Ketahui Fungsi, Cara Kerja Radioterapi (Terapi Radiasi), dan Efek Sampingnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Tubuh yang sehat memiliki sel-sel tubuh yang bekerja dengan baik. Jika sel bekerja secara abnormal, kondisi ini bisa jadi penyebab penyakit kanker. Nah, salah satu pengobatan yang bisa dijalani pasien penyakit kanker adalah radioterapi atau disebut juga terapi radiasi. Lantas, seperti apa fungsi dari pengobatan ini dan efek sampingnya? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Apa itu radioterapi?

pengobatan kanker dengan radiasi radioterapi adalah

Penyakit kanker bisa diobati dengan beragam cara, salah satunya radioterapi (terapi radiasi). Terapi dengan radiasi tingkat tinggi ini bertujuan untuk membunuh sel kanker, mencegah penyebarannya, sekaligus mengecilkan ukuran tumor ganas.

Hampir setengah dari pasien yang mendapat diagnosis kanker dianjurkan untuk melakukan terapi radiasi, atau setidaknya 4 dari 10 penderita kanker dianjurkan untuk melakukan terapi radiasi sebagai pengobatan kankernya.

Mungkin Anda mengenal radiasi sebagai salah satu penyebab penyakit kanker. Akan tetapi, radiasi yang digunakan dalam terapi ini tidak cukup besar untuk memicu kanker. Sel tubuh manusia bisa pulih dengan cepat dari radiasi ini.

Walaupun fokus radioterapi adalah untuk mengobati penyakit kanker, namun radioterapi juga digunakan untuk mengatasi penyakit non-kanker seperti tumor, penyakit tiroid, dan berbagai kelainan darah lainnya bisa juga diterapi dengan pengobatan ini.

Pasien stadium lanjut juga dianjurkan untuk melakukan terapi ini, bukan bertujuan untuk menyembuhkan tapi untuk mengurangi gejala penyakit kanker dan kesakitan yang dialami oleh penderita.

Bagaimana cara kerja radioterapi?

metastasis kanker

Dalam keadaan normal dan sehat, sel di dalam tubuh akan berkembang dengan cara membelah diri. Pada pasien yang mengalami kanker, sel kanker juga melakukan pembelahan diri, namun dalam tempo yang sangat cepat dan tidak normal. Hal ini diakibatkan oleh DNA yang ada di dalam sel normal bermutasi kemudian menjadi sel kanker, sehingga sel-sel tersebut berkembang secara abnormal.

Radioterapi bekerja dengan cara merusak DNA yang mengatur pembelahan diri sel kanker, sehingga sel tidak lagi bisa berkembang dan bahkan mati.

Namun karena radioterapi biasanya dilakukan dalam dosis yang tinggi (agar bisa mematikan sel kanker) sel-sel normal yang ada di sekitar bagian yang di radioterapi terkadang juga ikut rusak. Kabar baiknya, kerusakan tersebut akan berhenti sejalan dengan berhentinya terapi radiasi. 

Tidak seperti kemoterapi yang mempengaruhi seluruh bagian tubuh karena menggunakan aliran darah sebagai perantaranya, radioterapi adalah pengobatan lokal yang bertujuan untuk menurunkan jumlah sel kanker tanpa harus merusak sel-sel serta jaringan yang ada di sekitar sel kanker.

Walaupun begitu, dokter akan mengusahakan untuk memberikan dosis yang tinggi untuk bagian tubuh yang terkena kanker dan dosis yang sangat rendah untuk bagian yang tidak terkena kanker. Terapi ini akan bekerja dengan cara merusak DNA dari sel kanker yang kemudian menghentikan pertumbuhannya.

Terdapat dua jenis radioterapi yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan penyakit kanker, yaitu:

  • Radioterapi eksternal, yaitu sinar radiasi yang diberikan dengan menggunakan sinar X, atau berbagai mesin yang digunakan di luar tubuh.
  • Radioterapi internal, yaitu cara memberikan radiasi melalui bagian dalam tubuh pasien. Zat yang mengandung radiasi biasanya akan disuntikan ke pembuluh darah atau diminum hingga zat tersebut dapat menjangkau tempat sel kanker tumbuh.

Apa saja efek samping dari radioterapi?

efek samping obat

Efek samping yang muncul akibat radioterapi akan berbeda-beda, tergantung dengan kondisi tubuh masing-masing pasien. Ada yang mungkin hanya mengalami gejala yang ringan, sedang, bahkan parah.

Selain itu, efek samping yang timbul juga akan tergantung pada bagian tubuh yang terkena radioterapi, dosis dari radiasi yang diberikan, dan berbagai pengobatan lain yang mungkin sedang dilakukan oleh pasien saat melakukan radioterapi.

Terdapat dua jenis efek samping yang akan timbul setelah melakukan radioterapi, yaitu efek jangka pendek dan jangka panjang.

Efek samping jangka pendek di mana efek tersebut akan langsung dialami oleh pasien, dan efek jangka panjang yang akan timbul setelah beberapa waktu pasien melakukan radioterapi, bisa dalam hitungan bulan atau beberapa tahun setelahnya.

Efek samping jangka pendek

Menurut National Health Service, efek samping jangka pendek terapi radiasi sangat beragam, ini meliputi:

  • Rasa mual dan muntah.
  • Kulit menghitam di bagian tubuh yang terkena radiasi.
  • Rambut rontok sedikit demi sedikit (namun jika melakukan radioterapi pada bagian kepala, leher, atau muka, mungkin kerontokan yang terjadi akan lebih banyak).
  • Merasa kelelahan.
  • Gangguan menstruasi pada perempuan dan  gangguan terhadap jumlah dan kualitas sperma pada laki-laki.

Tidak hanya itu, pasien yang menjalani pengobatan radioterapi akan mengalami penurunan nafsu maka dan menimbulkan masalah pada sistem pencernaan.

Namun pasien yang sedang menjalani terapi harus menjaga status gizi dan kesehatannya melalui asupan. Berikut adalah tips yang bisa dilakukan untuk menjaga asupan pasien yang menjalani pengobatan:

  • Cobalah untuk makan dengan porsi kecil namun sering, setidaknya 6 kali dalam sehari tetapi porsi makanannya tidak terlalu banyak.
  • Tetap memilih sumber makanan yang sehat dan bersih, berhenti merokok, atau minum alkohol.
  • Sediakan selalu camilan atau makanan ringan yang sehat, yang bisa menahan rasa lapar tiba-tiba.
  • Hindari makanan pedas dan asam untuk mencegah timbul masalah pada mulut.
  • Menyikat gigi dengan sering untuk menjaga kesehatan serta kebersihan mulut

Efek samping jangka panjang

Telah disebutkan sebelumnya bahwa radioterapi tidak hanya merusak DNA sel kanker namun juga pada sel normal. Ketika sel normal juga ikut rusak, maka berbagai efek samping pun akan bermunculan.

  • Jika area yang terkena radioterapi adalah bagian perut, maka kandung kemih tidak lagi elastis dan membuat pasien buang air kecil lebih sering.
  • Payudara akan lebih keras dan kencang setelah melakukan radioterapi di bagian payudara.
  • Jika bagian panggul terkena radiasi, maka vagina menjadi lebih sempit dan kurang elastis.
  • Lengan menjadi bengkak bila bagian pundak yang diberikan terapi.
  • Gangguan fungsi paru-paru akibat mendapatkan radiasi di bagian dada.
  • Sedangkan pasien yang mendapatkan radiasi di bagian dada atau leher, berisiko untuk mengalami penyempitan saluran nafas dan tenggorokan, sehingga susah untuk menelan.
  • Untuk radioterapi yang dilakukan di sekitar panggul, akan menimbulkan efek seperti peradangan pada kandung kemih, serta nyeri pada perut akibat infeksi saluran kencing.

Apakah radioterapi membuat tubuh menjadi radioaktif?

penyembuhan kanker serviks pemulihan kanker serviks

Terapi radiasi aman dilakukan dan justru sangat membantu tim medis untuk menghilangkan sel kanker serta mempercepat pengobatan. Terapi ini telah berhasil dilakukan untuk menyembuhkan pasien kanker selama kurang lebih 100 tahun.

Pengobatan radioterapi eksternal atau radiasi yang diberikan dari luar tubuh tidak akan membuat tubuh menjadi radioaktif atau sumber radiasi yang berbahaya.

Sementera, radiasi yang diberikan melalui pembuluh darah atau bagian dalam tubuh dapat menimbulkan bahaya bagi orang yang ada di sekitarnya, terlebih bagi anak-anak dan ibu yang sedang hamil. Untuk hal ini, lebih baik Anda mendiskusikannya dengan dokter spesialis kanker, langkah apa yang seharusnya diambil untuk mengurangi efek radiasi yang mungkin membahayakan orang lain.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Kanker Mata

Kanker mata atau okular adalah kanker menyerang jaringan indra penglihatan. Kenali gejala, penyebab, dan pengobatan kanker mata berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Kanker Esofagus

Kanker esofagus adalah kanker yang menyerang kerongkongan. Yuk, pahami gejala, penyebab, dan cara mengobatinya pada ulasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 28 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Kanker Penis

Kanker penis adalah jenis kanker yang berkembang di alat reproduksi pria. Cari tahu gejala, penyebab, serta pengobatan kanker penis di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab trombosit turun dan cara menaikkan trombosit

Berbagai Penyebab Trombosit Turun dan Cara Menaikkan Jumlahnya Normal Kembali

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 8 menit
limfosit tinggi

Apa yang Terjadi Bila Kadar Limfosit Tinggi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 5 menit
sel darah putih naik

Mencari Penyebab Leukosit Tinggi dalam Darah dan Cara Menanganinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 9 November 2020 . Waktu baca 5 menit
cara meningkatkan leukosit lewat makanan penambah sel darah putih

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 8 November 2020 . Waktu baca 7 menit