home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Sifilis (Raja Singa)

Penyakit sifilis|Gejala sifilis|Penyebab sifilis|Faktor risiko sifilis|Komplikasi sifilis|Diagnosis sifilis|Pengobatan sifilis|Pengobatan sifilis di rumah
Sifilis (Raja Singa)

Penyakit sifilis

Sifilis (kadang dieja sipilis) merupakan penyakit/infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri yang dapat menginfeksi kulit, mulut, alat kelamin, serta sistem saraf.

Penyakit ini disebut juga dengan raja singa.

Sipilis biasanya dimulai dengan luka yang tidak menyakitkan pada alat kelamin, dubur, atau mulut.

Sipilis atau penyakit raja singa menular dari orang ke orang lewat kontak kulit atau selaput lendir (mukosa) dengan luka.

Setelah infeksi awal, bakteri penyebab penyakit raja singa ini dapat menetap dan tidak aktif di dalam tubuh selama beberapa dekade sampai akhirnya aktif kembali.

Jika terdeteksi lebih awal, penyakit raja singa akan lebih mudah disembuhkan dan tidak akan menyebabkan kerusakan permanen.

Namun, raja singa yang tidak diobati bisa menyebabkan kerusakan serius pada otak atau sistem saraf serta organ lainnya, termasuk jantung.

Kondisi ini tentu dapat mengancam jiwa.

Tak hanya dari kontak orang ke orang, penyakit raja singa juga dapat menular dari ibu hamil yang terinfeksi ke janin di dalam kandungan.

Seberapa umumkah raja singa?

Jumlah pengidap sifilis alias raja singa mengalami penurunan pada wanita sejak tahun 2010.

Meski begitu, tidak dengan laki-laki, penyakit ini masih mengincar kaum pria terutama mereka yang melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis.

Gejala sifilis

Sifilis dapat berkembang dalam beberapa tahap dan gejala yang muncul bergantung pada tahapan tersebut.

Namun, tahap-tahap ini dapat terjadi bersamaan dengan kemunculan gejala yang tidak selalu berurutan.

Itu sebabnya, Anda mungkin terinfeksi sifilis dan tidak merasakan gejala apa pun selama bertahun-tahun.

Beberapa tahapan penyakit sifilis adalah sebagai berikut:

  • Primer
  • Sekunder
  • Laten atau tersembunyi
  • Tersier

Penyakit sifilis yang paling menular berada pada 2 tahap pertama.

Ketika dalam tahap laten atau tersembunyi, penyakit raja singa ini tetap aktif tetapi tanpa gejala.

Sementara itu, tersier adalah tahap yang paling merusak kesehatan tubuh Anda.

Tahap-tahap sifilis

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai tahapan penyakit sifilis atau raja singa:

1. Sifilis primer

Seseorang dengan sifilis primer umumnya mengalami luka di tempat infeksi awal.

Luka ini biasanya terdapat di sekitar alat kelamin, sekitar anus, atau mulut.

Luka ini biasanya berbentuk bulat dan dinamakan chancre.

Gejala raja singa akan muncul 2-4 hari setelah infeksi terjadi, termasuk chancre, yaitu saat bakteri masuk ke dalam tubuh.

Sipilis jenis ini sering terasa pada alat kelamin, tetapi juga bisa dilihat di mulut atau rektum jika kedua bagian tersebut terlibat dalam aktivitas seksual.

Umumnya, gejala sifilis ini akan sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 1-5 minggu.

2. Sifilis sekunder

Dalam beberapa minggu setelah penyembuhan chancre yang asli, Anda mungkin akan mengalami ruam yang di sekujur tubuh, termasuk telapak tangan dan kaki.

Ruam ini biasanya tidak gatal dan dapat disertai dengan munculnya kutil di mulut atau area kelamin Anda.

Beberapa orang dengan sifilis sekunder juga mengalami rambut rontok, nyeri otot, demam, sakit tenggorokan, hingga pembengkakan kelenjar getah bening.

Seperti tahap pertama (primer), gejala-gejala di atas dapat hilang dengan sendirinya.

Namun, Mayo Clinic menyebut tanda dan gejala ini dapat datang berkali-kali dan hilang selama satu tahun.

Beberapa penderita yang sudah berada pada stadium dua atau tiga mungkin tidak menunjukkan adanya gejala penyakit sifilis.

3. Sifilis laten

Sifilis laten terjadi di antara tahap kedua (sekunder) dan tahap ketiga (tersier).

Pada tahap laten, Anda tidak mengalami gejala apa pun dari penyakit raja singa ini.

Tahap laten ini bisa bertahan selama bertahun-tahun.

Tanda dan gejala mungkin tidak akan pernah kembali lagi atau justru berkembang menjadi tahap keempat, yaitu sifilis tersier.

4. Sifilis tersier

Sekitar 15-30% orang yang terinfeksi sifilis tetapi tidak diobati kemungkinan berisiko mengalami komplikasi yang dikenal dengan nama sifilis tersier.

Tahap ke-4 dari gejala sifilis muncul 10-40 tahun setelah infeksi awal.

Dalam tahap ini, sipilis akan merusak otak, saraf, mata, jantung, aliran darah, hati, tulang, dan otot.

Jenis sifilis berdasarkan gejala

Selain keempat tahap yang disebutkan di atas, terdapat 2 jenis sifilis yang dikelompokkan berdasarkan gejala yang muncul, yaitu:

1. Neurosifilis

Pada tahap mana pun, penyakit raja singa bisa menyebar dan menyebabkan kerusakan.

Salah satu kerusakan yang mungkin terjadi adalah keruskaan otak dan sistem saraf (neurosifilis) serta mata (sipilis okular).

2. Sifilis bawaan

Bayi yang lahir dari ibu dengan sifilis dapat terinfeksi melalui plasenta atau selama proses kelahiran.

Kebanyakan bayi baru lahir dengan sifilis bawaan tidak mengalami gejala apa pun.

Namun, beberapa bayi bisa mengalami ruam pada telapak tangan dan telapak kaki.

Tanda dan gejala sipilis pada bayi lainnya mungkin termasuk tuli dan kelainan bentuk gigi.

Bayi yang memiiki raja singa bawaan juga bisa dilahirkan terlalu dini (prematur), dilahirkan meninggal (stillbirth), atau meninggal setelah lahir.

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas.

Jika Anda memiliki kekhawatiran terhadap gejala tertentu, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Kapan saya harus menemui dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda atau anak Anda mengeluarkan cairan yang tidak biasa, terasa sakit atau muncul ruam, terutama jika terjadi di daerah selangkangan.

Penyebab sifilis

Bakteri yang dapat menyebabkan penyakit sifilis adalah Treponema pallidum.

Infeksi biasanya terjadi karena adanya kontak seksual.

Bakteri masuk ke dalam tubuh melalui celah atau luka di kulit maupun selaput lendir setelah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi sifilis.

Penyakit ini tidak menular melalui penggunaan toilet umum, bak mandi, pakaian, peralatan makan, gagang pintu, kolam renang, dan pemandian air panas.

Sipilis menular selama tahap primer dan sekunder.

Namun, kadang-kadang penyakit raja singa ini juga dapat menular pada periode laten awal.

Faktor risiko sifilis

Individu yang mengidap HIV lebih rentan terhadap penularan dan penyebaran sifilis.

Sekali Anda tertular sifilis, bukan berarti Anda akan kebal terhadap infeksi sejenisnya.

Anda bisa saja terinfeksi lagi di kemudian hari. Penularan sifilis juga dapat terjadi dari ibu hamil ke janinnya (sifilis kongenital atau bawaan).

Selain itu, tidak menjalani prinsip berhubungan seks yang aman juga dapat membuat Anda berisiko terkena sifilis, seperti:

Komplikasi sifilis

Jika tidak diobati, sifilis bisa merusak kesehatan tubuh Anda, bahkan dapat meningkatkan risiko terinfeksi HIV.

Sementara itu, bagi para perempuan, sipilis bisa menyebabkan komplikasi kehamilan.

Pengobatan sipilis bisa membantu mencegah kerusakan pada tubuh Anda di kemudian hari.

Namun, pengobatan penyakit raja singa tersebut tidak dapat memperbaiki atau mengembalikan kerusakan yang telah terjadi.

Komplikasi yang mungkin terjadi pada orang dengan sipilis adalah sebagai berikut:

1. Benjolan kecil atau tumor

Benjolan kecil atau tumor yang disebut gumma dapat berkembang pada kulit, tulang, hati, atau organ lain pada tahap akhir sifilis.

Gumma biasanya hilang setelah perawatan dengan antibiotik.

2. Masalah saraf

Sipilis dapat menyebabkan beberapa masalah pada sistem saraf Anda, termasuk:

3. Masalah kardiovaskular

Masalah akibat sipilis ini mungkin termasuk penonjolan (aneurisma) dan radang aorta.

Aorta adalah arteri utama pada tubuh. Sifilis juga dapat merusak katup jantung.

4. Infeksi HIV

Orang dewasa dengan sipilis yang ditularkan secara seksual diperkirakan memiliki 2-5 kali lipat risiko tertular HIV.

Luka sifilis dapat berdarah dengan mudah sehingga memungkinkan virus HIV masuk ke dalam aliran darah Anda selama melakukan aktivitas seksual.

Jika seseorang dengan HIV juga memiliki sipilis, penyebaran virus akan meningkat, sekalipun mereka obat HIV (antiretroviral).

Diskusikan dengan dokter bagaimana hubungan pengobatan sipilis dengan pengobatan HIV.

5. Komplikasi kehamilan dan kelahiran bayi

Jika sedang hamil, Anda mungkin akan menurunkan sipilis pada bayi Anda yang belum lahir.

Sipilis bawaan meningkatkan risiko keguguran, stillbirth, atau kematian bayi setelah beberapa hari setelah lahir.

Diagnosis sifilis

Dokter dapat membuat diagnosis berdasarkan riwayat medis dan pemeriksaan tubuh pasien dengan memperhatikan organ seks, mulut, dan anus.

Jika terdapat tanda penyakit menular seksual ini sekecil apa pun, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan.

Prosedur pemeriksaan dilakukan dengan cara mengambil bagian kecil jaringan atau cairan penyakit.

Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut menggunakan mikroskop lapang gelap (dark-field microscope) untuk mengetahui jenis bakteri.

Sebuah tes darah (dikenal sebagai tes VDRL) juga dapat dilakukan.

Tes ini berguna untuk menentukan apakah terdapat antibodi (zat yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi dari bakteri Treponema pallidum) dalam darah.

Dokter juga mungkin akan melakukan tes pada pasangan seksual Anda, seperti:

  • Sifilis primer: pasangan sejak tiga bulan lalu.
  • Sifilis sekunder: pasangan sejak enam bulan lalu.
  • Sifilis laten: pasangan sejak tahun lalu (karena mungkin ada chancre yang tidak terdeteksi sebelumnya).

Pengobatan sifilis

Pengobatan tergantung pada tahapan penyakit sipilis atau raja singa ini.

Ketika telah didiagnosis pada tahap awal, pengobatan sifilis cenderung lebih mudah.

Strategi pengobatan sipilis akan tergantung pada gejala dan berapa lama bakteri tersebut ada di dalam tubuh Anda.

Penting untuk diingat bahwa pengobatan untuk sipilis tidak membuat tubuh Anda kebal.

Artinya, Anda tetap bisa menderita penyakit ini lebih dari sekali.

Jika pemeriksaan Anda positif, pasangan Anda juga harus diperiksa dan diobati.

Jika terlambat ditangani, masalah yang disebabkan oleh sipilis cednerung sulit untuk ditangani.

Bakteri dapat terbunuh, tetapi pengobatan kemungkinan besar hanya akan fokus para meredakan rasa sakit dan ketidaknyamanan.

Obat-obatan

Jika Anda didiagnosis dengan sipilis primer, sekunder, atau tahap awal sipilis laten (kurang dari satu tahun), pengobatan yang direkomendasikan adalah injeksi penisilin tunggal.

Jika Anda mengidap sipilis selama lebih dari satu tahun, Anda mungkin membutuhkan dosis tambahan.

Penisilin merupakan satu-satunya obat rekomendasi untuk wanita hamil.

Wanita yang alergi terhadap penisilin dapat menjalani proses desensitisasi sehingga memungkinkan untuk menerima injeksi penisilin.

Jika Anda dirawat karena sipilis selama kehamilan, bayi yang baru lahir juga harus diuji untuk mencari tahu kemungkinan adanya sipilis bawaan.

Jika bayi dinyatakan terinfeksi, ia akan menerima perawatan berupa pemberianantibiotik.

Pada hari pertama menerima pengobatan sipilis, Anda mungkin mengalami reaksi Jarisch-Herxheimer.

Gejala reaksi tersebut termasuk demam, kedinginan, mual, sakit pegal, dan sakit kepala.

Reaksi ini biasanya tidak berlangsung selama lebih dari satu hari.

Tindak lanjut pengobatan

Setelah Anda melakukan pengobatan sipilis, dokter akan meminta Anda untuk melakukan beberapa hal, seperti:

  • Melakukan tes darah berkala dan pemeriksaan untuk memastikan Anda merespon dosis penisilin yang biasa. Tindak lanjut spesifik Anda akan tergantung pada tahap sipilis yang didiagnosis dokter.
  • Menghindari kontak seksual dengan pasangan yang baru hingga pengobatan rampung dilakukan dan tes darah mengindikasikan bahwa infeksi telah terobati.
  • Ingatkan pasangan seks Anda untuk diperiksa dan diobati jika perlu.
  • Melakukan tes infeksi HIV.

Jika Anda melakukan hubungan seks dengan orang yang terinfeksi sifilis. gejalanya mungkin tidak terlalu terlihat.

Ini karena luka sipilis tersembunyi di sekitar vagina, anus, bawah kulup penis, atau mulut.

Sementara jika Anda mengetahui bahwa pasangan seks Anda dinyatakan mengalami sifilis dan diberikan pengobatan, Anda juga mempunyai risiko terkena sipilis.

Pengobatan sifilis di rumah

Gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi penyakit sifilis adalah sebagai berikut:

  • Jangan berhenti minum obat atau mengubah dosisnya hanya karena Anda merasa lebih baik, kecuali atas saran dokter.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil karena penularan sifilis terhadap janin sangat berbahaya.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap obat, terutama penisilin.
  • Cuci tangan Anda sesering mungkin untuk menghindari penyebaran infeksi.
  • Lakukan aktivitas seksual yang aman dengan menggunakan kondom.
  • Beritahukan pasangan seks jika Anda sedang menjalani pengobatan sifilis sehingga mereka juga bisa mendapatkan pemeriksaan medis.
  • Usahakan untuk tidak melakukan aktivitas seksual selama minimal 2 minggu setelah pengobatan atau hingga dinyatakan bersih oleh dokter.
  • Segera memeriksakan diri saat mengalami penyakit menular seksual (PMS) lainnya.

Jika Anda berisiko terkena penyakit raja singa ini, langkah terbaik adalah menghindari hubungan seksual dan segera berkonsultasi dengan dokter.

Jika Anda melakukan aktivitas seksual sebelum menemui dokter, pastikan untuk melakukan seks aman, seperti menggunakan kondom.

Silakan konsultasikan dengan dokter bila masih ada pertanyaan lebih lanjut mengenai kondisi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Syphilis | Womenshealth.gov. (2016). Retrieved 15 January 2021, from https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/syphilis

Syphilis (for Teens) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 15 January 2021, from https://kidshealth.org/en/teens/std-syphilis.html

Syphilis . (2017). Retrieved 15 January 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/syphilis/

Syphilis – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 15 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/syphilis/symptoms-causes/syc-20351756

STD Facts – Syphilis. (2021). Retrieved 15 January 2021, from https://www.cdc.gov/std/syphilis/stdfact-syphilis.htm

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 26/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.