Pahami Fungsi, Proses, dan Efek Samping dari Kemoterapi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 November 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Mutasi gen dalam sel membuat sel bekerja abnormal dan menyebabkan penyakit kanker. Penyakit ini harus segera diatasi agar tidak menyebar ke jaringan maupun organ tubuh yang sehat. Salah satu pengobatan kanker yang sangat umum dijalani adalah kemoterapi. Namun, tahukah Anda seperti apa itu kemoterapi? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Apa itu kemoterapi dan manfaatnya?

Kemoterapi adalah metode pengobatan penyakit menggunakan obat-obatan. Namun, kebanyakan orang mendefinisikan kemoterapi (sering disingkat sebagai kemo) sebagai metode pengobatan kanker menggunakan obat-obatan yang diracik khusus untuk membunuh sel kanker.

Saat ini, kebanyakan perawatan kanker berbasis obat-obatan ini dilakukan di rumah sakit atau di pusat perawatan paliatif. Berdasarkan American Cancer Society, tujuan utama dari pengobatan kanker dengan kemoterapi adalah:

1. Menyembuhkan kanker (kuratif)

Pada beberapa kasus, kemo benar-benar dapat menghancurkan dan menghilangkan sel kanker dari tubuh. Hasil terbaiknya, sel kanker tidak akan kembali lagi. Namun, tidak semua kasus selalu seperti itu. Lagi-lagi ini kembali lagi pada seberapa parah kankernya dan di mana lokasinya.

2. Mencegah penyebaran dan meringankan gejalanya (paliatif)

Jika kanker sulit atau bahkan tidak bisa disembuhkan, kemo dilakukan untuk mengontrol sel kanker agar tidak berkembang dan menyebar menjadi semakin ganas. Hal ini akan memberikan pasien angka harapan hidup yang lebih besar.

Namun, ketika sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain dan berkembang ke stadium lanjut, kemo dapat dilakukan untuk meringankan gejala kanker seperti rasa sakit di area tubuh tertentu, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.

Bagaimana cara kerja kemoterapi?

Jaringan tubuh Anda terdiri dari milyaran sel. Sebagian sel tersebut akan membelah dan bertambah banyak. Proses memperbanyak diri ini terjadi ketika sel perlu memperbaiki kerusakan. Ketika membelah, satu sel akan menjadi 2 sel baru yang identik.

Pada orang dengan penyakit kanker, sel terus membelah diri tanpa kendali dan kadang menimbulkan benjolan yang disebut tumor ganas.

Ketika terapi kemo dijalani, obat-obatan dapat mengalir ke dalam aliran darah. Cara kerja dari kemoterapi adalah setiap obatnya bertugas untuk menyerang sel kanker, seperti membunuh sel yang sedang membelah diri atau merusak bagian pusat kendali sel yang membuatnya membelah.

Obat kemo yang dapat memasuki sirkulasi darah ini memungkinkan sel-sel kanker di hampir semua bagian tubuh terbunuh.

Seperti apa proses kemoterapi itu?

mengatasi efek samping kemoterapi

Proses pengobatan kanker ini terbagi menjadi dua tahapan utama. Tahapan dari proses kemoterapi ini adalah:

Proses persiapan

Sebelum terapi kanker dijalankan, ada beberapa persiapan yang perlu Anda lakukan, seperti:

  • Menjalani tes kesehatan

Anda perlu melakukan tes darah untuk memeriksa fungsi ginjal dan hati, kemudian tes jantung untuk melihat kesehatan jantung. Jika terlihat ada masalah, perawatan kemo mungkin akan ditunda atau pilihan obat kemo akan disesuaikan.

  • Melakukan pemeriksaan gigi

Anda wajib memeriksakan gigi ke dokter untuk melihat adanya tanda-tanda infeksi. Jika Anda, infeksi akan diobati terlebih dahulu untuk mengurangi risiko komplikasi selama perawatan kemo.

  • Menanyakan efek samping kemoterapi dan cara mengatasinya

Tanyakan efek samping kemoterapi yang mungkin terjadi dan perawatan tepat untuk mengatasinya. Contohnya, terganggunya kesuburan sehingga Anda mempertimbangkan untuk menjaga sperma atau sel telur untuk digunakan di kemudian hari.

  • Memastikan perawatan tidak mengganggu aktivitas

Jika Anda masih bekerja, ajukan cuti sesuai dengan anjuran dokter. Kemudian, pastikan Anda memiliki seseorang yang bisa diandalkan untuk menemani proses perawatan hingga Anda kembali pulang ke rumah.

  • Memastikan diri cukup istirahat dan siap mental

Proses perawatan akan membuat tubuh Anda kelelahan. Oleh karena itu, pastikan beberapa hari sebelumnya Anda cukup beristirahat. Bila perlu kunjungi terapis untuk membantu kesiapan mental dalam menghadapi pengobatan kanker ini.

Proses pemberian obat-obatan kemoterapi

Pemberian obat-obatan kemoterapi terbagi menjadi berbagai cara, seperti:

  • Infus

Obat kemo berbentuk cairan paling sering diberikan sebagai infus yang dialirkan ke pembuluh darah vena. Obat dalam infus akan ditusukan ke lengan atau dada Anda.

  • Injeksi

Selain dalam bentuk infus, obat kemo cair dapat disuntikkan ke tubuh dengan jarum suntik.

  • Oral

Obat kemo yang berbentuk pil atau kapsul bisa langsung diminum dan dilakukan di rumah. Namun, ketersediaan obat masih terbatas dan pastikan dosis serta aturan penggunaan obat sesuai dengan arahan dokter.

  • Topikal

Obat kemo juga tersedia dalam bentuk topikal yang dioleskan langsung ke kulit untuk menyembuhkan kanker kulit.

  • Langsung ke satu area tubuh

Beberapa obat bisa diberikan ke area tubuh, contoh di perut (intraperitoneal), rongga dada (intrapleural), sistem saraf pusat (intratekal), atau melalui uretra ke dalam kandung kemih (intravesikal).

  • Langsung ke sel kanker

Pemberian obat kemoterapi ini dilakukan setelah operasi. Contohnya, sebuah alat berbentuk wafer yang berisi obat diletakkan di dekat tumor setelah operasi. Seiring waktu, alat tersebut akan rusak dan melepaskan obat yang ada di dalamnya.

Terlepas dari cara pemberiannya, obat kemo dapat bekerja dan memiliki tingkat keberhasilan yang hampir sama. Namun, tingkat keberhasilan pengobatan sebenarnya bergantung pada jenis kanker, keparahannya, usia, dan status kesehatan tubuh Anda.

Banyak yang berpendapat bahwa perawatan kemo menimbulkan rasa sakit. Namun, ini bergantung dengan proses pemberian obat kemo yang Anda jalani. Jika pemberiannya lewat suntikan, Anda mungkin akan merasakan nyeri tersengat saat jarum disuntikkan ke kulit.

Sementara proses pemberian obat kemo yang dilakukan saat operasi, Anda akan diberi anestesi. Jika menimbulkan rasa tidak nyaman, dokter biasanya akan meresepkan obat pereda nyeri.

Daftar obat yang digunakan dalam kemoterapi

pengobatan PPOK

Obat-obatan untuk kemo sangat beragam. Oleh karena itulah, obat ini dikelompokkan berdasarkan cara kerja, struktur kimia, dan interaksinya dengan obat lain. Berikut ini kelompok dan jenis obat yang biasanya digunakan dalam kemoterapi adalah:

Alkylating agents

Obat alkylating agents mencegah sel agar tidak membuat salinannya sendiri dengan merusak DNA yang ada di dalam sel. Biasanya obat ini digunakan untuk mengobati kanker paru, kanker payudara, multiple myeloma, dan kanker darah.

Penggunaan obat jenis diketahui dapat meningkatkan risiko leukemia sehingga pemberian dosis sangat diperhatikan. Contoh obat jenis alkylating agents untuk kemoterapi adalah:

Jenis obat nitrosourea memiliki tindakan khusus, yakni dapat memasuki area otak sehingga digunakan untuk mengobati kanker otak. Contoh obat kemo tipe ini adalah streptozocin.

Antimetabolites

Obat antimetabolit dapat mengganggu DNA dan RNA sehingga sel abnormal tidak dapat membelah diri. Tipe obat kemo biasanya digunakan untuk leukemia, kanker ovarium, dan kanker usus. Contoh obat yang masuk dalam kelompok antimetabolites untuk kemoterapi adalah:

Anti-tumor antibiotics

Meski disebut antibiotik, obat ini tidak digunakan untuk mengobati infeksi bakteri, melainkan mengubah DNA dalam sel agar tidak berfungsi abnormal. Contoh obat antibiotik anti-tumor adalah bleomycin, dactinomycin, mitomycin-C, dan mitoxantrone.

Selain itu ada juga tergolong antrasiklin, yakni bekerja untuk mengganggu enzim yang bertugas menyalin DNA sehingga sel tidak bisa membelah. Contoh antrasiklin yang digunakan dalam kemoterapi adalah:

Topoisomerase inhibitors

Obat topoisomerase inhibitors dapat mengganggu enzim yang disebut topoisomerase, yang membantu memisahkan untaian DNA sehingga dapat disalin oleh sel. Terganggunya enzim ini membuat sel tidak dapat membelah. Biasanya obat ini digunakan untuk mengobati kanker kolorektal atau kanker pankreas.

Contoh obat topoisomerase inhibitors untuk kemoterapi adalah:

Mitotic inhibitors

Obat mitotic inhibitors dapat menghentikan sel untuk membelah. Biasanya digunakan untuk mengobati kanker darah, seperti leukemia dan limfoma. Namun, dapat menyebabkan kerusakan saraf sehingga dosis yang diberikan sangat terbatas.

Contoh obat kelas mitotic inhibitors untuk kemoterapi adalah taxanes (cabazitaxel, docetaxel, nab-paclitaxel dan paclitaxel) dan vinca alkaloid (vinblastine, vincristine, vincristine liposomal, dan vinorelbine).

Apa saja efek samping kemoterapi?

nafsu makan menurun

Sama seperti pengobatan lain, penggunaan obat-obatan dalam kemo sangat umum menimbulkan efek samping. Namun Anda tidak perlu khawatir karena sebagian besar efek samping dapat hilang dalam waktu cepat dan sisanya butuh waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Efek samping kemoterapi jangka pendek

Kemungkinan efek samping dari obat-obatan kemo dalam jangka pendek yang biasanya akan hilang setelah perawatan dihentikan, meliputi:

  • Kelelahan yang membuat pasien kanker kesulitan melakukan aktivitas harian.
  • Alami gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, atau sembelit.
  • Rambut rontok, bahkan pada alis, bulu mata, hingga rambut di tubuh pada minggu pertama hingga ketiga pengobatan kemo.
  • Sangat mudah terluka, mengalami perdarahan, dan infeksi karena sistem kekebalan tubuh menurun.
  • Warna urine berubah menjadi oranye, merah, hijau, atau kuning pekat kadang disertai bau menyengat yang biasanya akan hilang dalam waktu 24-72 jam setelah perawatan.
  • Sering kali mengalami sariawan atau luka di sekitar mulut, serta lidah terasa seperti logam.

Efek samping kemoterapi jangka panjang

Efek samping ini dapat bertahan sangat lama, bahkan tetap dimiliki seumur hidup karena adanya kerusakan. Kadang ini muncul dalam waktu lama atau ketika pasien kembali mengalami secondary cancer sehingga perlu menjalani kemo lagi.

Efek samping kemo jangka panjang yang mungkin menyerang pasien kanker, antara lain:

  • Masalah jantung dan pembuluh darah

Beberapa obat kemo diketahui dapat melemahkan otot jantung, merusak pembuluh darah, menyebabkan gangguan ritme jantung (aritmia), sehingga meningkatkan risiko gagal jantung dan serangan jantung.

  • Masalah pendengaran

Banyak obat kemoterapi yang bersifat ototoksitas (dapat menimbulkan gangguan pendengaran) karena kerusakan koklea, yaitu sel-sel rambut sensorik di telinga bagian dalam. Akibatnya, hal tersebut dapat menghambat suara ke saraf pendengaran, sehingga suara tidak mencapai otak.

  • Penurunan kesuburan

Pengobatan kanker dapat menyebabkan masalah seks, seperti menghentikan produksi hormon seks (progesteron dan estrogen) dan kerja indung telur sehingga menyebabkan menopause dini, serta merusak rahim pada wanita. Sementara pada pria, produksi sperma terganggu, hormon testosteron berkurang, serta saraf dan pembuluh darah sekitar pervis sehingga sulit untuk ereksi.

  • Gangguan pada otak

Kemoterapi juga menimbulkan masalah pada otak, di antara dapat menurunkan fungsi kognitif, perubahan kognitif akut (delirium, seperti kebingungan, menjadi pendiam, disorientasi, dan berhalusinasi), serta meningkatkan risiko demensia.

Tips meredakan efek samping kemoterapi

Efek samping kemo memang sangat mengganggu. Jangan sampai, hal ini membuat Anda menyerah mengikuti kemo. Pasalnya, ada berbagai tips yang bisa membantu meredakan efek sampingnya, seperti:

  • Istirahat dan sesuaikan aktivitas

Anda bisa mengatasi kelelahan dengan cukup beristirahat. Ubahlah aktivitas harian dengan mengurangi aktivitas berat yang membuat rasa lelah jadi bertambah parah dan luangkan untuk tidur siang.

  • Terapkan diet kanker

Menjalankan diet kanker membantu meningkatkan sistem imun, meredakan sembelit, mencegah anemia, dan mengurangi rasa logam di mulut. Makan dengan hati-hati, perhatikan porsinya, tambahkan perasan lemon/rempah-rempah pada masakan, dan gunakan peralatan makan dari plastik ketimbang logam.

  • Minum obat pereda efek samping

Jika efek samping seperti mual muncul, minum obat pereda nyeri kanker atau obat antimual yang diresepkan dokter.

  • Gunakan penutup kepala

Rambut yang rontok kerap kali menyebabkan kebotakan. Anda bisa menutupinya dengan topi, scarf, atau wig sementara. Jangan gunakan minyak rambut atau menyisir terlalu sering. Setelah pengobatan kemo selesai, rambut dapat tumbuh kembali dalam beberapa minggu.

  • Jaga kebersihan dan hindari kontak dengan orang sakit

Kebersihan tubuh dengan rajin mencuci tangan dan hati-hati dalam beraktivitas sangat diutamakan untuk mencegah terjadinya infeksi. Selain itu, jauhi orang di sekitar yang sedang sakit flu atau pilek karena ini sangat mudah menular ke pasien.

  • Coba lakukan perawatan alternatif

Efek samping kemoterapi bisa Anda redakan dengan menjalankan perawatan alternatif, seperti yoga, akupuntur, aromaterapi, pijat, atau akupresur. Perawatan ini dapat mengurangi tubuh kelelahan, gangguan pencernaan, dan membantu mengelola stres.

  • Rutin cek kesehatan

Anda sangat perlu menjalani cek kesehatan secara menyeluruh karena efek samping kemo yang dapat menyerang jantung. Konsultasikan hal ini lebih lanjut pada dokter spesialis kanker yang menangani kondisi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Wajib Tahu 15 Penyebab Bau Mulut yang Mengganggu!

Mulai dari penyebab secara umum hingga kondisi kesehatan tertentu, berikut 15 hal yang bisa menyebabkan bau mulut. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 27 November 2020 . Waktu baca 9 menit

7 Penyebab Mulut Kering Selain Dehidrasi yang Perlu Diketahui

Mulut kering wajar terjadi saat Anda merasa haus atau dehidrasi. Selain itu, mulut kering bisa disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan, lho.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 27 November 2020 . Waktu baca 6 menit

4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

Tak hanya membuat kita lupa waktu, bermain smartphone terlalu lama juga bisa memicu berbagai jenis gangguan kesehatan. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Psikologi 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat garam untuk kesehatan

6 Manfaat Garam untuk Kesehatan yang Belum Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit
krim muka dari dokter bikin ketagihan

Sederet Fungsi Vitamin B untuk Kecantikan

Ditulis oleh: Tiara Putri
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit
perubahan pola tidur

Mengubah Jam Tidur Ternyata Berpengaruh Pada Kesehatan

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit
tanda-tanda menstruasi

8 Tanda Anda Sebentar Lagi Mau Haid

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit