13 Deretan Obat Herbal Kanker dan Aturan Aman Pemakaiannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/07/2020 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Penyakit kanker umumnya diobati dengan kemoterapi, radioterapi, atau operasi kanker. Meski demikian, tersedia juga pengobatan kanker alternatif yang menggunakan tanaman herbal alami sebagai obat kanker. Banyak yang tertarik dengan pengobatan ini untuk meningkatkan sistem imun, meringankan gejala, maupun meredakan efek samping dari pengobatan dokter. Apa saja obat kanker alami tersebut? Lantas, amankah jika pasien kanker memilih pengobatan ini? Cari jawabannya berikut ini.

Daftar obat herbal untuk mengobati kanker

makan bawang kanker payudara

Sebelum berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan, penyakit kanker diobati secara tradisional menggunakan tanaman yang ada di alam sebagai obat untuk meredakan gejala kanker. Hingga kini, cara mengobati kanker secara tradisional ini masih dilakukan, dikembangkan menjadi obat kemasan langsung minum, dan masih diteliti efektivitasnya oleh ilmuwan.

Berikut ini tanaman, rempah, atau bahan alami lain yang sering diandalkan jadi obat kanker alami, di antaranya:

1. Bawang putih dan madu

Selain dimanfaatkan sebagai rempah, bawang putih sejak dahulu cukup termashur sebagai obat tradisional. Salah satunya digunakan sebagai tanaman alami untuk obat herbal kanker.

Studi terbaru tahun 2019 pada Biomedicine & Pharmacotherapy menunjukkan bahwa phytochemical, seperti allicin pada bawang putih bersifat antimutasi, dapat memperbaiki DNA, dan merangsang kematian sel (apoptosis) agar tidak terus memperbanyak dirinya.

Perlu Anda ketahui bahwa penyebab kanker adalah mutasi DNA pada sel yang akhirnya membuat sel jadi abnormal; terus membelah tanpa kendali.

Sementara madu sendiri, menurut penelitian lama pada BMC complementary and alternative medicine memiliki senyawa antikanker, yakni mengurangi paparan radikal bebas dan merangsang apoptosis sel.

Ada yang mengklaim jika campuran bawang putih dan madu bisa jadi obat untuk kanker. Sayangnya, khasiat ramuan tersebut tidak menunjukkan bukti kuat sehingga masih diragukan sebagai obat kanker.

Terlebih madu mengandung gula yang jika dikonsumsi berlebihan bisa menyebabkan obesitas, yang merupakan salah satu faktor risiko dari kanker.

2. Daun sirsak

Selain buahnya, batang, akar, biji, hingga daunnya ternyata sering digunakan sebagai obat tradisional. Salah satunya, bagian daun dari tanaman herbal ini dijadikan sebagai obat kanker.

Menurut laporan pada studi Oxidative medicine and cellular longevity, seorang wanita usia 66 tahun menderita kanker payudara dan menjalani kemoterapi menggunakan daun sirsak sebagai pengobatannya.

Cara mengolah daun sirsak untuk kanker yang dilakukan pasien ini adalah merebus 10-12 lembar daun sirsak dengan air selama 5-7 menit dan meminumnya kurang lebih 236 ml per hari. Hasilnya, perkembangan kanker tetap stabil selama 5 tahun.

Periset menyimpulkan bahwa ada kemungkinan manfaat daun sirsak ini sebagai obat herbal untuk kanker, yakni merangsang apoptosis sel, menghambat proliferasi (pengulangan siklus sel), dan bersifat sitotoksisitas (menghentikan pertumbuhan sel kanker).

Meskipun begitu, penggunaan daun sirsak belum disetujui dan diterapkan secara resmi sebagai pengobatan kanker. Mengingat belum diamatinya efektivitas dan efek samping yang mungkin terjadi.

3. Kunyit putih dan kunyit kuning

Tanaman herbal selanjutnya yang cukup dikenal menjadi obat alami untuk kanker adalah kunyit putih. Manfaat kayu putih untuk kanker ini diamati dari minyak ekstraknya, pada studi yang diterbitkan oleh Chinese medicine tahun 2013.

Beberapa minyak kunyit putih mengandung curcumol, β-elemene, curdione dan germacrone menunjukkan aktivitas antitumor pada sel kanker dan menghambat proliferasi. Sayangnya, efek yang ditunjukkan berbeda-beda, baik itu pada sel kanker manusia, hewan, dan jenis kanker seperti kanker paru-paru dan leukemia.

Mengingat potensi yang berbeda-beda ini mengharuskan kunyit putih untuk diteliti ulang khasiatnya untuk mengobati kanker.

Selain kunyit putih, jenis lain yakni kunyit kuning juga diteliti manfaatnya sebagai obat herbal untuk kanker. Dalam studi tahun 2019 dalam jurnal Nutrients, kunyit mengandung senyawa curcumin berkemampuan untuk berinteraksi dengan sel imun dalam tubuh yang melawan kanker.

Selain itu, curcumin juga memberikan pengaruh pada perkembangan sel kanker dengan menekan tingkat cyclin D1. Pasalnya, tingkat tinggi cyclin D1 menjadi salah satu faktor berkembangnya kanker. Namun, penggunaan kurkumin bisa menimbulkan efek samping, seperti mual, diare, atau sakit kepala sehingga masih diteliti efektivitasnya dalam mengobati kanker.

4. Soda kue

Selain tanaman, bahan alami seperti soda kue atau natrium bikarbonat juga disebut-sebut bisa menjadi obat herbal untuk tumor kanker. Kanker menyebabkan sel tertentu terus tumbuh, menumpuk, dan kadang membentuk tumor ganas.

Tumor menyebabkan lingkungan di sekitarnya menjadi lebih asam sehingga dapat tumbuh dan membesar. Oleh karena itu, metode pengobatan kanker yang sedang dikembangkan untuk menekan pertumbuhan kanker adalah mengurangi keasaman dengan netralisasi.

Studi pada jurnal Integrative cancer therapies menggunakan soda kue sebagai bahan uji coba. Hasilnya, menunjukkan adanya potensi natrium bikarbonat dalam meningkatkan efektivitas pengobatan kanker. Akan tetapi, perlu uji skala besar penerapan soda kue dalam terapi kanker sehingga penggunaanya masih belum diresmikan.

5. Mengkudu

Obat herbal untuk kanker selanjutnya adalah mengkudu. Baik buah, daun, dan akarnya menunjukkan sifar antikanker dan imunostimulan (meningkatkan sistem imun) menurut studi pada jurnal Phytotherapy Research. 

Buah ini punya potensi merangsang sistem kekebalan tubuh dalam melawan sel kanker, membunuh sebagian kecil sel kanker sekitar 0-36% tergantung jenis kankernya. Selain itu, mengkudu juga punya kemungkinan untuk menurunkan kadar radikal bebas yang merusak sel sehat.

Namun, aktivitas antikanker pada mengkudu ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terutama penggunaannya pada pasien kanker, masalah ginjal, dan penyakit jantung.

6. Daun belalai gajah

Daun belalai gajah diketahui mengandung antioksidan tinggi, misalnya saja terpenoid, flavonoid, steroid, saponin, asam fenolik, dan tanin. Antioksidan telah lama dikenal manfaatnya untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh sehingga mampu mencegah efek domino yang bisa menyebabkan kanker.

Daun belalai gajah juga dilaporkan memiliki sifat anti-proliferatif yang bisa membantu memperlambat penyebaran sel kanker dan tingkat metastasisnya. Berkat klaim anti-kanker ini pula banyak orang sehat yang rutin mengonsumsi teh herbal daun belalai gajah sebagai upaya mencegah kanker.

Namun demikian, bukti ilmiah untuk mendukung klaim manfaat daun belalai gajah untuk mengobati atau mencegah kanker sampai saat ini masih kurang kuat. Temuan-temuan di atas masih bersifat dugaan awal karena dibuat hanya berdasarkan uji kultur sel kanker di laboratorium.

Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguatkan klaim manfaat belalai gajah untuk obat herbal kanker.

7. Akar bajakah

Akar atau kayu bajakah cukup ramai menjadi perbincangan karena potensinya sebagai obat herbal untuk kanker. Potensi dari obat ini diamati dalam karya ilmiah siswa-siswi SMAN 2 Palangka Raya yang memenangkan ajang World Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan.

Berdasarkan studi tersebut, akar bajakah telah digunakan turun-temurun sejak lama oleh masyarakat pedalaman di Kalimantan dan terbukti mengatasi penyakit kanker payudara. Akar ini diketahui memiliki senyawa antioksidan, seperti  flavonoid, alkaloid, fenolik, steroid, tanin, triterpenoid, dan saponin.

Meskipun begitu, Badan POM menegaskan bahwa tidak semua akar bajakah bisa dijadikan sebagai obat kanker karena ada lebih dari 200 jenis, yang tidak semuanya punya potensi sama. Sekarang ini sedang dilakukan pengamatan lebih dalam untuk mengetahui jenis akar bajakah mana yang bisa dijadikan obat kanker.

8. Kulit manggis

Manggis maupun kulitnya cukup populer sebagai obat herbal, salah satunya untuk penyakit kanker. Di Indonesia, cara mengolah kulit manggis menjadi obat kanker yakni dibuat jus atau direbus dengan air.

Munculnya pengobatan dengan bahan alami demikian, didukung dengan maraknya penelitian mengenai buah sekaligus kulitnya ini, salah satunya studi yang diterbitkan pada International Journal Of Molecular Medicine.

Zat alami dalam manggis dan kulitnya yakni α-mangostin berpotensi merangsang apoptosis sel kanker, terutama pada kanker payudara, kanker kolorektal, dan kanker hati. Periset melihat adanya pengaruh zat manggis dengan ERK1/2 yakni protein yang mendorong apoptosis dan mengendalikan siklus sel, seperti tumbuh dan membelah.

Dari hasil banyak penelitian tersebut, ekstrak manggis sekarang ini dapat Anda dapatkan dengan mudah dalam bentuk pil yang sudah diolah. Namun lagi-lagi, Anda harus bijak menggunakan tanaman ini sebagai obat alami kanker mengingat adanya efek samping yang mungkin terjadi.

9. Daun kelor

Daun kelor yang punya nama latin Moringa oleifera, masuk dalam daftar obat yang digunakan sebagai obat untuk kanker oleh masyarakat Indonesia.

Manfaat daun kelor untuk kanker ini diteliti dan diterbitkan pada Asian Pacific journal of cancer preventionEkstrak daun dan akar kelor memiliki antioksidan tinggi, seperti flavonoid dan fenolat yang berpotensi menghambat kerusakan stres oksidatif.

Senyawa alami dari tanaman obat ini, seperti eugenol, D -allose, dan isopropyl isothiocynate menargetkan survivin (E2F1) untuk membunuh sel kanker di payudara dan kolorektal.

Karena manfaatnya, banyak orang —termasuk pasien kanker— mengolah daun kelor untuk obat dengan cara memasaknya atau merebusnya menjadi teh. Sejauh ini, penelitian masih mengamati efektivitas daun dan akar kelor sebagai obat kanker alami.

10. Daun kenikir

Selain daun kelor, daun kenikir juga menyita perhatian ilmuwan karena memiliki potensi sebagai obat herbal untuk kanker. Mahasiswa asal Universitas Airlangga menjadikan kenikir objek penelitian karena kandungan flavonoid dan fenolik yang tinggi.

Pada studi ini, periset mengamati manfaat daun dan bagian lain dari tanaman kenikir untuk membunuh sel punca kanker (cancer stem cells). Sel ini mampu memperbaharui diri dan berdiferensiasi menjadi sel lain dan kadang memiliki kekebalan terhadap obat-obatan kemoterapi dan radioterapi.

Bila ada zat dalam kenikir memiliki potensi membunuh sel punca, periset akan menjadikan sebagai terapi target. Hingga kini, masih dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan bahwa kenikir efektif dalam membunuh sel kanker.

11. Daun tapak dara

Pengobatan kemoterapi dan terapi radiasi memang ampuh mengobati kanker. Namun, ilmuwan terus melakukan penelitian mengenai potensi tanaman di alam yang mungkin memiliki potensi melawan kanker dan menjadi obat kanker di masa depan, mengingat pengobatan kanker yang ada menimbulkan efek samping yang cukup mengganggu.

Salah satu jenis tanaman yang diteliti adalah daun tapak dara yang punya nama ilmiah Catharanthus roseus. Sudah bertahun-tahun tanaman ini dianggap memiliki senyawa antikanker kuat, yakni cathachunine, vinflunine, dan vinorelbine. Sampai sekarang, peneliti masih mengamati dan mengembangkan daun tapak dara sebagai obat kanker.

12. Keladi tikus

Keladi tikus atau Loranthus ferrugineus diketahui punya potensi sebagai obat kanker lewat studi yang diterbitkan pada Journal Of Pharmacopuncture.

Dari studi ini diketahui bahwa keladi tikus kemungkinan besar mengandung antioksidan, antikanker, dan bersifat sitotoksisitas. Kandungan senyawa aktif tersebut memungkinkan keladi tikus mampu menghambat penyebaran dan pertumbuhan sel kanker.

Akan tetapi, sejauh ini dunia medis belum meresmikan keladi tikus sebagai obat yang ampuh mengatasi kanker. Perlu penelitian lebih lanjut untuk melihat efeknya pada manusia.

13. Benalu jeruk nipis

Benalu dianggap sebagai tanaman yang mengganggu tanaman lain. Namun, siapa sangka jika benalu jeruk nipis ternyata punya potensi sebagai obat herbal untuk kanker. Studi pada Journal of pharmacopuncture menunjukkan benalu jeruk nipis, yakni Loranthus ferrugineus mengandung flavonoid dan alkaloid, yang punya potensi antikanker dan sitotoksisitas (pembunuh sel kanker).

Namun, penggunaan benalu jeruk nipis belum diterapkan untuk obat kanker karena belum diketahui lebih jauh apakah ada efek samping atau potensi racun dari tanaman ini pada manusia.

Amankah menggunakan obat herbal untuk kanker?

kanker serviks stadium 3

Meski tersedia banyak pilihan obat kanker herbal, baik itu alami dibuat sendiri atau membelinya dalam bentuk sudah diracik dan didukung penelitian, National Cancer Institute menyebutkan efektivitas obat herbal dalam menyembuhkan kanker belum terbukti ampuh.

Penelitian yang dilakukan juga terbatas, contohnya hanya dilakukan skala kecil, masih berbasis hewan, belum diketahui efek sampingnya, dan belum diamati efeknya pada orang-orang dengan masalah kesehatan tertentu. Itulah sebabnya, obat herbal tidak bisa dijadikan sebagai pengobatan utama untuk menyembuhkan kanker.

Penggunaan obat herbal hanyalah sebagai terapi pendukung, yang boleh dilakukan atas izin dan pengawasan dokter onkologi yang menangani kondisi Anda.

Jadi,  ketika dokter menegakkan diagnosis kanker pada Anda, jangan tetap utamakan pengobatan dokter bukan mendahulukan pengobatan alternatif seperti ini. 

Pada kenyataannya obat-obat herbal dalam bentuk produk langsung minum yang ada di pasaran hanya berfungsi sebagai promotif (menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh), preventif (mencegah terkena penyakit), kuratif (pengobatan pendamping), dan rehabilitasi (bersifat memulihkan).

Hal yang harus diperhatikan saat menggungkan obat herbal kanker

obat herbal kanker serviks

Beberapa bahan alami yang dijadikan obat herbal mungkin aman untuk dikonsumsi. Meski aman, obat herbal juga berpotensi menyebabkan efek samping baik ringan maupun serius pada tubuh. Efek samping itu juga tertera pada kemasannya. Agar terhindar dari bahaya, berikut ini adalah tips-tips aman mengonsumsi obat herbal.

  • Pastikan membeli produk yang telah terdaftar di BPOM RI. Anda bisa cek di laman BPOM http://cekbpom.pom.go.id/. Caranya mudah, Anda tinggal mengetik keterangan yang ada pada obat tersebut, misalnya nomor registrasi, nama produk, atau merek obat herbal yang ingin Anda ketahui.
  • Jangan lupa cek tanggal kedaluwarsa produk.
  • Ikuti semua petunjuk pemakaian beserta dosis yang tercantum di kemasan.
  • Hubungi layanan konsumen produk tersebut jika Anda ingin mengetahui lebih jelas mengenai produk mereka.
  • Sebelum mengonsumsinya, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

Obat herbal tidak dapat dikonsumsi oleh semua orang. Ada sebagian kalangan yang sebaiknya berhati-hati atau menghindari kelompok obat herbal. Jangan sembarang mengonsumsi obat herbal, terutama jika tujuannya untuk pengobatan. Sebaiknya konsultasikan kepada dokter jika ingin memasukkan zat apa pun ke tubuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tes Kesehatan untuk Menegakkan Diagnosis Kanker Ovarium

Penegakkan diagnosis kanker ovarium harus melalui tes kesehatan yang sesuai. Lantas, tes apa saja yang digunakan sebagai cara mendeteksi kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 27/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Komplikasi yang Dapat Terjadi Akibat Penyakit dan Pengobatan Kanker Ovarium

Komplikasi kanker ovarium bisa terjadi akibat penyakit maupun pengobatan yang dilakukan. Apa saja komplikasinya? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 23/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Memahami Lebih Jauh Mengenai Stadium Kanker Ovarium

Pengobatan kanker ovarium akan disesuaikan dengan stadium yang dimiliki pasien. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai stadium kanker ovarium.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 20/07/2020 . Waktu baca 7 menit

5 Gejala Kanker Ovarium yang Perlu Diwaspadai

Penyakit kanker ovarium dapat menimbulkan berbagai gejala yang mungkin di antaranya Anda sepelekan. Memangnya, apa saja ciri-ciri kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 17/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pencegahan cara mencegah kanker ovarium

Hal-hal yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
makanan buah dan sayur yang baik dan bagus untuk pasien kanker ovarium

Aturan dan Jenis Makanan yang Disarankan untuk Pasien Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 5 menit
prostatitis

Prostatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit
pembengkakan prostat jinak adalah

Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 11 menit