home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kupas Tuntas 7 Manfaat Vitamin B1 (Tiamin) untuk Tubuh Anda

Kupas Tuntas 7 Manfaat Vitamin B1 (Tiamin) untuk Tubuh Anda

Vitamin B1, sering juga disebut tiamin, memiliki manfaat untuk mengubah karbohidrat dari makanan menjadi energi. Jadi, jika Anda kekurangan vitamin B1, tubuh akan cepat lelah dan tidak bertenaga.

Memangnya bagaimana cara kerja vitamin B1 di dalam tubuh? Lalu, apa lagi manfaat yang bisa Anda dapatkan dari vitamin ini? Simak jawabannya lewat ulasan berikut ini.

Manfaat vitamin B1 bagi kesehatan

otak manusia

Vitamin B1 (tiamin) adalah zat gizi yang berperan penting dalam pembentukan energi. Tubuh Anda juga membutuhkan vitamin ini untuk menjaga fungsi sistem saraf, jantung, dan otot agar bekerja dengan baik.

Seperti jenis vitamin B kompleks lainnya, tiamin termasuk vitamin larut air. Tiamin dari makanan akan diserap oleh usus halus dan terbawa aliran darah ke seluruh tubuh. Jika Anda kelebihan vitamin B1, tubuh akan membuangnya melalui urine.

Anda bisa menemukan tiamin dalam makanan sehari-hari serta suplemen multivitamin. Asupan vitamin B1 yang cukup akan memberikan tubuh Anda kebaikan sebagai berikut.

1. Mencegah penyakit beri-beri

Manfaat terpenting vitamin B1 yaitu mencegah penyakit beri-beri. Penyakit ini terjadi karena tubuh tidak dapat mengubah karbohidrat dari makanan menjadi energi. Hal ini memicu penumpukan asam piruvat dalam darah dan menimbulkan gejala beri-beri.

Penyakit beri-beri diatasi dengan pemberian suplemen vitamin B1 dalam bentuk pil atau suntikan. Jika kondisi pasien cukup parah, tenaga medis akan memberikan suplemen melalui infus. Dokter kemudian akan mengawasi kondisi pasien secara berkala.

2. Membantu pembentukan energi

Makanan yang Anda makan akan dicerna dalam lambung menjadi bentuk yang paling kecil. Setelah itu, barulah usus halus bisa menyerap karbohidrat, lemak, dan protein. Vitamin B1 kemudian membantu mengubah semua zat gizi tersebut menjadi ATP.

ATP (adenosin trifosfat) adalah molekul yang membawa energi ke dalam sel sehingga sel dapat menjalankan fungsinya. Ketika kehabisan ATP, tubuh akan lemas dan tidak berenergi. Ini berarti tubuh Anda perlu makanan untuk membuat ATP yang baru.

3. Menjaga fungsi otak

Vitamin B1 tampaknya memiliki manfaat untuk memperbaiki fungsi otak, terutama pada penderita penyakit Alzheimer. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Vietnamese American Medical Research Foundation pada 2011.

Penelitian tersebut melaporkan bahwa asupan vitamin B1 dapat meningkatkan fungsi kognitif pada penderita Alzheimer. Fungsi kognitif adalah fungsi otak yang mencakup kemampuan berpikir, mengambil keputusan, belajar, dan sejenisnya.

4. Membantu mengurangi stres

Menurut dr. Sherry Ross, seorang spesialis kandungan sekaligus ahli kesehatan wanita di Providence Saint John’s Health Center, AS, asupan tiamin mungkin bisa membantu mengendalikan mood dan gangguan fisik akibat stres.

Ini sebabnya tiamin sering disebut sebagai vitamin antistres. Dengan asupan vitamin B1 yang cukup, orang yang mudah stres akan terbantu untuk merasa lebih tenang, berpikir positif, dan lebih sanggup melawan stres yang mengganggu pikirannya.

5. Menurunkan risiko katarak

Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kecukupan vitamin B1 dibarengi zat gizi lainnya bisa menurunkan risiko mata katarak. Orang yang banyak mengonsumsi protein, vitamin A, B1, B2, dan B3 juga memiliki risiko yang lebih rendah lagi.

Para ahli menyebutkan bahwa asupan vitamin C, E, dan B kompleks yang cukup dapat melindungi lensa mata dari kemungkinan mengalami katarak. Pada penderita katarak, lensa memang merupakan bagian mata yang paling terdampak.

6. Menjaga kesehatan penderita penyakit jantung

Penderita penyakit jantung biasanya rutin mengonsumsi pil diuretik untuk mengeluarkan kelebihan air. Namun, obat diuretik juga dapat meningkatkan risiko kekurangan vitamin B1 karena vitamin ini mudah terbuang bersama urine.

Beberapa penelitian kecil menyarankan konsumsi suplemen vitamin B1 guna mengatasi hal ini. Dengan begitu, penderita penyakit jantung yang meminum obat diuretik secara rutin bisa tetap mencukupi kebutuhan tiaminnya sehari-hari.

7. Meringankan gejala penyakit atau kondisi tertentu

Selain menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, vitamin B1 juga diyakini memiliki manfaat dalam meringankan gejala beberapa penyakit dan kondisi medis, seperti:

  • sariawan,
  • HIV/AIDS,
  • kanker serviks,
  • diabetes tipe 2,
  • mabuk,
  • glaukoma dan gangguan penglihatan lainnya,
  • gangguan ginjal pada pasien diabetes tipe 2, serta
  • sistem kekebalan tubuh yang melemah.

Manfaat vitamin B1 untuk mengatasi berbagai kondisi di atas memang menjanjikan. Meski begitu, temuan tersebut masih harus dikaji lebih lanjut.

Vitamin B1 merupakan zat gizi penting yang tidak dapat diproduksi ataupun disimpan dalam tubuh. Oleh sebab itu, Anda membutuhkan asupan vitamin ini dari luar yang berasal dari makanan.

Selain lewat makanan, Anda juga bisa meraup manfaat vitamin B1 lewat suplemen. Akan tetapi, pastikan Anda sudah berkonsultasi kepada dokter untuk mengetahui dosis yang tepat.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Thiamin. (2020). Retrieved 1 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-thiamin/art-20366430

Thiamin. (2019). Retrieved 1 March 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/002401.htm

Thiamin – Vitamin B1. (2021). Retrieved 1 March 2021, from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/vitamin-b1/

Vitamin B1 (Thiamine). (n.d.) Retrieved 1 March 2021, from https://www.mountsinai.org/health-library/supplement/vitamin-b1-thiamine

A to Z: Beriberi. (2021). Retrieved 1 March 2021, from https://kidshealth.org/Nemours/en/parents/az-beriberi.html

Introducing Vitamin B1. (2017). Retrieved 1 March 2021, from https://sightandlife.org/blog/introducing-vitamin-b1/

Lu’o’ng, K. v., & Nguyen, L. T. (2011). Role of thiamine in Alzheimer’s disease. American journal of Alzheimer’s disease and other dementias, 26(8), 588–598. https://doi.org/10.1177/1533317511432736

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui 16/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro