home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Haid

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Haid

Sakit kepala merupakan keluhan yang sering dirasakan wanita saat haid atau menstruasi, selain sakit punggung dan perut kembung. Hanya saja, sakit kepala tidak selalu muncul tepat saat Anda sedang mengalami menstruasi. Sakit kepala bisa saja muncul sebelum maupun sesudah haid. Lantas, apa penyebab sakit kepala yang muncul saat haid dan bagaimana cara mudah mengatasinya?

Penyebab sakit kepala saat haid

Penyebab sakit kepala secara umum ada banyak. Namun, sakit kepala yang terjadi saat haid umumnya disebabkan oleh perubahan hormon dalam tubuh.

Menjelang dan selama haid, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh terus berubah-ubah. Dikutip dari Mayo Clinic, hormon estrogen dan hormon progesteron mempunyai peran kunci dalam mengatur siklus menstruasi serta kehamilan.

Hormon estrogen adalah hormon yang biasanya meningkat saat Anda haid untuk membantu pelepasan sel telur. Sementara itu, hormon progesteron yang meningkat dapat membantu penebalan lapisan rahim demi mempersiapkan janin sebelum proses kehamilan.

Setelah ovulasi dan tidak terjadi kehamilan, maka hormon-hormon ini akan kembali turun hingga mencapai titik terendah. Saat itulah Anda mungkin mengalami sakit kepala. Tidak hanya itu saja. Perubahan hormon saat menstruasi juga berkaitan dengan kadar senyawa kimiawi pada otak Anda yang dapat memicu sakit kepala.

Membedakan sakit kepala biasa dan migrain saat haid

Perubahan hormon dan kadar kimiawi otak selama haid umumnya menyebabkan jenis sakit kepala migrain. Wanita memang memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami migrain dibanding pria.

Meski sekilas tampak mirip, namun bukan berarti sakit kepala dan migrain saat menstruasi tidak memiliki perbedaan. Hal yang membedakan kedua jenis sakit kepala tersebut terutama rasa sakitnya yang terjadi.

1. Sakit kepala saat haid

Sakit kepala biasa yang disebabkan oleh perubahan hormon saat menstruasi biasanya masih tergolong ringan hingga sedang. Rasa sakit yang muncul biasanya memberikan sensasi seolah-olah kepala seperti dijambak hingga terasa nyut-nyutan.

Jika Anda merasakan sakit kepala ini, mungkin rasanya akan sangat mengganggu dan membuat merasa tidak nyaman. Namun, rasa sakitnya tidak terlalu berat atau mengganggu Anda saat melakukan aktivitas sehari-hari.

2. Migrain saat haid

Anda lebih berpotensi mengalami migrain dibanding sakit kepala biasa saat haid. Bahkan jika sudah terbiasa mengalami serangan migrain, Anda akan rentan terhadap migrain saat menstruasi.

Sakit kepala migrain biasanya terbagi dua, migrain dengan aura atau tanpa aura. Akan tetapi, migrain yang terjadi saat haid biasanya migrain tanpa aura.

Migrain yang terjadi saat menstruasi biasanya menimbulkan rasa berdenyut-denyut yang terasa amat sakit. Rasa sakit ini bisa saja dimulai dari salah satu sisi kepala Anda dan berpindah ke sisi lainnya.

Tidak hanya itu saja. Penyebab sakit kepala saat haid ini juga bisa membuat Anda kesulitan membuka mata dan berpikir. Tidak jarang migrain saat haid membuat wanita tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

Gejala sakit kepala saat haid

Untuk mengenali jenis sakit kepala yang Anda alami saat menstruasi, Anda mungkin harus mengenali gejala-gejala yang mungkin timbul. Dari gejala ini, Anda akan lebih mudah menentukan jenis sakit kepala serta cara mengatasinya.

Gejala sakit kepala yang mungkin muncul akibat perubahan hormon termasuk:

Namun, tidak hanya sakit kepala, gejala di atas juga bisa muncul saat Anda mengalami migrain. Sementara, gejala lain yang mungkin muncul akibat migrain adalah:

  • mual
  • muntah
  • lebih sensitif terhadap suara
  • lebih sensitif terhadap cahaya yang terlalu terang

Bagaimana mengatasi sakit kepala saat haid?

Sakit kepala yang disebabkan oleh perubahan hormon biasanya memang sulit untuk dihindari. Namun, Anda masih bisa mencoba mengatasinya dengan beberapa cara berikut:

1. Menggunakan obat pereda nyeri

Sakit kepala saat menstruasi dapat diobati dengan mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri. Beberapa jenis obat yang bisa Anda gunakan termasuk ibuprofen, naproxen, dan aspirin.

Obat-obatan pereda nyeri ini biasanya bekerja dengan cara menghentikan produksi hormon prostaglandin di dalam tubuh. Hormon inilah yang menjadi penyebab Anda merasakan sakit di dalam tubuh, termasuk di kepala.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan acetaminophen, yaitu obat analgesik yang bekerja di dalam tubuh dengan cara berinteraksi dengan hormon prostaglandin. Interaksi yang terjadi membantu mengubah respons tubuh Anda menerima rasa sakit.

Namun, sebaiknya Anda selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaan obat-obatan. Pasalnya, tidak semua wanita memiliki kondisi yang sama persis.

Dengan begitu, dokter bisa membantu mempertimbangkan risiko dan manfaat penggunaan obat untuk Anda.

2. Mengonsumsi obat resep dari dokter

Untuk mengatasi sakit kepala migrain, Anda juga bisa menggunakan obat-obatan triptan, salah satunya sumatriptan.

Obat ini biasanya akan diresepkan oleh dokter untuk mengatasi sakit kepala migrain yang sudah cukup parah dan tidak bisa ditangani dengan obat-obatan bebas.

Sumpatriptan bekerja menyempitkan pembuluh darah di kepala yang melebar akibat migrain. Lalu, obat ini juga akan menghalangi sinyal rasa sakit menuju otak, sehingga sakit kepala migrain akan mereda. Namun perlu diingat bahwa Anda hanya boleh menggunakan obat ini jika diresepkan oleh dokter.

3. Melakukan perawatan di rumah

Sementara itu, ada juga perawatan di rumah untuk mengatasi sakit kepala saat haid yang sederhana. Sebagian cara-cara ini bisa Anda lakukan secara mandiri, seperti:

  • Letakkan sekantong es batu yang dibungkus handuk di bagian kepala Anda yang terasa sakit.
  • Berlatih relaksasi untuk menurunkan stres.
  • Terapi akupunktur yang dapat membantu membuat Anda rileks dan meredakan sakit kepala.
  • Buat catatan pribadi mengenai sakit kepala. Catat kapan saja sakit kepala saat haid mulai terasa untuk membantu dokter untuk menemukan pola dan penanganan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Headaches and hormones: What’s the connection? http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-daily-headaches/in-depth/headaches/art-20046729?pg=1

Menstrual Migraines and Hormones in Women http://www.webmd.com/migraines-headaches/guide/hormones-headaches#2

Why You Get A Throbbing Headache During Your Period http://www.huffingtonpost.com/entry/why-do-i-get-a-headache-during-my-period_us_57118017e4b0018f9cba2a3a

Headache During Period: Causes, Treatments, and More. Retrieved 25 October 2019, from https://www.healthline.com/health/headache/headache-during-period#treatments

Menstrual Migraines and Hormonal Headache. Retrieved 25 October 2019. https://www.webmd.com/migraines-headaches/hormones-headaches#1

Acetaminophen: MedlinePlus Drug Information. Retrieved 25 October 2019, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681004.html

Sumatriptan: MedlinePlus Drug Information. (2019). Retrieved 25 October 2019, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a601116.html

Aspirin: MedlinePlus Drug Information. (2019). Retrieved 25 October 2019, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682878.html

Ibuprofen: MedlinePlus Drug Information. (2019). Retrieved 25 October 2019, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682159.html

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Andisa Shabrina
Tanggal diperbarui 22/09/2017
x