home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kalsium Memang Baik, Asal Jangan Berlebihan. Berapa Batas Amannya?

Kalsium Memang Baik, Asal Jangan Berlebihan. Berapa Batas Amannya?

Kalsium merupakan mineral utama yang dibutuhkan untuk membangun tulang yang kuat. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan pertumbuhan tulang terganggu. Akan tetapi, kelebihan kalsium ternyata justru menyebabkan dampak buruk bagi tubuh. Lalu seberapa asupan kalsium yang dibutuhkan tubuh?

Berapa sebenarnya jumlah kalsium yang dibutuhkan tubuh?

Tubuh bisa mendapatkan kalsium dari makanan dan suplemen kalsium. Namun, tidak semua kalsium yang masuk ke tubuh akan diserap oleh tubuh. Kalsium bisa saja hanya lewat dalam saluran pencernaan dan kemudian dibuang. Walaupun begitu, penting bagi Anda untuk menjaga kadar kalsium dalam darah tetap dalam jumlah normal. Jika tidak, maka ini dapat mengganggu fungsi normal tubuh.

Tubuh mendapatkan kalsium yang dibutuhkannya dengan cara melepaskan kalsium yang tersimpan dalam tulang ke dalam darah. Hal ini didapatkan melalui remodeling tulang, yaitu proses di mana tulang dipecah dan dibentuk kembali secara terus-terusan. Jadi, mempertahankan kadar kalsium dalam tubuh yang cukup dapat menahan tubuh mengambil lebih banyak kalsium dari tulang. Kekurangan mineral dalam tulang pun bisa dicegah.

Angka 1.200 mg kalsium per hari merupakan rekomendasi asupan kalsium harian. Angka ini diambil merujuk pada beberapa penelitian pada akhir 1970-an yang menunjukkan bahwa konsumsi 1.200 mg kalsium per hari dapat mempertahankan keseimbangan kalsium pada wanita setelah menopause, dilansir dari Harvard Health Publishing.

Asupan 1.200 mg kalsium per hari ini mungkin tidak menjamin kalsium dalam tubuh sudah pasti cukup. Alasannya, bisa jadi tidak semua kalsium diserap oleh tubuh. Oleh karena itu, Anda butuh mengonsumsi vitamin D dalam jumlah cukup, selain kalsium. Hal ini karena vitamin D dapat membantu tubuh menyerap kalsium. Dengan begitu, ada kemungkinan lebih besar bagi tubuh untuk menyerap kalsium lebih banyak saat Anda mendapatkan vitamin D yang cukup.

Berapa asupan kalsium yang berlebihan?

Umumnya, kebutuhan kalsium per hari adalah sekitar 1.200 mg per hari. Kebutuhan ini bisa lebih tinggi atau juga lebih rendah tergantung usia. Sayangnya, 1.200 mg adalah jumlah yang sulit dicapai jika Anda tidak makan berbagai macam makanan yang mengandung kalsium. Kebanyakan orang justru kurang asupan kalsium. Sehingga, beberapa orang mungkin mengonsumsi suplemen kalsium untuk mencukupi kebutuhan kalsium.

Namun, konsumsi suplemen kalsium yang berlebih dapat menyebabkan kadar kalsium dalam tubuh menjadi tinggi atau disebut hiperkalsemia. Hiperkalsemia kemudian dapat menyebabkan tulang menjadi lemah, fungsi ginjal menurun bahkan bisa terbentuk batu ginjal, serta fungsi otak dan jantung juga bisa menurun. Lagipula, tidak ada manfaatnya juga bagi tulang jika Anda mengonsumsi kalsium dalam jumlah berlebih.

Jadi, pastikan Anda tidak mengonsumsi kalsium melebihi kebutuhan kalsium Anda per hari. Dilansir dari National Institutes of Health, batas atas asupan kalsium per hari adalah:

  • 2.500 mg kalsium per hari untuk anak usia 1-8 tahun
  • 3.000 mg kalsium per hari untuk anak usia 9-18 tahun
  • 2.500 mg kalsium per hari untuk orang dewasa usia 19-50 tahun
  • 2.000 mg kalsium per hari untuk dewasa usia 51 tahun atau lebih

Apakah artinya tidak boleh mengonsumsi suplemen kalsium?

Sebenarnya, tidak semua orang membutuhkan suplemen kalsium, terlebih jika Anda terbiasa makan makanan sehat dengan gizi seimbang dan tidak mempunyai kondisi khusus. Suplemen hanya dibutuhkan saat Anda memang tidak bisa mendapatkan kalsium yang cukup dari makanan. Beberapa orang yang mungkin membutuhkan suplemen kalsium adalah:

  • Orang dengan pola makan vegetarian
  • Orang dengan intoleransi laktosa dan harus membatasi konsumsi susu dan produk susu
  • Orang yang mengonsumsi protein atau natrium dalam jumlah sangat tinggi, karena dapat menyebabkan tubuh mengeluarkan kalsium lebih banyak
  • Orang dengan osteoporosis
  • Orang yang menerima pengobatan kortikosteroid jangka panjang
  • Orang dengan masalah pencernaan tertentu, yang dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam menyerap kalsium, seperti penyakit radang usus atau penyakit celiac
health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

National Institutes of Health. (2016). Office of Dietary Supplements – Calcium. [online] Available at: https://ods.od.nih.gov/factsheets/Calcium-Consumer/ [Accessed 24 Oct. 2017].

Harvard Health Publishing. (2017). How much calcium do you really need? – Harvard Health. [online] Harvard Health. Available at: https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/how-much-calcium-do-you-really-need [Accessed 24 Oct. 2017].

Mayo Clinic. (2015). Are you getting enough calcium?. [online] Available at: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/calcium-supplements/art-20047097?pg=2 [Accessed 24 Oct. 2017].

Maalouf, N. (2015). How much calcium is too much?. [online] Available at: http://www.utswmedicine.org/stories/articles/year-2015/calcium.html [Accessed 24 Oct. 2017].

Delgado, A. (2017). Hypercalcemia: What Happens If You Have Too Much Calcium?. [online] Available at: https://www.healthline.com/health/hypercalcemia [Accessed 24 Oct. 2017].


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x