Berbagai Obat yang Digunakan untuk Mengobati Nyeri Tulang

Oleh

Nyeri tulang lebih jarang terjadi dibandingkan nyeri sendi dan nyeri otot tapi tetap dapat melemahkan dan harus diobati dengan baik. Dokter Anda mungkin meresepkan banyak obat untuk nyeri tulang Anda. Hal ini dapat membingungkan. Kami dapat membantu kebingungan Anda dengan menjelaskan berbagai jenis obat yang digunakan untuk nyeri tulang. Pertama-tama Anda harus tahu apa yang menyebabkan nyeri tulang Anda.

Apa penyebab nyeri tulang?

Nyeri tulang dapat disebabkan oleh patah tulang atau kondisi kesehatan yang mempengaruhi tulang. Kemungkinan penyebab dari nyeri tulang adalah:

  • Cedera
  • Retak
  • Bekerja berlebihan
  • Kanker tulang (kanker tulang primer)
  • Kanker yang telah menyebar ke tulang (kanker tulang sekunder)
  • Kurangnya pasokan darah ke tulang
  • Infeksi pada tulang (osteomielitis)
  • Leukemia
  • Kehilangan mineralisasi (osteoporosis).

Nyeri tulang dapat dikaitkan dengan kehilangan tulang dan meningkatkan kadar kalsium dalam aliran darah (hypercalcemia).

Obat apa yang digunakan untuk mengobati nyeri tulang?

Pengobatan Anda tergantung pada penyebab dari nyeri tulang Anda. Penting untuk mendiskusikan dengan dokter kondisi Anda sebelum memulai semua jenis perawatan. Beberapa obat yang biasa digunakan untuk mengobati nyeri tulang mungkin termasuk:

Antibiotik

Antibiotik sering diberikan untuk mengobati nyeri tulang ketika rasa sakit disebabkan oleh infeksi, seperti osteomyelitis. Antibiotik dapat diberikan melalui mulut (oral) atau dengan IV (intravena). Penting untuk menghabiskan antibiotik selama masa pengobatan untuk mencegah resistensi antibiotik, dimana ketika bakteri tidak lagi merespon terhadap antibiotik. Ketika ini terjadi, dokter harus meresepkan antibiotik yang lebih kuat. Beberapa antibiotik yang umum digunakan adalah klindamisin, tikarsilin dengan klavulanat dan cefotetan. Pastikan untuk memberi tahu dokter Anda jika Anda alergi terhadap obat-obatan, seperti penisilin.

Antikonvulsan

Jika nyeri tulang Anda terasa seperti kesemutan dan panas, ada kemungkinan besar nyeri saraf yang juga dikenal sebagai sakit neuropatik. Terjadi ketika Anda mengalami rasa sakit untuk membawa sinyal rasa sakit. Semakin berat sakit yang Anda alami, semakin membuat Anda sensitif terhadap rasa sakit. Antikonvulsan biasanya digunakan untuk mengobati kejang juga dapat digunakan untuk mengobati nyeri neuropatik. Sering digunakan dalam kombinasi dengan obat lain untuk mengurangi rasa sakit agar lebih efektif. Beberapa antikonvulsan umum yang digunakan adalah carbamazepine (Epitol®, Tegretol®), gabapentin (Gralise®, Neurontin®), oxcarbazepine (Trileptal®), pregabalin (Lyrica®) dan topiramate (Topamax®). Ada beberapa efek samping yang terkait dengan kelas obat ini. Efek samping mungkin termasuk kerusakan hati, ringan dan kelelahan.

Antidepresan

Antidepresan biasanya digunakan untuk mengobati depresi tetapi diketahui juga dapat mengobati nyeri saraf. Antidepresan bekerja dengan mengintervensi fungsi serotonin dan norepinefrin, yang merupakan bahan kimia otak penting yang dapat mengatur rasa sakit serta suasana hati. Beberapa antidepresan umum termasuk amitriptyline, imipramine (Tofranil®), clomipramine (Anafranil®), doxepin, nortriptyline (Pamelor®), desipramine (Norpramin®). Efek samping ini mungkin termasuk mulut kering, mengantuk, sembelit dan pusing.

Bifosfonat

Bifosfonat digunakan untuk mencegah dan mengobati osteoporosis. Termasuk patah tulang dan kondisi yang menyebabkan kehilangan tulang seperti kanker, tumor atau lesi tulang. Digunakan untuk mengobati hiperkalsemia.

Bifosfonat umum: alendronate (Fosamax®), ibandronate (Boniva®), risedronate (Actonel®, Atelvia®), asam zoledronic (Reclast®).

Kortikosteroid

Kortikosteroid merupakan obat yang populer untuk mengobati peradangan pada banyak bagian tubuh. Anda mungkin perlu menggunakan kortikosteroid jika Anda memiliki kanker atau pembengkakan di bagian tumor untuk mengurangi tekanan di ujung saraf. Kortikosteroid mencegah sel-sel darah putih menjalar ke daerah pembengkakan di dalam tubuh Anda.

Kortikosteroid yang umum digunakan: dexamethasone (Decadron®), methylprednisolone (Depo-Medrol®, Medrol®), prednisolon, prednison, triamsinolon (Aristospan®)

Narkotik

Narkotika bekerja dengan mematikan rasa sakit selama beberapa waktu dan digunakan sebagai penghilang rasa sakit instan. Mereka mencegah rasa sakit dengan memblokir sinyal rasa sakit. Narkotika sering memiliki efek samping seperti seolah-olah habis operasi, sembelit, mengantuk, mual dan muntah. Beberapa obat umum termasuk kodein, fentanil (Actiq®, Duragesic®, Fentora®), hydrocodone (Hysingla ER, Zohydro ER), hydrocodone/acetaminophen (Lorcet®, Lortab®, Norco®, Vicodin®), hidromorfon (Dilaudid®, Exalgo ®), meperidine (Demerol®), metadon (Dolophine®, Methadose®), morfin (Astramorph®, Avinza®, Kadian®, MS Contin®, Ora-Morph SR®), oxycodone (OxyContin®, Oxecta®, Roxicodone® ), oxycodone dan acetaminophen (Percocet®, Endocet®, Roxicet®), oxycodone dan nalokson (Targiniq ER®).

Non-steroid anti-inflammatory drugs (NSAID)

Pengobatan lain yang umum digunakan untuk nyeri adalah NSAID seperti ibuprofen atau diklofenak. Obat ini sebagian besar digunakan untuk nyeri muskuloskeletal, meskipun mereka dapat digunakan untuk kondisi lain juga mengobati gejala. Beberapa obat umum termasuk ibuprofen (Advil®, Motrin®), naproxen (Aleve®), celecoxib (Celebrex®), diklofenak (Voltaren®), ketoprofen, naproxen (Anaprox®), piroksikam (Feldene®) dan sulindac (Clinoril®).

Anda tidak boleh menghentikan pemakaian obat-obat apapun secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter, karena efek samping yang serius dapat terjadi. Dokter Anda akan membicarakan dengan Anda terkait perawatan yang terbaik untuk Anda. Anda harus membicarakan dengan dokter tentang fungsi dan efek samping obat dan bagaimana mengontrol efek samping ini.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca