home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Prinsip Menjaga Kesehatan Reproduksi Bagi Pria dan Wanita

5 Prinsip Menjaga Kesehatan Reproduksi Bagi Pria dan Wanita

Kebanyakan orang menganggap kesehatan reproduksi hanya terkait dengan kehamilan dan kelahiran sehingga sering dicap sebagai urusan wanita. Padahal, kesehatan sistem reproduksi sama-sama penting bagi pria dan wanita untuk bisa mempertahankan keturunan. Mari simak ulasan di bawah ini untuk memahami pentingnya sistem reproduksi Anda serta bagaimana cara menjaga kesehatannya.

Kenapa kesehatan reproduksi itu penting?

program dan cara cepat hamil

Dikutip dari situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan reproduksi adalah kondisi sejahtera sepenuhnya dari segi fisik, mental, sosial, fungsi, dan proses yang berkaitan dengan sistem reproduksi.

Kesehatan reproduksi juga berarti seseorang dapat memiliki kehidupan seksual yang aman, memuaskan, serta kemampuan untuk bereproduksi sesuai dengan kehendaknya.

Sistem reproduksi sendiri diperlukan bagi makhluk hidup untuk menghasilkan, melindungi, serta mengangkut sel telur atau sperma.

Pria dan wanita memiliki sistem reproduksi yang berbeda, baik dari segi bentuk, fungsi, maupun struktur yang mendukungnya.

Organ dari sistem reproduksi wanita meliputi vagina, rahim (uterus), ovarium, tuba falopi, dan vulva. Sementara sistem reproduksi pria terdiri dari penis, testis, dan skrotum (buah zakar).

Khususnya pada wanita, sistem reproduksi juga bertanggung jawab untuk mempertahankan kehamilan dan menjadi tempat bertumbuh kembangnya janin sampai waktunya lahir.

Namun, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa sistem reproduksi mereka adalah bagian yang paling rapuh di dalam tubuh.

Jika Anda tidak pintar dalam menjaga kesehatan reproduksi, Anda berisiko mengalami berbagai gangguan reproduksi di kemudian hari.

Beragam masalah kesehatan reproduksi yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut:

Masalah kesuburan

Kesehatan reproduksi yang tidak dijaga dengan baik berisiko mengakibatkan ketidaksuburan alias mandul, entah itu pada pria maupun wanita.

Ketidaksuburan adalah kondisi di mana sistem reproduksi tidak dapat menghasilkan keturunan. Kondisi ini tergolong serius dan cukup umum ditemukan.

Menurut WHO, diperkirakan sebanyak 48 juta pasangan dan 186 juta individu di dunia mengalami masalah ketidaksuburan.

Penyakit menular seksual

Selain ketidaksuburan, penyakit menular seksual juga menjadi ancaman jika Anda tidak memperhatikan kesehatan reproduksi.

Aktivitas seks yang tidak aman, seperti tidak memakai kondom atau bergonta-ganti pasangan seksual, meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit menular seksual.

Beberapa contoh penyakit yang timbul akibat kurangnya kesadaran dalam menjaga kesehatan sistem reproduksi adalah:

Tips menjaga kesehatan reproduksi pria dan wanita

Setelah memahami betapa pentingnya menjaga sistem reproduksi Anda, langkah berikutnya adalah menerapkan kebiasaan baru untuk memelihara kesehatannya.

Berikut beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan reproduksi:

1. Merawat kebersihan organ intim dengan baik

menjaga kebersihan kelamin

Memelihara kebersihan alat kelamin adalah salah satu bentuk komitmen untuk menjaga kesehatan reproduksi.

Kelamin yang kotor dan tidak terawat tentu membuat pasangan ogah-ogahan untuk berhubungan seks dengan Anda.

Selain itu, organ intim yang kotor juga dapat meningkatkan risiko penyakit yang dapat mengganggu kerja sistem reproduksi.

Menjaga kebersihan organ reproduksi tidak perlu cara-cara yang repot, Anda perlu lakukan cara seperti:

  • Selalu membersihkan alat kelamin setelah buang air kecil, serta sebelum dan setelah melakukan hubungan seksual.
  • Pastikan area organ intim selalu dalam keadaan kering dan tidak lembap.
  • Hindari menggunakan sabun wangi, sabun sirih, deodoran, bedak, dan vaginal douche karena dapat menyebabkan kulit kelamin rentan iritasi.
  • Mengganti celana dalam setiap hari dan pastikan bahan celana yang digunakan mampu menyerap keringat dengan baik.
  • Bagi pria, pertimbangkan untuk sunat guna menghindari risiko infeksi bakteri di penis.

Jika pria tidak disunat, kulit kulup yang tidak diangkat tersebut dapat menjadi tempat berkumpulnya kotoran.

Alhasil, kotoran tersebut dapat menumpuk dan menyebabkan infeksi bila terus dibiarkan.

2. Makan makanan sehat

vitamin supaya cepat hamil

Cara lain untuk menjaga kesehatan organ reproduksi adalah dengan memperhatikan apa yang masuk ke dalam tubuh Anda.

Jika Anda terbiasa makan makanan yang sehat dan bergizi tinggi, tubuh akan terasa makin sehat dan bugar.

Anda juga akan terhindar dari berbagai penyakit, termasuk penyakit yang menyerang sistem reproduksi.

Ditambah lagi, asupan nutrisi yang tepat juga dapat membantu tubuh memproduksi sel sperma dan sel telur yang sehat serta berkualitas.

Makanan sehat juga mempersiapkan tubuh wanita untuk menjalani kehamilan tanpa hambatan komplikasi.

Menurut laman Harvard Health Publishing, berikut tips memilih makanan yang sehat untuk kesehatan reproduksi Anda:

  • Hindari lemak trans
  • Makan lebih banyak minyak sayur tak jenuh
  • Penuhi kebutuhan protein dari sayur, seperti kacang, tahu, serta biji-bijian
  • Pilih karbohidrat yang kaya akan serat, seperti gandum utuh, sayur, buah, dan kacang
  • Minum susu murni
  • Minum multivitamin, seperti asam folat
  • Penuhi kebutuhan zat besi, seperti dari bayam, kacang, labu, tomat, dan buah bit

3. Berhubungan seks yang aman

seks setelah keguguran

Berhubungan seks yang aman didefinisikan sebagai segala bentuk tindakan pencegahan untuk melindungi diri dan pasangan dari risiko penyakit menular seksual.

Seks yang aman juga bisa diartikan sebagai upaya untuk menghindari kehamilan yang tidak direncanakan.

Namun, prinsip melakukan seks yang aman tidak hanya terfokus pada pemakaian kondom saja.

Beberapa hal yang merupakan bentuk perilaku seks aman untuk menjaga kesehatan reproduksi, di antaranya:

  • Menggunakan alat kontrasepsi, seperti kondom, pil KB, atau KB IUD.
  • Tidak bergonta-ganti pasangan seks.
  • Menjaga kebersihan organ intim sebelum dan setelah seks.
  • Cek dan ricek riwayat seksual diri sendiri dan pasangan.
  • Melakukan tes penyakit kelamin secara berkala.

4. Rajin cek kesehatan reproduksi ke dokter

kesehatan reproduksi

Beberapa orang mungkin baru memeriksakan kondisi kesehatan reproduksi ketika sedang merencanakan kehamilan.

Padahal, meski Anda sedang tidak berencana hamil, sistem reproduksi tetap harus diperiksa secara rutin guna mencegah berbagai penyakit di kemudian hari yang bisa muncul tanpa gejala.

Salah satu contohnya adalah penyakit endometriosis yang menyerang wanita. Jika dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat, penyakit ini bisa membuat wanita sulit hamil.

Selain itu, penyakit infeksi yang menyerang testis atau penis juga berisiko membuat pria sulit menghamili pasangannya.

Atas dasar inilah, baik pria maupun wanita sangat dianjurkan untuk rutin memeriksakan kesehatan mereka di klinik, rumah sakit, atau laboratorium kesehatan.

Biasanya, pemeriksaan organ reproduksi berfokus pada risiko infeksi, penyakit menular seksual, dan penyakit bawaan yang mungkin diturunkan dari orangtua.

Berikut beberapa jenis pemeriksaan kesehatan reproduksi yang paling umum dilakukan:

5. Terapkan gaya hidup sehat

olahraga saat berpuasa

Gaya hidup sehat adalah kunci menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh yang akan ikut memengaruhi kesehatan sistem reproduksi Anda.

Itu sebabnya, jika Anda seorang perokok dan peminum alkohol, sebaiknya usahakan untuk menghentikan kedua kebiasaan buruk ini.

Memang tidak mudah memang, tetapi tidak mustahil juga bila upaya tersebut diiringi dengan niat dan tekad yang kuat.

Cobalah pelan-pelan dengan mengurangi satu gelas miras atau sebatang rokok per hari untuk berhenti merokok.

Jika sudah terbiasa, barulah kurangi beberapa batang rokok dan gelas lagi hingga Anda mampu berhenti sama sekali.

Bila perlu, Anda bisa meminta dukungan dari orang-orang terdekat seperti keluarga, pasangan, atau sahabat.

Selain itu, jangan lupa untuk rutin berolahraga secara teratur agar tubuh Anda tetap bugar setiap hari.

Olahraga bisa membantu Anda dalam mencapai berat badan ideal dan memperbesar peluang untuk hamil.

Begitu pula dengan membiasakan cukup tidur. Tidur adalah cara alami tubuh untuk menjaga kesehatannya sendiri.

Jika Anda kurang tidur, dampaknya akan terasa langsung pada kesehatan Anda, termasuk pada kesehatan reproduksi dalam jangka panjang.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Prijatni, I., Rahayu, S. (2016). Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Retrieved February 8, 2021, from http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/08/Kespro-dan-KB-Komprehensif.pdf 

Reproductive Health – American Sexual Health Association. (n.d.). Retrieved February 8, 2021, from https://www.ashasexualhealth.org/reproductive-health/ 

Moskosky, S. (2014). Protecting Your Sexual and Reproductive Health – Office on Women’s Health. Retrieved February 8, 2021, from https://www.womenshealth.gov/blog/protecting-your-sexual-and-reproductive-health 

Reproductive Health – CDC. (2019). Retrieved February 8, 2021, from https://www.cdc.gov/reproductivehealth/drh/about-us/index.htm 

Reproductive Health – WHO. (n.d.). Retrieved February 8, 2021, from https://www.who.int/westernpacific/health-topics/reproductive-health 

Infertility – WHO. (2020). Retrieved February 8, 2021, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infertility 

5 ways to improve your reproductive health & reflections from the 30th annual meeting of the New England Fertility Society (NEFS) – Fertility & Reproductive Medicine Center. (n.d.). Retrieved February 8, 2021, from https://fertility.wustl.edu/5-ways-to-improve-your-reproductive-health/ 

Hirsch, L. (2019). Male Reproductive System – KidsHealth. Retrieved February 8, 2021, from https://kidshealth.org/en/teens/male-repro.html 

Hirsch, L. (2019). Female Reproductive System – KidsHealth. Retrieved February 8, 2021, from https://kidshealth.org/en/teens/female-repro.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 18/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x