Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Trimester 3: Perkembangan Janin, Perubahan Tubuh Ibu, dan Persiapan Persalinan

Trimester 3: Perkembangan Janin, Perubahan Tubuh Ibu, dan Persiapan Persalinan

Selamat! Dalam beberapa bulan lagi, Anda sudah bisa bertemu dengan si calon bayi. Trimester 3 merupakan akhir dari masa kehamilan yang cukup menantang bagi fisik dan emosional ibu. Ada pula berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh ibu dan janin. Berikut hal-hal yang harus ibu ketahui tentang kehamilan trimester 3.

Perubahan yang ibu rasakan saat hamil trimester 3

IBU HAMIL TRIMESTER 3

Kehamilan trimester 3 mulai dari usia kehamilan 28 minggu sampai 42 minggu.

Selain perut yang makin membesar, berikut adalah beberapa hal lain yang terjadi pada tubuh ibu selama hamil trimester ketiga.

1. Sakit punggung

Saat usia kehamilan semakin tua dan berat badan semakin bertambah, perut juga semakin membesar.

Kondisi tersebut membuat sakit dan nyeri pada punggung saat hamil.

Apalagi, hormon kehamilan bekerja mengendurkan otot-otot, ligamen, dan persendian antara tulang panggul mengendur sehingga menimbulkan berbagai keluhan.

Kondisi ini sebetulnya terjadi untuk memudahkan ibu hamil mengeluarkan bayi saat persalinan nanti.

2. Bengkak di bagian tubuh tertentu

Tangan, kaki, dan jari ibu hamil umumnya akan membengkak pada fase ini.

Pembengkakan saat hamil sifatnya normal, yakni terjadi karena cairan berlebih (edema) akibat tubuh menghasilkan darah 50 persen lebih banyak daripada sebelum hamil.

Untuk mengurangi pembengkakan, selonjorkan kaki ke depan dan sangga di atas kursi kecil saat duduk.

Sementara itu saat tidur, letakkan bantal tebal di atas kedua kaki semalaman untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan yang berbahaya.

3. Braxton Hicks alias kontraksi palsu

Pada fase trimester 3 jelang hari-H persalinan, Anda akan mulai mengalami beberapa kali kontraksi palsu atau Braxton Hicks.

Braxton Hicks terasa seperti kram ringan di perut bawah, tapi tidak perlu panik karena ini normal.

Terkadang, calon ibu sulit membedakan kontraksi palsu dan kontraksi tanda melahirkan yang nyata.

Selain tiga hal tersebut, ibu hamil juga akan merasakan beberapa kondisi, seperti:

  • napas memendek,
  • heartburn,
  • sering buang air kecil,
  • ambeien dan kaki varises, dan
  • merasakan gerak janin.

Gerak janin dalam kandungan seharusnya akan semakin aktif mendekati waktu persalinan.

Ini karena ia akan mengubah posisi dari yang awalnya meringkuk dengan kepala di atas menjadi merosot turun ke daerah panggul ibu untuk bersiap lahir.

Jika merasa gerakan bayi melemah, bahkan tidak bergerak minimal 1 kali dalam satu jam, segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat atau hubungi dokter.

Perkembangan janin trimester 3

kurang tidur saat hamil trimester 3

Selama hamil tua, hal yang terjadi tidak hanya perubahan tubuh ibu tetap juga perkembangan janin yang semakin baik.

Pada usia kehamilan 28-42 minggu ini, ada banyak perkembangan janin yang terjadi, berikut penjelasannya.

Usia kandungan 7 bulan (28-31 minggu)

Saat trimester 3 atau mulai usia kandungan 7 bulan, janin masih dalam tahap menyempurnakan fisiknya menuju proses kelahiran.

Kulitnya sudah tidak terlalu keriput dan warnanya agak kemerahan.

Tubuh janin bisa menyimpan beberapa nutrisi seperti zat besi dan kalsium dari makanan yang ibu makan.

Di usia kehamilan 28 minggu, janin mulai dapat mendengar dan merespons suara dengan memunculkan gerakan di dalam perut. Ini tanda trimester 3 berjalan dengan baik.

Usia kandungan 8 bulan (32-35 minggu)

Saat paruh kedua trimester 3, berat badan janin sudah cukup ideal untuk kelahiran.

Rambut halus alias lanugo di tubuh si kecil sudah mulai menghilang. Kulitnya jadi lebih halus, berwarna merah muda, dan sedikit tertutup zat vernix yang berwarna putih.

Janin masih terus mengembangkan sistem kekebalan tubuhnya untuk melawan beberapa penyakit yang kemungkinan menyerang saat lahir nanti.

Usia kandungan 9 bulan (36-40 minggu)

Pada trimester 3, tepatnya minggu ke-37 usia kandungan, tubuh serta organ janin sudah terbentuk sempurna.

Kepalanya sudah tertutupi rambut halus, bagian kelamin seperti testis atau labia sudah terbentuk, dan kuku janin sudah tumbuh panjang.

Kulit janin pun lebih fleksibel menjelang hari kelahirannya karena lapisan lemak yang menutupi tubuh bayi dalam rahim sudah mulai berkurang.

Calon bayi juga sudah dapat mendengar dan melihat dalam rahim. Selain itu, berat badan si kecil juga akan bertambah secara signifikan pada akhir masa kehamilan ini.

Mengutip dari laman Women’s Health, akhir trimester 3 usia kandungan 9 bulan, berat janin sudah mencapai 4 kilogram dan panjangnya mencapai 50 cm.

Kondisi buruk yang bisa terjadi saat trimester 3

hamil trimester pertama

Memasuki kehamilan trimester 3, ada beberapa tanda bahaya yang mesti ibu perhatikan.

1. Perdarahan

Perdarahan vagina yang terjadi pada trimester 3 kemungkinan disebabkan oleh masalah plasenta, seperti solusio plasenta dan plasenta previa.

Solusio plasenta adalah komplikasi kehamilan saat sebagian atau seluruh plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya melahirkan.

Sementara plasenta previa adalah kondisi plasenta menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir (internal ostium).

Segera periksakan diri ke dokter kandungan karena ini bisa menjadi tanda bahaya kehamilan trimester 3.

2. Preeklampsia

Keluhan ringan seperti sakit kepala atau sakit perut tergolong wajar saat hamil muda. Penyebabnya kemungkinan besar adalah kelelahan atau kurang tidur.

Namun, jangan anggap remeh keduanya terutama jika timbul bersamaan dengan:

  • sesak napas,
  • gangguan penglihatan,
  • memar tiba-tiba di beberapa bagian tubuh, dan
  • pembengkakan di waktu bersamaan.

Gejala-gejala ini bisa menjadi pertanda preeklampsia yang merupakan komplikasi kehamilan berbahaya.

Pemeriksaan kehamilan selama trimester 3

hamil trimester 3

Sama seperti hamil trimester 1, ada pemeriksaan yang perlu ibu lakukan saat masuk trimester 3 kehamilan, ini penjelasannya.

1. USG

Saat trimester 3, dokter akan tetap rutin menjalani pemeriksaan USG untuk memantau:

  • posisi janin (sungsang, melintang, kepala di bawah, atau posisi normal),
  • pertumbuhan janin,
  • cairan ketuban,
  • arus darah, dan
  • pengukuran panjang leher rahim.

Dokter juga akan mengamati kondisi janin lewat USG, apakah ia menerima cukup oksigen dan nutrisi atau tidak.

Saat usia kehamilan lebih dari 36 minggu, umumnya bayi akan lebih sedikit bergerak karena tubuhnya sudah memenuhi rahim.

Namun, jika gerakan janin lama-lama justru makin melemah hingga berhenti, ini patut ibu waspadai.

2. Skrining streptokokus grup B

Selain pemeriksaan USG, Anda perlu mendapatkan tes streptokokus grup B di trimester 3. Tes ini berfungsi untuk mendeteksi adanya bakteri streptokokus grup B pada ibu.

Streptokokus grup B adalah infeksi paling utama yang juga sering membahayakan kesehatan bayi baru lahir.

Bayi bisa berisiko mengalami keterbelakangan mental, gangguan penglihatan, dan gangguan pendengaran apabila ibu memiliki bakteri tersebut.

Dokter bisa mengobati ibu dengan obat antibiotik untuk melindungi bayi dari tertular infeksi ini sejak lahir.

Perubahan gairah seksual ibu hamil trimester 3

gairah seksual ibu hamil

Bila saat trimester 2 gairah seksual meningkat, trimester akhir justru libido ibu hamil akan turun seperti saat trimester 1.

Pengaruh perubahan ini adalah perasaan tak nyaman pada perut yang semakin membesar untuk mempersiapkan kelahiran bayi.

Selain itu, kram perut, kaki bengkak dan rasa mudah lelah mulai muncul kembali sehingga membuat ibu hamil kurang semangat berhubungan seksual.

Saat gairah seksual menurun, ibu bisa siasati dengan memilih posisi berhubungan intim yang nyaman saat hamil tua, seperti:

  • spooning (berbaring menyamping),
  • women on top, hingga
  • duduk di tepi tempat tidur atau kursi.

Jika memang sulit berhubungan seks atau membuat tidak nyaman, coba cara lain untuk meningkatkan keintiman dengan pasangan.

Ada beberapa kondisi yang membuat Anda sebaiknya menghindari seks saat hamil, seperti:

  • mengalami perdarahan vagina tanpa sebab,
  • cairan ketuban pecah.
  • serviks mulai membuka secara prematur,
  • placenta previa, dan
  • pernah menjalani kelahiran bayi prematur atau berisiko melahirkan prematur.

Periksakan kehamilan secara rutin pada dokter kandungan guna mengetahui kondisi tubuh dalam keadaan sehat untuk berhubungan seksual.

Nutrisi wajib selama kehamilan trimester 3

saat hamil selera makan anak

Mengingat janin dalam kandungan yang semakin besar, ibu perlu memperhatikan nutrisi makanan.

Tidak hanya saat trimester pertama, tetapi juga sampai fase akhir kehamilan.

Berikut berbagai nutrisi yang tubuh ibu perlukan saat trimester ketiga kehamilan.

1. Vitamin D

Pada fase trimester 3 vitamin D sangat penting. Vitamin D ibu butuhkan untuk membantu mengatur kadar kalsium dan fosfat dalam tubuh.

Ibu hamil bisa mengonsumsi beberapa makanan berikut di trimester 3, seperti:

  • ikan salmon,
  • telur,
  • sereal gandum,
  • susu.

Vitamindalam makanan di atas membantu jaga tulang dan gigi bayi tetap sehat dan kuat.

2. Vitamin C

Kebutuhan vitamin C pada ibu hamil umumnya harus bertambah sebanyak 25 persen pada trimester 3 ini.

Sebaiknya, ibu mendapatkan vitamin C tambahan dengan makan makanan berikut:

  • buah jeruk,
  • buah berry (stroberi dan blueberry),
  • brokoli,
  • kol, dan
  • tomat.

Fungsi vitamin C saat hamil adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh ibu hamil serta kesehatan janin.

Vitamin C juga melindungi sel dan jaringan tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

3. Vitamin A

Ibu hamil juga butuh vitamin A lebih banyak saat kehamilan trimester 3. Vitamin A berfungsi untuk mendukung perkembangan penglihatan janin.

Ibu hamil bisa mendapatkan vitamin A dari:

  • bayam,
  • brokoli,
  • buah mangga,
  • ubi.

Kandungan antioksidan dalam vitamin A juga ibu butuhkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh sehingga tidak gampang sakit.

4. Zat besi

Semakin dekat dengan waktu kelahiran, kebutuhan zat besi ibu hamil semakin meningkat. Hal ini karena semakin banyak volume darah yang ibu hamil dan janin butuhkan.

Kekurangan zat besi saat kehamilan dapat menjadi penyebab bayi lahir prematur dan berat bayi lahir rendah (BBLR).

Untuk itu, ibu hamil perlu memenuhi kebutuhan zat besinya yang tinggi ini.

Kebutuhan zat besi ibu hamil pada trimester ketiga ini adalah sebesar 39 mg. Ibu bisa memenuhi kebutuhan zat besi ini dari:

  • sayuran hijau (bayam, brokoli, dan daun kale),
  • daging merah,
  • kuning telur, dan
  • kacang-kacangan.

Kombinasikan dengan makanan yang mengandung vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi oleh tubuh.

5. Kalsium

Perkembangan tulang bayi juga terjadi dengan sangat cepat pada trimester ketiga ini.

Oleh karena itu, ibu perlu untuk memenuhi kebutuhan kalsiumnya sebesar 1200 mg per hari.

Ibu hamil bisa mendapatkan asupan kalsium dari susu dan produk susu, sayuran hijau, ikan bertulang (seperti ikan teri dan sarden), dan kacang kedelai.

Pilihlah susu dan produk susu yang rendah lemak jika ibu ingin menjaga berat badannya.

Hal yang perlu ibu lakukan selama kehamilan trimester 3

olahraga saat hamil

Memasuki usia kehamilan trimester ketiga, membuat ibu jadi lebih waspada dalam melakukan berbagai aktivitas.

Namun, hamil besar sebaiknya tidak menghilangkan aktivitas sehari-hari. Di trimester 3 ini, ada beberapa kegiatan yang perlu ibu lakukan, seperti:

Tetap aktif bergerak

Ibu hamil di trimester 3 masih boleh beraktivitas seperti biasa, justru lebih baik bergerak lebih aktif meski mungkin tidak bisa segesit waktu hamil muda dulu.

Pilih aktivitas fisik yang lebih nyaman buat tubuh, seperti bisa berjalan santai sekitar rumah rumah bersama suami, prenatal yoga, atau bahkan berenang.

Berbagai aktivitas ini cenderung aman dan menyehatkan untuk ibu hamil trimester 3 kehamilannya.

Dalam jurnal Medicine and Science in Sports and Exercise menyarankan ibu hamil pada trimester 3 untuk melakukan aktivitas fisik.

Tujuannya untuk mendukung perkembangan bayi di dalam kandungan, mencegah diabetes gestasional, preeklampsia, serta menjaga berat badan.

Ikut kelas persiapan melahirkan

Ibu bisa mencoba kelas persiapan melahirkan di rumah sakit tempat memeriksa kehamilan.

Dalam kelas tersebut, ibu bisa berlatih teknik pernapasan yang baik dan benar agar lebih rileks selama proses bersalin.

Selain itu, ibu dan pasangan bisa mempelajari berbagai cara menggendong bayi, memandikan bayi, dan segala hal yang harus ibu ketahui untuk menjadi orangtua baru.

Posisi tidur samping kiri

Saat hamil besar, sebaiknya hindari posisi tidur telentang. Selain kurang nyaman, posisi telentang akan menghambat aliran darah yang menuju bayi lewat plasenta.

Mengutip American Pregnancy, ibu hamil sebaiknya berbaring menyamping ke sisi kiri karena rahim secara alami akan berputar ke kanan sepanjang kehamilan.

Berbaring menyamping ke kiri membawa bayi ke tengah perut. Ini akan meningkatkan aliran darah sekaligus asupan nutrisi melalui plasenta.

Agar lebih nyaman, ibu bisa selipkan bantal di antara kedua kaki untuk membantu menopang tubuh.

Perhatikan bila ingin bepergian jauh

Bepergian jauh saat hamil trimester 3 cukup berisiko. Pasalnya, ada beberapa risiko kesehatan yang mengintai seperti:

  • pembekuan darah karena duduk terlalu lama,
  • paparan infeksi, dan
  • berbagai komplikasi kehamilan.

Mengutip dari American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG), hindari duduk lama yang berisiko statis pembuluh darah.

Kalau harus bepergian jauh, ibu bisa menggunakan kompression stocking.

Kaus kaki ini bisa mencegah pembengkakan pembuluh darah sehingga lebih nyaman saat bepergian.

Dokter bisanya masih mengizinkan untuk naik pesawat hingga usia kehamilan sekitar 32-34 minggu, kecuali jika berisiko tinggi untuk melahirkan prematur.

Selain itu, usahakan untuk beranjak dari tempat duduk dan berjalan kaki setidaknya setiap satu atau dua jam.

Usahakan juga untuk tetap mengonsumsi makanan yang bersih dan matang untuk mencegah paparan infeksi dari bakteri yang bisa membahayakan kehamilan.


Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


health-tool-icon

Penambahan Berat Badan Kehamilan

Perhitungan ini dapat digunakan untuk perempuan yang ingin melihat kisaran kenaikan berat badan yang sehat selama kehamilan berdasarkan berat badan mereka sebelum hamil.

28

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Full term babies are best able to cope with birth and life outside the uterus. | Healthy Families BC. (2013). Retrieved 1 November 2020, from https://www.healthyfamiliesbc.ca/home/articles/fetal-development-third-trimester

Near the end of your pregnancy, you’ll see your health care provider more frequently. | Healthy Families BC. (2013). Retrieved 1 November 2020, from https://www.healthyfamiliesbc.ca/home/articles/check-ups-and-tests-third-trimester

Encyclopedia, M., & pregnancy, E. (2020). Eating right during pregnancy: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 1 November 2020, from https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000584.htm

Pregnancy Nutrition – American Pregnancy Association. (2012). Retrieved 1 November 2020, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/pregnancy-nutrition-1008

Best Sleeping Positions While Pregnant | American Pregnancy Association. (2019). Retrieved 1 November 2020, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/sleeping-positions-while-pregnant-1012

Travel During Pregnancy. (2020). Retrieved 1 November 2020, from https://www.acog.org/womens-health/faqs/travel-during-pregnancy

Fetal development: What happens during the 3rd trimester?. (2020). Retrieved 1 November 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/fetal-development/art-20045997?pg=2

Stages of pregnancy | womenshealth.gov. (2016). Retrieved 1 November 2020, from https://www.womenshealth.gov/pregnancy/youre-pregnant-now-what/stages-pregnancy

3rd trimester pregnancy: What to expect. (2020). Retrieved 1 November 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy/art-20046767?pg=1

BORODULIN, K., EVENSON, K., WEN, F., HERRING, A., & BENSON, A. (2008). Physical Activity Patterns during Pregnancy. Medicine & Science In Sports & Exercise40(11), 1901-1908. doi: 10.1249/mss.0b013e31817f1957

Rodríguez-Blanque, R., Sánchez-García, J., Sánchez-López, A., & Aguilar-Cordero, M. (2019). Physical activity during pregnancy and its influence on delivery time: a randomized clinical trial. Peerj7, e6370. doi: 10.7717/peerj.6370

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui Feb 22
Ditinjau secara medis oleh dr. Amanda Rumondang Sp.OG