backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

10

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Batas Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Ditinjau secara medis oleh dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD · Penyakit Dalam · RS Siloam Karawaci (Siloam Hospital Lippo Village)


Ditulis oleh Diah Ayu Lestari · Tanggal diperbarui 26/04/2024

Batas Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Menjaga kadar gula darah agar tetap berada dalam batas normal sangatlah penting. Ini merupakan kunci utama dari pencegahan diabetes melitus bagi orang yang sehat serta perawatan bagi orang-orang yang telah terdiagnosis dengan penyakit ini.

Berikut ini merupakan informasi seputar gula darah, mulai dari nilai atau batasan normal, pemeriksaan, dan cara menjaga kadar gula darah tetap normal.

Berapakah batas gula darah normal?

Gula darah merupakan molekul gula sederhana alias glukosa yang menjadi sumber energi utama untuk setiap sel dan jaringan tubuh.

Glukosa dihasilkan dari proses pencernaan makanan yang mengandung karbohidrat, seperti nasi, roti, kentang, buah-buahan, dan camilan yang mengandung gula.

Makanan inilah yang menentukan kadar gula darah dalam tubuh. Setelah makan makanan yang kaya karbohidrat, kadar gula darah biasanya meningkat.

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut ini merupakan kisaran kadar gula darah yang normal dalam satuan miligram per desiliter (mg/dL).

  • Gula darah puasa (setelah tidak makan selama 8 jam): 70-99 mg/dL.
  • Satu sampai dua jam setelah makan: kurang dari 140 mg/dL.
  • Gula darah sewaktu: kurang dari 200 mg/dL.
  • Gula darah sebelum tidur: 100-140 mg/dL.

Kadar gula darah di atas rentang tersebut mengindikasikan prediabetes atau diabetes. Prediabetes merupakan kondisi saat gula darah lebih tinggi dari normal, tapi belum tergolong sebagai diabetes.

Seseorang dapat dikatakan memiliki gula darah tinggi jika gula darah sewaktunya lebih dari 200 mg/dL, atau 11 milimol per liter (mmol/L).

Sementara itu, seseorang disebut memiliki gula darah rendah jika kadarnya turun drastis di bawah 70 mg/dL.

Kadar gula darah bisa naik-turun, tergantung dengan pola makan, aktivitas fisik sehari-hari, efek samping obat, dan faktor-faktor lainnya.

Pada umumnya, perubahan kadar gula darah sewaktu-waktu masih termasuk wajar jika angkanya tidak berubah sangat drastis dalam waktu cepat.

Kadar gula darah normal menurut usia

Rentang gula darah normal pada anak-anak dan lansia secara umum tidaklah berbeda dengan orang dewasa.

Namun, kadar gula darah anak-anak cenderung mudah berubah bila dibandingkan dengan orang dewasa.

Inilah mengapa anak-anak lebih rentan mengalami penurunan kadar gula darah hingga ke tingkat yang sangat rendah alias hipoglikemia.

Biasanya, anak-anak yang paling rentan mengalami hipoglikemia ialah yang memiliki penyakit diabetes tipe 1.

Jenis pemeriksaan gula darah

tes gula darah

Anda dapat mengetahui berapa kisaran kadar gula darah yang normal dalam berbagai situasi melalui pemeriksaan secara medis ataupun mandiri.

Berikut beberapa jenis pemeriksaan gula darah untuk mendiagnosis penyakit diabetes melitus.

1. Gula darah puasa (GDP)

Gula darah puasa merupakan rentang kadar gula darah yang normal sebelum makan. Tes ini juga berguna untuk memeriksa apakah Anda berisiko prediabetes atau diabetes.

Sebelum melakukan tes gula darah puasa, Anda diharuskan berpuasa selama 8 jam. Berikut ini merupakan kriteria kadar gula darah normal dari tes gula darah puasa:

  • Normal (tidak menderita diabetes): di bawah 100 mg/dL.
  • Prediabetes: 100-125 mg/dL.
  • Diabetes: 126 mg/dL atau lebih.

2. Tes toleransi glukosa oral (TTGO)

Tes toleransi glukosa oral (TTGO) bertujuan untuk mendiagnosis diabetes melitus atau resistensi insulin.

Dokter akan meminta Anda untuk berpuasa selama 8 – 12 jam. Setelah itu, Anda akan meminum larutan gula sebanyak 75 mL.

Pada pemeriksaan ini, dokter memeriksa gula darah Anda sebelum dan sesudah meminum larutan gula. Berikut kriteria kadar gula darah yang normal TTGO.

  • Normal (tidak menderita diabetes): di bawah 140 mg/dL.
  • Prediabetes: 140-199 mg/dL.
  • Diabetes: 200 mg/dL atau lebih.

3. Gula darah sewaktu (GDS)

Tes gula darah sewaktu atau dikenal juga dengan GDS dapat dilakukan kapan saja sepanjang hari.

Tes ini berguna untuk mengetahui kisaran kadar gula darah seseorang selama satu hari dan tidak berpatokan pada rentang waktu tertentu. 

Berikut ini merupakan kriteria kadar gula normal dari hasil yang ditunjukkan oleh tes GDS.

  • Normal (tidak menderita diabetes): di bawah 200 mg/dL.
  • Diabetes: 200 mg/dL atau lebih.

4. HbA1c

Pemeriksaan HbA1c digunakan untuk mendiagnosis diabetes karena HbA1c menggambarkan rata-rata kadar gula darah selama tiga bulan terakhir.

Kriteria hasil tes HbA1c yakni sebagai berikut.

  • Normal (tidak menderita diabetes): kurang dari 5,7%.
  • Prediabetes: 5,7-6,4%.
  • Diabetes: 6,5% atau lebih.

Kapan Anda perlu mengecek gula darah?

Orang yang belum pernah terdiagnosis dengan diabetes dianjurkan untuk memeriksa gula darah sesuai faktor-faktor risiko yang ia miliki.

Jika hasilnya normal, Anda dapat mengulang pemeriksaan minimum setiap tiga tahun.

Sementara bagi pasien diabetes, pemeriksaan gula darah dilakukan secara berkala untuk mengetahui apakah kondisi diabetesnya sudah terkendali.

Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan kadar gula darah atau HbA1c setiap 1 – 3 bulan.

Anda juga dapat memeriksa gula darah secara mandiri menggunakan alat cek gula darah portabel atau glukometer.

Ikutilah anjuran dokter masing-masing mengenai seberapa sering dan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan ini.

 Menurut National Institute of Diabetes, waktu terbaik untuk memeriksa gula darah yaitu pagi hari, sebelum makan, dua jam setelah makan, dan sebelum tidur.

Namun, Anda juga bisa mengecek gula darah bila mengalami gejala hipoglikemia.

Kadar gula darah 200 apakah normal?

Tidak, kadar gula darah sewaktu yang bernilai 200 mg/dL bisa menunjukkan gejala diabetes. Namun, diagnosis diabetes hanya ditentukan setelah melakukan pemeriksaan diabetes oleh dokter atau spesialis penyakit dalam.

Penyebab berubahnya kadar gula darah

pusing sebagai efek samping kayu manis akibat gula darah turun

Kadar glukosa darah yang normal dapat berubah seiring waktu, entah naik atau turun dari batas normalnya. Berbagai hal dapat memicu perubahan kadar glukosa tersebut.

Penyebab gula darah tinggi yang paling umum meliputi:

  • dehidrasi,
  • hormon,
  • stres,
  • penyakit tertentu, dan
  • suhu ekstrem.

Sementara itu, penyebab gula darah turun yang paling umum yakni:

  • pasien diabetes yang rutin menggunakan obat melewatkan waktu makan,
  • efek samping obat diabetes, dan
  • efek samping insulin.

Cara menjaga gula darah tetap normal

Menjaga kestabilan kadar gula darah merupakan kunci hidup sehat bagi setiap orang. Berikut beberapa cara untuk mengontrol kadar gula darah.

  • Olahraga dan aktif bergerak untuk meningkatkan sensitivitas insulin.
  • Ikuti pola yang makan sehat untuk membantu menjaga gula darah tetap normal.
  • Kelola stres dengan baik. Pasalnya, hormon stres seperti adrenalin dan kortisol bisa meningkatkan gula darah.
  • Rutin mengecek gula darah bagi pasien diabetes

Selain memeriksa, Anda sebaiknya juga mencatat kadar gula darah dari waktu ke waktu. Dengan begitu, Anda dapat memantau perubahan kadar gula darah yang terlalu tinggi atau rendah.

Waspadai perubahan kadar gula darah yang terlalu drastis. Segera konsultasikan pada dokter untuk memastikan kondisi kesehatan Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD

Penyakit Dalam · RS Siloam Karawaci (Siloam Hospital Lippo Village)


Ditulis oleh Diah Ayu Lestari · Tanggal diperbarui 26/04/2024

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan