home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Nefrokalsinosis

Nefrokalsinosis

Kadar kalsium berlebih dalam ginjal dapat berisiko bagi kesehatan Anda. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut nefrokalsinosis. Lantas, apakah gangguan ini berbahaya dan bagaimana cara pengobatannya?

Apa itu nefrokalsinosis?

nefrokalsinosis ginjal

Nefrokalsinosis adalah istilah medis yang merujuk pada kondisi ketika kadar kalsium oksalat (CaOx) atau kalsium fosfat (CaPi) meningkat di dalam ginjal. Kondisi ini bernama lain nephrocalcinosis.

Kondisi ini berkaitan dengan nefrolitiasis (batu ginjal), meskipun bukan penyakit yang sama. Penderita umumnya tidak menyadari penumpukan kadar kalsium pada ginjal.

Hal ini dikarenakan tidak adanya gejala awal dari gangguan ini. Namun saat kadar kalsium pada ginjal meningkat dan timbul komplikasi, barulah penderita akan merasakan gejalanya.

Menurut jurnal Kidney International, kelainan nefrokalsinosis dapat terbagi ke dalam tiga kategori di bawah ini.

  • Nefrokalsinosis kimiawi. Kadar kalsium tidak terlihat, baik melalui pemeriksaan mikroskop maupun tes pencitraan. Kondisi ini umum terjadi pada pasien dengan hiperkalsemia (kelebihan mineral kalium) dalam tubuh.
  • Nefrokalsinosis mikroskopik. Kadar kalsium dalam ginjal yang berukuran kecil dan bisa terlihat melalui pemeriksaan mikroskop.
  • Nefrokalsinosis makroskopik. Kadar kalsium dalam ginjal yang berukuran besar dan bisa terlihat melalui tes pencitraan (ultrasound atau CT-scan).

Seberapa umumkah kondisi ini?

Nefrokalsinosis merupakan kelainan yang lebih banyak terjadi pada bayi prematur. Pada sebagian besar kasus, kedua ginjal penderita mungkin terpengaruh.

Kelainan ini bisa menurunkan fungsi ginjal dan memicu komplikasi yang lebih serius. Konsultasi dengan dokter apabila Anda merasakan gangguan pada organ ini.

Tanda dan gejala nefrokalsinosis

Sejumlah kasus gangguan ini cenderung bersifat asimtomatik atau tidak bergejala. Sehingga penderita mungkin baru melakukan kunjungan ke dokter jika gejalanya sudah cukup parah.

Pemeriksaan medis tertentu bisa mendeteksi kelainan ini. Mengutip Medscape, tanda dan gejala nefrokalsinosis dapat dibedakan berdasarkan masing-masing kategori.

Penderita nefrokalsinosis kimiawi mungkin akan merasakan sejumlah gejala, seperti:

Sementara itu, penderita nefrokalsinosis mikroskopik bisa mengalami kondisi, seperti:

Pada bentuk yang paling umum terlihat, nefrokalsinosis makroskopik dapat menimbulkan gejala, seperti:

Kapan harus periksa ke dokter?

Secara umum, nefrokalsinosis tidak menimbulkan gejala di luar kondisi yang menyebabkannya. Apabila Anda merasakan gejala-gejala di atas, segera konsultasikan ke dokter.

Kondisi tubuh Anda berbeda satu sama lain. Maka dari itu, sebaiknya selalu diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.

Penyebab dan faktor risiko

Berbagai penyakit bawaan atau kondisi medis tertentu terkait dengan nefrokalsinosis. Maka, penting untuk mengetahui penyebab untuk menentukan penanganan yang sesuai.

Apa saja penyebab nefrokalsinosis?

Berbagai hal bisa menyebabkan nefrokalsinosis, termasuk gangguan dan kondisi medis tertentu, obat-obatan dan suplemen, serta penyakit infeksi. Beberapa gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan kondisi ini, meliputi:

  • sindrom Alport,
  • sindrom Batter,
  • glomerulonefritis kronis,
  • hipomagnesemia familial,
  • ginjal spons meduler,
  • hiperoksaluria primer,
  • penolakan transplantasi ginjal,
  • asidosis tubulus ginjal, dan
  • nekrosis korteks ginjal.

Adapun kemungkinan lain dari penyebab nefrokalsinosis, meliputi:

  • toksisitas etilen glikol,
  • toksisitas vitamin D,
  • hiperparatiroidisme,
  • hiperkalsemia,
  • sarkoidosis,
  • tuberkulosis ginjal, dan
  • infeksi terkait dengan AIDS.

Kelahiran bayi prematur juga bisa menyebabkan kondisi ini. Penggunaan obat-obatan, seperti acetazolamide, amfoterisin B, dan triamterene juga perlu Anda perhatikan.

Faktor apa saja yang meningkatkan risiko kondisi ini?

Nefrokalsinosis memiliki penyebab yang luas, mulai dari gangguan kesehatan, obat-obatan, dan suplemen tertentu. Sehingga, siapa saja kemungkinan bisa mengembangkan kondisi ini.

Kondisi ini sendiri bukanlah penyakit keturunan, Namun, gangguan kesehatan yang menyebabkannya dapat membuat seseorang berisiko mengalaminya.

Diagnosis dan pengobatan nefrokalsinosis

Minum air putih selama puasa sebelum tes darah

Pengobatan umumnya bertujuan mencegah lebih banyak kalsium tersimpan pada ginjal. Metode diagnosis tertentu akan membantu dokter menentukan penyebab dan langkah penanganan yang sesuai.

Apa saja pemeriksaan untuk mendeteksi kondisi ini?

Nefrokalsinosis umumnya dirasakan setelah gagal ginjal atau batu saluran kemih berkembang. Dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan dalam menentukan diagnosis.

Berbagai pemeriksaan yang akan dokter lakukan antara lain seperti berikut ini.

  • Pemeriksaan darah. Tes darah bertujuan untuk memeriksa kadar kalsium, fosfat, asam urat, dan hormon paratiroid dalam darah.
  • Pemeriksaan urine. Tes urine (urinalisis) bertujuan untuk melihat kristal dan sel darah merah. Pengumpulan urine 24 jam juga bisa untuk mengukur keasaman (pH) dan kadar kalsium, natrium, asam urat, oksalat, dan sitrat dalam urine.
  • Tes pencitraan. Ultrasound (USG) dan CT scan membantu mendeteksi dan melihat kondisi sistem urologi, termasuk ginjal, ureter, dan kandung kemih.

Apa saja pilihan pengobatan untuk nefrokalsinosis?

Pengobatan nefrokalsinosis secara umum bertujuan untuk mengurangi gejala dan mencegah penumpukan kalsium dalam ginjal. Apabila kondisi yang menyebabkannya diketahui, dokter akan menyarankan pengobatan sesuai penyebab tersebut.

Nefrokalsinosis akibat peningkatan kadar kalsium (hiperkalsemia) dapat dokter tangani dengan prosedur non-bedah, yang meliputi perubahan gaya hidup dan konsumsi obat-obatan.

Dokter akan menyarankan Anda untuk minum air putih lebih banyak. Hal ini penting untuk menjaga hidrasi, mengurangi efek hiperkalsemia, dan melindungi fungsi ginjal.

Selain itu, dokter juga mungkin menambahkan obat-obatan atau suplemen tertentu untuk mengurangi kadar mineral yang tidak berlebihan dalam darah dan urine.

Prosedur medis khusus akan dokter pertimbangkan apabila kondisi yang Anda alami disebabkan oleh batu saluran kemih.

Batu yang berisiko menyebabkan penyumbatan dapat dihilangkan melalui prosedur, seperti terapi ESWL (extracorporeal shock wave lithotripsy), ureteroskopi, nefrolitotomi perkutan, dan pengangkatan kelenjar paratiroid.

6 Cara Mudah Menjaga Ginjal Tetap Sehat Tanpa Minum Obat

Pencegahan nefrokalsinosis

Perawatan yang tepat bisa membantu Anda mencegah penumpukan kalsium lebih lanjut dalam organ ginjal. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu komplikasi gangguan ginjal lainnya.

Minum air putih sesuai kebutuhan tubuh Anda juga membantu menjaga ginjal berfungsi normal. Hal ini juga dapat mencegah pembentukan batu dari sisa mineral dan limbah metabolisme.

Metode lainnya, seperti mengubah asupan makanan, obat-obatan, dan suplemen tertentu juga bisa Anda lakukan sebagai pencegahan nefrokalsinosis dan komplikasinya.

Apabila memiliki pertanyaan atau keluhan lain, sebaiknya konsultasikan ke dokter urologi untuk mendapatkan solusi terbaik sesuai kondisi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Nephrocalcinosis: Practice Essentials, Background, Pathophysiology. Medscape. (2018). Retrieved 4 August 2021, from https://emedicine.medscape.com/article/243911-overview 

Nephrocalcinosis: MedlinePlus Medical Encyclopedia. MedlinePlus. (2019). Retrieved 4 August 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/000492.htm

Nephrocalcinosis. Genetic and Rare Diseases Information Center. (2017). Retrieved 4 August 2021, from https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/7177/nephrocalcinosis 

Hypercalcemia: Causes, Symptoms, Diagnosis, Treatments, Prevention. Cleveland Clinic. (2018). Retrieved 4 August 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14597-hypercalcemia 

Shavit, L., Jaeger, P., & Unwin, R. (2015). What is nephrocalcinosis?. Kidney International, 88(1), 35-43. https://doi.org/10.1038/ki.2015.76

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 18/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan