home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Osteonecrosis (Avascular Necrosis)

Definisi osteonecrosis|Tanda dan gejala osteonecrosis|Penyebab osteonecrosis|Faktor pemicu osteonecrosis|Diagnosis dan pengobatan osteonecrosis|Perawatan di rumah untuk osteonecrosis|Pencegahan osteonecrosis
Osteonecrosis (Avascular Necrosis)

Definisi osteonecrosis

Apa itu penyakit osteonecrosis (avascular necrosis)?

Osteonecrosis atau avascular necrosis adalah kematian jaringan tulang karena kekurangan suplai darah. Gangguan muskuloskeletal ini juga punya sebutan medis lain yaitu nekrosis aseptik atau nekrosis tulang iskemik.

Kondisi tersebut mengakibatkan adanya remukan kecil di tulang dan membuat tulang jadi keropos. Jika jaringan tulang yang mati berada di dekat sendi, permukaan sendi bisa kolaps (berpindah dari posisi seharusnya).

Nekrosis tulang iskemik merupakan salah satu komplikasi dari osteomyelitis yang terus bertambah parah.

Penyakit ini bisa terjadi di bagian dari struktur tulang mana pun pada tubuh Anda. Akan tetapi, paling sering menyerang ujung tulang panjang (epifisis), contohnya tulang paha (femur), tulang lengan dekat sendi bahu, dan tulang pergelangan kaki.

Nekrosis aseptik dapat menyerang satu tulang saja. Bisa juga lebih dari satu tulang dalam waktu yang sama atau waktu yang berbeda.

Sebenarnya, tulang yang rusak dengan sendirinya akan kembali membangun tulang baru yang sehat. Namun pada orang dengan avascular necrosis, proses penyembuhan tulang ini menjadi efektif dan jaringan sekitarnya akan rusak lebih cepat.

Seberapa umum osteonecrosis?

Osteonecrosis adalah masalah tulang yang bisa terjadi siapa pun. Akan tetapi, lebih sering terjadi pada orang yang berusia sekitar 30 hingga 50 tahun.

Tanda dan gejala osteonecrosis

Apa saja tanda-tanda dan gejala osteonecrosis?

Pada tahap awal perkembangan penyakit nekrosis aseptik sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun seiring waktu dan kondisinya semakin memburuk, gejala nekrosis tulang iskemik barulah menimbulkan tanda dan gejala.

Gejala khas dari osteonecrosis (avascular necrosis) adalah rasa nyeri ringan hingga berat dan biasanya berkembang secara bertahap. Gejala tersebut biasanya muncul di sekitar pinggul, selangkangan, paha, bokong, bahu, lutut, dan tangan atau kaki.

Pada awalnya, rasa nyeri muncul ketika Anda melakukan aktivitas yang menempatkan beban tambahan pada tulang yang bermasalah. Jika sudah parah, rasa nyeri juga terus ada ketika Anda berbaring tidur.

Jika penyakit menyebar hingga ke sendi hingga menyebabkan nyeri sendi, maka area tubuh yang terkena akan terasa kaku dan membatasi gerak tubuh Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas, segera periksa ke dokter. Terutama jika gejala terus muncul dan tidak kunjung membaik dengan perawatan sederhana.

Penyebab osteonecrosis

Apa penyebab osteonecrosis?

Penyebab osteonecrosis (avascular necrosis) adalah terhambatnya aliran darah ke tulang, sehingga membuat tulang kekurangan suplai darah bahkan tidak mendapatkan darah sama sekali.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan suplai darah ke tulang terganggu, di antaranya:

  • Trauma pada sendi atau tulang. Cedera, seperti dislokasi sendi, dapat merusak pembuluh darah di sekitarnya.
  • Pengobatan tertentu. Pengobatan kanker seperti radioterapi pada tulang bisa melemahkan tulang dan merusak pembuluh darah di sekitarnya.
  • Timbunan lemak di pembuluh darah. Lemak dapat menyumbat pembuluh darah kecil sehingga mengurangi aliran darah ke tulang.
  • Masalah kesehatan tertentu. Aliran darah ke tulang bisa terhambat oleh anemia sel sabit dan penyakit Gaucher.

Meski begitu, sebanyak 25% kasus kematian pada jaringan tulang ini tidak diketahui penyebab pastinya.

Faktor pemicu osteonecrosis

Berikut ini adalah faktor yang dapat meningkatkan risiko osteonecrosis (avascular necrosis), berdasarkan situs National Organization for Rare Disease:

  • Mengalami cedera pada sendi, paling sering sendi yang berada di sekitar pinggul.
  • Menggunakan obat-obatan kortikosteroid seperti prednison, yang biasanya digunakan untuk mengatasi peradangan. Obat golongan ini diketahui bisa mengganggu kemampuan tubuh untuk membangun tulang baru dan memecah lemak, sehingga mungkin mempersempit pembuluh darah.
  • Memiliki kebiasaan minum alkohol yang dapat memperlambat pembentukan tulang, dan ini bisa meningkatkan risiko kematian jaringan pada tulang.
  • Memiliki masalah kesehatan tertentu, seperti pankreatitis, diabetes, HIV/AIDS, dan lupus.

Diagnosis dan pengobatan osteonecrosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apabila dokter menduga Anda memiliki penyakit ini, pemeriksaan fisik dilakukan. Selama pemeriksaan fisik, dokter akan menekan sendi, memeriksa adanya kepekaan.

Dokter juga akan menggerakan sendi dengan berbagai posisi untuk melihat apakah rentang pergerakan telah berkurang.

Tes pencitraan dapat menunjukkan sumber rasa sakit, pilihannya meliputi:

  • Rontgen. Rontgen dapat menunjukkan perubahan tulang yang muncul pada tahap akhir kondisi ini. Pada tahap awal, hasil rontgen biasanya normal.
  • MRI dan CT scan. Tes-tes ini menghasilkan gambar detail yang dapat menunjukkan perubahan dini pada tulang yang dapat mengindikasi kondisi avascular necrosis.
  • Scan tulang. Jumlah kecil dari materi radioaktif disuntikkan ke dalam pembuluh darah. Nantinya materi itu akan bergerak ke bagian tulang yang cedera atau memutih dan muncul sebagai bintik terang pada plat imaging.

Apa saja cara mengobati osteonecrosis (avascular necrosis)?

Pengobatan osteonecrosis yang umumnya dilakukan, meliputi:

Minum obat-obatan

Dokter akan meresepkan obat untuk membantu meredakan gejala, mencegah pengeroposan, dan mengobati masalah kesehatan yang menjadi penyebab, seperti:

  • Obat NSAID, seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) atau naproxen sodium (Aleve) untuk meringankan rasa sakit.
  • Obat osteoporosis, seperti alendronic acid (Fosamax, Binosto) untuk mencegah tulang yang bermasalah mengeropos.
  • Obat penurun kolesterol agar lemak darah lebih terkontrol.
  • Obat pengencer darah, seperti warfarin (Coumadin, Jantoven), mungkin disarankan untuk mencegah pembekuan di pembuluh darah.

Terapi fisik

Selain minum obat, terapi fisik berupa latihan olahraga juga bisa menjadi pengobatan untuk pasien avascular necrosis. Tujuannya, untuk mempertahankan dan meningkatkan rentang gerak sendi tubuh.

Di samping itu, terapi listrik juga mungkin perlu dijalani untuk mendorong pertumbuhan tulang baru sebagai pengganti tulang yang rusak.

Prosedur bedah

Jika pengobatan di atas tidak ampuh dalam mengatasi kematian jaringan pada tulang, dokter akan merekomendasikan operasi seperti berikut ini:

  • Dokter akan mengangkat sebagian lapisan dalam tulang dan memberi ruang ekstra agar terbentuk jaringan tulang yang sehat.
  • Dokter akan melakukan transplantasi tulang, yakni mengangkat tulang yang bermasalah dan menggantinya dengan tulang sehat dari bagian tubuh lain.
  • Osteotomi (prosedur pembentukan tulang kembali) akan dilakukan, sehingga prosedur penggantian sendi yang terkena bisa ditunda.
  • Prosedur untuk mengganti sendi yang rusak dengan plastik atau logam.

Perawatan di rumah untuk osteonecrosis

Selain menjalani pengobatan dokter, Anda juga harus menerapkan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, seperti:

  • Berhenti merokok dan sebaiknya berhenti minum alkohol agar tidak mengganggu efektivitas obat-obatan.
  • Jaga pilihan makanan agar tidak meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.
  • Sesuaikan aktivitas dengan kondisi tubuh Anda.

Pencegahan osteonecrosis

Osteonecrosis bisa dicegah dengan menurunkan risikonya lewat cara berikut ini:

  • Batasi konsumsi alkohol dan berhenti merokok. Jika Anda kesulitan keluar dari kebiasaan ini, konsultasi ke dokter.
  • Konsultasi ke dokter sebelum menggunakan obat steroid. Penggunaan obat ini sebaiknya diawasi oleh dokter.
  • Jaga kadar kolesterol tetap stabil dengan membatasi makanan yang tinggi kolesterol.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Avascular necrosis – Symptoms and causes. (2020, April 22). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/avascular-necrosis/symptoms-causes/syc-20369859 [Accessed on October 13th, 2020]

Avascular necrosis. Johns Hopkins Medicine, based in Baltimore, Maryland. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/avascular-necrosis [Accessed on October 13th, 2020]

Osteonecrosis. (2020, March 18). National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. https://niams.nih.gov/health-topics/osteonecrosis [Accessed on October 13th, 2020]

Osteonecrosis. (2018, May 8). NORD (National Organization for Rare Disorders). https://rarediseases.org/rare-diseases/osteonecrosis/ [Accessed on October 13th, 2020]

Osteonecrosis of the hip – OrthoInfo – AAOS. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/osteonecrosis-of-the-hip [Accessed on October 13th, 2020]

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 02/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri