Penyakit kanker merupakan penyakit tidak menular yang mematikan di Indonesia, menyusul posisi penyakit jantung yang menduduki peringkat teratas. Salah satu perawatan pasien dengan penyakit ini adalah kemoterapi. Namun, terkadang keberhasilan kemoterapi tergantung dengan kondisi pasien masing-masing. Nah, jika kemoterapi dirasa kurang efektif, maka pasien harus menjalani cara lain untuk mengobati kanker.

Cara mengobati kanker jika kemoterapi tidak efektif

Tubuh Anda terdiri dari jutaan sel. Setiap sel yang rusak akan berganti dengan sel baru dengan sendirinya. Namun perkembangan sel bisa saja tidak normal sehingga menyebabkan penyakit kanker. Penyakit mematikan ini bisa menyerang bagian tubuh mana pun. Supaya perkembangan sel abnormal tidak menyebar dan berhenti, pasien kanker perlu melakukan pengobatan khusus, seperti kemoterapi.

Namun, sel kanker yang ada pada tubuh bisa saja tidak merespons kemoterapi. Mungkin tumor terus tumbuh dan tidak menyusut, kanker bermetastasis, gejalanya muncul kembali dan bertambah buruk. Jika pasien mengahdapi situasi demikian, maka kemungkinan besar pasien dialihkan pada pengobatan kanker lainnya, seperti

1. Terapi radiasi

cara kerja radioterapi untuk kanker usus besar

Cara ini mungkin direkomendasikan oleh dokter jika kemoterapi yang Anda jalani kurang berhasil untuk mengobati kanker. Terapi radiasi mengandalkan radiasi untuk membunuh sel-sel kanker dan mengurangi ukuran tumor. Cara kerjanya adalah merusak DNA dalam sel kanker sampai-sampai sel tidak bisa lagi memperbaiki diri. Sel kanker akan berhenti memberlah diri dan akhirnya mati.

Selain membunuh sel kanker, pengobatan kanker ini juga memiliki beberapa keunggulan, seperti menyebabkan nyeri sedang, jarang menimbulkan rambut rontok, relatif aman karena kerusakan organ di dekat tumor sangat kecil.

Meski begitu, terapi radiasi tetap berpotensi menimbulkan kerusakan jaringan di sekitar tumor, perawatannya biasanya dilakukan selama 5 hari dalam seminggu, biayanya cukup mahal, dan menyebabkan mual, muntah, kulit merah disertai rasa pegal.

2. Imunoterapi (terapi imun)

mendeteksi kanker

Beberapa jenis kanker tidak merespons dengan baik terhadap radiasi maupun kemoterapi sehingga perlu mencoba imunoterapi sebagai cara lain untuk mengobati kanker. Tujuannya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan sel kanker sama seperti melawan infeksi atau patogen asing.

Metode terapi yang dilakukan meliputi pemberian antibodi monoklonal (antibodi sintesis untuk mengikat sel kanker), vaksin kanker, transfer sel adoptif (mengangkat sel T dan memodifikasinya), dan checkpoint inhibitor (obat perangsang sel T).

Imunoterapi dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan kanker lainnya. Meski menimbulkan batuk, mual, ruam kulit, dan kelelahan, efek samping ini lebih ringan dibanding kemoterapi. Hanya saja tetap berisiko menyebabkan komplikasi pada orang sehat, seperti paru-paru, usus, dan ginjal.

3. Terapi hormon

vaksin suntik

Jika pengobatan kanker lainnya tidak efektif, Anda mungkin direkomendasikan untuk mengikuti terapi hormon. Terapi ini biasanya dilakukan pada pasien dengan kanker prostat atau kanker payudara yang sangat terkait dengan hormon dalam tubuh.

Tujuan terapi ini adalah menjaga produksi hormon dalam tubuh tetap seimbang. Perawatan ini mungkin melibatkan prosedur pembedahan, seperti pengangkatan indung telur atau testis disertai dengan pemberian obat-obatan.

Pengobatan kanker alternatif ini dapat mencegah kanker bermetastasis dan mengurangi risiko kanker kembali kambuh setelah operasi. Sayangnya, pengobatan ini hanya bekerja pada kanker yang membutuhkan hormon tubuh, menyebabkan efek samping seperti gairah seks menurun, impotensi, vagina kering, dan kelelahan.

4. Terapi target

gangguan mata akibat obat

Terapi ini menargetkan untuk menghancurkan sel-sel kanker melalui obat-obatan. Tidak seperti kemoterapi, pengobatan kanker  ini tidak memengaruhi sel-sel sehat di sekitar kanker. Terapi ini mendeteksi kelainan genetik tertentu dalam sel kanker sehingga bekerja paling baik jika dikombinasikan dengan pengobatan lain.

Ada berbagai metode yang digunakan pada terapi target untuk melawan kanker, yaitu:

  • Memblokir atau mematikan sinyal kimia yang merangsang pertumbuhan sel kanker
  • Mengubah protein di dalam sel kanker sehingga mematikan sel
  • Mencegah sel kanker memicu pertumbuhan pembuluh darah baru
  • Memicu respons kekebalan tubuh untuk menghancurkan sel kanker
  • Memberikan zat beracun ke sel kanker untuk memusnahkannya tanpa memengaruhi sel lain yang sehat

Meski menargetkan langsung untuk membunuh sel abnormal dan dianggap bisa mengobati kanker,  cara ini tetap memiliki kelemahan. Kelemahannya seperti sel kanker jadi kebal dengan obat tertentu, hanya efektif mengatasi tumor dengan mutasi genetik spesifik, dan menimbulkan diare, masalah hati, dan pembekuan darah.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca