Apa Benar Bawang Putih dan Jahe Dapat Mengobati Kanker?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Bawang putih dan jahe merupakan rempah dapur yang didapuk bisa mengobati kanker. Apa benar kedua bahan-bahan dapur tersebut ampuh sembuhkan kanker?

Benarkah bawang putih bisa mengobati kanker?

makan bawang putih

Bawang putih saat ini masih diteliti kemampuannya dalam mengurangi risiko kanker. Sebenarnya tidak cukup bukti bahwa mengonsumsi bawang putih dalam jumlah yang banyak dapat mencegah kanker. Menjadikan bawang putih sebagai bagian dari menu makan sehari-hari merupakan hal yang baik dilakukan kecuali jika ditemukan masalah dalam pengobatan yang sedang dijalani oleh seseorang.

Sebagian besar hasil penelitian menyebutkan bahwa bawang putih memberikan efek yang besar. Konsumsi bawang putih dapat menurunkan risiko penyakit kanker pada perut, prostat, mulut, tenggorokan, ginjal dan kolorektal. Sebuah penelitian terbaru malah menunjukan bahwa konsumsi bawang putih dalam jumlah yang tinggi mampu menurunkan risiko kanker kolorektal sebanyak 30 persen.

Namun, bukti penelitian tesebut jumlahnya hanya sedikit sehingga saran untuk mengonsumsi bawang putih dan allium harus diteliti lebih lanjut. Manfaat dan risiko terhadap kanker payudara, kandung kemih, ovarium, dan kanker paru-paru masih belum begitu jelas. Hanya studi observasi yang dapat menjelaskan perbedaannya pada risiko kanker. Hasil dari penelitian tentang suplemen bawang putih menyebutkan bahwa belum ditemukan ada bukti bahwa bawang putih berbentuk suplemen dapat membantu melawan kanker.

Masalah dan komplikasi yang mungkin terjadi akibat makan bawang putih

khasiat bawang putih untuk batuk

Konsumsi bawang putih dalam jumlah yang tinggi dalam menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, menyebabkan sakit perut, dan meningkatkan risiko perdarahan karena bawang putih memiliki sifat anti-pembekuan darah.

Bawang putih mempengaruhi enzim dalam hati yang membantu menghilangkan efek dari obat-obatan tertentu di dalam tubuh sehingga efek obat dapat menurun, sedangkan pasien yang sedang menjalani kemoterapi justru membutuhkan efek obat-obatan tersebut. Efek ini masih diteliti, dan pilihan untuk konsumsi suplemen bawang putih harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Meskipun penelitian observasi membawa hasil yang cukup menggembirakan tentang  zat aktif yang terkandung dalam bawang putih, namun informasi lain juga diperlukan untuk mendapatkan bukti yang lebih kuat.

Hanya sedikit penelitian yang mempelajari bawang putih, manfaat, dan risikonya terhadap mengobati kanker. Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi suplemen makanan atau minuman dalam jumlah yang besar.

Lalu, apa benar jahe bisa mengobati kanker?

Jahe adalah tanaman yang berasal dari Asia Tenggara namun tanaman jahe kini juga tumbuh di Amerika Serikat, Cina, India dan negara tropis lainnya. Akar jahe merupakan bagian dari tanaman yang digunakan sebagai obat herbal.
Jahe cukup populer dalam pengobatan kanker karena makan jahe atau mengonsumsi suplemen jahe disebut dapat mencegah rasa mual bagi orang-orang yang menjalani kemoterapi.

Adakah bukti kalau jahe bisa mengobati kanker?

Jahe telah digunakan untuk mengendalikan atau mencegah rasa mual, muntah, dan mabuk. Jahe juga telah digunakan sebagai anti-inflamasi atau obat yang berguna dalam mengurangi rasa sakit dan pembengkakan seperti arthritis, sebagai obat flu, membantu pencernaan, dan meredakan rasa mual pada pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi.

Meskipun bukti ilmiahnya tidak tersedia, beberapa pihak yang mendukung manfaat jahe juga menyebutkan bahwa jahe dapat mencegah perkembangan tumor. Namun jahe yang diekstraksi dalam bentuk suplemen tidak memiliki manfaat yang sama dengan tanaman jahe aslinya. Dengan demikian, hasil penelitiandari ekstrak jahe dan tanaman jahe tidak akan sama.

Dalam percobaan klinis, pasien akan menerima cisplatin yaitu penambahan jahe dalam obat dan berguna untuk mengurangi gejala mual dan muntah. Penelitian terbaru menyebutkan bahwa sebelum dan selama pengobatan kemoterapi, jahe dapat membantu mengurangi rasa mual karena efek dari obat. Tanyakan pada ahli makanan dan dokter untuk mengetahui apakah boleh mengonsumsi jahe atau sumplemen jahe agar mengetahui suplemen mana yang akan tepat untuk dikonsumsi.

Kemampuan jahe dalam mengurangi mual dan muntah berhubungan dengan hasil dari operasi pada pasien. Hasil penelitian menyebutkan bahwa jahe dapat berfungsi mengurangi efek mual dan muntah setelah ataupun sebelum operasi.

Masalah atau komplikasi yang mungkin timbul akibat konsumsi jahe

khasiat jahe

Rasa dan aroma jahe mampu menenangkan perut, dan jarang ditemukan orang yang mengalami alergi pada jahe ataupun merasa sakit perut karena mengonsumsi jahe. Suplemen jahe mungkin efektif mengobati rasa mual dan muntah dalam pengobatan kanker, namun juga dapat mengganggu pembekuan darah dan memiliki efek samping berbahaya bagi orang yang sedang menjalani pengobatan kanker dan terapi anti-koagulasi.

Jahe bermanfaat bagi tubuh dan dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan. Cara terbaik untuk mendapatkan khasiat jahe adalah mengkonsumsi jahe yang masih segar. Beberapa produk mengandung jahe, misalnya permen jahe. Namun kandungan jahe yang ada pada beberapa produk jahe jumlahnya sangat sedikit dan dapat menambah tingginya jumlah kalori yang tidak diinginkan.

Teh yang dibuat dari jahe dapat menjadi alternatif yang baik sebagai pilihan dalam mengonsumsi produk jahe. Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang minum suplemen jahe dalam jumlah yang banyak.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: September 28, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca