Katarak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu katarak?

Katarak adalah gangguan penglihatan di mana lensa mata Anda menjadi keruh dan seperti berawan. Orang yang mengalami katarak akan merasa seperti selalu melihat kabut atau berasap.

Sebagian besar kondisi mata ini berkembang perlahan-lahan dan tidak terasa mengganggu pada awalnya. Lama-kelamaan, kondisi ini akan semakin memburuk sampai mengganggu penglihatan Anda. Akibatnya, Anda akan menjadi sulit melakukan aktivitas rutin.

Pada tahap awal, pencahayaan yang lebih kuat dan kacamata dapat membantu Anda mengatasi masalah penglihatan yang muncul akibat katarak. Namun, jika lensa mata semakin keruh dan masalah penglihatan semakin memburuk, operasi mungkin menjadi jalan keluarnya. Operasi katarak umumnya merupakan prosedur yang aman yang efektif. 

Seberapa umumkah kondisi ini?

Katarak adalah kondisi mata yang umum terjadi, khususnya pada para lansia, baik laki-laki maupun perempuan. Anda dapat menurunkan risiko kondisi ini dengan mengontrol faktor risiko Anda. Diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala katarak?

Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata Anda. Namun, kekeruhan lensa tidak menyebar dari mata yang satu ke mata yang lain. Artinya, jika salah satu mata Anda mengalami katarak, belum tentu lensa mata yang satunya akan ikut keruh.

Tanda dan gejala katarak adalah:

  • Pandangan kabur seperti berkabut
  • Warna di sekitar terlihat memudar
  • Rasa silau saat melihat lampu mobil, matahari, atau lampu.
  • Melihat lingkarang di sekeliling cahaya (halo)
  • Pandangan ganda
  • Penurunan penglihatan di malam hari
  • Sering mengganti ukuran kacamata

Pada awalnya, sensasi melihat kabut mungkin hanya memengaruhi bagian kecil lensa mata. Jadi, Anda tidak terlalu menyadari bahwa kemampuan penglihatan Anda mulai menurun. 

Seiring berjalannya waktu, “kabut” ini akan semakin besar dan mengaburkan pandangan Anda secara lebih luas. Pada saat inilah Anda mungkin baru mulai menyadari adanya gejala yang mengganggu.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Beberapa gejala di atas mengganggu atau semakin memburuk
  • Saat gejala sudah mengganggu aktivitas harian Anda
  • Merasakan nyeri pada mata

Tubuh setiap orang berbeda. Itu sebabnya, sekalipun Anda memiliki kondisi yang sama dengan orang lain, gejala yang muncul bisa saja tidak sama. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab

Apa penyebab katarak?

Penyebab katarak paling sering adalah penuaan dan trauma yang menyebabkan perubahan pada jaringan mata.

Katarak akibat penuaan terjadi karena dua hal, yaitu:

  • Protein menggumpal pada lensa mata. Hal ini menyebabkan benda terlihat kurang jelas dan kurang tajam
  • Lensa yang jernih secara perlahan berubah warna menjadi kuning-kecokelatan. Inilah yang menjadi penyebab mata berwarna kuning kecoklatan, hingga membentuk katarak.

Sebagian besar lensa mata terdiri dari air dan protein. Dengan bertambahnya usia sebagai penyebab kondisi ini, lensa menjadi semakin tebal dan tidak fleksibel. 

Hal ini menyebabkan gumpalan protein dan mengurangi cahaya yang masuk ke retina, sebuah lapisan yang sensitif terhadap cahaya yang terletak di belakang dalam mata Anda. Akibatnya, pandangan menjadi kabur dan tidak tajam.

Perubahan lensa diawali dengan warna kuning kecoklatan ringan namun semakin memburuk dengan bertambahnya waktu. Anda mulai sulit membedakan warna biru atau ungu.

Jenis-jenis

Apa saja jenis-jenis katarak?

Jenis katarak yang paling umum disebabkan oleh penuaan. Kondisi ini disebut dengan katarak senilis.

Selain katarak senilis, dikutip dari Mayo Clinic, masih terdapat jenis-jenis katarak lainnya, antara lain adalah:

1. Katarak nuklir

Jenis katarak ini memengaruhi pusat lensa dan dapat menyebabkan rabun jauh atau bahkan perubahan dalam penglihatan Anda selama membaca. Seiring berjalannya waktu, lensa secara bertahap berubah menjadi lebih kuning pekat dan berubah menjadi warna cokelat. Kondisi ini semakin mengaburkan penglihatan Anda.   

2. Katarak kortikal

Ini adalah jenis katarak yang memengaruhi tepi lensa. Katarak kortikal dimulai dengan bercak putih dan kekeruhan berbentuk goresan di tepi luar korteks lensa. Saat perlahan-lahan berkembang, garis-garis kemudian meluas ke tengah dan mengganggu cahaya yang melewati pusat lensa. 

3. Katarak subkapsular posterior

Katarak subkapsular posterior terjadi di bagian belakang lensa. Kondisi ini biasanya diawali dengan area kecil dan buram yang biasanya terbentuk di sekitar bagian belakang lensa, tepat di jalur cahaya.

Jenis katarak ini sering mengganggu penglihatan Anda saat membaca, mengurangi penglihatan Anda dalam cahaya terang, dan menyebabkan silau atau lingkaran cahaya di sekitar lampu pada malam hari. 

4. Katarak bawaan

Sesuai namanya, kondisi ini terjadi akibat bawaan lahir dan disebut dengan katarak kongenital. Ini mungkin bersifat genetik atau terkait dengan infeksi atau trauma intrauterin (trauma di dalam rahim). Kondisi ini juga mungkin disebabkan oleh kondisi tertentu lainnya, seperti distrofi miotonik, galaktosemia, neurofibromatosis tipe 2 atau rubella. Umumnya, katarak kongenital dapat segera diatasi begitu setelah terdeteksi.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya mengalami katarak?

Berikut ini adalah beberapa faktor risiko penyebab katarak yang mungkin saja membuat Anda berpeluang lebih tinggi mengalami kondisi ini:

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk katarak?

Biasanya tidak diperlukan terapi jika penglihatan Anda tidak terganggu. Jika penglihatan Anda semakin memburuk dan mulai sulit menjalani aktivitas harian Anda, pilihan terapinya hanyalah operasi katarak.

Operasi pada umumnya aman dan tidak membutuhkan rawat inap. Ada 2 jenis operasi untuk meringankan gejala, yaitu:

  • Small incision cataract surgery (phacoeulsification). Operasi ini dilakukan dengan melakukan insisi kecil pada tepi kornea. Dokter menyinarkan gelombang ultrasound untuk menghancurkan lensa lalu diambil menggunakan pengisap
  • Extracapsular surgery yang membutuhkan insisi yang lebih lebar untuk mengeluarkan inti lensa yang berkabut. Sisa lensa dikeluarkan dengan menggunakan pengisap

Selama proses kedua operasi, lensa buatan yang disebut juga lensa intraokular dimasukkan untuk menggantikan lensa asli yang sudah keruh dan diambil. Operasi ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam. 

Beberapa orang yang menjalani operasi ini tidak merasakan nyeri, meski beberapa yang lain merasakannya. Rasa sakit yang dirasakan akan bergantung pada kemampuan Anda menahan rasa nyeri (toleransi nyeri). 

Dokter mungkin akan menggunakan tetes mata untuk membuat mata menjadi baal dan Anda tetap sadar atau menggunakan anestesi umum yang membuat Anda tidak sadar.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Untuk memastikan diagnosis, dokter Anda akan melakukan evaluasi pada riwayat medis Anda dan melakukan pemeriksaan mata yang komprehensif. Anda akan dirujuk ke dokter spesialis mata (ophtalmogist), yang akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan katarak.

Dokter mata akan melakukan serangkaian tes, termasuk:

1. Tes ketajaman visual

Tes ketajaman visual menggunakan grafik mata untuk mengukur seberapa baik Anda dapat membaca serangkaian huruf. Mata Anda diuji satu per satu, sementara mata lainnya tertutup. 

Dengan menggunakan bagan atau alat penglihatan dengan huruf yang semakin kecil, dokter mata Anda menentukan apakah Anda memiliki kondisi penglihatan tertentu. 

2. Pemeriksaan lampu celah

Lampu celah memungkinkan dokter mata melihat struktur di bagian depan mata Anda di bawah kaca pembesar. Mikroskop disebut lampu celah karena menggunakan garis cahaya yang intens untuk menerangi kornea, iris, lensa, dan ruang antara iris dan kornea Anda. Ini memungkinkan dokter mendeteksi adanya kelainan kecil. 

3. Tes retina

Untuk melakukan tes retina, dokter mata akan memberi obat tetes mata untuk membuka lebar pupil mata Anda. Ini akan memudahkan dokter untuk memeriksa bagian belakang mata Anda (retina). 

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mencegah katarak?

Beberapa langkah dan perubahan gaya hidup yang dapat membantu Anda mengatasi, mencegah, atau meminimalisir risiko terjadinya katarak adalah:

  • Pergi ke dokter jika masalah penglihatan Anda sudah mengganggu aktivitas harian Anda.
  • Periksakan mata secara teratur pada dokter ahli kacamata Anda
  • Lindungi mata Anda dari benturan dan cahaya matahari yang terlalu lama. Gunakan kacamata yang melindungi 100% dari sinar ultraviolet baik UVA dan UVB, khususnya selama musim panas.
  • Pertahankan kadar gula darah dalam rentang yang normal jika memiliki diabetes. Katarak lebih cepat berkembang jika kadar gula darah Anda tinggi.
  • Perbaiki pencahayaan di rumah Anda.
  • Gunakan kaca pembesar saat membaca.
  • Batasi kebiasaan menyetir di malam hari.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perlukah Orang Tua Lanjut Usia Minum Vitamin untuk Tulang? Ini Jawabannya

Vitamin D dan kalsium memang bisa dipenuhi lewat suplemen. Akan tetapi, apakah orang tua perlu minum vitamin untuk tulang ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 29 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

6 Hal yang Perlu Dipersiapkan Lansia Sebelum Berenang Agar Tetap Aman

Berenang memberi manfaat untuk lansia, tapi persiapan sebelum berenang juga harus diperhatikan. Yuk, intip panduannya pada ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Lansia, Aktivitas Lansia 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Stroke

Penyakit stroke adalah kondisi kronis. Terdapat dua jenis stroke yakni yang ringan dan hemoragik. Cari tahu obat, gejala, dan terapinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 22 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lansia mulai ompong

Usia Berapa Gigi Lansia Akan Mulai Ompong?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
lansia mudah kedinginan

Penyebab Lansia Gampang Kedinginan, Plus Cara Mencegah dan Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
nafsu makan

Kenapa Orang Lanjut Usia Biasanya Tak Punya Nafsu Makan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Emboli paru (pulmonary embolism) adalah penyumbatan yang terjadi di salah satu arteri paru Anda. Pada banyak kasus, emboli paru disebabkan oleh gumpalan darah beku yang mengalir ke paru-paru dari kaki, atau yang lebih jarang dari bagian tubuh lain (trombosis vena dalam).

Emboli Paru

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit