepasan hormon adrenalin. Salah satu efeknya adalah rasa mual.
  • Peningkatan hormon hCG yang juga meningkatkan produksi hormon estrogen. Ketika estrogen tinggi, asam lambung akan mudah naik ke kerongkongan.
  • Indra penciuman yang sensitif selama kehamilan. Ini membuat indra penciuman ibu mudah terangsang oleh bau makanan.
  • Kekurangan vitamin B6 sehingga kinerja asam amino sebagai pereda rasa mual akan terganggu.

Stres saat hamil juga bisa memperburuk mual dan muntah yang terjadi selama morning sickness.

Faktor risiko morning sickness

Emesis gravidarum bisa dialami oleh semua ibu hamil. Namun, beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risikonya yakni:

  • stres,
  • obesitas,
  • migrain,
  • riwayat keluarga,
  • kehamilan kembar,
  • kehamilan anak pertama,
  • mual dan muntah pada kehamilan sebelumnya, dan
  • riwayat penggunaan kontrasepsi dengan kandungan estrogen.

Komplikasi morning sickness

Emesis gravidarum memang bukanlah kondisi yang membahayakan. Namun, ibu perlu mewaspadai morning sickness yang lebih parah yang dikenal sebagai hiperemesis gravidarum.

Beerikut adalah beberapa gejalanya.

  • Depresi dan kecemasan ekstrem.
  • Malnutrisi pada janin.
  • Ketidakseimbangan elektrolit.
  • Dehidrasi pada ibu hamil.
  • Gangguan metabolisme.
  • Kadar kalium dalam darah rendah (hipokalemia).
  • Masalah pada organ vital, termasuk hati, jantung, ginjal, dan otak.

Jika Anda mengalami kondisi seperti di atas, segera hubungi dokter. Pasalnya, hiperemesis gravidarum yang tidak ditangani bisa membahayakan janin.

Selain melalui pemeriksaan USG, dokter bisa juga melakukan tes urine dan darah untuk mendiagnosis komplikasi.

Penting untuk diketahui!

Ibu yang hamil anak kembar atau hamil anggur memiliki risiko lebih tinggi mengalami hiperemesis gravidarum.

Pengobatan morning sickness

Morning sickness sebenarnya bukan kondisi yang perlu diberi pengobatan dokter secara khusus. Pengobatan mungkin diberikan jika ibu berisiko mengalami hiperemesis gravidarum.

Namun, jika ibu merasakan mual yang tidak tertahankan, dokter bisa meresepkan beberapa jenis obat berikut. Pastikan Anda hanya minum obat sesuai dengan petunjuk dokter.

  • Vitamin B6 dan doxylamine yang diberikan saat morning sickness pada trimester pertama. Obat ini mungkin memberikan efek samping berupa kantuk, mulut kering, hingga sakit kepala.
  • Antiemetik (antimuntah) seperti prochlorperazine, trimethobenzamide, chlorpromazine, dan trimethobenzamide. Pada kondisi mual parah, dokter akan memberikan droperidol atau diphenhydramine. Hanya diberikan jika pengobatan lain tidak berhasil.
  • Metoclopramide untuk meningkatkan tekanan pada sfingter lambung sehingga asam lambung tidak mudah naik ke kerongkongan.
  • Cairan intravena yang diberikan untuk menggantikan cairan yang hilang akibat muntah berlebihan.

Ibu hamil tidak bisa minum obat sembarangan. Pastikan ibu sudah berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum minum obat-obatan tersebut.

Perawatan rumahan untuk morning sickness

Selain menggunakan obat-obatan, ibu bisa melakukan perubahan pola makan dan gaya hidup untuk mengurangi mual akibat emesis gravidarum.

Melansir dari laman Mount Sinai, berikut adalah beberapa perawatan rumahan yang bisa ibu gunakan untuk meringankan mual dan muntah.

  • Mencukupi kebutuhan cairan.
  • Gunakan pakaian ibu hamil yang lebih longgar.
  • Hindari makanan pedas atau berlemak.
  • Makan lebih sering dengan porsi lebih sedikit.
  • Istirahat cukup dengan posisi tidur yang nyaman.
  • Pilih makanan untuk ibu hamil yang segar seperti buah dan sayur.
  • Hipnosis dengan cara memberikan sugesti positif bahwa morning sickness bukanlah kondisi yang berbahaya dan hanya sementara.

Jika rasa mual tidak juga mereda setelah Anda melakukan beberapa tindakan di atas, konsultasikanlah masalah ini ke dokter saat pemeriksaan kandungan rutin.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 21/06/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan