home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

HSG, Pemeriksaan Gangguan Kesuburan Wanita

HSG, Pemeriksaan Gangguan Kesuburan Wanita
Apa itu HSG?|Histerosalpingografi dan kesuburan|Persiapan untuk menjalani pemeriksaan HSG|Pelaksanaan prosedur HSG|Efek samping pemeriksaan HSG|Apa saja komplikasi yang bisa terjadi?|Penjelasan dari hasil tes HSG

Pemeriksaan histerosalpingografi (HSG) umumnya direkomendasikan pada wanita yang memiliki masalah susah hamil. Prosedur ini dilakukan oleh dokter untuk melihat struktur kondisi rahim wanita. Bagaimana pemeriksaan atau cek HSG ini? Simak penjelasan lengkapnya d bawah ini!

Apa itu HSG?

histerosalpingografi atau HSG

Histerosalpingografi atau HSG adalah sebuah prosedur X-ray yang dilakukan untuk melihat bagian dalam dari rahim dan tuba falopi.

Pemeriksaan HSG ini sering dilakukan pada wanita yang susah hamil atau mengalami infertilitas.

Dikutip dari American College of Obstetricians and Gynecologists, pemeriksaan HSG sering digunakan untuk melihat apakah saluran tuba falopi hanya tersumbat sebagian atau seluruhnya.

Tidak hanya itu saja, histerosalpingografi juga dapat menunjukkan apakah bagian dalam rahim memiliki ukuran serta bentuk yang normal.

Semua ini dapat menyebabkan masalah kesuburan serta ketika Anda sedang merencanakan kehamilan.

Prosedur atau cek dengan HSG ini sebaiknya dilakukan beberapa bulan setelah melakukan prosedur sterilisasi tuba.

Hal ini untuk memastikan bahwa saluran tuba telah diperbaiki sepenuhnya.

Umumnya, tes ini akan dilakukan tepat sebelum siklus menstruasi Anda berakhir dan proses ovulasi belum dimulai.

Kapan waktu menjalani histerosalpingografi (HSG)?

Jika Anda susah hamil atau telah mengalami masalah kehamilan, misalnya keguguran berkali-kali, dokter mungkin merekomendasikan tes ini.

Hal ini karena cek histerosalpingografi (HSG) dapat membantu mendiagnosis penyebab infertilitas.

Jika Anda telah menjalani operasi tuba falopi, dokter mungkin merekomendasikan pula prosedur HSG untuk memeriksa apakah operasi berhasil.

Salah satunya ketika menjalani ligasi tuba—prosedur yang menutup tuba falopi—dokter mungkin melakukan prosedur ini untuk memastikan bahwa tuba tertutup dengan baik.

Sama hal nya dengan memeriksa apakah pembalikan ligasi tuba berhasil sehingga tuba falopi terbuka kembali.

Perlu pula diperhatikan apabila histerosalpingografi sebaiknya tidak dilakukan ketika wanita mempunyai kondisi seperti di bawah ini:

  • Sedang hamil
  • Infeksi panggul
  • Perdarahan pada rahim yang terus menerus saat prosedur dilakukan

Histerosalpingografi dan kesuburan

Tujuan dilakukannya pemeriksaan HSG adalah untuk membantu Anda yang memiliki masalah kesuburan.

Dalam arti lain, prosedur histrosalpingografi dapat membantu mengatasi masalah susah hamil sekaligus memeriksa wanita yang mengalami keguguran berulang kali.

Mungkin Anda mencari tahu apakah setelah pemeriksaan HSG atau histerosalpingografi bisa langsung hamil.

Hal ini diklaim masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dijadikan tes kesuburan.

Akan tetapi, beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan kesuburan setelah 3 bulan dilakukannya prosedur HSG.

Lalu, perlu dilihat kembali tindakan seperi apa yang dilakukan karena kebanyakan dokter melakukan tes ini untuk diagnosis.

Biasanya, masalah kesuburan yang bisa diidentifikasi melalui pemeriksaan HSG adalah sebagai berikut:

Persiapan untuk menjalani pemeriksaan HSG

Pemeriksaan HSG paling baik dilakukan seminggu setelah menstruasi, tetapi sebelum ovulasi.

Hal ini untuk memastikan Anda tidak hamil selama pemeriksaan. Tidak hanya itu saja, prosedur ini tidak boleh dilakukan jika memiliki kondisi radang aktif.

Sebelum memulai prosedur pemeriksaan HSG, ada beberapa hal yang perlu Anda siapkan, di antaranya adalah:

1. Beri tahu dokter mengenai alergi obat

Sebelum pemeriksaan HSG, akan lebih baik jika Anda memberi tahu dokter segala alergi obat yang mungkin dimiliki.

Tak hanya itu, Anda patut menginformasikan juga kepada dokter mengenai segala penggunaan obat yang sedang dikonsumsi.

Hal ini untuk menghindari efek samping yang mungkin muncul, tetapi tidak diinginkan.

2. Konsumsi obat pereda rasa sakit

Salah satu persiapan sebelum menjalani tes HSG adalah mengonsumsi obat pereda rasa sakit seperti ibuprofen (Advil atau Motrin).

Sebaiknya, obat ini diminum satu jam sebelum prosedur dilaksanakan.

Pasalnya, sebagian wanita mengatakan bahwa pemeriksaan ini menimbulkan rasa sakit atau kram saat kateter dimasukkan ke dalam vagina.

Hal ini dilakukan agar Anda tetap rileks dan menimalisir rasa tak nyaman yang mungkin terjadi saat pemeriksaan HSG.

Tidak hanya itu saja, obat ini juga membantu mengistirahatkan rahim sehingga tidak terasa kram. Kantung kemih pun juga akan dikosongkan sebelum prosedur.

3. Siapkan pembalut

Setelah tes histerosalpingografi (HSG), ada kemungkinan Anda mengalami keputihan yang cukup lengket karena sebagian cairan keluar dari rahim.

Cairan ini pun mungkin akan bercampur dengan darah. Maka dari itu, Anda perlu menyiapkan pembalut atau pantyliner.

Pelaksanaan prosedur HSG

HSG biasanya dilakukan oleh ahli radiasi di dalam ruang X-ray di rumah sakit atau klinik. Prosedur umumnya berlangsung selama 15-30 menit.

Pemeriksaan HSG adalah tes yang pelaksanaannya dibantu dengan X-ray dan zat kontras.

Zat kontras digunakan untuk mewarnai rongga tertentu dalam tubuh agar bagian dalam tubuh dapat terlihat lebih jelas saat difoto.

Namun tidak perlu khawatir karena zat ini akan dikeluarkan dari tubuh melalui urine.

Maka dari itu, Anda harus memberi tahu dokter jika memiliki riwayat alergi terhadap barium atau zat kontras lainnya.

Berikut proses pemeriksaan HSG yang perlu Anda ketahui:

1. Berbaring saat awal pemeriksaan HSG

Saat tes HSG Anda akan diminta untuk berganti baju rumah sakit terlebih dahulu.

Setelah itu, Anda akan diminta berbaring dengan kaki sejajar dan diposisikan tepat di bawah fluroskop.

Ini merupakan kamera X-ray yang digunakan untuk mengambil foto bagian tubuh tertentu selama penelitian berlangsung.

Setelah pengambilan gambar selesai, dokter akan meminta Anda untuk membuka kaki lebar-lebar sambil ditekuk, seperti posisi hendak melahirkan.

2. Spekulum dimasukkan ke dalam vagina

Lalu, ahli medis profesional yang menangani Anda akan memasukan speculum, yaitu alat medis yang digunakan untuk melihat bagian dalam vagina.

Alat ini akan menahan dinding vagina agar tetap terbuka sehingga mulut rahim akan terlihat.

Kemudian, mulut atau leher rahim akan dibersihkan dengan sabun khusus.

Setelah itu, ujung serviks akan diberikan anestesi lokal sebagai pereda nyeri. Anda mungkin akan merasakan rasa sakit seperti dicubit setelah proses ini selesai.

3. Zat kontras dimasukkan dengan kanula

Jika spekulum telah berhasil dimasukkan, tahap selanjutnya dalam pemeriksaan HSG adalah memasukkan zat kontras dengan tahapan sebagai berikut:

  • Memasukkan media kontras seperti pewarna untuk melihat ukuran serta bentuk bagian dalam rahim serta saluran tuba.
  • Leher rahim akan ditahan dengan kanula (pipa keras) atau tabung tipis yang fleksibel. Pewarna X-ray ini yang dimasukkan ke dalam.
  • Jika tuba falopi terbuka, pewarna akan mengalir dan tumpah ke dalam perut yang akan diserap secara alami oleh tubuh.
  • Jika tuba falopi terhambat, pewarna tidak akan masuk.
  • Gambar X-ray ditunjukkan di monitor TV selama pemeriksaan.
  • Jika perlu ada tampilan lainnya, meja pemeriksaan mungkin dimiringkan atau Anda mungkin disuruh mengubah posisi.

Efek samping pemeriksaan HSG

Efek samping dari prosedur histerosalpingografi (HSG) sangat jarang terjadi. Namun, bukan berarti tidak mungkin tanpa efek samping sama sekali.

Ada beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah menjalani pemeriksaan HSG, di antaranya adalah:

1. Infeksi

Salah satu efek samping yang paling umum terjadi setelah menjalani proses HSG adalah infeksi.

Kemungkinan penyebab dari munculnya kondisi ini adalah Anda pernah mengalami infeksi klamidia sebelumnya.

Pada kasus tertentu, infeksi yang terjadi berpotensi menyebabkan kerusakan pada tuba falopi, hingga harus diangkat.

Maka dari itu, jika Anda mengalami rasa sakit atau demam yang tak berkesudahan setelah menjalani prosedur HSG, segera hubungi dokter.

2. Pingsan saat tes atau sesudahnya

Meski jarang terjadi, salah satu efek samping yang mungkin terjadi adalah pingsan.

Umumnya, Anda akan merasa kepala ringan sekali saat menjalani prosedur atau setelahnya, hingga akhirnya pingsan.

3. Terpapar radiasi

Paparan radiasi saat pemeriksaan HSG sangat rendah, bahkan lebih kecil dari radiasi yang didapat saat pemeriksaan ginjal.

Namun, paparan ini terbukti dapat menyebabkan masalah kesehatan tertentu.

Maka dari itu, tidak diperbolehkan melakukan prosedur ini saat hamil.

4. Kram perut

Setelah menjalani tes HSG, Anda mungkin akan merasakan kram saat menstruasi serta sedikit perdarahan.

Hal tersebut merupakan efek samping normal dan dapat hilang dengan sendirinya.

Akan tetapi, Anda perlu menghubungi dokter jika mengalami gejala-gejala berikut:

  • Demam
  • Nyeri dan kram yang sangat hebat
  • Keluar cairan dari vagina yang berbau
  • Pingsan
  • Perdarahan hebat dari vagina
  • Muntah

Konsultasikan dan temui dokter apabila Anda mengalami demam serta perdarahan yang hebat setelah melakukan prosedur yang menjadi salah satu tes kesuburan ini.

Apa saja komplikasi yang bisa terjadi?

HSG dianggap sebagai salah satu prosedur yang sangat aman. Namun, pada kondisi tertentu bisa saja terjadi komplikasi cukup serius.

Perlu diketahui hal ini hanya terjadi 1% dari seluruh pasien yang pernah melakukannya.

Komplikasi yang mungkin terjadi setelah HSG adalah infeksi panggul.

Hal ini terjadi ketika wanita pernah mengalami penyakit yang berkaitan dengan saluran tuba.

Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi ketika wanita mempunyai alergi dari kontras yodium atau pewarna yang digunakan.

Komplikasi ini umumnya muncul setelah 1 hingga 2 hari pasca tes HSG.

Penjelasan dari hasil tes HSG

Biasanya, hasil dari tes HSG berupa foto X-ray yang akan dikirimkan oleh ahli radiologi kepada dokter.

Lalu, dokter akan menjelaskan sekaligus mengajak Anda berdiskusi beberapa hal.

Hasil normal:

  • Bentuk rahim dan tuba falopi normal.
  • Tuba falopi tidak tergores atau terluka.
  • Pewarna mengalir dari uterus, melalui tuba falopi, dan tumpah dengan normal ke dalam perut.
  • Tidak ada benda (alat intrauterine atau IUD), tumor, atau pertumbuhan dalam rahim.

Hasil abnormal:

  • Tuba falopi mungkin tergores, berbentuk tidak normal, atau terhambat sehingga pewarna tidak mengalir melalui tuba.
  • Penyebab tuba falopi terhambat adalah penyakit radang pelvis (PID) atau endometriosis.
  • Pewarna mungkin bocor melalui dinding rahim, menunjukkan sobekan atau lubang dalam rahim.
  • Rahim yang abnormal mungkin menunjukkan jaringan (septum) sehingga rahim terbagi.
  • Mungkin ada pertumbuhan, misalnya polip atau fibroid.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hysterosalpingography. (2020). Retrieved 10 September 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-fibroids/multimedia/hysterosalpingography/img-20005963

(ACR), R. (2020). Hysterosalpingography (Uterosalpingography). Retrieved 10 September 2020, from https://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=hysterosalp

Hysterosalpingography. (2020). Retrieved 10 September 2020, from https://www.acog.org/patient-resources/faqs/special-procedures/hysterosalpingography

Hysterosalpingogram (HSG). (2020). Retrieved 10 September 2020, from https://www.reproductivefacts.org/news-and-publications/patient-fact-sheets-and-booklets/documents/fact-sheets-and-info-booklets/hysterosalpingogram-hsg/

Hysterosalpingography: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2020). Retrieved 10 September 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/003404.htm

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Tanggal diperbarui 06/12/2016
x