Urologis, Dokter Spesialis yang Menangani Masalah Urologi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Urologi adalah cabang ilmu kedokteran yang membahas sistem perkemihan manusia, mulai dari fungsi organ yang terlibat hingga penyakitnya. Sementara itu, urologis adalah dokter spesialis yang ternyata tidak hanya menangani masalah perkemihan. Lantas, penyakit apa saja yang ditangani oleh dokter urologi?

Apa itu dokter spesialis urologi?

Granuloma Inguinale adalah

Dokter urologi atau urologis adalah dokter spesialis yang menangani penyakit saluran kemih dan sistem reproduksi, baik pria dan wanita. 

Urologi juga dikenal sebagai spesialisasi bedah. Selain bedah, ahli urologi juga harus menguasai ilmu penyakit dalam, pediatri, hingga ginekologi. Hal ini dikarenakan spesialis urologi akan menghadapi berbagai masalah kesehatan dengan cakupan yang cukup besar. 

Anda mungkin akan dirujuk ke poli urologi ketika mengalami masalah kesehatan yang berkaitan dengan ginjal, kandung kemih, ureter, dan uretra.  Bahkan, dokter yang bekerja sama dengan ginekologi ini juga turut memeriksa masalah pada organ reproduksi pria, seperti penis dan prostat. 

Berikut ini beberapa penyakit dan kondisi kesehatan yang biasanya akan ditangani oleh dokter urologi. 

  • Inkontinensia, baik kandung kemih overaktif (overactive bladder) atau inkontinensia urine.
  • Prolaps pada wanita.
  • Masalah pada prostat, seperti pembesaran prostat jinak (penyakit BPH) dan kanker prostat.
  • Penyakit ginjal, mulai dari cedera ginjal akut, batu ginjal, hingga gagal ginjal.
  • Disfungsi ereksi dan infertilitas pada pria.
  • Infeksi saluran kemih (ISK) dan masalah kandung kemih lainnya.

Cara diagnosis ahli urologi

cek penuaan dengan tes urine

Tidak jauh berbeda dengan dokter lainnya, ahli urologi akan melakukan berbagai pemeriksaan untuk mendiagnosis kondisi yang disebutkan di atas. Beberapa pemeriksaan tersebut meliputi:

  • pemeriksaan fisik, 
  • tes darah, seperti uji kreatinin dan kadar urea darah,
  • tes urine
  • tes pencitraan, seperti USG, MRI, dan CT-Scan, serta
  • sistoskopi.

Jika dokter berhasil mendiagnosis penyakit yang dialami, ia akan menyarankan Anda untuk menjalani pilihan pengobatan yang berbeda, termasuk operasi bedah. 

Tidak perlu khawatir karena ahli urologi sudah terlatih dalam melakukan jenis operasi tertentu yaitu sebagai berikut.

  • Prosedur sling untuk mengatasi inkontinensia urine dan prolaps.
  • Memperbaiki kandung kemih dan mengangkat penyumbatan.
  • Vasektomi dan mengangkat jaringan dari prostat yang bengkak.

Kapan saya harus periksa ke ahli urologi?

Bukan perkara mudah untuk mengetahui kapan Anda perlu memeriksakan diri ke ahli urologi. Selain mendapatkan rujukan dari dokter umum, berbagai gejala penyakit urologi mungkin juga menjadi pertanda Anda perlu ke dokter urologi. 

Semakin cepat mendapatkan penanganan dari ahlinya, kondisi Anda pun akan lekas membaik. Berikut ini beberapa kondisi yang mungkin menandakan Anda perlu memeriksakan diri ke klinik urologi. 

  • ISK yang tidak kunjung sembuh, meskipun sudah diberikan antibiotik.
  • Lebih sering buang air kecil, hingga sulit menahan kencing.
  • Mengalami gejala batu ginjal, seperti nyeri di punggung bagian bawah.
  • Menderita disfungsi ereksi (impoten).
  • Merasakan sakit pada panggul.
  • Anda adalah pria yang mengkhawatirkan masalah kesuburan.

Menurut Bradley Gill, MD, ahli urologi dari Cleveland Clinic, pria dianjurkan untuk rutin periksa ke dokter urologi mulai usia 40 tahun. Hal ini mungkin berbeda dengan wanita yang perlu rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan sejak remaja. 

Hal ini dikarenakan pria berusia 40 tahun ke atas memiliki daya tahan tubuh yang kurang dan mudah terserang penyakit saluran kemih dan organ reproduksi. 

Terlebih lagi, pria yang telah aktif secara seksual juga akan lebih rentan terkena penyakit kelamin. Maka dari itu, seiring dengan bertambahnya usia, pria disarankan untuk rutin konsultasi ke dokter urologi.

Begini Akibat Jika Anda Terlalu Sering Menahan Kencing

Dokter spesialis urologi tidak bekerja sendirian

periksa ke dokter

Pada saat ahli urologi menangani pasien, mereka biasanya akan bekerja sama dengan dokter spesialis lainnya. Sebagai contoh, dokter yang merawat pasien kanker prostat akan membutuhkan bantuan onkologis (spesialis kanker) untuk merencanakan pengobatan. 

Contoh lainnya adalah ketika pasien wanita mengalami gejala seperti nyeri panggul mungkin bisa menjadi pertanda sistitis atau endometriosis. Dokter urologi nantinya akan bekerja sama dengan ginekolog untuk mencari tahu apa pengobatan yang tepat bagi Anda. 

Hal ini mungkin dikarenakan beberapa gejala masalah urologi sering disangka sebagai penyakit lain. Oleh sebab itu, ahli urologi akan membutuhkan kerja sama dari dokter spesialis lainnya demi memberikan penanganan yang tepat untuk pasien.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Katanya, sengatan lebah bisa bikin seseorang meriang dan panas dingin. Lalu bagaimana cara pertolongan pertama dalam mengobati sengatan lebah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Leptospirosis adalah salah satu penyakit yang sering bermunculan saat musim hujan. Saat gejala leptospirosis mulai terasa, segera atasi dengan cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
memanaskan makanan

Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
arti warna dahak

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit