Sakit Kepala Tipe Ketegangan (Tension Headache)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi sakit kepala tipe ketegangan

Sakit kepala tipe ketegangan atau tension headache adalah jenis sakit kepala yang memunculkan sensasi tegang seperti kepala terasa sedang ditekan benda berat atau dililit erat-erat dengan pita karet. Sakit kepala tegang ini bisa juga disebut sebagai sakit kepala stres.

Dikutip dari Medline Plus, sakit kepala tegang akan terasa seperti nyeri, sesak, atau terdapat tekanan di sekitar dahi atau belakang kepala dan leher. Sebagian orang mengatakan bahwa sensasi sakit kepala tegang terasa seperti tengkorak kepala yang diremas.

Sakit kepala tipe ketegangan biasanya tidak berhubungan dengan gangguan penglihatan, mual, atau muntah. Meskipun kepala terasa sakit, kondisi ini tidak akan membuat Anda berhenti melakukan kegiatan sehari-hari, dan juga tidak memengaruhi penglihatan, keseimbangan, atau kekuatan tubuh.

Jenis-jenis tension headache

Secara umum, sakit kepala tipe ketegangan terbagi dalam dua jenis yaitu sakit kepala tegang episodik dan kronis. Penjelasan dari masing-masing tipe tension headache tersebut adalah:

1. Sakit kepala tegang tipe episodik

Sakit kepala tegang jenis episodik per satu kali serangan berlangsung dari 30 menit yang bisa hilang timbul sampai seminggu. Namun, serangan dapat muncul kurang dari 15 hari dalam satu bulan atau paling tidak tiga bulan.

Rasa sakit yang muncul akan mulai secara bertahap, seringnya di pertengahan hari.

2. Sakit kepala tegang tipe kronis

Tension headache adalah serangan sakit kepala tegang yang dapat berlangsung berjam-jam dan mungkin terus berlanjut. Jika Anda mengalami sakit kepala selama lebih dari 15 hari atau paling lama 3 bulan, hal tersebut sudah dianggap kronis.

Rasa sakit kepala mungkin muncul lebih kuat atau justru mereda sepanjang hari, tapi hampir selalu ada.

Seberapa umum kondisi ini?

Tension headache adalah jenis sakit kepala yang paling umum terjadi.

Anda bisa mencegah kondisi ini dengan menghindari faktor-faktor risikonya. Diskusikan lebih lanjut dengan dokter.

Tanda & gejala sakit kepala tipe ketegangan

Apa saja gejala yang mungkin muncul?

Beberapa gejala umum yang sering terjadi saat mengalami sakit kepala tegang alias tension type headache adalah:

  • Nyeri ringan hingga sedang, atau tekanan di depan, atas, atau sisi kepala.
  • Sakit kepala yang baru muncul di sore hari.
  • Sulit untuk tidur.
  • Kelelahan.
  • Lebih cepat marah.
  • Kesulitan untuk fokus.
  • Terasa lebih sakit di area-area tertentu, seperti kulit kepala, pelipis, di leher bagian belakang, dan mungkin terasa hingga di pundak.
  • Rasa sakit yang muncul mungkin hanya sekali, terus-menerus, atau berhari-hari. Mulai dari 30 menit saja atau bisa juga bertahan hingga tujuh hari.
  • Nyeri otot.

Berbeda dengan sakit kepala migrain, Anda tidak akan memiliki gejala saraf lainnya, seperti kelemahan otot atau penglihatan kabur saat mengalami sakit kepala tipe ketegangan.

Sakit kepala tegang juga tidak meningkatkan sensitivitas terhadap cahaya dan suara, serta tidak pula memicu nyeri perut, mual, maupun muntah seperti migrain.

Kapan harus periksa ke dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami sakit kepala tegang dengan karakteristik berikut:

  • Rasa sakit yang amat sangat dan tidak pernah Anda rasakan sebelumnya.
  • Sakit yang tiba-tiba menyerang di area kepala.
  • Rasa sakit yang diikuti oleh rasa linglung dan kesulitan untuk memahami ucapan orang lain.
  • Pingsan atau kehilangan kesadaran.
  • Demam tinggi, lebih tinggi dari 39-40 derajat celcius.
  • Leher kaku.
  • Gangguan penglihatan sehingga kesulitan melihat sesuatu.
  • Gangguan berbicara atau berjalan.
  • Mual dan muntah, kecuali jika Anda sedang flu atau mabuk.

Jika Anda mengalami gejala di atas atau gejala lain yang menurut Anda mengkhawatirkan, sebaiknya konsultasi pada dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Biasanya sakit kepala tidak berbahaya dan dapat pulih sendiri seiring waktu. Namun, beberapa kasus dapat menjadi pertanda dari penyakit yang lebih serius seperti nyeri kepala pertanda tumor otak atau stroke.

Penyebab sakit kepala tipe ketegangan

Tidak ada satu penyebab khusus yang memicu munculnya sakit kepala tipe ketegangan.

Sebagian besar orang mengalami kondisi ini akibat stres atau tekanan emosional dalam keseharian hidup mereka.

Kenapa Stres Bikin Sakit Kepala?

Beberapa orang lainnya mengalami sakit kepala tegang karena otot yang menegang di belakang leher dan kulit kepala. Beberapa penyebab ketegangan otot di sekitar leher dan kepala yang memicu tension type headache adalah:

Di sisi lain, penyebab dari sakit kepala tegang sering kali tidak jelas. Namun, sakit kepala jenis ini tidak diturunkan dalam keluarga.

Jika Anda ingin mencari tahu lebih jauh mengenai penyebab sakit kepala tegang, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Faktor-faktor risiko sakit kepala tipe ketegangan

Pada dasarnya setiap orang berpeluang mengalami sakit kepala tegang. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalaminya. Faktor-faktor pemicu tension headache itu adalah:

1. Jenis kelamin

Sakit kepala tipe ketegangan adalah jenis sakit kepala primer yang paling umum, dan kasusnya lebih banyak ditemukan pada wanita daripada pria.

2. Pertambahan usia

Sakit kepala tipe ketegangan cukup sering terjadi, terutama pada orang dewasa. Namun, jarang ada kasus baru yang pertama kali muncul setelah usia 50 tahunan.

Prevalensi jumlah kemunculan sakit kepala tipe tegang cenderung menurun seiring bertambahnya usia.

3. Masalah kesehatan lain

Faktor lainnya yang terkait dengan kecenderungan sakit kepala tipe ketegangan, terutama jenis kronis, adalah memiliki sakit kepala di dasar tengkorak, migrain, dan gangguan tidur. Selain itu, kondisi obesitas, kurang olahraga, dan merokok juga telah dilaporkan sebagai faktor risiko independen.

Diagnosis & Pengobatan sakit kepala tipe ketegangan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosisnya?

Umumnya, dokter akan dengan mudah mengetahui jenis sakit kepala yang Anda alami hanya dari penjelasan mengenai lokasi sakit, gejala penyerta, deskripsi rasa sakit yang dialami, hingga waktu dan durasi terjadinya sakit tersebut.

Namun, jika sakit kepala tidak dapat langsung didiagnosis, Anda mungkin akan diminta untuk melakukan tes sesuai rekomendasi dokter. Sebagai contoh tes darah, X-ray, scan otak seperti CT scan atau pemeriksaan MRI.

Bagaimana cara mengobati sakit kepala tipe ketegangan?

Penggunaan obat untuk sakit kepala tegang termasuk penggunaan obat resep, obat bebas penghilang rasa sakit, obat kombinasi yang mengandung aspirin, paracetamol, kafein, teknik pengelolaan stres, dan pengobatan rumah.

1. Obat pereda nyeri

Anda bisa membeli obat-obatan pereda nyeri secara bebas di toko obat atau apotek, seperti aspirin dan ibuprofen.

Namun, jika rasa sakitnya parah, dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan pereda rasa sakit seperti naproxen, indomethacin, dan ketorolac.

Anda mungkin juga diresepkan obat kombinasi perpaduan antara aspirin, acetaminophen, dengan kafein atau sedatif di dalam satu dosis obat. Biasanya, obat-obatan kombinasi cenderung lebih efektif dibanding obat-obatan tunggal untuk meredakan rasa sakit.

Obat kombinasi juga bisa dibeli secara bebas di apotek.

2. Triptan dan narkotik

Pengobatan untuk tension headache yang terjadi bersamaan dengan migrain adalah obat triptan. Namun, opiat atau narkotik termasuk obat yang jarang digunakan karena efek ketergantungan.

Pengobatan di rumah untuk sakit kepala tipe ketegangan

Tidak hanya dengan obat-obatan sakit kepala saja, Anda juga bisa mengatasi sakit kepala tipe ketegangan dengan melakukan perawatan di rumah secara alami.

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi tension type headache (sakit kepala tegang):

  • Lakukan terapi alternatif seperti kompres panas atau kompres es dapat memberikan manfaat besar bagi beberapa individu yang mengalami sakit kepala tegang.
  • Hindari minuman atau makanan berkafein.
  • Konsumsi makanan sehat untuk meredakan sakit kepala, seperti yang kaya akan omega-3 mungkin dapat mengurangi rasa nyeri.
  • Hirup aroma minyak lavender dapat membantu mengurangi rasa nyeri sakit kepala.
  • Pijat kepala adalah salah satu pilihan pengobatan yang sangat mudah dilakukan dan dapat memberikan bantuan yang signifikan.
  • Lakukan olahraga yang fokus pada gerakan tertentu yang dapat memperbaiki postur tubuh terbukti cukup efektif dalam mengurangi frekuensi sakit kepala akibat stres.
  • Kelola stres harian, seperti dengan berlatih teknik pernapasan dalam, meditasi, yoga, akupunktur.

Pencegahan untuk sakit kepala tipe ketegangan

Ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya sakit kepala tipe ketegangan. Selain melakukan olahraga teratur, Anda juga bisa melakukan terapi relaksasi untuk mencegah terjadinya stres yang memicu sakit kepala datang.

Teknik relaksasi yang dapat membantu mencegah sakit kepala tegang

Beberapa teknik yang bisa dilakukan:

  • Pelatihan biofeedback. Teknik yang dapat mengendalikan respons tubuh tertentu untuk mengurangi rasa sakit seperti sakit kepala tegang. Anda akan belajar bagaimana mengurangi ketegangan otot.
  • Terapi perilaku kognitif. Terapi bicara yang dapat membantu Anda belajar mengelola stres sehingga mengurangi frekuensi keparahan sakit kepala.
  • Teknik relaksasi lainnya seperti pernapasan, yoga, meditasi, serta relaksasi otot.

Dukung dengan gaya hidup sehat

Tidak hanya dengan melakukan terapi relaksasi, Anda tentunya bisa melakukan tindakan pencegahan lain dengan menjalani gaya hidup sehat, seperti:

  • Penuhi kebutuhan waktu tidur yang cukup.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Hindari atau berhenti apabila Anda merokok.
  • Makanlah secara teratur dengan porsi yang tepat juga seimbang.
  • Batasi asupan gula, kafein, serta alkohol.

Obat-obatan yang membantu mencegah sakit kepala tegang

Anda juga bisa mengonsumsi obat yang dapat mencegah terjadinya sakit kepala tipe ketegangan. Biasanya obat ini digunakan untuk mengurangi frekuensi serta tingkat keparahan dari serangan sakit kepala, khususnya jika sakit kepala sudah tergolong kronis.

Berikut adalah beberapa obat pencegahan yang bisa Anda gunakan.

Antidepresan

Obat antidepresan trisiklik adalah salah satu jenis obat antidepresan yang bisa Anda gunakan untuk mencegah sakit kepala tegang. Namun, biasanya penggunaan obat dapat memberikan efek samping. Efek sampingnya termasuk sembelit, mudah mengantuk, dan mulut kering.

Ada pula obat antidepresan lainnya yang dapat digunakan untuk mencegah rasa sakit di kepala, misalnya venlafaxine dan mirtazapine.

Untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal, Anda mungkin harus menggunakannya setiap hari. Bahkan, sekalipun Anda tidak merasa sakit kepala tegang. Hal ini lambat laun dapat membantu Anda mengurangi penggunaan obat-obatan seiring berjalannya waktu.

Obat relaksan otot

Jika obat-obatan untuk mengatasi sakit kepala tegang tidak mempan digunakan, Anda mungkin bisa menggunakan obat-obatan, seperti topiramate, untuk mencegah terjadinya sakit kepala tipe ketegangan.

Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian yang lebih banyak lagi untuk menentukan apakah penggunaan obat ini efektif.

Anda mungkin membutuhkan waktu selama beberapa minggu untuk merasakan manfaat dari obat-obatan ini.  Oleh sebab itu, jangan mudah putus asa jika Anda belum melihat perubahan yang terlalu besar saat baru memulai menggunakan obat.

Untuk mengetahui cara mengatasi sakit kepala lebih lanjut, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan Jika Suka Minum Teh Saat Hamil

Selama kehamilan, Anda harus menjaga asupan makanan dan minuman, termasuk minum teh. Simak panduan aman minum teh saat hamil berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Kandungan mangga yang manis dan asam menyegarkan menjadikan buah musiman ini bintangnya rujak. Apa saja manfaat mangga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Berhenti merokok memang bukan perkara mudah. Mulailah dengan 5 langkah berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Beberapa jenis tanaman untuk kamar membawa efek menenangkan dan mampu membersihkan udara dari polusi, bau, dan jamur. Apa saja jenisnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
obat alami dan tradisional sakit gigi berlubang

7 Obat Alami untuk Mengatasi Sakit Gigi Berlubang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
ciri tipes yang parah

Waspadai 3 Ciri Tipes yang Sudah Parah Agar Tidak Berakibat Fatal

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
mencium bau

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit