Terapi Ultrasound Tidak Hanya untuk Kecantikan, Tapi Bisa Kurangi Sel Kanker

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Terapi ultrasound telah lama digunakan untuk merangsang jaringan tubuh yang sudah mengalami kerusakan. Umumnya, terapi ultrasound dipakai dalam dunia kecantikan, tetapi ternyata metode ini juga disebut-sebut cukup efektif menghancurkan sel kanker di tubuh. Bagaimana penjelasannya?

Apakah terapi ultrasound efektif menghancurkan sel kanker?

imunoterapi untuk kanker

Pada awal tahun 2020, American Institute of Physics mengungkapkan bahwa penggunaan ultrasound dengan frekuensi yang benar dapat menghancurkan sel kanker. 

Normalnya, terapi ultrasound atau USG memakai sinar dengan tingkat cahaya yang tinggi untuk menghancurkan sel kanker. Akan tetapi, ternyata paparan panas yang terlalu tinggi dari cahaya terapi tersebut dapat tidak hanya merusak sel kanker saja, melainkan juga sel sehat yang baik untuk tubuh. 

Maka itu, metode ini masih belum dipercaya efektif dapat menghilangkan sel kanker tanpa menimbulkan efek samping bagi tubuh. 

Akhirnya, para peneliti dari California Institute of Technology and City of Hope Beckman Institute berusaha mengembangkan terapi ultrasound intensitas rendah.

Cara ini dinilai cukup aman karena dapat mengurangi sel kanker tanpa menghancurkan sel-sel yang sehat dari tubuh. 

Terapi ultrasound dari Caltech ini dapat dipakai dengan mengurangi intensitas dan menyamakan frekuensi alat dengan sel kanker. Hasilnya, beberapa jenis sel kanker berkurang tanpa merusak sel darah yang tidak terkontaminasi. 

kanker

Penemuan ini pertama kali dilakukan ketika para peneliti mencoba mengembangkan teori oncotripsy, yaitu menetapkan frekuensi tertentu bisa menghancurkan sel.

Teori ini juga digunakan seperti seorang penyanyi yang dapat memecahkan gelas ketika bernyanyi dengan nada tertentu. Menurut mereka, dengan mengatur frekuensi pada alat ultrasound, terdapat perbedaan respons dari sel kanker dan sel sehat.

Walaupun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut, bagaimana cara yang tepat dan apakah terdapat efek samping yang dapat muncul dari terapi ini. 

HIFU, ultrasound yang dapat menghancurkan sel kanker prostat

stadium kanker prostat

Selain penemuan oleh Caltech yang menyatakan bahwa terapi ultrasound dengan intensitas rendah dan frekuensi yang tepat dapat menghancurkan sel kanker, ternyata terdapat terapi lainnya. 

HIFU atau high intensity focused ultrasound merupakan kebalikan dari temuan Caltech. Menurut Cancer Research UK, terapi ultrasound  ini menggunakan frekuensi tinggi untuk menghancurkan sel kanker. 

HIFU tidak dapat menembus tulang padat atau udara, sehingga tidak dapat digunakan untuk semua jenis perawatan kanker. 

Maka itu, HIFU lebih sering digunakan dalam pengobatan kanker prostat. Hal ini dikarenakan prostat berada dalam pelvis. 

Pada saat terapi dilakukan, dokter akan memasukkan probe ultrasonik lewat anus karena sinar lebih akurat mengarah ke prostat. Tentu saja pada saat proses ini berlangsung Anda akan diberikan obat bius. 

faktor risiko kanker prostat

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa terapi ultrasound ini aman untuk menghancurkan sel kanker prostat. Akan tetapi, masih diperlukan penelitian lainnya untuk melihat apakah HIFU sama efektifnya dengan metode lainnya. 

Metode ini biasanya akan ditawarkan oleh dokter sebagai pengganti operasi atau radioterapi

Sejauh ini, HIFU hanya menimbulkan efek samping pada beberapa pasien. Umumnya, Anda akan merasakan efek samping yang tidak begitu parah setelah HIFU dilakukan, seperti:

  • Rasa nyeri dan tidak nyaman pada daerah belakang
  • Lebih sering buang air kecil yang bisa dikategorikan sebagai kebocoran urine
  • Mengalami ereksi setelah perawatan

Apabila Anda merasa khawatir efek samping ini tidak kunjung reda dan rasa sakit yang dialami cukup parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan. 

Terapi ultrasound mungkin hanya berlaku untuk menghancurkan jenis kanker tertentu. Oleh karena itu, selalu tanyakan kepada dokter jenis terapi apa yang kira-kira cocok dengan penyakit Anda.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 19, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 20, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca