Tahukah Anda buah alpukat ternyata punya beragam manfaat untuk kesehatan? Selain rasanya enak, kandungan gizi buah alpukat dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian Anda.
Tahukah Anda buah alpukat ternyata punya beragam manfaat untuk kesehatan? Selain rasanya enak, kandungan gizi buah alpukat dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian Anda.

Menariknya lagi, alpukat dapat diolah menjadi banyak jenis sajian makanan. Agar lebih yakin mengenai khasiat buah dengan daging berwarna hijau yang khas ini, simak penjelasan berikut ini.

Alpukat (Persea americana) adalah buah tropis atau subtropis yang berasal dari Amerika Selatan. Buah ini disebut-sebut sebagai satu dari beragam buah sehat.
Alpukat tidak hanya punya tekstur yang unik dan rasa yang enak, tetapi juga memiliki kandungan gizi yang luar biasa.
Alpukat mengandung vitamin, karbohidrat, protein, lemak, hingga mineral yang baik untuk kesehatan.
Dikutip dari Data Komposisi Pangan Indonesia, komposisi gizi yang terkandung dalam 100 gram (g) buah alpukat adalah sebagai berikut.
Selain yang telah disebutkan di atas, alpukat mengandung gizi yang penting untuk kesehatan Anda, yaitu folat. Terdapat sekitar 81 mcg atau 0,081 mg folat di dalam 100 g alpukat.
Alpukat juga kaya antioksidan seperti lutein. Di dalam 100 g alpukat, terdapat 271 mcg atau sekitar 0,271 mg lutein.

Kandungan gizi yang terkandung di dalam buah alpukat dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan gizi harian.
Buah ini juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Inilah beragam khasiat alpukat yang baik untuk tubuh.
Manfaat alpukat bagi kesehatan jantung sudah lama diketahui. Kadar lemak tak jenuh yang tinggi pada alpukat dapat mengurangi kolesterol jahat (LDL) pada tubuh.
Menambahkan alpukat ke dalam sajian harian Anda dapat membantu memperbaiki kadar kolesterol LDL pada orang yang kelebihan berat badan atau obesitas.
Kadar kolesterol tubuh yang terjaga dengan baik secara otomatis dapat menjauhkan Anda dari risiko penyakit jantung.
Sebuah studi dari Nutrition Journal (2013) menjelaskan bahwa buah alpukat punya khasiat baik untuk menurunkan risiko sindrom metabolik.
Sindrom metabolik adalah segala hal yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena gangguan kesehatan, seperti stroke, penyakit arteri, diabetes, dan lainnya.
Kadar lemak tak jenuh yang terkandung dalam alpukat pun dapat membantu menghentikan resistensi insulin dan mengontrol kadar gula darah.
Selain itu, alpukat kaya akan asam lemak tak jenuh, serat, vitamin E, vitamin K, magnesium, dan kalium.
Zat gizi tersebut baik untuk membantu menurunkan berat badan, indeks masa tubuh, serta mengurangi lingkar pinggang.
Tak hanya itu, kadar kolesterol baik pun ikut meningkat. Faktor-faktor inilah yang membuat alpukat berpotensi mengurangi risiko sindrom metabolik.
Alpukat mengandung folat yang penting untuk dikonsumsi ibu hamil. Selama masa kehamilan, kebutuhan folat akan meningkat untuk mendukung pembentukan sel dan jaringan baru.
Dikutip dari jurnal Nutrients (2016), folat merupakan zat gizi yang paling terkenal untuk mencegah bayi lahir cacat, seperti mengalami spina bifida dan cacat tabung saraf.
Oleh karena itu, para peneliti mengatakan bahwa alpukat merupakan suntikan gizi yang amat cocok untuk ibu yang sedang hamil.
Manfaat lain dari alpukat yang perlu Anda ketahui adalah buah ini amat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan.
Bisa dikatakan bahwa alpukat adalah buah untuk melancarkan BAB secara berkala.
Alpukat merupakan makanan super yang mengandung serat dan mineral kalium untuk mengoptimalkan fungsi pencernaan.
Alpukat juga merupakan makanan rendah fruktosa. Jadi, alpukat tidak berisiko menyebabkan penumpukan gas sehingga aman untuk lambung.
Manfaat alpukat bagi kecantikan berasal dari kandungan vitamin C dan vitamin E yang sudah terbukti baik untuk kesehatan kulit.
Secara spesifiknya, alpukat ternyata dapat membantu menjaga kelembapan kulit.
Vitamin C memicu produksi lapisan pelindung kulit yang terbuat dari lipid atau lemak. Selain itu, vitamin E juga merangsang produksi minyak kulit atau sebum.
Vitamin C dan vitamin E juga bersifat sebagai antioksidan sehingga membantu melindungi kulit Anda dari kerusakan akibat faktor lingkungan.
Alpukat mengandung antioksidan lutein dan zeaxanthin. Kedua senyawa ini sangat penting bagi kesehatan mata.
Lutein dan zeaxanthin ini diyakini menyerap cahaya biru yang berasal dari sinar matahari. Cahaya ini bisa meningkatkan katarak dan degenerasi makula.
Namun, perlu Anda ingat bahwa sebagian besar penelitian menguji lutein dan zeaxanthin yang terkonsentrasi atau dalam bentuk suplemen, bukan dalam bentuk alpukat.
Kandungan gizi di dalam buah alpukat dipercaya dapat memberikan manfaat yang berkaitan dengan kanker.
Fitonutrien atau senyawa khas tanaman dalam alpukat disebut berpotensi mencegah penyakit kanker dan membantu memperlancar proses pengobatannya.
International Journal of Food Science (2019) menyebutkan bahwa fitonutrien yang terdapat pada alpukat menghambat pertumbuhan sel prakanker dan sel kanker. Zat ini sekaligus mempercepat proses penghancuran sel tersebut.
Meski demikian, studi ini meneliti kadar fitonutrien pada biji alpukat, bukan daging buahnya.
Alpukat berpotensi membantu pengelolaan berat badan karena kombinasi lemak tak jenuh dan seratnya dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama.
Dalam studi pada orang dewasa dengan kelebihan berat badan, menambahkan sekitar setengah buah alpukat ke menu makan siang terbukti meningkatkan rasa puas setelah makan dan menurunkan keinginan untuk makan lagi selama beberapa jam berikutnya.
Efek tersebut menunjukkan bahwa alpukat bisa menjadi pilihan yang lebih mengenyangkan dibanding camilan atau lauk pendamping yang tinggi karbohidrat olahan. Bisa dipertimbangkan untuk Anda yang sedang mengalami kelebihan berat badan atau bahkan berisiko Obesitas.

Di balik khasiat baiknya, Anda perlu lebih berhati-hati karena buah alpukat bisa menimbulkan risiko alergi lateks.
Gejala alergi lateks yang ditimbulkan adalah sebagai berikut:
Jika gejala-gejala di atas Anda alami setelah mengonsumsi alpukat, coba hindari sejenak mengonsumsi buah alpukat.
Manfaat mengonsumsi buah alpukat memang baik untuk kesehatan. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, alpukat menimbulkan gangguan kesehatan.
Oleh karena itu, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi untuk mendapatkan saran terbaik sesuai kondisi kesehatan Anda.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Fulgoni, V., Dreher, M., & Davenport, A. (2013). Avocado consumption is associated with better diet quality and nutrient intake, and lower metabolic syndrome risk in US adults: results from the National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) 2001–2008. Nutrition Journal, 12(1). doi: 10.1186/1475-2891-12-1
5 Foods to Improve Your Digestion. (2021). Retrieved 18 June 2022, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/5-foods-to-improve-your-digestion#
Pullar, J., Carr, A., & Vissers, M. (2017). The Roles of Vitamin C in Skin Health. Nutrients, 9(8), 866. doi: 10.3390/nu9080866
Latex allergy – Better Health Channel. (2022). Retrieved 18 June 2022, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/latex-allergy
Hurtado-Fernández, E., Fernández-Gutiérrez, A., & Carrasco-Pancorbo, A. (2018). Avocado fruit— Persea americana. Exotic Fruits, 37-48. doi: 10.1016/b978-0-12-803138-4.00001-0
FoodData central (2022). Retrieved 18 June 2022, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/1102652/nutrients
Data Komposisi Pangan Indonesia – Beranda. (2022). Retrieved 18 June 2022, from http://panganku.org/id-ID/view
Can eating certain foods help improve your cholesterol levels?. (2021). Retrieved 18 June 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/in-depth/cholesterol/art-20045192
Rosenblat, G., Meretski, S., Segal, J., Tarshis, M., Schroeder, A., & Zanin-Zhorov, A. et al. (2010). Polyhydroxylated fatty alcohols derived from avocado suppress inflammatory response and provide non-sunscreen protection against UV-induced damage in skin cells. Archives Of Dermatological Research, 303(4), 239-246. doi: 10.1007/s00403-010-1088-6
Dabas, D., Elias, R., Ziegler, G., & Lambert, J. (2019). In Vitro Antioxidant and Cancer Inhibitory Activity of a Colored Avocado Seed Extract. International Journal of Food Science, 2019, 1-7. doi: 10.1155/2019/6509421
Versi Terbaru
14/04/2026
Ditulis oleh Fajarina Nurin
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Wicak Hidayat
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)