Cara Mengobati Kanker dari Minum Obat Hingga Prosedur Medis lainnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13/07/2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Penyakit kanker merupakan penyakit tidak menular yang mematikan di Indonesia, menyusul posisi penyakit jantung yang menduduki peringkat teratas. Penyebab kanker utamanya adalah mutasi DNA di dalam sel. Risikonya semakin meningkat oleh berbagai faktor, salah satunya penerapan gaya hidup yang buruk. Lantas, apa saja cara mengobati penyakit kanker? Apakah hanya dengan minum obat anti-kanker? Yuk, cari tahu selengkapnya pada ulasan berikut ini.

Cara mengobati kanker dengan obat dan prosedur medis

Setiap sel memiliki DNA yang di dalamnya berisi sistem perintah sel untuk membelah, tumbuh, menua, dan mati. Sayangnya, mutasi DNA terjadi sehingga membuat sistem di dalamnya rusak sehingga membuat sel berfungsi tidak semestinya.

Sel yang tumbuh tidak mati dan sel yang ada terus membelah tanpa kendali. Sel abnormal inilah yang kemudian membentuk tumor (pada beberapa jenis kanker tertentu). Tanpa perawatan, sel kanker dapat menyebar (bermetastatis) dan merusak fungsi jaringan di sekitarnya.

Seseorang yang memiliki sel abnormal dalam tubuhnya ini kadang tidak merasakan gejala awal. Gejala kanker yang umum, seperti demam, berat badan menurun, dan kelelahan serta gejala khusus umumnya muncul ketika sel kanker mulai menyebar.

Namun, Anda tidak perlu lagi merasa takut dan cemas. Sekarang ini sudah tersedia berbagai cara untuk mengobati penyakit kanker, seperti:

1. Kemoterapi

Kemoterapi atau kemo adalah pengobatan kanker dengan menggunakan obat-obatan yang dapat membunuh sel-sel abnormal dalam tubuh. Obat ini dikelompokkan berdasarkan cara kerja, struktur kimia, dan interaksinya dengan obat lain.

Dilansir dari laman American Cancer Society, berbagai tipe obat yang digunakan pada kemoterapi, meliputi:

  • Alkylating agent. Obat ini menghambat sel agar tidak membelah dengan merusak DNA-nya. Biasanya, digunakan untuk mengobati kanker paru-paru, kanker payudara, dan leukimia. Contoh obat alkylating agents adalah busulfan, temozolomide, mechlorethamine, altretamine, lomustine, dan chlorambucil.
  • Antimetabolite. Obat ini mengganggu DNA dan RNA dalam sel agar tidak membelah diri. Biasanya digunakan untuk mengobati kanker usus, kanker ovarium, dan kanker payudara. Contoh obat anti-kanker tipe ini adalah azacitidine, fludarabine, pralatrexate, dan cladribine.
  • Anti-tumor antibiotic. Obat ini tidak seperti antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri, tapi mengubah DNA dalam sel kanker agar tidak tumbuh dan membelah. Contoh obat golongan ini adalah antrasiklin (daunorubicin, epirubicin) atau non antrasiklin (bleomycin, dactinomicin).
  • Topoisomerase inhibitor. Obat ini dapat mengganggu enzim topoisomerase yang menyebabkan reaksi kimia dalam sel hidup. Biasanya digunakan untuk mengobati kanker pankreas, kanker paru-paru, dan kanker kolorektal. Contoh obat tipe ini adalah camptothecins (topotecan, irinotecan) dan epipodophyllotoxins (teniposide).
  • Mitosis inhibitor. Obat untuk tumor ganas ini bekerja dengan menghentikan sel untuk membelah. Biasanya digunakan untuk mengobati kanker limfoma dan kanker darah. Contoh tipe obat ini adalah docetaxel, vinorelbine, dan paclitaxel.
  • Kortikosteroid. Obat ini berguna untuk mencegah efek samping kemoterapi, seperti mual dan muntah. Contoh obat yang digunakan adalah prednison, methylprednisolone, dan dexamethasone.

Kemoterapi tidak hanya membunuh sel kanker tapi juga sel sehat di sekitarnya. Namun, sebagian besar sel normal dapat kembali pulih setelah terapi dilakukan.

2. Radioterapi

Cara mengatasi kanker juga bisa dengan radioterapi. Terapi kanker ini tidak menggunakan obat, melainkan sinar radiasi. Oleh karena itu, pengobatan ini dikenal juga dengan sebutan terapi radiasi.

Beda dengan tes pencitraan dengan radiasi, pengobatan ini menggunakan radiasi dosis tingkat tinggi. Dengan begitu, tumor bisa mengecil dan sel-sel kanker dapat mati. Sel abnormal ini kemudian dipecah dan dihilangkan dari dalam tubuh Anda.

Namun, terapi ini tidak bisa langsung membunuh sel kanker dengan satu kali perawatan. Dibutuhkan beberapa kali perawatan untuk membuat DNA sel kanker rusak dan mati.

Pengobatan alternatif kanker selain kemoterapi ini terbagi menjadi dua jenis, yakni radiasi eksternal dan radiasi internal (brachytherapy). Penentuan jenis terapi kanker mana untuk Anda, akan disesuaikan dengan jenis kanker, ukuran dan lokasi tumor, dan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

3. Terapi biologis

Kemoterapi obat batuk berdarah

Cara selanjutnya untuk mengobati kanker adalah terapi biologis. Terapi ini melibatkan penggunaan zat produksi laboratorium yang bertindak melawan sel kanker. Terapi kanker ini terbagi menjadi berbagai jenis tipe, di antaranya:

Imunoterapi

Cara mengobati kanker selanjutnya yang masih berbasis obat-obatan adalah imunoterapi. Imunoterapi adalah bentuk perawatan kanker yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh (imun) manusia untuk melawan.

Cara kerjanya adalah merangsang sistem kekebalan Anda sendiri untuk menghentikan pertumbuhan dan perkembang biakan sel kanker dalam tubuh. Kemudian, memberikan zat khusus buatan manusia yang memiliki fungsi dan sifat seperti imun, misalnya protein imun.

Pengobatan ini menjadi alternatif ketika kanker tidak merespons dengan baik terhadap radiasi maupun kemoterapi.  Metode imunoterapi sebagai cara mengatasi kanker, meliputi:

  • Immune checkpoint inhibitors. Pemberian obat khusus agar sel-sel kekebalan merespons lebih kuat terhadap kanker. Caranya dengan mengurangi pengaruh immune checkpoint di tubuh, yakni bagian sistem imun yang mengatur sistem imun agar tidak terlalu kuat.
  • Terapi transfer sel T. Perawatan untuk meningkatkan kemampuan alami sel-T untuk melawan kanker. Awalnya, sel sistem imun di sekitar tumor diambil, dipilih yang paling aktif melawan kanker, dan direkayasa di laboratorium agar bekerja lebih baik. Selanjutnya, sel tersebut dimasukkan kembali ke tubuh lewat suntikan di pembuluh darah.
  • Antibodi monoklonal. Cara mengobati kanker ini disebut juga dengan antibodi terapeutik. Perawatan ini menggunakan protein dari sistem imun yang dibuat di laboratorium yang dirancang untuk menandai dan mengikat sel kanker sehingga sistem imun lebih mudah untuk mengenali dan menghancurkannya.
  • Vaksin obat kanker. Perawatan ini berupa vaksin yang bekerja untuk meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh terhadap sel-sel kanker. Namun, perlu diketahui bahwa vaksin dalam imunoterapi berbeda dengan vaksin yang umumnya digunakan untuk mencegah penyakit.
  • Immune system modulators. Cara mengobati kanker ini bekerja dengan meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh lebih spesifik yang tugasnya melawan sel-sel kanker.

Sama seperti pengobatan lain, imunoterapi juga menimbulkan efek samping seperti tubuh kelelahan, masalah kulit, demam, dan nyeri tubuh.

Terapi target

Terapi target merupakan pengobatan yang ditargetkan untuk menghalangi pertumbuhan dan penyebaran sel kanker dengan obat-obatan. Perawatan ini berbeda dengan kemoterapi karena secara spesifik dapat menghancurkan sel-sel kanker melalui obat-obatan. Tidak seperti kemoterapi, pengobatan kanker  ini tidak memengaruhi sel-sel sehat di sekitar kanker.

Meski menargetkan langsung untuk membunuh sel abnormal dan dianggap bisa mengobati kanker, cara ini tetap memiliki kelemahan. Kelemahannya seperti sel kanker jadi kebal dengan obat tertentu, hanya efektif mengatasi tumor dengan mutasi genetik spesifik, dan menimbulkan diare, masalah hati, dan pembekuan darah.

4. Terapi hormon

Terapi hormon adalah pengobatan kanker yang memperlambat atau menghentikan pertumbuhan kanker yang menggunakan hormon. Terapi hormon juga disebut dengan terapi endokrin. Biasanya, terapi ini digunakan sebagai cara mengobati kanker payudara dan kanker prostat.

Tujuan dari pengobatan ini adalah mengecilkan tumor sebelum terapi radiasi dilakukan. Kemudian, juga digunakan sebagai pengobatan kanker tambahan agar kanker tidak kembali kambuh.

Perawatan terapi kanker sangat beragam, meliputi minum obat yang mengandung hormon, penyuntikan hormon di tubuh, dan operasi pengangkatan organ, seperti indung telur atau testis. Sayangnya, pengobatan ini hanya bekerja pada kanker yang membutuhkan hormon tubuh dan menyebabkan efek samping seperti gairah seks menurun, impotensi, vagina kering, dan kelelahan.

5. Operasi kanker

Cara mengobati penyakit kanker yang sangat umum dilakukan selain minum obat adalah operasi. Prosedur medis ini dilakukan untuk mengangkat sel-sel kanker agar tidak menyebar ke jaringan sehat di sekitarnya.

Dilansir dari Mayo Clinic, ada beragam tipe operasi untuk kanker, di antaranya:

  • Cryosurgery. Operasi dengan menggunakan energi dingin berupa nitrogen cair untuk membekukan sel kanker dan menghancurkannya. Biasanya dilakukan untuk mengatasi kanker serviks.
  • Bedah listrik. Operasi dengan menggunakan arus listrik frekuensi tinggi untuk membunuh sel kanker di kulit atau mulut.
  • Operasi laser. Operasi dengan mengandalkan bantuan sinar cahaya intensitas tinggi untuk mengempekan tumor ganas dan menghilangkan sel kanker.
  • Operasi Mohs. Operasi di area kulit yang sensitif, seperti kanker kelopak mata. Operasi ini dilakukan dengan mengangkat sel kanker berupa lapisan-lapisan dengan pisau bedah.
  • Bedah laparoskopi.  Prosedur pembedahan dengan membuat sayatan kecil dan memasukan alat khusus yang dilengkapi kamera sekaligus pemotong untuk menghilangkan sel kanker.

6. Terapi radionuklir

Terapi radionuklir adalah prosedur medis yang melibatkan panas dari tenaga nuklir yang dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit, salah satunya kanker.

Sebelum terapi dimulai, Anda akan menjalani pencitraan tubuh untuk memetakan lokasi sel kanker dan kemungkinan metastasisnya. Tim dokter kemudian akan mempersiapkan jenis dan dosis obat radioisotop (mengandung senyawa radioaktif) yang sesuai dengan kondisi fisik Anda.

Setelah Anda dinyatakan siap, obat tersebut kemudian disuntikkan langsung ke dalam pembuluh darah. Dalam beberapa menit, obat ini akan berjalan menuju lokasi sel kanker yang ditargetkan.

Selama menerima terapi, Anda harus diisolasi di ruangan khusus dan menjalani rawat inap di rumah sakit sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar sampai kadar bahan radioaktif berada di bawah batas wajar (tidak berbahaya).

Selama perawatan, Anda mungkin harus memakai masker atau perlengkapan pelindung lainnya yang akan menghalangi radiasi memengaruhi bagian tubuh lainnya. Terapi radiasi cukup efektif untuk mengobati kanker, namun efektivitasnya masih di bawah kemoterapi yang obatnya dapat mencegah penyebaran sel kanker.

Efek samping dari terapi radionuklir adalah mual, muntah, suasana hati gampang berubah, dan rasa tidak nyaman pada tubuh.

7. Terapi ultrasound

Pada awal tahun 2020, American Institute of Physics mengungkapkan bahwa penggunaan ultrasound (USG) dengan frekuensi yang benar dapat menghancurkan sel kanker. Terapi USG dari Caltech mengandalkan paparan energi panas dari ultrasound dengan intensitas rendah untuk membunuh sel kanker tanpa merusak sel sehat di sekitarnya.

Kemudian, dikenal juga terapi ultrasound dengan sebutan HIFU atau high intensity focused ultrasound. Terapi ini menggunakan cara kerja yang berbanding terbalik dengan terapi USG dari Caltech, yakni menggunakan frekuensi tinggi.

HIFU tidak dapat menembus tulang padat atau udara, sehingga hanya bisa digunakan pada jenis kanker tertentu, salah satunya kanker prostat. Namun, hingga kini periset masih melakukan pengamatan lebih dalam mengenai efektivitas sekaligus efek sampingnya. Penggunaan perawatan ini di Indonesia pun masih belum umum.

Cara mengobati kanker dengan perawatan paliatif

Perawatan paliatif merupakan pengobatan yang bertujuan bukan untuk menyembuhkan penyakit. Akan tetapi, membantu pasien mengurangi gejala atau mengurangi faktor lain yang memperparah gejala sehingga kualitas hidupnya jadi lebih baik.

Perawatan tanpa obat ini biasanya menjadi pengobatan kombinasi (tambahan) untuk pasien kanker dan pasien lain dengan penyakit kronis lainnya. Contoh perawatan paliatif yang biasanya diikuti pasien kanker adalah:

1. Terapi musik

Pengobatan kanker selanjutnya, tidak menggunakan obat melainkan musik. Meski bukan secara langsung menyembuhkan sel kanker, tapi pengobatan ini membantu pasien mengelola emosinya, seperti rasa sedih, marah, takut, dan cemas.

Dengan mengelola emosi lebih baik, kesehatan mental pasien juga akan membaik. Hal ini secara tidak langsung dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kualitas hidup mereka jadi lebih baik.

Dalam terapi ini, pasien akan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti mendengarkan musik, menyanyi, memainkan alat musik, dan menuangkan emosinya menjadi lirik dan lagu.

2. Terapi hewan (pet therapy)

Sama seperti terapi musik, terapi hewan juga tidak menggunakan obat untuk mengobati kanker. Sebuah studi pada Current Pain And Headache Reports menunjukkan bahwa berinteraksi dengan hewan peliharaan bisa merelaksasi pikiran sehingga mengurangi stres.

Berdasarkan penelitian tersebut, pasien yang menghabiskan waktu selama lima menit bersama anjing mengalami penurunan kadar kortisol dan kotekolamin epinefrin dalam darah yang dikenal juga sebagai hormon stres.

Sebenarnya, hormon ini berguna untuk merespons “fight or flight” yang membuat seseorang menjadi lebih waspada. Namun, jika kadarnya berlebihan, risiko penyakit akan meningkat. Tentunya pasien kanker juga akan semakin parah dan lebih sering kambuh gejalanya.

Tampaknya, menurunnya stres saat pet therapy disebabkan oleh produksi hormon endorfin. Hormon ini dapat menghilangkan rasa sakit dan membuat seseorang jadi lebih nyaman dan bahagia. Jika disimpulkan, pet therapy dapat membantu pasien kanker dalam beberapa hal, yaitu:

  • Mengurangi rasa sakit sehingga memungkinkan pasien mengurangi penggunaan obat antinyeri
  • Mengurangi stres karena penyakit yang dimiliki dan juga pengobatan yang dilakukan
  • Mengurangi gejala kelelahan yang biasanya menyerang pasien kanker

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Begini Cara Mengatur Perawatan Kanker Selama Wabah COVID-19

Pasien kanker adalah salah satu kelompok orang yang cukup berisiko terinfeksi Coronavirus. Lantas, bagaimana perawatan kanker selama wabah COVID-19?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 26/03/2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan Efektif untuk Kanker Ginjal

Pertumbuhan sel kanker dari ginjal tergolong cepat, pengobatan harus segera dilakukan jika sudah terdiagnosis. Simak berbagai pilihan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih, Health Centers 27/02/2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Lama Harapan Hidup Pasien Kanker Paru?

Kanker paru biasanya baru terdiagnosis ketika sudah memasuki stadium akhir. Masih bisakah disembuhkan? Berapa lama harapan hidup pasien kanker paru?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kanker Paru, Health Centers 13/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Kerja Pengobatan Imunoterapi pada Pasien Kanker Paru

Imunoterapi dinilai menjadi metode pengobatan masa depan pada pasien kanker paru. Seperti apa kriteria pasien dan cara kerjanya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kanker Paru, Health Centers 07/02/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
kanker-muncul-kembali

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
kanker usus besar

Kanker Usus Besar

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . Waktu baca 7 menit