home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Definisi infeksi saluran kemih (ISK)|Tanda dan gejala infeksi saluran kemih (ISK)|Penyebab infeksi saluran kemih|Faktor risiko ISK|Komplikasi infeksi saluran kemih|Diagnosis infeksi saluran kemih|Obat dan pengobatan ISK|Pengobatan ISK di rumah
Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Definisi infeksi saluran kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi saat ada bakteri pada organ saluran kencing. Bakteri penyebab infeksi saluran kemih dapat memengaruhi organ ginjal, kandung kemih, dan tabung yang menghubungkan keduanya.

Saluran kemih atau kencing dapat dibagi menjadi dua, yakni saluran kemih atas dan bawah. Saluran kemih bagian atas terdiri dari ginjal dan ureter (saluran dari ginjal ke kandung kemih).

Sementara itu, saluran kemih bagian bawah terdiri dari kandung kemih dan uretra (saluran dari kandung kemih untuk mengalirkan urine keluar tubuh).

Seberapa umumkah infeksi saluran kemih (ISK)?

Infeksi saluran kemih ini bisa terjadi pada semua orang tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Namun, wanita lebih sering terkena infeksi saluran kemih karena memiliki uretra yang lebih pendek sehingga lebih rentan infeksi.

Menurut data Kementerian Kesehatan pada 2014, terdapat sebanyak 90 – 100 pasien infeksi saluran kemih per 100.000 penduduk di Indonesia setiap tahunnya.

Tanda dan gejala infeksi saluran kemih (ISK)

Untuk penyakit ini, pada umumnya Anda akan mengalami berbagai gejala yaitu di bawah ini.

  • Keinginan untuk buang air kecil yang terus terasa.
  • Rasa nyeri atau sensasi panas ketika buang air kecil (kumpulan kondisi ini disebut anyang-anyangan).
  • Urine keruh dan berbau tajam.
  • Sering buang air kecil.
  • Urine yang berdarah atau bernanah.
  • Pada wanita, umumnya pasien akan merasakan nyeri panggul, terutama di pusat panggul dan area tulang di sekitar kelamin.

Selain itu, gejala yang berbeda juga bisa ditunjukkan bergantung dari organ mana yang terinfeksi. Dilansir dari Mayo Clinic, berikut gejala berdasarkan organ yang terdampak.

  • Jika infeksi terdapat pada ginjal, pasien dapat mengalami demam, mual dan muntah, menggigil, atau nyeri punggung.
  • Jika infeksi terdapat pada kandung kemih, pasien akan merasakan tekanan pada pelvis depan (perut bawah), sering buang air kecil, dan kencing berdarah.
  • Jika infeksi terdapat pada uretra, pasien akan merasakan nyeri saat kencing dan keluarnya cairan dari uretra.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala di atas, khususnya saat buang air kecil, Anda harus pergi ke dokter. Hubungi dokter jika tetap demam dalam 48 jam meski telah minum antibiotik atau gejala muncul kembali setelah konsumsi obat.

Meskipun memiliki penyakit yang sama, gejala yang muncul antara Anda dengan orang lain bisa berbeda. Itu sebabnya, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan jawaban pasti.

Penyebab infeksi saluran kemih

Seringnya, penyebab infeksi saluran kemih yaitu bakteri Escherichia coli (E. coli) yang ditemukan pada usus. Namun, penyakit ini juga bisa disebabkan oleh bakteri jenis lain.

Saat bakteri E. coli terdapat pada kulit atau dekat anus, bakteri ini dapat masuk ke saluran kencing dan berpindah ke tempat lain. Pada wanita, karena saluran kencing dan anus terletak berdekatan, risiko infeksi menjadi lebih tinggi.

Bakteri juga mampu memasuki saluran kencing melalui kateter urine yang digunakan pada terapi medis.

Selain itu, hubungan seksual dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Namun, bukan berarti Anda yang tidak aktif berhubungan seksual tidak bisa kena penyakit ini.

Infeksi saluran kemih juga bisa terjadi akibat adanya infeksi dari area lain ke ginjal.

Infeksi saluran kencing umumnya tidak menular. Meski begitu, berhubungan seksual saat ISK dapat menyebabkan nyeri. Untuk itu, Anda harus menghindarinya.

Faktor risiko ISK

Ada banyak faktor risiko yang menjadi penyebab infeksi saluran kemih. Di bawah ini daftarnya.

1. Faktor risiko ISK yaitu jenis kelamin

Wanita lebih rentan terkena infeksi ini karena saluran kencing uretranya lebih pendek dibanding laki-laki. Artinya, jalur bakteri menuju ke kandung kemih juga lebih singkat.

2. Melakukan hubungan seksual yang tidak aman

Melakukan hubungan seksual dengan tidak pakai kondom bisa menyebabkan wanita atau pria terkena infeksi saluran kemih. Pasalnya, bakteri penyebab ISK bisa berada di kulit kelamin dan menyebar atau berpindah saat berhubungan seksual.

3. Penggunaan kontrasepsi

Wanita yang menggunakan alat pencegah kehamilan, seperti spermisida, berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini.

4. Menopause

Setelah menopause, penurunan kadar estrogen menyebabkan perubahan tubuh dalam berkemih, sehingga lebih rentan terhadap infeksi.

5. Saluran kencing yang tidak normal

Bayi yang terlahir dengan malformasi (pertumbuhan arteri dan vena tidak normal) pada saluran kencing, umumnya tidak dapat mengeluarkan urine dengan normal.

Selain itu, malformasi saluran kencing juga dapat menyebabkan seseorang mengalami atau retensi urine pada uretra.

6. Penyumbatan saluran kencing

Adanya batu atau pembesaran prostat dalam saluran kencing, dapat menyebabkan infeksi pada saluran kandungan kemih.

7. Sistem imun lemah

Diabetes dan kondisi lain menyebabkan sistem imun menjadi lemah sehingga meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

8. Pemakaian kateter

Infeksi saluran kemih ini sering terjadi pada orang yang tidak dapat berkemih dan harus menggunakan kateter untuk berkemih.

Hal tersebut dapat terjadi pada pasien di rumah sakit dengan kondisi seperti neuropathy uncontrolled urinary function (kondisi fungsi kemih yang tidak dapat dikontrol), dan kelumpuhan.

9. Arah membersihkan saluran kencing salah

Bila Anda membersihkan vagina dengan mengusap tangan dari anus ke depan, bakteri yang ada di anus dapat berpindah ke saluran kencing dan menyebabkan infeksi.

Agar terhindar dari risiko penyebab infeksi saluran kemih, pastikan Anda membersihkan vagina dari depan ke belakang.

10. Pernah terinfeksi sebelumnya

Jika Anda pernah mengalami penyakit ini, ada kemungkinan infeksi bisa terjadi lagi pada kemudian hari.

Komplikasi infeksi saluran kemih

Ketika kondisi ini dirawat dengan cepat dan tepat, infeksi saluran kemih bagian bawah jarang menyebabkan komplikasi. Akan tetapi, jika tidak diobati, kondisi ini bisa mendatangkan komplikasi serius.

Komplikasi infeksi saluran kemih dapat meliputi berbagai kondisi di bawah ini.

  • Infeksi berulang, terutama pada wanita yang mengalami dua atau lebih ISK dalam periode enam bulan atau empat atau lebih dalam setahun.
  • Kerusakan ginjal permanen akibat infeksi ginjal akut atau kronis (pielonefritis) karena infeksi saluran kemih yang tidak diobati.
  • Pada wanita hamil, ada peningkatan risiko untuk melahirkan dengan berat badan lahir rendah atau bayi prematur.
  • Penyempitan (striktur) uretra pada pria akibat uretritis berulang.
  • Sepsis, suatu komplikasi infeksi yang berpotensi mengancam jiwa, terutama jika infeksi berjalan dengan cara naik ke saluran kemih ke ginjal Anda.

Infeksi saluran kemih juga berisiko pada kesehatan jantung

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa respons peradangan tubuh terhadap infeksi dapat memicu pembentukan gumpalan di arteri, tak terkecuali infeksi pada saluran kemih.

Hal ini dapat berujung menghalangi aliran darah ke jantung atau otak. Maka dari itu, penting untuk mengobati infeksi pada saluran kemih secara tuntas.

Diagnosis infeksi saluran kemih

Awalnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan berbagai gejala yang telah Anda rasakan. Setelah itu, dokter akan melakukan berbagai tes untuk mendiagnosis adanya infeksi pada saluran kemih Anda.

Di bawah ini merupakan berbagai pemeriksaan yang mungkin akan Anda jalani.

1. Urinalisis

Urinalisis merupakan tes urine yang akan memeriksa adanya sel darah merah, darah putih, dan bakteri pada sampel. Kadar sel darah pada urin dapat menunjukkan apakah saluran kemih telah terinfeksi.

Sampel harus murni berasal dari urine Anda, tidak tercampur dengan cairan tubuh lainnya.

Untuk mendapatkan sampel urine, pasien harus mengambil aliran tengah, yaitu aliran saat di tengah-tengah kencing, bukan aliran di awal ataupun di akhir proses buang air kecil.

2. Kultur urine

Tes kultur urine dilakukan untuk mengetahui jenis bakteri penyebab infeksi saluran kemih yang nantinya dapat membantu dokter dalam menentukan obat yang paling ampuh.

Jika dokter curiga infeksi saluran kemih telah menyebabkan penyakit lain atau ketika infeksi tidak kunjung sembuh walau telah diobati, Anda akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Berikut beberapa di antaranya.

3. Ultrasound (USG)

Pemeriksaan ini menggunakan teknologi gelombang suara yang akan memperlihatkan bagian organ di dalam tubuh Anda. Pada penyakit ini, USG menunjukkan gambaran sistem kemih Anda untuk menentukan masalahnya.

Tes ini dilakukan dengan menempelkan alat di atas kulit, sehingga Anda tak perlu melakukan persiapan khusus sebelum menjalaninya.

4. Sistoskopi

Pada prosedur sistoskopi, dokter akan memasukkan tabung panjang dan tipis bernama sistoskop yang dilengkapi dengan lensa untuk melihat bagian dalam uretra dan kandung kemih.

Nantiny,a alat ini akan dimasukkan melalui uretra dan menembus ke kandung kemih.

5. CT Scan

CT scan merupakan pemindaian menggunakan sinar-X dan komputer untuk melihat masalah yang terjadi di dalam sistem kemih Anda.

Biasanya Anda tidak memerlukan persiapan khusus untuk pemeriksaan ini, tapi ada beberapa pasien yang harus berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu sebelum menjalani pemeriksaan.

Beberapa di antaranya yaitu pasien yang sedang hamil, memiliki penyakit diabetes atau jantung, dan sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Obat dan pengobatan ISK

Apa saja pilihan pengobatan untuk infeksi saluran kemih?

Pasien akan diresepkan obat antibiotik selama 3 – 10 hari sebagai obat infeksi saluran kencing. Jangan lupa minum banyak air untuk membantu mengeluarkan urine. Dianjurkan untuk mengonsumsi jus buah dan vitamin C untuk meningkatkan keasaman urine yang akan akan membantu proses penyembuhan.

Dokter juga akan memberikan obat pereda nyeri ketika Anda mengalami rasa sakit saat berkemih, seperti phenazopyridine.

Obat tersebut akan mengubah warna urine Anda menjadi jingga kemerahan. Obat antinyeri seperti parasetamol atau ibuprofen juga dapat digunakan.

Pasien dapat berendam pada air hangat untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Beristirahatlah yang cukup hingga demam dan nyeri mereda.

Untuk beberapa kasus, seseorang mungkin hanya perlu minum antibiotik selama 3 hari. Akan tetapi, biasanya orang dengan ISK tetap perlu minum obat selama 7 – 14 hari.

Pastikan Anda meminum antibiotik hingga yang diresepkan habis. Jangan berhenti minum obat lebih cepat dari anjuran dokter. Banyak orang berhenti minum obat ketika mereka mulai merasa lebih baik, tetapi ini malah bisa meningkatkan risiko infeksi akan muncul kembali.

Jika Anda telah didiagnosis dengan ISK dan gejala berlanjut setelah Anda menggunakan semua obat Anda atau jika gejala Anda tidak jauh lebih baik setelah 2 – 3 hari perawatan, hubungi dokter Anda.

Cara lain mengobati ISK

Selain menggunakan obat-obatan, ada obat alami infeksi saluran kencing berikut yang juga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan.

1. Melatih kandung kemih

Pelatihan kandung kemih adalah program untuk menyehatkan kandung kemih. Di sini Anda akan dilatih memperkuat otot kandung kemih, belajar banyak minum dan banyak berkemih, dan makan makanan yang mengandung serat.

Untuk anak-anak, pelatihan ulang kandung kemih akan membutuhkan waktu, pemahaman dan kesabaran. Mungkin butuh enam berbulan-bulan hingga setahun untuk mencapai hasil yang diinginkan.

2. Penting untuk banyak minum di siang hari

Penting untuk mengonsumsi banyak cairan pada siang hari. Air dapat membantu menyiram ginjal dan kandung kemih secara alami. Minum banyak cairan di pagi hari membantu memastikan volume urine yang cukup di kandung kemih.

3. Pastikan makan makanan berserat

Saat mengalami ISK, tak jarang beberapa orang juga mengalami sembelit. Apabila Anda mengonsumsi cukup serat, ini dapat membantu Anda buang air besar teratur meskipun mengalami ISK.

Contoh makanan yang tinggi serat yaitu buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan. Minum banyak air saat makan makanan berserat tinggi ini penting karena air akan membantu mendorong tinja melalui usus.

Pengobatan ISK di rumah

Saat mengalami infeksi pada saluran kencing, ada beberapa hal yang bisa membantu Anda mengatasi masalah tersebut. Berikut adalah cara mencegah infeksi saluran kemih.

  • Minumlah 6 – 8 gelas air per hari. Air dan jus dari buah cranberry yang telah disaring dapat membantu mengobati ISK.
  • Jangan lupa untuk jaga kebersihan alat kelamin. Setelah buang air kecil, wanita harus membersihkan bagian kelamin dari depan ke belakang agar bakteri dari anus (belakang) tidak terbawa ke saluran kencing (depan).
  • Hindari douching, yaitu membersihkan vagina dengan menyemprotkan air atau cairan pembersih lainnya ke dalam vagina. Mandilah di bawah shower dan kurangi mandi secara berendam.
  • Kurangi risiko. Wanita harus buang air kecil dan cebok sebelum dan sesudah berhubungan seks saat infeksi saluran kemih. Hindari pemakaian diafragma sperma dan spermisida.
  • Hindari pantangan makanan penderita infeksi saluran kemih.
  • Jangan menahan rasa ingin buang air kecil, segera kosongkan kandung kemih.
  • Beri tahu dokter Anda jika Anda menggunakan kontrasepsi oral. Beberapa antibiotik dapat berinteraksi dengan pil pengontrol kehamilan.
  • Konsumsi antibiotik hingga sembuh total. Dokter Anda dapat memberikan obat antibiotik untuk mencegah penyakit. Selalu habiskan antibiotik meskipun gejala sudah tidak dirasakan untuk menghindari resistensi antibiotik yang dapat mempersulit penanganan infeksi di kemudian hari.
  • Jika anak Anda gemar mandi dengan bubble bath atau menggunakan sabun yang kuat, pastikan bahwa area kelaminnya bersih dibilas sepenuhnya. Pasalnya, area kelamin yang tidak bersih sering menyebabkan anak terkena ISK. Setelah iritasi dimulai, akan terasa sakit saat buang air kecil, menyebabkan anak menahan kencingnya.
  • Jaga agar bagian bawah anak Anda bersih dan kering. Ganti popok (untuk anak-anak) setiap kali basah atau kotor.
  • Ganti celana dalam setiap hari dan setiap saat berada pada kondisi basah atau kotor. Pakailah celana dalam terbuat dari katun dan hindari celana ketat.
  • Bersihkan penis dengan air setiap hari. Jika penis tidak disunat tarik kembali kulupnya untuk membersihkan dari kerak atau bakteri. Membersihkan kulup penis ini umumnya harus dibersihkan sekali dalam sehari.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ferri, F. F. (2012). Ferri’s Netter Patient Advisor E-Book. St. Louis, MO: Elsevier Health Sciences.

Porter, R. S., Kaplan, J. L., & Homeier, B. P. (2009). The Merck Manual Home Health Handbook. MO: Merck & Company.

Urinary tract infection (UTI) – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 1 April 2019, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447

Urinary tract infection, bladder, and bowel dysfunction. Canadian Urological Association.  Retrieved 1 April 2019, from https://www.cua.org/themes/web/assets/files/pdf/consumers_handbook/13-urinary_tract_infection__bladder_and_bowel_dysfunction.pdf

Urinary Tract Infections (for Teens). (2016). Nemours KidsHealth. Retrieved 1 April 2019, from https://kidshealth.org/en/teens/uti.html

Urinary Tract Infection: Causes, Symptoms, & Treatment. (2020). Cleveland Clinic. Retrieved 17 July 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9135-urinary-tract-infections

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri