Sakit Kepala

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu sakit kepala?

Sakit kepala adalah rasa sakit yang terjadi pada setiap bagian di kepala. Kondisi ini bisa saja terjadi pada salah satu atau kedua bagian kepala, terjadi pada bagian tertentu saja,  atau menyebar dari salah satu bagian kepala ke bagian kepala lainnya.

Rasa sakit kepala bisa saja menimbulkan rasa sakit yang tidak terlalu menyiksa, namun juga mungkin dapat menimbulkan rasa sakit yang cukup kuat atau berdenyut-denyut. Sakit kepala bisa terjadi secara bertahap, secara tiba-tiba, bertahan mulai kurang dari satu jam hingga berhari-hari lamanya.

Ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan sakit kepala, termasuk pertanda dari berbagai kondisi kesehatan lainnya, seperti stres, migrain, tekanan darah tinggi, rasa cemas, hingga depresi. Sebagian orang yang mengalami kondisi sakit kepala yang cukup parah sehingga tidak mampu untuk melakukan aktivitas sehari-hari, seperti pergi bekerja atau sekolah seperti biasa.

Seberapa umum sakit kepala?

Sakit kepala termasuk gejala umum yang paling sering dialami manusia. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 50% dari populasi orang dewasa di dunia mengalami gejala ini. Artinya, hampir setengah masyarakat dunia pernah mengalami sakit kepala.

Sakit kepala bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa dan lanjut usia (lansia). Baik wanita dan pria memiliki kesempatan yang sama untuk mengalami gejala ini.

Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena gejala ini bisa disembuhkan. Anda bisa mengatasi kondisi ini dengan berbagai pengobatan sembari mempertimbangkan faktor-faktor risiko yang mungkin terjadi. Untuk informasi lebih lanjut, Anda harus berdiskusi dengan dokter.

Jenis

Apa saja jenis sakit kepala?

Sakit kepala secara umum terdiri dari dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Simak penjelasan lengkap mengenai kedua jenis sakit kepala tersebut di bawah ini.

Sakit kepala primer

Sakit kepala primer timbul akibat struktur kepala yang rentan terhadap rasa sakit akibat bekerja terlalu keras atau mengalami masalah. Kondisi ini tidak disebabkan oleh masalah kesehatan lain.

Aktivitas zat kimia di dalam otak Anda, seperti saraf atau pembuluh darah yang mengelilingi tengkorak, atau otot yang terdapat di kepala dan leher dapat menjadi penyebab utama dari timbulnya jenis yang satu ini.

Namun, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh faktor genetik. Artinya, beberapa orang yang mengalami kondisi ini bisa saja karena  riwayat kesehatan anggota keluarganya yang pernah mengalami kondisi yang sama.

Sakit kepala primer terbagi ke dalam beberapa jenis, yaitu tension headache, migrain, dan cluster headache.

1. Sakit kepala tegang (tension headache)

Jenis rasa sakit kepala yang satu ini termasuk jenis sakit kepala primer yang paling umum, sebab kondisi ini adalah yang paling sering terjadi. Sakit kepala tegang biasanya dimulai perlahan hingga rasa sakit memuncak di siang hari.

Orang yang mengalami tension headache umumnya akan merasa kepalanya seperti ditekan atau menggunakan pengikat kepala yang cukup kencang di sekitar kepala. Selain itu, rasa sakit yang dialami menjalar dari atau menuju ke leher.

2. Migrain

Migrain sendiri terbagi atas dua jenis, yaitu migrain tanpa aura dan dengan aura.

Migrain tanpa aura umumnya akan membuat kepala terasa seperti berdenyut-denyut dan hanya terasa di salah satu bagian kepala, kiri atau kanan. Rasa sakit ini biasanya disertai dengan pandangan mata yang buram, sakit yang terasa ringan, mual, hingga gangguan sensori.

Migrain bisa bertahan selama beberapa jam saja hingga 2-3 hari. Migrain adalah salah satu jenis sakit kepala primer yang cukup sering terjadi dan memiliki dampak yang cukup berpengaruh pada kehidupan seseorang yang mengalaminya.

Sementara, migrain dengan aura adalah kondisi di mana sebelum atau tepat saat migrain terjadi, ada gejala berupa kilatan cahaya atau bintik-bintik cahaya saat Anda memandang suatu objek. Sehingga menganggu penglihatan Anda. Kemudian, gejala aura ini juga bisa menyebabkan mati rasa pada wajah dan tangan Anda.

3. Sakit kepala cluster (cluster headache)

Kondisi yang satu ini biasanya muncul secara tiba-tiba, bisa hanya satu kali hingga delapan kali dalam sehari. Rasa sakit yang timbul biasanya bertahan selama 15 menit hingga tiga jam lamanya. Kondisi ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Namun, mungkin saja setelah beberapa waktu terjadi sakit kepala cluster, tidak ada gejala muncul sama sekali. Bahkan, Anda bisa saja tidak mengalami rasa sakit selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Cluster headache biasanya menyebabkan rasa sakit yang cukup parah, bahkan mungkin memberikan sensasi seperti terbakar pada area kepala. Rasa sakit ini biasanya terletak di area sekitar mata.

Sakit kepala sekunder

Sementara itu, sakit kepala sekunder umumnya adalah gejala dari suatu kondisi kesehatan lain yang dapat mengaktifkan saraf yang sensitif terhadap rasa sakit di kepala. Hal ini berarti kondisi ini bisa menjadi pertanda dari masalah kesehatan lainnya.

Ada banyak sekali kondisi kesehatan yang dapat menjadi penyebab munculnya kondisi ini, termasuk tumor otak, pendarahan di otak, hingga  serangan panik dan glaukoma. Cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter jika rasa sakit di kepala ini menjadi lebih parah atau menetap.

Misalnya, jika sakit kepala terasa lebih sakit, tidak bisa diatasi dengan penggunaan obat dan mengganggu dari rasa sakit yang pernah muncul sebelumnya. Bahkan, rasa sakit ini disertai oleh demam, kekakuan pada otot leher, atau Anda menjadi linglung, lebih baik Anda segera menghubungi dokter.

Beberapa kondisi sakit kepala sekunder termasuk sakit kepala sinus, rebound headache, dan rasa sakit yang datang secara tiba-tiba.

Tanda-tanda & Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sakit kepala?

Gejala yang mungkin muncul pada orang yang mengalami sakit kepala bisa berbeda-beda. Umumnya, jenis sakit kepala yang berbeda memiliki gejala yang juga tak sama.

Beberapa gejala umum dari masing-masing tipe sakit kepala primer adalah:

Gejala sakit kepala tegang

  • Rasa sakit berkisar dari ringan hingga sedang
  • Rasa sakit seperti ditekan mulai dari bagian depan kepala hingga bagian belakang
  • Kulit kepala, leher, hingga otot bahu terasa lemas

Gejala sakit kepala migrain

  • Rasa sakit berdenyut
  • Lebih sensitif terhadap cahaya, suara, dan terkadang juga pada sentuhan dan bau
  • Seperti mendengarkan suara-suara
  • Perubahan mood, mulai dari depresi hingga terlalu bersemangat
  • Kesulitan berbicara
  • Tiba-tiba merasa lapar
  • Leher terasa kaku
  • Keinginan untuk buang air kecil meningkat
  • Tubuh lebih mudah merasa haus
  • Sering menguap
  • Pada bagian kaki dan lengan terasa seperti ditusuk jarum
  • Mual dan muntah
  • Sembelit

Gejala sakit kepala cluster

  • Nyeri yang konstan dan parah, terasa panas dan tertusuk-tusuk pada satu sisi kepala
  • Rasa sakit terletak di belakang satu mata atau daerah mata dan tidak berganti sisi
  • Mengeluarkan banyak air mata
  • Salah satu mata merah di sisi kepala yang terasa sakit
  • Area sekitar mata di sisi kepala yang terasa sakit, membengkak
  • Rasa sakit berkurang secara bertahap dalam sehari dan kambuh pada hari yang sama
  • Hidung mengeluarkan cairan di sisi kepala yang terasa sakit
  • Kulit pucat

Sementara itu, gejala umum dari beberapa tipe sakit kepala sekunder adalah sebagai berikut.

Gejala rebound headache

  • Sakit ini muncul hampir setiap hari, biasanya membuat Anda terbangun di pagi hari.
  • Kondisi akan pulih jika Anda menggunakan obat untuk mengatasi nyeri, namun rasa sakit akan kembali setelah efek dari obat berkurang.
  • Mual, tidak bisa diam
  • Tidak bisa berkonsentrasi
  • Masalah ingatan
  • Mudah marah dan kesal

Gejala thunderclap headache

  • Rasa sakit datang secara tiba-tiba
  • Rasa sakit memuncak dalam satu menit
  • Bisa disertai dengan mual atau muntah
  • Demam tinggi
  • Kejang-kejang
  • Gangguan mental tertentu

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Biasanya, sakit kepala tidak berbahaya dan dapat pulih dengan sendirinya seiring  berjalannya waktu. Namun beberapa kondisi yang tergolong serius dapat menjadi pertanda dari penyakit yang lebih serius seperti tumor otak atau stroke.

Oleh karena itu, ada beberapa gejala yang bisa Anda jadikan patokan untuk menemui dokter. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami beberapa kondisi berikut:

  • Mengalami rasa sakit di kepala yang amat sangat dan tidak pernah Anda rasakan sebelumnya
  • Merasakan sakit yang tiba-tiba menyerang di area kepala
  • Rasa sakit yang diikuti oleh rasa linglung dan kesulitan untuk memahami ucapan orang lain
  • Pingsan atau kehilangan kesadaran
  • Demam tinggi, lebih tinggi dari 39-40 derajat celcius
  • Leher yang kaku
  • Mengalami gangguan penglihatan sehingga kesulitan melihat sesuatu
  • Mengalami gangguan berbicara atau berjalan
  • Mual dan muntah, kecuali jika Anda sedang flu atau mabuk

Jika Anda mengalami gejala di atas atau gejala lain yang menurut Anda mengkhawatirkan, maka sebaiknya Anda  berkonsultasi pada dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab sakit kepala?

Banyak hal yang dapat menyebabkan sakit kepala. Kondisi ini bisa saja dipicu oleh faktor lingkungan, kebiasaan dan gaya hidup, serta dari aktivitas yang Anda lakukan. Selain itu, kondisi medis lain mungkin juga dapat mengakibatkan menjadi faktor penyebab dari kondisi ini.

Tension headache, migrain, dan cluster headache yang termasuk ke dalam sakit kepala primer bisa disebabkan oleh gaya hidup seperti berikut:

  • Kebiasaan mengonsumsi alkohol
  • Mengonsumsi makanan tertentu, seperti daging olahan yang mengandung nitrat atau daging asap
  • Perubahan kebiasaan saat tidur, atau kurang tidur
  • Kebiasaan melakukan postur tubuh yang buruk
  • Kebiasaan melewatkan waktu makan
  • Stres

Sementara, sakit kepala akibat penggunaan obat dan sakit kepala mendadak yang tergolong ke dalam sakit kepala sekunder bisa disebabkan oleh kondisi medis lain, seperti:

  • Infeksi sinus
  • Pendarahan di dalam otak, namun tidak menyebabkan stroke
  • Anumerisme pada otak
  • Tumor otak
  • Keracunan karbon monoksida
  • Dehidrasi
  • Infeksi telinga
  • Mabuk
  • Meningitis
  • Gangguan dan serangan panik
  • Stroke
  • Glaukoma
  • Tekanan darah tinggi

Tidak semua kemungkinan penyebab dari kondisi ini tercantum di dalam daftar yang telah disebutkan. Jika Anda mengalami kondisi dan ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kondisi Anda, konsultasikan kepada dokter.

Faktor-faktor Risiko

Apa yang meningkatkan risiko terkena sakit kepala?

Sakit kepala merupakan kondisi yang dapat terjadi pada hampir semua orang dari berbagai kelompok usia dan golongan ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang memicu seseorang mengalami kondisi ini:

1. Usia

Pada dasarnya, semua orang berkesempatan untuk mengalami kondisi ini. Namun, cluster headache lebih sering terjadi pada orang dengan usia 20 hingga 50 tahun. Sementara, migrain lebih sering dialami oleh remaja.

2. Jenis kelamin

Dalam hal ini, laki-laki lebih berpotensi mengalami sakit kepala cluster dibanding perempuan. Sementara, pada jenis lainnya, wanita dan pria memiliki peluang yang sama besarnya.

3. Gaya hidup

Gaya hidup tertentu yang Anda jalani juga meningkatkan faktor risiko Anda mengalami sakit kepala. Misalnya, orang yang memiliki kebiasaan merokok, kurang olahraga dan kurang tidur memiliki kecenderungan mudah mengalami sakit kepala tegang.

Sementara itu, orang yang kebiasaan melewatkan jam makan, terlalu banyak tidur, melakukan kegiatan yang meningkatkan rasa stres, depresi, terlalu banyak mengonsumsi alkohol, atau mendengarkan suara terlalu keras meningkatkan faktor risiko mengalami migrain.

4.  Kondisi medis tertentu

Jika Anda pernah menjalani operasi di bagian kepala, ada kemungkinan risiko Anda mengalami cluster headache pun meningkat. Sementara, terlalu lelah dan menstruasi bisa meningkatkan risiko Anda mengalami migrain.

5. Faktor genetik

Nyatanya, gen bisa menjadi salah satu faktor risiko Anda mengalami migrain. Artinya, kondisi ini bisa jadi sebuah kondisi yang turun temurun terjadi di dalam keluarga Anda.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana sakit kepala didiagnosis?

Umumnya, dokter akan dengan mudah mengetahui jenis sakit yang Anda alami hanya dengan penjelasan dari Anda. Misalnya, penjelasan dari kondisi, jenis rasa sakit yang Anda alami, hingga waktu terjadinya sakit kepala tersebut.

Namun, jika sakit yang Anda alami tidak dapat langsung didiagnosis, maka Anda mungkin akan diminta untuk melakukan tes sesuai rekomendasi dokter, seperti tes darah, X-ray, scan otak seperti CT scan atau MRI.

Bagaimana cara mengobati sakit kepala?

Cara paling umum dalam mengatasi kondisi ini adalah menggunakan obat-obatan yang dijual bebas di apotek. Umumnya, sakit kepala primer dapat dibantu dengan mengonsumsi penawar rasa sakit, seperti:

Namun, konsumsi obat-obatan harus selalu memerhatikan aturan konsumsi pada label kemasan dan tidak boleh digunakan secara berlebih. Pasalnya, menggunakan pengobatan bebas terlalu sering dapat menyebabkan rebound headache atau sakit yang disebabkan oleh obat pereda rasa sakit.

Selain itu, ada juga pengobatan alternatif yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi rasa sakit ini. Misalnya, akupunktur, terapi cognitive behaviour, penggunaan obat-obatan herbal, hipnosis, dan meditasi. Meski demikian, pengobatan alternatif ini masih belum bisa dibuktikan efektivitas penggunaannya.

Pengobatan di Rumah

Apa saja gaya hidup dan pengobatan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengatasi sakit kepala?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sakit kepala:

  • Mengompres kepala atau leher dengan air hangat atau air dingin. Namun, hindari menggunakan suhu yang terlalu panas atau dingin.
  • Hindari kegiatan yang mungkin menyebabkan stres.
  • Makan teratur dan upayakan untuk menjaga kadar gula darah di dalam tubuh.
  • Mandi dengan air hangat. Meski begitu, ada pula masa di mana air panas justru menyebabkan sakit kepala.
  • Olahraga secara rutin dan beristirahat yang cukup.

Untuk mengetahui cara mengatasi sakit kepala lebih lanjut, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Januari 2, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca