backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan

9 Buah Terbaik untuk Melancarkan Buang Air Besar (BAB)

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 03/01/2023

9 Buah Terbaik untuk Melancarkan Buang Air Besar (BAB)

Penyakit pencernaan seperti sembelit memang mengganggu keseharian. Masalah pencernaan ini tentu dapat diatasi dengan minum obat pencahar. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi buah yang baik untuk pencernaan. Apa saja pilihannya?

Pilihan buah untuk melancarkan BAB

konsumsi buah kognitif janin

Jangan sepelekan kondisi susah buang air besar alias sembelit. Jika dibiarkan, jenis masalah pencernaan ini bisa menyebabkan komplikasi gawat lain seperti:

  • prolaps rektum,
  • wasir, bahkan
  • usus tersumbat. 

Normalnya, seseorang akan buang air besar sebanyak 1-3 kali sehari. Ketika sembelit, Anda akan BAB kurang dari 3 kali dalam seminggu. 

Buah termasuk asupan yang dipercaya baik untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Pasalnya, buah mengandung serat yang baik untuk pencernaan.

Bahkan, beberapa buah digadang-gadang berpotensi sebagai pelancar BAB. 

Sebelum buru-buru minum obat atau di tengah menunggu jadwal konsul dokter, di bawah ini beberapa buah yang bisa dikonsumsi untuk melancarkan BAB.

1. Buah beri

Sudah bukan rahasia umum lagi bila buah beri menawarkan segudang manfaat untuk kesehatan, termasuk sistem pencernaan.

Bagaimana tidak, buah-buahan kecil yang hadir dalam variasi dan bentuk ini termasuk makanan kaya akan serat

Begini, kandungan serat pada makanan dapat membantu mencegah sembelit, meringankan sindrom iritasi usus besar, hingga menjaga berat badan.

Serat tersebut ternyata bisa ditemukan pada buah beri yang dinilai dapat melancarkan BAB. 

Konsumsi satu porsi buah beri setiap hari ternyata bisa membantu memenuhi kebutuhan serat harian.

Anda juga bisa mengolah buah yang terasa asam dan manis ini menjadi kering bila ingin disimpan untuk waktu yang lebih lama. 

Meski begitu, buah beri kering dapat menghancurkan vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin B dan C.

Namun, beberapa produsen buah beri biasanya sudah menambahkan nutrisi tersebut, sehingga baca kembali kandungan gizi pada kemasan. 

2. Apel

manfaat kulit apel

Selain buah beri, buah lainnya yang disebut dapat melancarkan BAB yaitu apel. Pasalnya, satu buah apel berukuran sedang mengandung 2,8 gram serat tidak larut air dan 1,2 gram serat larut air. 

Selain itu, sebagian serat pada buah pelancar BAB ini juga mengandung pektin.

Bila sudah berada di usus, pektin akan difermentasi secara cepat oleh bakteri dan menghasilkan asam lemak rantai pendek. 

Asam lemak ini nantinya akan menarik lebih banyak air ke usus, sehingga membantu melunakkan feses. Artinya, konsumsi apel setidaknya dapat membantu meringankan gejala sembelit. 

Anda bisa makan buah apel secara langsung, dibuat jus, atau dicampurkan pada salad beberapa hari sekali demi menjaga kesehatan pencernaan. 

3. Pepaya

Di negara beriklim tropis, seperti Indonesia, buah pepaya cukup populer untuk mengatasi masalah pencernaan.

Kandungan serat, folat, vitamin A, C, dan E pada pepaya ternyata menjadi rahasia dibalik sebutan pelancar BAB ini. 

Hal juga ini dibuktikan melalui penelitian dari Neuro endocrinology letters. Pada penelitian tersebut dilaporkan bahwa pepaya berkontribusi terhadap menjaga kesehatan saluran pencernaan. 

Bahkan, buah yang tersedia dalam warna jingga ini juga membantu mengatasi gangguan pencernaan, seperti gejala sindrom iritasi usus besar (IBS)

Temuan ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana cara kerja pepaya dapat melancarkan BAB dan mengatasi perut kembung

4. Pisang

Meski bukan buah yang menjadi pilihan utama untuk melancarkan BAB, pisang ternyata menawarkan manfaat lainnya untuk kesehatan pencernaan.

Hal ini dikarenakan pisang termasuk asupan makanan yang mudah dicerna, terutama setelah sakit perut.

Itu sebabnya, buah pisang termasuk dalam asupan yang perlu dikonsumsi oleh orang yang mengalami diare.

Tidak hanya mudah dicerna, pisang juga membantu memenuhi kebutuhan elektrolit yang hilang akibat diare atau muntah.

Selain itu, pisang, terutama pisang hijau yang belum matang, kaya akan pati resisten yang dapat menjaga kesehatan usus.

Pati resisten adalah jenis karbohidrat yang akan diserap perlahan oleh usus kecil, sehingga tidak memicu kenaikan tajam gula darah. 

Di lain sisi, pati juga berperan penting dalam menghasilkan bakteri baik yang nantinya membantu produksi asam lemak rantai pendek.

Asam lemak tersebut sangat mungkin membantu mendukung pengobatan kolitis ulseratif, penyakit Crohn, dan diare.

5. Alpukat

Salah satu gejala masalah pencernaan yang cukup mengganggu adalah perut kembung.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Anda bisa mengatasi perut kembung dengan mengonsumsi buah dengan kandungan fruktosa yang rendah, seperti alpukat. 

Buah alpukat termasuk golongan superfood karena mengandung serat dan nutrisi yang penting, seperti kalium.

Kalium berperan penting dalam meningkatkan fungsi pencernaan dan mengurangi risiko perut kembung. 

Walaupun termasuk buah yang padat akan nutrisi, alpukat tidak boleh dimakan berlebihan karena mengandung banyak lemak. 

6. Buah jeruk

serabut putih pada jeruk

Berbagai jenis jeruk, seperti jeruk bali, jeruk manis, dan jeruk mandarin merupakan buah yang sering dijadikan camilan.

Serat dari buah ini tidak hanya menunda lapar, tapi juga baik untuk pencernaan. 

Sama seperti apel, buah jeruk kaya akan pektin. Selain itu, buah untuk mengatasi konstipasi ini juga mengandung antioksidan naringenin.

Antioksidan ini diketahui dapat meningkatkan sekresi cairan ke dalam usus, sehingga feses pun jadi lebih lunak.

Cara mudah mengonsumsi buah untuk melancarkan BAB ini yaitu dimakan langsung yang ternyata lebih baik daripada diolah menjadi jus

7. Kiwi

Kandungan serat yang tinggi pada buah kiwi bisa digunakan sebagai pelancar BAB dan mengatasi masalah sembelit.

Satu buah kiwi umumnya mengandung 2,3 gram serat dan hal ini dapat memenuhi asupan serat harian serat sebanyak 9 persen. 

Selain serat, kiwi juga mengandung enzim actinidin yang dapat merangsang gerakan usus menjadi lebih optimal. Dengan begitu, Anda mungkin jadi lebih rutin buang air besar. 

8. Plum 

Buah plum dianggap menjadi salah satu buah yang dapat menjaga kesehatan usus. Pasalnya, tiga buah plum umumnya mengandung 2 gram serat dan salah satunya adalah serat selulosa.

Serat selulosa dari makanan ini dipercaya bisa melancarkan BAB karena dapat meningkatkan jumlah air pada feses agar lebih lunak.

Tidak hanya itu, buah ini juga kaya akan senyawa fenolik yang baik untuk bakteri usus. 

9. Buah pir

Satu buah pir berukuran sedang biasanya mengandung sekitar 5,5 gram serat yang baik untuk melancarkan BAB saat sembelit.

Dengan begitu, konsumsi buah pir bisa membantu memenuhi asupan serat harian sebanyak 22 persen. 

Selain serat, pir juga mengandung gula fruktosa dan sorbitol yang lebih banyak daripada buah lainnya.

Kedua jenis gula ini memang tidak dapat dicerna oleh tubuh, sehingga akan dialirkan ke usus besar. 

Fruktosa dan sorbitol nantinya akan menarik lebih banyak air dan membuat feses menjadi lebih lunak.

Jenis gula ini juga merangsang gerakan usus lebih cepat agar feses lebih mudah dikeluarkan. Buah-buahan yang di atas memang baik untuk sistem pencernaan.

Namun, Anda tidak boleh mengonsumsinya sembarangan. Sebaiknya, pilih buah yang segar dan tidak dikonsumsi terlalu banyak untuk mencegah masalah kesehatan lainnya.

Masalah sembelit tak boleh didiamkan karena dapat menyebabkan penyakit komplikasi gawat lain seperti usus tersumbat, wasir (BAB berdarah), bahkan prolaps rektum. Cegah masalah ini dengan menambah asupan serat dalam makanan harian Anda.

Namun, jika Anda sudah terlanjur sembelit, segera konsumsi suplemen dengan bahan herbal dengan rasa anggur yang enak untuk membantu melunakkan tinja tanpa rasa mulas yang berlebihan.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 03/01/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan