Obat herbal untuk kanker biasanya dibuat dari tumbuh-tumbuhan. Bisa dari daun, bunga, batang akar, buah, atau bijinya. Kemudian bahan-bahan ini diproses dan dikemas dalam bentuk kapsul, tablet, minyak, salep, atau minuman dalam bentuk teh. Namun apakah obat yang dibuat dari bahan-bahan alami ini sudah pasti aman untuk dikonsumsi terutama untuk Anda yang memilki penyakit kanker? Ini jawabannya.

Belum ada bukti ilmiah obat herbal bisa menyembuhkan penyakit kanker

Beberapa orang percaya, mengonsumsi obat herbal dapat menyembuhkan dirinya dari penyakit kanker karena obat ini sering disebut mengandung antioksidan dan zat yang berguna untuk menyembuhkan sel. Padahal seperti yang dilansir dari situs Cancer Research penggunaan obat herbal sebagai obat pengganti untuk penyakit kanker hingga saat ini belum bisa dibuktikan secara ilmiah.

Pengobatan kanker yang saat ini diketahui di dunia medis hanyalah operasi, radioterapi, dan kemoterapi. Perlu lebih banyak penelitian lagi untuk dapat menjadikan obat herbal untuk kanker ini menjadi suatu terapi medis yang diakui oleh dunia luas.

Pada kenyataannya obat-obat herbal yang ada di pasaran hanya berfungsi sebagai promotif (menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh), preventif (mencegah terkena penyakit), kuratif (pengobatan pendamping), dan rehabilitasi (bersifat memulihkan).

Yang harus diperhatikan saat mau pakai obat herbal untuk kanker

Menurut Cancer Research di Inggris, 10 dari orang yang memiliki penyakit kanker 6 atau sekitar 60 persen di antaranya menggunakan obat herbal untuk kanker bersamaan dengan pengobatan medis. Jadi, jika Anda ingin menggunakan obat herbal untuk kanker, pastikan Anda selalu konsultasikan hal ini dengan dokter, setelah berkonsultasi, Anda akan tahu jawabannya apakah obat herbal untuk kanker yang Anda pilih boleh atau tidak Anda konsumsi.

Mengapa penting berkonsultasi dengan dokter? Karena setiap jenis obat herbal kemungkinan besar memilik efek samping yang tidak Anda ketahui. Ada yang aman untuk Anda gunakan dan ada yang tidak. Bahkan beberapa di antaranya sangat berisiko seperti yang dilansir dari Medical News Today.

Anda harus ingat bahwa hingga saat ini, penggunaan obat herbal hanyalah sebagai terapi pendukung, bukan terapi utama dalam penanganan kanker. Jadi Anda tetap harus menjalani pengobatan utama untuk kanker seperti operasi, radioterapi atau kemoterapi.

Tips agar aman mengonsumsi obat herbal untuk kanker

Beberapa bahan alami yang dijadikan obat herbal memang aman untuk dikonsumsi. Meski aman, obat herbal juga berpotensi menyebabkan efek samping baik ringan maupun serius pada tubuh. Efek samping itu juga tertera pada kemasannya. Agar terhindar dari bahaya, berikut ini adalah tips-tips aman mengonsumsi obat herbal.

  • Pastikan membeli produk yang telah terdaftar di BPOM RI. Anda bisa cek di laman BPOM http://cekbpom.pom.go.id/. Caranya mudah, Anda tinggal mengetik keterangan yang ada pada obat tersebut, misalnya nomor registrasi, nama produk, atau merek obat herbal yang ingin Anda ketahui.
  • Jangan lupa cek tanggal kedaluwarsa produk.
  • Ikuti semua petunjuk pemakaian beserta dosis yang tercantum di kemasan.
  • Hubungi layanan konsumen produk tersebut jika Anda ingin mengetahui lebih jelas mengenai produk mereka.
  • Sebelum mengonsumsinya, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

Obat herbal tidak dapat dikonsumsi oleh semua orang. Ada sebagian kalangan yang sebaiknya berhati-hati atau menghindari kelompok obat herbal. Jangan sembarang mengonsumsi obat herbal, terutama jika tujuannya untuk pengobatan. Sebaiknya konsultasikan kepada dokter jika ingin memasukkan zat apa pun ke tubuh.

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca