5 Obat Kanker Alami yang Terbukti Bisa Melawan Efek Samping Kemoterapi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Jamu tradisional dan obat herbal telah turun temurun digunakan untuk mengobati berbagai macam kondisi medis. Ada beberapa obat herbal tertentu yang dipercaya bisa membantu mencegah penyebaran sel kanker dalam tubuh hingga yang mengurangi efek samping kemoterapi. Meski demikian, bukti ilmiah tentang efektivitas obat herbal masih terbatas. Untuk itu, diskusikan dulu dengan dokter jika Anda berniat mengonsumsi salah satu obat kanker herbal di bawah ini selama menjalani pengobatan kanker.

Beragam jenis obat kanker herbal yang bisa digunakan selama pengobatan kanker

1. Echinacea

Echinacea adalah tanaman aromatik dari keluarga Asteraceae yang banyak terdapat di  bagian timur Amerika Utara dan Eropa. Obat kanker herbal ini punya 3 spesies umum: Echinacea purpura, Echinacea angustifolia, dan Echinacea pallida. Echinacea purpura adalah spesies yang paling sering digunakan dalam penelitian dan pengobatan. Echinacea juga disebut sebagai coneflower ungu, snakeroot Kansas, atau black Sampson. Studi hewan menunjukkan bahwa Echinacea purpurea bisa efektif dalam pengobatan kanker. Flavonoid yang terdapat dalam Echinacea dipercaya meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari efek samping radioterapi dan kemoterapi. Echinacea bisa membantu memperpanjang tingkat harapan hidup pasien dalam kanker stadium lanjut.

2. Bawang putih

Bawang putih digadang sebagai obat kanker herbal karena mengandung ajoene, zat pengikat sulfur yang bekerja memperlambat produksi sel-sel kanker. Sifat anti-kanker dari bawang putih juga sebagian besar berasal dari kadar sulfida organik dan polisulfidanya yang tinggi. Para ilmuwan percaya bahwa zat dalam bawang putih membunuh sel-sel kanker dan mengganggu metabolismenya. Ekstrak dari bawang putih matang dapat mencegah dampak negatif dari karsinogen pada DNA, mendukung sistem kekebalan tubuh, membantu eliminasi karsinogen, dan meningkatkan efektifitas enzim detoksifikasi. Bawang putih juga bermanfaat bagi penderita kanker usus besar, kanker lambung, kanker payudara, dan kanker kandung kemih, karena herbal ini memperlambat penyebaran sel-sel kanker.

3. Kunyit

Kunyit kaya akan kurkumin, suatu antioksidan dan zat anti-kanker, dan dilaporkan efektif dalam menghambat perkembangan dan perluasan kanker paru, kanker payudara, kanker kulit, dan kanker lambung. Kurkumin mengubah produksi eicosanoid (prostaglandin E-2, misalnya) dan melawan peradangan. Penelitian mengungkapkan bahwa kurkumin dapat menghambat pertumbuhan kanker di setiap stadium, termasuk inisisasi, perkembangan, dan perluasannya. Kunyi juga mengganggu produksi nitrosamin, yang berakibat pada peningkatan kadar antioksidan alami dalam tubuh.

4. Teh hijau

Polifenolik merupakan senyawa yang berperan penting di balik manfaat teh hijau sebagai obat kanker herbal. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa teh hijau efektif dalam melawan tumor dan mutasi genetik. Epigallocatechin (EGGG), suatu polifenol yang terdapat dalam teh hijau melindungi sel dari kerusakan DNA yang disebabkan oleh spesies oksigen yang reaktif. Studi hewan menunjukkan bahwa folifenol dalam teh hijau tidak hanya mencegah pembelahan diri sel kanker, tetapi juga menyebabkan kerusakan dan membunuh sel-sel tumor. Efektivitas teh hijau melawan tumor juga diamati pada pasien kanker usus besar dan lambung.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca