USG Abdominal vs USG Transvaginal, Mana yang Lebih Baik?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Jika selama ini Anda hanya mengenal USG abdominal (perut) saja, tahukah Anda masih ada berbagai macam pilihan jenis USG lainnya? USG transvaginal adalah salah satunya. Namun diantaranya keduanya, prosedur pemeriksaan USG mana yang paling baik untuk dilakukan? Apakah USG perut atau USG transvaginal? Berikut ulasan lengkapnya.

Kenali dulu perbedaan USG abdominal dan USG transvaginal

Baik USG transvaginal maupun USG abdominal sebenarnya sama-sama bisa dilakukan sebelum atau selama kehamilan. Keduanya tersedia bagi Anda yang ingin mengecek perkembangan kehamilan maupun memeriksa masalah kesehatan tertentu.

Akan tetapi, sebelum benar-benar menilai pemeriksaan USG mana yang harus dipilih, lebih baik pahami terlebih dahulu perbedaan dari masing-masing USG transvaginal dan abdominal ini.

USG Abdominal (Perut) Sumber: National Cancer Institute

Tempat dan prosedur pemeriksaan

Dilihat sekilas dari namanya, tentu USG abdominal dan USG transvaginal jelas punya teknik pemeriksaan yang berbeda.

USG abdominal atau USG perut adalah pemeriksaan yang dilakukan melalui bagian luar perut, dengan cara mengoleskan gel ke seluruh area perut. Selain berguna untuk memperlancar pergerakan transduser, gel ini juga bertujuan untuk mencegah hadirnya udara antara kulit dan transduser. Selanjutnya, dokter akan menggunakan stik bernama transduser yang digerakkan di atas perut guna menangkap gambaran nyata mengenai seluruh organ-organ internal di dalamnya.

Sementara USG transvaginal adalah metode pemeriksaan internal dengan melibatkan penggunaan transduser sepanjang 2-3 inchi untuk dimasukkan langsung ke dalam vagina. Anda akan memperoleh gambaran hasil pemeriksaan yang lebih rinci seputar organ reproduksi wanita, meliputi vagina, rahim, saluran telur, indung telur, hingga leher rahim.

Sasaran pemeriksaan

Meski lebih sering dikenal sebagai metode pemeriksaan rutin untuk ibu hamil, tapi bukan berarti Anda yang tidak sedang hamil dilarang untuk melakukan USG abdominal ini. Pasalnya, lambung, ginjal, hati, pankreas, usus, serta organ lain yang terdapat dalam rongga perut juga merupakan sasaran utama pemeriksaan USG abdominal.

Terutama bagi Anda yang telah didiagnosis dokter mengalami pembengkakan organ tubuh, penumpukan cairan di dalam rongga perut, batu ginjal, radang usus buntu, dan lain sebagainya yang lebih mudah dideteksi melalui USG abdominal.

Lain halnya dengan USG transvaginal yang lebih ditujukan untuk memeriksa organ-organ reproduksi wanita, baik selama masa kehamilan maupun tidak. Pemeriksaan di luar kehamilan berguna dalam mendeteksi pertumbuhan kista atau tumor di ovarium, nyeri panggul tidak normal, perdarahan vagina, ataupun memastikan pemasangan IUD sudah tepat.

Bila dilakukan selama kehamilan, USG transvaginal biasanya bertujuan untuk memantau setiap perubahan dalam kehamilan yang mungkin berisiko buruk, memeriksa detak jantung janin, mengecek kondisi plasenta, menunjukkan kemungkinan adanya perdarahan abnormal.

Waktu pemeriksaan

Hal lain yang membedakan pemeriksaann USG abdominal dan transvaginal adalah aturan waktu dilakukannya metode tersebut. USG abdominal boleh dilakukan kapan pun segera setelah direkomendasikan oleh dokter, baik untuk periksa kehamilan ataupun cek kondisi medis.

Sedangkan USG transvaginal punya aturan waktu khusus, yaitu pada trimester awal kehamilan alias sebelum usia kehamilan menginjak minggu ke-8 bagi itu hamil. Atau ketika sudah memasuki fase ovulasi atau masa subur untuk wanita yang tidak sedang hamil.

USG Transvaginal Sumber: Medical News Today

Jadi, pilih pemeriksaan USG yang mana?

Pada dasarnya, metode pemeriksaan USG perut ataupun USG transvaginal sama-sama akurat. Penentu utama jenis USG mana yang harus dijalani tergantung dari tujuan pemeriksaan Anda.

Jika sedang tidak dalam masa kehamilan dan ingin mengetahui kondisi organ reproduksi, maka USG transvaginal bisa jadi pilihan. Namun bila ingin memastikan kondisi organ perut dan tidak sedang hamil, Anda bisa memilih USG abdomen yang lebih khusus mengamati organ dalam perut daripada USG transvaginal.

Begitu pula dengan wanita yang sedang hamil. USG transvaginal yang dilakukan selama masa kehamilan sebenarnya punya tujuan yang sama dengan USG abdomen, yakni untuk memantau kondisi janin di dalam perut.

Mana yang lebih efektif mendeteksi gangguan?

Hanya saja, USG transvaginal dianggap memiliki metode yang jauh lebih mendalam karena bisa berhadapan langsung dalam jarak dekat dengan organ yang ingin diperiksa. Terlebih jika dilakukan saat usia kehamilan masih trimester awal, dimana ukuran rahim belum terlalu berkembang sehingga agak sulit untuk diamati lewat skrining luar tubuh.

Didukung oleh hasil sebuah penelitian yang telah diterbitkan dalam Journal of Ultrasound in Medicine, USG transvaginal dinilai lebih unggul dibandingkan dengan USG perut. Ini karena USG transvaginal mampu menunjukkan kondisi janin sekaligus sistem reproduksi ibu yang lebih jelas dan akurat selama masa kehamilan.

Hasil USG transvaginal pun dianggap lebih efektif daripada USG perut bila dilakukan saat umur kehamilan kurang dari 10 minggu, digunakan oleh orang dengan berat badan lebih (obesitas), dan pada wanita dengan rahim terbalik (retroverted).

Meski begitu, kembali lagi pada tujuan awal pemeriksaan Anda. Sebab intinya, kedua USG ini sama-sama bisa jadi pilihan terbaik dalam memberi gambaran mengenai kondisi janin maupun organ-organ dalam tubuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Abortus Imminens, Ancaman Keguguran yang Perlu Diwaspadai Saat Hamil Muda

Abortus imminens adalah perdarahan vagina berupa flek cokekat saat usia kehamilan kurang dari 20 minggu. Apa bahayanya dan bisakah dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 31 Maret 2019 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Kelainan Pada Ibu dan Janin yang Bisa Dideteksi Lewat USG

Selain untuk memantau perkembangan janin, manfaat USG juga bisa mendeteksi kelainan pada organ reproduksi wanita, lho! Pelajari lebih jauh disini!

Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 16 Januari 2019 . Waktu baca 5 menit

Kupas Tuntas Soal USG Transrektal, Metode Skrining Lewat Dubur (Anus)

USG transrektal adalah metode skrining yang sebetulnya tidak jauh berbeda dengan USG perut dan vagina. Kapan kita butuh USG transrektal dan apa syaratnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 Desember 2018 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Alur Prosedur Pemeriksaan USG Transvaginal?

Pemeriksaan USG transvaginal bisa dilakukan oleh semua wanita, yang sedang hamil maupun tidak. Sebelum itu, sebaiknya pahami seluk beluk tahapannya dulu.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

usg 3d dan 4d

Setelah USG 2D, Perlukah Ibu Hamil Periksa USG 3D dan 4D?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
detak jantung jenis kelamin bayi

Apakah Jenis Kelamin Bayi Bisa Diketahui dari Detak Jantungnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit
usg saat hamil 4 bulan

Sebaiknya, Berapa Kali Ibu Hamil Harus USG?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24 Juli 2019 . Waktu baca 5 menit
kista payudara

Semua Hal yang Perlu Anda Tahu tentang Kista Payudara

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 23 Juli 2019 . Waktu baca 8 menit