Kenali Glikosuria, Ketika Gula Bercampur Dengan Air Kencing (Urine)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Hal terpenting yang perlu diperhatikan oleh penderita glikosuria ialah penyebab dari glikosuria itu sendiri. Hal ini dikarenakan, penyebabnya akan berbeda pada tiap penderita. Lalu mengapa hal ini menjadi sangat penting? Dengan mengetahui penyebab pastinya, Anda tahu apa langkah yang harus Anda ambil untuk mengatasinya. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kondisi ini, berikut ulasannya.

Apa itu glikosuria?

Glikosuria terjadi ketika urine mengandung gula. Padahal, normalnya ginjal akan menyerap gula kembali ke pembuluh darah, bukan dikeluarkan melalui urine. Kondisi ini sering kali terjadi jika seseorang memiliki kadar glukosa dalam darah yang tinggi atau disebut juga hiperglikemia.

Terkadang, hal ini bisa terjadi meski kadar gula darah sedang normal atau bahkan rendah. Kondisi ini dikenal dengan sebutan glikosuria ginjal dan kondisi ini sangat jarang terjadi.

Penyebab glikosuria

Berikut berbagai penyebab yang umum terjadi, di antaranya:

  • Diabetes melitus. Kurangnya hormon insulin dalam darah meningkatkan kadar glukosa. Bila ada terlalu banyak glukosa dalam darah, ginjal tidak dapat menyerap kembali gula tersebut ke dalam aliran darah, sehingga sebagian akan dikeluarkan melalui urin.
  • Diabetes gestasional, yaitu kondisi gula darah tinggi di atas normal pada masa kehamilan.
  • Diet tinggi gula. Misalnya kalau terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman manis.
  • Sirosis hati. Sirosis hati memengaruhi metabolisme karbohidrat, sehingga mengakibatkan kadar glukosa yang tinggi dalam darah. Kadar glukosa darah yang tinggi akan membuat glukosa keluar melalui urine.

Apa saja gejala yang menyertainya?

Umumnya, gejala akan bergantung pada penyebabnya dan tidak selalu ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Bahkan, glikosuria ginjal bisa menunjukkan hasil negatif pada kadar gula darah tetapi justru positif pada urine.

Kebanyakan orang dengan kondisi ini tidak mengalami gejala apapun. Namun, jika dibiarkan dapat menyebabkan:

  • Merasa sangat haus atau mengalami dehidrasi
  • Merasa sangat lapar
  • Buang air kecil lebih sering
  • Buang air kecil secara tidak sengaja (di celana)

Jika kondisi tersebut merupakan tanda dari diabetes tipe 2, Anda mungkin juga mengalami:

  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Kelelahan
  • Penglihatan terganggu
  • Luka yang tidak sembuh-sembuh
  • Kulit menjadi gelap di lipatan leher, ketiak, dan lainnya

Tips hidup sehat bagi orang yang mengalami glikosuria

Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda terapkan demi tubuh yang lebih sehat:

  • Melakukan aktivitas fisik setiap hari minimal 30 menit, lima hari seminggu.
  • Mengurangi asupan gula dan lemak dan memperbanyak konsumsi biji-bijian, sayuran, dan buah. Mengurangi asupan gula baik secara langsung maupun tidak dapat membantu mencegah kadar gula darah yang tinggi di dalam urine.
  • Mengonsumsi fenugreek dan jus dari labu pahit terbukti membantu mengendalikan gula darah. Dengan demikian juga turut mengurangi glikosuria.
  • Rutin melakukan periksa kesehatan ke dokter, terutama saat hamil. Selama kehamilan, urinalisis (tes urine) harus dilakukan secara berkala untuk memeriksa apakah Anda mengalami diabetes gestasional atau glikosuria.
  • Rutin melakukan pengecekan kadar gula darah.

Berapa Banyak Kalori yang Berhasil Saya Bakar Saat Berolahraga?

Ingin tahu berapa banyak kalori yang berhasil kamu bakar dalam sehari? Efektifkah olahraga yang kamu pilih untuk membakar kalori? Cek selengkapnya.

Mau Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Bisa Sakit Kepala Setelah Cabut Gigi?

Apakah Anda mengalami sakit kepala setelah cabut gigi? Mungkin dua alasan ini penyebabnya. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Hati-hati! Ini 6 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Tikus

Tikus terkenal sebagai hewan yang jorok karena bisa menyebabkan penyakit. Berikut adalah beberapa penyakit yang disebabkan oleh tikus yang perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Pernahkah Anda tiba-tiba mengeluarkan air mani meski tak menerima rangsangan apapun? Berikut ini penjelasannya secara medis.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Beberapa orang memilih bleaching untuk memutihkan gigi. Namun adakah efek bleaching gigi yang perlu diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bakteri asam laktat

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
tidak tumbuh jenggot dan kumis

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
obat sariawan

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
tips pendinginan setelah lari

6 Jenis Pendinginan yang Wajib Dilakukan Setelah Lari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit