Mengenal Imunoterapi, Terobosan Baru Bagi Pasien Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kanker adalah salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Menurut data terbaru dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahunnya kira-kira 8,2 juta orang meninggal karena berbagai jenis kanker. Saat ini diketahui ada lebih dari 100 jenis kanker yang menyerang manusia. Sementara itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terus berpacu untuk menghentikan perkembangan kanker di seluruh dunia. Salah satu terobosan baru yang berhasil dikembangkan adalah terapi imun untuk penderita kanker, terutama pada kanker stadium lanjut. Terapi imun ini dikenal sebagai imunoterapi untuk kanker.

BACA JUGA: 5 Jenis Kanker dengan Harapan Hidup Terbesar

Apa itu imunoterapi untuk kanker?

Imunoterapi adalah bentuk perawatan kanker yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh (imun) manusia untuk melawan kanker. Hal ini bisa dilakukan dengan dua cara. Yang pertama adalah merangsang sistem kekebalan Anda sendiri untuk menghentikan pertumbuhan dan perkembang biakan sel kanker dalam tubuh. Cara kedua yaitu memberikan zat khusus buatan manusia yang memiliki fungsi dan sifat seperti imun, misalnya protein imun.   

Cara kerja imunoterapi

Sistem kekebalan tubuh Anda terdiri dari berbagai organ tubuh, sel, dan zat kimia yang bisa membantu menyerang virus, bakteri, dan kuman penyebab infeksi dan penyakit. Ini karena sistem kekebalan tubuh sudah hafal zat-zat apa saja yang memang sudah seharusnya tinggal dalam tubuh Anda. Maka, kalau ada kejanggalan atau zat asing yang tidak dikenalinya, imun akan langsung bekerja untuk mencegah timbulnya reaksi yang tidak diinginkan oleh tubuh.

Namun, selama ini sistem imun kesulitan untuk langsung mematikan kanker. Ini karena kanker lahir ketika ada sel tubuh yang mengalami mutasi gen dan akhirnya tumbuh atau menyebar di luar kendali. Pasalnya, mutasi atau perubahan sel ini adalah proses yang biasa terjadi dalam tubuh, sehingga kadang sistem imun tidak menyadari bahwa hal tersebut bersifat mengancam. Namun kadang-kadang sistem imun bisa membedakan sel mana yang normal dan sel mana yang sudah mengandung unsur kanker. Sayangnya, saat itu biasanya kanker sudah tumbuh cukup ganas sehingga sistem imun kewalahan untuk menyeranganya.

Para ahli dalam bidang kesehatan dan ilmu pengetahuan justru melihat adanya potensi yang menjanjikan dari masalah ini. Maka, dikembangkanlah imunoterapi untuk kanker sehingga sistem imun Anda jadi lebih cepat mendeteksi pertumbuhan kanker dan mampu melawannya dengan lebih sistematis serta efektif.  

BACA JUGA: Anda Punya Alergi? Imunoterapi Bisa Menyembuhkannya

Berbagai jenis imunoterapi untuk kanker

Imunoterapi untuk kanker memang belum banyak disediakan di berbagai rumah sakit di seluruh dunia, tak seperti kemoterapi atau radioterapi. Di Indonesia sendiri imunoterapi untuk kanker masih dalam tahap pengembangan dan penelitian. Namun, inilah macam-macam jenis imunoterapi yang telah diteliti dan diterapkan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang.

Antibodi monoklonal

Antibodi monoklonal adalah salah satu imun buatan manusia yang bisa menargetkan sel kanker tertentu. Antibodi yang diinjeksikan dalam tubuh ini akan menempel pada sel yang bermasalah sehingga sel tersebut bisa langsung dilawan.

Vaksin kanker

Vaksin adalah salah satu cara untuk membantu tubuh melawan penyakit. Vaksin yang diberikan akan memicu reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap antigen tertentu, yaitu zat yang bisa mendorong produksi antibodi. Dengan vaksin tersebut, sistem imun pun akan bereaksi untuk mendeteksi dan mencegah sel kanker.  

Terapi T-cell

Ada dua bentuk terapi T-cell yang saat ini dipakai untuk melawan kanker. Yang pertama, para ahli akan mengambil sel imun Anda yang sebenarnya mampu mendeteksi dan mencegah tumbuhnya kanker, tapi jumlahnya terlalu sedikit atau responnya terlalu lemah. Sel imun tersebut akan kemudian digandakan di laboratorium dan disuntikkan kembali dalam tubuh supaya reaksinya jadi lebih kuat. Yang kedua, sel imun Anda akan direkayasa sedemikian rupa agar bisa bekerja lebih efektif dalam mendeteksi dan menghentikan pertumbuhan kanker dalam tubuh.

BACA JUGA: Bagaimana Cara Kemoterapi Melawan Kanker?

Efek samping imunoterapi

Seperti halnya terapi perawatan kanker lainnya, imunoterapi untuk kanker juga bisa menimbulkan efek samping bagi pasien. Biasanya efek samping yang paling terasa adalah rasa sakit, gatal, atau pembengkakan pada bagian tubuh yang disuntik dengan imun. Selain itu, efek samping yang mungkin dialami antara lain adalah:

  • demam
  • mual dan muntah
  • sakit kepala
  • nyeri sendi dan otot
  • gejala seperti mau sakit flu
  • sulit bernapas
  • tekanan darah tinggi atau rendah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

    Perceraian memang bukan sesuatu yang tabu. Tapi keutuhan rumah tangga adalah cita-cita banyak orang. Bagaimana cara menghindari perceraian?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Psikologi, Seks & Asmara 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

    Leptospirosis adalah salah satu penyakit yang sering bermunculan saat musim hujan. Saat gejala leptospirosis mulai terasa, segera atasi dengan cara ini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

    Meski tampaknya selalu bersemangat soal urusan di ranjang, ada banyak juga masalah seks yang dapat mengganggu pria. Yuk, ketahui apa saja!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

    Meski sedang hamil, ibu tetap direpotkan untuk melakukan pekerjaan rumah. Namun, apakah semua pekerjaan rumah tangga saat hamil aman untuk dilakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    makanan pedas atasi migrain

    Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    covid-19 vaksin yang terburu-buru

    Pro Kontra Rencana Vaksin COVID-19 di Indonesia

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    cara mengobati sengatan lebah

    Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    KDRT konflik rumah tangga

    Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit