10 Penyebab Kepala Pusing yang Disertai Mual serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin pernah merasakan pusing atau mual saat beraktivitas. Kondisi ini memang bisa terjadi pada siapa saja, termasuk orang sehat sekalipun, dan kerap disebabkan oleh hal sederhana, seperti dehidrasi, kurang tidur, dan penyebab lainnya. Namun, bagaimana jika pusing dan mual terjadi secara bersamaan? Apakah kondisi ini berbahaya dan bagaimana cara mengatasinya?

Apa kaitan antara pusing dan mual?

Pusing adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai sensasi, seperti kepala terasa pening, berputar, berkunang, dan kadang disertai rasa lemah dan goyah seperti ingin pingsan. Sementara, mual adalah rasa tidak nyaman pada perut hingga timbul dorongan untuk mengeluarkan isi perut melalui mulut (muntah).

Pusing atau mual bisa terjadi secara sendiri-sendiri karena berbagai penyebab, tetapi keduanya juga sering terjadi secara bersamaan. Pasalnya, sistem saraf di otak yang memicu pusing dan mual saling terkait.

Dilansir dari Vestibular Disorder Association, salah satu penyebab pusing adalah perubahan mendadak atau sementara pada aktivitas sensor keseimbangan di telinga bagian dalam atau sensor keseimbangan yang terhubung ke bagian otak tertentu. Bagian otak yang memproses aktivitas sensorik tersebut adalah bagian yang sama dengan yang mengontrol otot perut dan berperan dalam memicu mual dan muntah, sehingga pusing yang muncul bisa terjadi bersama dengan mual.

Penyebab pusing dan mual muncul bersaman

Pusing bisa disebabkan oleh berbagai hal. Begitu juga dengan mual. Sensasi ingin muntah ini bisa menunjukkan masalah kesehatan yang beragam. Adapun jika pusing dan mual muncul bersamaan, kemungkinan besar penyebabnya adalah:

1. Migrain

sering migrain

Migrain adalah serangan sakit kepala hebat yang terasa berdenyut parah atau berupa sakit ekstrem seperti dihantam oleh benda keras. Serangan migrain biasanya berlangsung lama, bisa berjam-jam dan mungkin berulang  hingga berhari-hari. Migrain biasanya hanya menyerang salah satu bagian kepala.

Sensasi pusing hebat dan mual merupakan gejala migrain yang umum muncul. Dua gejala ini sering muncul bersamaan karena migrain tergolong sebagai gangguan saraf (neurologis). Serangan migrain menyebabkan gangguan pada sistem saraf pusat otak sehingga mengacaukan pengiriman sinyal ke sistem pencernaan. Alhasil saat sedang migrain, Anda juga bisa merasakan pusing dan mual pada saat yang bersamaan.

2. Mabuk perjalanan

Mabuk perjalanan dapat terjadi ketika Anda bepergian dengan mobil, pesawat, kapal laut, ataupun kereta. Kondisi ini terjadi ketika sistem saraf pusat menerima pesan yang berbeda dengan sistem visual (mata) dan sistem vestibular di telinga bagian dalam.

Misalnya, saat Anda sedang bepergian mengendarai mobil sambil membaca buku, telinga bagian dalam dan reseptor kulit Anda akan mendeteksi adanya gerakan dari mobil yang bergerak. Namun, mata Anda hanya melihat halaman-halaman buku yang Anda baca. Akibat perbedaan pesan tersebut, bagian otak yang menerima sinyal aneh ini akan memunculkan pusing dan mual, serta kesulitan mempertahankan keseimbangan.

3. Kehamilan

Kehamilan merupakan penyebab pusing dan mual yang bisa terjadi pada wanita. Ini terjadi karena peningkatan hormon HCG (human chorionic gonadotropin) pada awal kehamilan yang dapat membuat wanita mengalami morning sickness, yaitu kondisi yang ditandai dengan rasa pusing dan mual pada pagi hari.

4. Vertigo

Vertigo adalah sakit kepala hebat yang membuat penderitanya merasa seolah melayang atau berputar-putar (kliyengan) sehingga kehilangan keseimbangan. Penyebabnya adalah gangguan pada telinga bagian dalam yang berfungsi mengatur keseimbangan tubuh. Adapun gangguan pada telinga bagian dalam bisa terjadi karena cedera kepala atau infeksi di telinga.

Bagian dalam telinga yang rusak tidak dapat mengirimkan sinyal ke otak sebagaimana mestinya. Alhasil, sinyal yang diberikan ke otak menjadi bertentangan yang kemudian menimbulkan pusing, vertigo, hingga mual.

5. Infeksi pencernaan

Infeksi di pencernaan, seperti muntaber, dapat menyebabkan Anda merasa pusing dan mual. Dua gejala ini muncul karena kuman penyebab penyakit (virus, bakteri, atau parasit) merusak saluran pencernaan hingga membuatnya meradang.

Sementara sistem imun bekerja melawan infeksi, peradangan yang dihasilkannya bisa menyebabkan mual. Mual dan muntah parah secara terus-menerus pada akhirnya dapat menimbulkan pusing karena tubuh mengalami dehidrasi.

6. Masalah psikologis

stres mengubah bentuk otak

Pusing dan mual dapat menjadi gejala dari berbagai masalah psikologis, seperti stres, gangguan cemas, atau serangan panik. Hal ini diyakini karena bagian otak yang berperan dalam menimbulkan pusing dan mual berinteraksi dengan area otak yang bertanggung jawab atas masalah psikologis. Dengan demikian, pusing serta mual bisa terjadi ketika Anda mengalami stres atau gangguan cemas.

7. Mengonsumsi alkohol

Mengonsumsi terlalu banyak alkohol dapat menimbulkan pusing yang sering disertai dengan rasa mual. Pasalnya, alkohol yang Anda konsumsi dapat menipiskan darah Anda, yang dapat mengubah keseimbangan cairan di telinga bagian dalam. Adapun kondisi ini dapat menimbulkan sensasi pusing yang kemudian bisa memunculkan rasa mual.

8. Obat-obatan tertentu

Tidak hanya alkohol, mengonsumsi obat-obatan tertentu pun bisa menimbulkan efek samping berupa pusing dan mual, terutama bila obat tersebut memengaruhi fungsi otak. Beberapa obat tersebut, yaitu obat antidepresan, antikejang, tekanan darah, antipsikotik, antiinflamasi, dan beberapa antibiotik.

9. Kadar gula darah rendah

Rendahnya kadar gula darah (hipoglikemia) dapat menimbulkan berbagai gejala, termasuk mual dan muntah. Kondisi ini biasanya dialami penderita diabetes yang mengonsumsi terlalu banyak obat-obatan

Sementara itu, penderita diabetes pun bisa mengalami gula darah rendah akibat mengonsumsi terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan diabetes. Namun, gula darah rendah juga bisa terjadi pada orang yang tidak menderita diabetes.

10. Tumor otak

Pada kondisi yang lebih serius dan parah, pusing disertai mual bisa menjadi tanda bahwa Anda mengidap tumor otak. Ketika tumor tumbuh di otak, tumor tersebut dapat menekan jaringan otak atau menghalangi aliran cairan di dalam otak.

Kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam tengkorak yang disebut peningkatan tekanan intrakranial (ICP). Adapun efek dari kondisi tersebut adalah muncul berbagai gejala, termasuk mual, muntah, hingga pusing, dan sakit kepala.

Bagaimana cara mengatasi pusing dan mual?

Mengobati mual serta pusing yang datang secara bersamaan bisa berbeda pada setiap orang. Hal ini tergantung pada kondisi yang menyebabkan pusing serta mual tersebut terjadi. Jika penyebabnya teratasi, pusing serta mual yang Anda alami pun bisa mereda.

Misalnya, bila Anda mengalami pusing serta mual akibat migrain, Anda mungkin membutuhkan obat untuk migrain, seperti paracetamol atau ibuprofen. Selain itu, Anda pun bisa mencoba cara mengobati migrain lainnya, seperti minum banyak air putih, beristirahat yang cukup, dan rutin olahraga.

Namun, jika Anda mengalami pusing disertai mual akibat kadar gula darah rendah, Anda bisa mencoba untuk meningkatkan asupan karbohidrat atau mengonsumsi makanan dan minuman manis, seperti jus buah, minuman ringan, atau permen. Anda pun mungkin butuh pengobatan lain dari dokter untuk membantu mengatasi masalah tersebut.

Sementara jika pusing serta mual ini terjadi akibat konsumsi obat-obatan tersebut, menghentikan atau menyesuaikan dosis obat-obatan bisa menjadi solusinya. Pastikan Anda berbicara dengan dokter bila Anda mencurigai hal ini pada diri Anda.

Selain yang disebutkan di atas, dilansir dari Mayo Clinic, beberapa obat yang meredakan vertigo, pusing, dan mual pun bisa saja Anda konsumsi, seperti antihistamin atau antikolinergik. Namun, selalu pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter apakah Anda membutuhkan obat-obatan tersebut atau tidak.

Kondisi yang mengharuskan periksa ke dokter

Dokter memeriksa gejala hepatitis B

Umumnya, gejala pusing yang disertai mual bukanlah suatu kondisi yang serius. Gejala tersebut mungkin akan berkurang begitu kondisi yang memicunya pun hilang, seperti mabuk dalam perjalanan. Namun, kondisi ini juga bisa menjadi tanda bahwa Anda memiliki kelainan yang serius, yang butuh mendapat perawatan dokter untuk mengatasinya.

Sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter jika keluhan pusing dan mual terus menerus terjadi selama beberapa hari, tak kunjung sembuh, dan mulai mengganggu kegiatan sehari-hari Anda. Selain itu, konsultasikan juga ke dokter apabila gejala baru Anda rasakan sebentar tetapi terasa sangat berat dan disertai gejala-gejala tambahan berikut:

  • Leher kaku.
  • Mati rasa, kesemutan, atau bahkan lumpuh pada salah satu bagian tubuh.
  • Perubahan cara bicara atau tiba-tiba menjadi cadel.
  • Kesulitan berjalan.
  • Kejang.
  • Perubahan pendengaran yang tiba-tiba.
  • Perubahan penglihatan atau penglihatan ganda.
  • Pingsan.
  • Baru mengalami cedera kepala.
  • Nyeri dada.
  • Sulit bernapas.
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur.

Pada kondisi tersebut, dokter akan melakukan berbagai tes untuk mendiagnosis apakah gejala yang Anda alami terkait dengan kelainan atau penyakit tertentu. Dokter juga dapat menganjurkan hal apa saja yang harus dihindari dan bagaimana penanganan utamanya. Konsultasikan dengan dokter untuk jenis pemeriksaan dan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kaki Terasa Lemas Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Apakah Anda pernah merasakan tiba-tiba kaki lemas? Cari tahu penyebabnya, apakah karena penyakit berbahaya atau hanya sekadar kelelahan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Otak dan Saraf 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Belakang

Sakit kepala bagian belakang adalah keluhan yang dapat dialami setiap orang. Penyebabnya bisa jadi hal yang ringan, bisa juga penyakit serius.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 14 Januari 2021 . Waktu baca 16 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengobati sakit kepala

5 Jenis Minyak Esensial untuk Meringankan Sakit Kepala dan Migrain

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi sakit punggung

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
zat aditif adalah msg

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit